AKU BUKAN JANDA 2

AKU BUKAN JANDA 2
Butik


__ADS_3

“ Aku baik-baik saja pak Ken” kata Alexsa tersenyum kaku karena banyak karyawan yang menonton mereka.


“ Sekali lagi saya minta maaf bu Alexsa” ucapnya membungkuk merasa bersalah.


Ken menggenggam tangan Alexsa masuk lagi ke dalam lift khusus atasan.


Beberapa kali Alexsa mencoba melepaskan diri dari pegangan Ken tapi hasilnya nihil.


Pintu lift terbuka Ken menarik tangan Alexsa masuk ke dalam.


“ Ken,,, apa yang kamu lakukan?” ucap Alexsa akhirnya bisa buka suara.


“ Sekarang aku ga peduli mau semua orang kantor tau hubungan kita yah penting sekarang kita beli baju ganti buat kamu. Nanti kamu bisa masuk angin” kata Ken sudah tidak peduli apa pun kalau sudah menyangkut Alexsa.


“ Ken,,, tapi kamu uda janji akan menyembunyikan hubungan ini?” kata Alexsa dengan suara lemas.


Seketika Ken melepas pegangan tangannya pada Alexsa dan menekan tombol setelah terbuka Ken cepat-cepat meninggalkan Alexsa di sana.


“ Yah sudah kalo itu yang kamu mau” kata Ken pergi.


Alexsa menarik nafas dalam merasa ucapannya barusan sudah menyakiti Ken yang sebenarnya berniat melindungi Alexsa.


Alexsa sejenak terdiam menatap punggung Ken yang semakin menjauh dan pintu lift kembali tertutup.


“ Aku minta maaf Ken, aku hanya ga siap mendengar komentar orang lain” kata Alexsa.


Sesampainya di lantai dasar Alexsa menutup rapai pakaiannya yang sudah basah menggunakan jas pemberian Ken tadi.


Alexsa berjalan meninggalkan kantor menuju halte yang tidak begitu jauh untuk menghentikan taksi. Tapi belum sempat melangkahkan kaki tangan kiri Alexsa seperti ada yang menahan ternyata Ken.


“ Mau kemana?” ucap Ken begitu lembut.


“ Ayo masuk” ajaknya membukakan pintu mobil untuk Alexsa, tanpa pikir panjang Alexsa mengikuti perintah Ken.


Selama di mobil mereka tidak bicara banyak seperti biasanya sepertinya Ken masih kesal dengan sikap Alexsa tadi.


“ Ken…” panggil Alexsa menoleh ke arah Ken yang begitu serius mengemudi mobil dengan kecepatan tinggi.


Ken sama sekali tidak memalingkan wajah meskipun Alexsa sudah memanggilnya beberapa kali.


“ Dia pasti sangat marah” batin Alexsa akhirnya memilih diam menatap jalanan dari kaya.


Sebenarnya Ken tidak tega melakukan itu tapi kali ini Ken sudah muak harus bersembunyi dari dunia kalau dia dan Alexsa berpacaran.


Setelah perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 15 menit mereka berhenti di salah satu butik mewah.


Ken menarik nafas dan mencoba mengerti perasaan Alexsa saat ini.


“ Sayang???” panggil Ken menyentuh lengan Alexsa pelan.


“ Kamu masih marah?” tanya Alexsa membalik badan.

__ADS_1


“ Gak…” jawab Ken mencoba tersenyum.


“ Aku minta maaf ya” kata Alexsa menyadari kesalahannya dan mencium tangan Ken.


“ Siapa sih yang sanggup marah sama kamu” kata Ken mencium wajah Alexsa.


Alexsa malu sampai pipinya merah merona.


“ Ayo masuk kamu bisa masuk angin nanti” ajak Ken sambil membantu Alexsa membuka sabuk pengamannya.


Mereka memasuki butik dan memilih beberapa pakaian untuk Alexsa.


“ Aku hanya butuh satu” tolak Alexsa tidak ingin mengambil pakaian lebih dari satu.


“ Kau ini memang sangat beda” puji Ken memeluk pinggang Alexsa mesra sampai beberapa pengunjung begitu iri melihat kemesraan mereka.


“ Lepas ada banyak orang di sini, aku akan berganti baju sebentar” kata Alexsa berbisik karena malu.


Ken tersenyum dan dengan berat hati melepas genggamannya.


“ Aku tunggu di sini” kata Ken duduk di sofa empuk.


Sore harinya Ken mengantarkan Alexsa sampai ke rumah memastikan pujaan hatinya sampai di rumah dengan baik-baik saja.


Alexsa tersenyum berjalan masuk ke dalam rumah yang begitu sepi hanya ada papa Herman dan adiknya Ken sedang menonton film.


" Papa uda pulang?" ucap Alexsa sambil memberi salam pada sang papa.


" Mama kemana? Viona Mona ?" tanya Alexsa menoleh ke beberapa titik di sana.


" Tadi mama pergi sama kak Maya kak" jawab Alvin yang sedang serius menatap TV.


" Kemana mereka?" tanya Alexsa penasaran.


“ Bentar lagi juga pulang kak” kata Alvin mengambil air minum dan meneguknya.


“ Yah uda kakak ke atas dulu ya pa Vin mau bersih-bersih” ucap Alexsa hendak meninggalkan papa Herman dan Alvin.


“ Oke kak” kata Alvin.


Di kamar Alexsa mengingat kejadian tadi saat Ken begitu panik saat dia ketumpahan kopi karyawan lain.


“ Dia memang sangat penyayang” kata Alexsa tersenyum memasuki kamarnya.


Selama bersama Ken, untuk sementara masalah-masalah yang dia hadapi seakan menghilang.


“ Aku sangat mencintai dia” ucap Alexsa sambil berbaring di tempat tidur karena kelelahan seharian di kantor.


“ Mama kemana ya,,, Viona juga ikut?” ucap Alexsa merasa ada sesuatu yang kurang tidak seperti biasanya dia akan di sambut oleh buah hatinya setiap pulang dari pekerjaan dan seketika lelah itu akan menghilang.


Alexsa bermaksud untuk menghubungi mama Diana menanyakan keberadaanya.

__ADS_1


“ Halo ma…” ucap Alexsa setelah panggilan telepon tersambung.


“ Iya kak,,, ada apa sayang?” kata mama Diana yang sedang menikmati makan bersama Tante Melinda dan Maya tidak lupa kedua bocil yang ikut menikmati makanan karena kelelahan keliling mall seharian.


“Mama lagi dimana? Viona baik-baik aja kan?" tanya Alexsa khawatir.


" Viona sama mama kak ini lagi makan uda kamu ga perlu khawatir. Bentar lagi kita pulang" ucap mama Diana.


" Oh yah udah ma, hati-hati ma" ucap Alexsa dan mematikan sambungan telepon.


Segera Alexsa mandi untuk membersihkan badan bekas kopi tadi.


Alexsa baru saja selesai mandi dan langsung melakukan perawatan wajah.


1 jam kemudian akhirnya mama Diana dan Viona pulang di antar Maya.


Viona langsung berlari untuk menemui sang mama untuk bercerita.


Pintu di buka kuat di temani Mona dari belakang.


Alexsa yang sedang sibuk perawatan begitu kaget.


" Mama..." ucap Viona menyapa dan memeluk Alexsa.


" Anak mama dari mana? Mama rindu Lo" ucap Alexsa meletakkan majalah dan memangku Viona.


" Tadi Viona sama Oma sama kak Mona jalan-jalan....Seru bangat" kata Viona menggemaskan.


" Wah.... sampe lupa sama mamanya ya" ucap Alexsa cemberut.


" Ah mama..." kata Viona mencium Alexsa penuh sayang.


" Tante Maya beliin Viona baju sepatu mainan" tambahnya lagi polos.


" Baik banget Tante Maya" kata Alexsa sambil mendengarkan cerita Viona.


" Kakak Mona juga di beliin ma" kata Viona lagi.


" Iya Mon?" tanya Alexsa menoleh pada Mona.


" Iya kak saya juga uda nolak tapi kata Bu Maya untuk" ucapannya terputus.


" Untuk apa?" tanya Alexsa merasa ada yang ingin di sampaikan Mona.


" Untuk nambah koleksi baju saya kak" katanya cengengesan.


Alexsa tidak begitu curiga dan langsung percaya.


" Yah uda Viona mandi ya biar bobo besok sekolah " kata Alexsa mencium Viona.


" Oke ma," kata Viona turun dari pangkuan Alexsa.

__ADS_1


Dengan sigap tangan Mona memapah Viona untuk mandi.


__ADS_2