
Seorang Wanita yang masih muda berpakaian suster sambil menenteng koper memasuki rumah Alexsa yang tidak lain adalah baby sister yang nantinya akan menjaga Viona.
“ Ting tong…” suara bel berbunyi, bibi dengan sigap segera membukakan pintu.
Wanita itu masuk dengan mengukir senyum di wajahnya.
“ Selamat pagi bu, saya Mona yang mau jadi baby suster di rumah ini” katanya memperkenalkan diri. Alexsa segera menghampiri bibi dan Mona yang masih di pintu utama.
“ Halo Mona… selamat datang di rumah saya” sambut Alexsa dengan baik dan senang hati.
“ Saya Alexsa, kamu akan jaga putriku” ucap Alexsa.
“ Oh iya bu senang bisa bertemu dengan ibu” jawab Mona bahagia mendapat kesan yang baik untuk pertama kalinya dari Alexsa.
“ Mari masuk” ajak Alexsa tanpa sungkan merangkul Mona berjalan masuk ke dalam rumah besar dan megah itu.
Mona tersanjung dengan perlakuan Alexsa yang sama sekali tidak jijik dengannya seperti bosnya dulu. Mona menatap setiap sisi rumah Alexsa yang mewah.
“ Ini kenalin mama saya” kata Alexsa memperkenalkan mama Diana pada Mona.
“ Halo bu saya Mona yang akan jadi baby suster di rumah ini” kata Mona sambil sedikit menundukkan kepala.
“ Diana senang bertemu kamu” kata mama Diana.
“ Kamar kamu ada di sana” ucap Alexsa menunjuk kamar yang tidak begitu luas tapi tetap nyaman. Kamar itu sudah lama tidak digunakan karena bibi yang biasa bekerja selalu pulang ke rumahnya sendiri.
“ Mari saya antar” kata Alexsa mengajak Mona.
Mona segera mengikuti Langkah Alexsa tidak lupa menarik koper berwarna hitam yang dia bawa tadi. Alexsa membuka pintu lebar dan mempersilahkan Mona masuk.
“ Ini kamar kamu. Kamu suka?” tanya Alexsa tidak ingin Mona tidak nyaman di rumah ini.
“ Suka bu saya sangat suka” jawab Mona antusias sambil masuk dan melihat-lihat kamar barunya.
“ Baguslah kamu suka, oh iya kamu panggil saya Kak aja jangan ibu” kata Alexsa dengan senyum kecil.
“ Baik kak, “ jawab Mona takjub dengan bos barunya yang baik.
“ Kamu bisa beres-beres dulu, anak saya masih tidur di kamar” Kata Alexsa dan siap-siap keluar meninggalkan Mona untuk membereskan pakaiannya.
“ Iya kak terimakasih” kata Mona menunduk dan duduk di ranjangnya.
“ Kalo kamu butuh apa-apa kamu bisa minta sama bibi atau mama saya” tambah Alexsa lagi.
“ Baik kak” kata Mona dengan ekspresi tersenyum lebar.
Mona merasa sangat beruntung dipertemukan bos yang baik seperti Alexsa dan memperlakukan dia sangat baik berbeda dengan bosnya sebelumnya yang selalu bicara dengan nada suara tinggi dan selalu memarahinya dengan kata-kata yang menusuk.
__ADS_1
Alexsa keluar dari kamar Mona dan siap-siap menuju kantor dan Ken juga sudah di jalan untuk menjemput Alexsa.
“ Ma… Mona lagi beres-beres di kamarnya” kata Alexsa mengambil tas miliknya di atas meja. “ Yah sudah biar mama yang ajarin dia. Kamu berangkat aja ke kantor” ujar mama Diana.
“ Iya ma, “ jawab Alexsa merapikan pekaiannya.
“ Ting…” suara handphone Alexsa di dalam tas.
Alexsa segera membuka pesan ternyata pesan dari Ken.
“ Sayang aku sudah sampai, aku tunggu di depan ya”
Alexsa siap-siap untuk berangkat ke kantor tidak lupa berpamitan pada sang mama dan papa yang baru saja bangun.
“ Kakak berangkat dulu ya ma pa” ucap Alexsa berpamitan.
“ Hati-hati ya kak” kata papa Herman mencium kening putri sulungnya.
“ Iya pa “ jawab Alexsa dan beralih pada sang mama yang berdiri di sebelah papa Herman.
“ Hati-hati ya sayang” mama Diana memberikan jus untuk Alexsa.
“ Makasih mama” kata Alexsa dan keluar menuju mobil Ken yang sudah terparkir tepat di teras rumah Alexsa.
“ Pagi sayangku” sapa Ken sambil membukakan pintu untuk Alexsa.
“ Makasih sayang” jawab Alexsa dan masuk ke dalam mobil.
Ken segera mengemudi menuju kantor yang cukup macet pagi itu.
...***...
POV Kenziee Mahanta
Aku dan Alexsa baru saja sampai di kantor, Alexsa mengendap-endap dan memintaku untuk menurunkannya di depan tidak mau sampai ke parkiran. dengan berat hati aku hanya bisa mengikutinya dan menurunkan Alexsa di depan,
“ Hati-hati sayang” kataku melihat dia dengan cepat-cepat keluar dan berjalan menuju kantor seperti tidak ada apa-apa. Aku hanya bisa tersenyum melihat tingkahnya berbeda dengan mantan-mantanku sebelumnya yang ingin di akui.
Aku segera memarkirkan di tempat biasa dan di sebelahku tidak lama Kak Maya memarkirkan mobil BMW miliknya. Melihat itu aku cepat-cepat masuk ke kantor tidak ingin membahas apapun dengannya.
Satpam yang sedang berjaga segera membukakan pintu untukku
‘’ Selamat pagi pak Ken” sapanya dengan senyuman.
“ Pagi “ sahutku dan langsung masuk menuju lift yang ada di sudut Gedung. Dari kejahuan aku melihat Alexsa tampak mengobrol dengan karyawan pria lainnya. Jujur saya aku cemburu melihat mereka yang tampak akrab. Dengan kesal aku menekan tombol lift dan segera masuk. Belum sempat pintu lift tertutup kak Maya ikut memasuki lift bersama asistennya Rina masuk di lift yang sama denganku. Rina langsung menekan tombol dan lift tertutup.
Sorot matanya mengarah padaku, tapi aku berusaha tidak menghiraukannya dan hanya diam tampa membalas tatapan itu.
__ADS_1
“ Gini sikap kamu sama kakak kamu sendiri” kata kak Maya menatapku dingin dan angkuh
“ Ini di kantor ga usah cari masalah kak” sahutku tidak ingin membuat keributan di kantor. Apalagi aku masih di bakar rasa cemburu saat melihat Alexsa dengan karyawan pria itu.
Akhirnya kami saling dengan pikiran masing-masing.
Lift terbuka di lantai 13 ruangan kak Maya.
“ Mari bu Maya” ucap Rina sambil memegang tas kak Maya.
Tanpa menjawab apa-apa dia segera keluar dan menuju ruangannya, lift Kembali tertutup.
Ting…
Lift terbuka di lantai 15 tempat ruanganku dengan malas aku keluar dan langsung berjalan menuju ruangku. Tampak meja kerja Alexsa masih kosong.
“ Oh dia masih sibuk selingkuh” desisku kesal pada Alexsa padahal masih pagi.
Aku membuka pintu ruanganku dengan kasar.
“ Awas saja nanti” ucapku masih sangat kesal.
Aku mulai mengerjakan pekerjaanku meskipun semangatku sudah hilang,
15 menit kemudian pintu ruanganku di ketuk, aku berharap dia adalah Alexsa. Yah benar saja itu adalah Alexsa dari aroma parfum yang sudah aku sangat hafal itu miliknya.
“ Ini kopinya pak Ken” kata Alexsa meletakkan kopi di atas meja.
“ Hm” kataku menahan diri untuk menatapnya.
Tampak Alexsa bingung dengan perubahan sikapku yang tidak seperti biasanya.
“ Kamu kenapa? Sakit?” tanya Alexsa mendekatiku dan memegang keningku.
“ Iya aku sakit” jawabku ketus.
“ Ga hangat kok, kamu sakit apa Ken? Biar aku ambil obatnya” katanya lagi.
“ Aku sakit hati liat kamu akrab dengan pria lain” kataku akhirnya jujur.
“ Apa? Dia hanya menanyakan pekerjaan Ken. Tidak ada hal lain” jawab Alexsa mencoba menjelaskan.
Aku memeluknya erat.
“ Aku ga mau kejadian tadi terulang lagi” kataku .
“ Iya iya” jawab Alexsa mengelus punggungku.
__ADS_1
" Aku sayang banget sama kamu" berbisik di telinganya.