AKU BUKAN JANDA 2

AKU BUKAN JANDA 2
Mulai Nyaman


__ADS_3

“ Kamu kapan kenalin pacarnya ke kita?” tanya Ken yang masih curi-curi pandang pada Alexsa.


“ Aku masih mau fokus berkarir dulu” jawab Tasya sambil melahap makanannya dengan rasa enggan.


Mereka menikmati makan siang dengan wajah masing-masing. Ken tampak begitu bahagia melihat Wanita yang dia cintai memanggilnya sayang.


“ Sayang kamu makannya belepotan sekali” kata Ken membersihkan pinggir bibir Alexsa dengan tangannya.


Alexsa terdiam sejenak hatinya berdenyut tak karuan dan minum air miliknya.


“ Kurang ajar sekali mereka bermesraan di hadapanku” batin Tasya semakin kesal.


“ Saya masih ada pekerjaan lain mungkin kita bisa bahas proyek ini” kata Tasya sudah tak ingin menyaksikan kemesraan Alexsa dan Ken.


Setelah mendapat kesepakatan dari kedua belah pihak dan ditandatangani di atas materai, artinya rapat sudah selesai Tasya buru-buru meninggakan Alexsa dan Ken .


“ Sepertinya saya sudah bisa pindah tempat duduk pak” ucap Alexsa melihat kepergian Tasya yang sudah jauh.


“ Tidak perlu sayang” ucap Ken tersenyum menggoda.


Alexsa langsung berdiri dan pindah ke tempat duduk Tasya.


Ken hanya tersenyum melihat tingkah Alexsa yang berpindah tempat duduk.


“ Oh iya kita belum tukaran nomor, nanti kalo saya ada perlu masa telpon ke toko kue kamu” ucap Ken menaikkan alisnya.


Alexsa mengambil ponselnya dari tas dan memberikannya pada Ken.


Ken tersenyum bahagia dan membuatkan nomor ponselnya dan menyimpan dengan sebutan “ Ken Sayang”.


Melihat nama yang di layar membuat Alexsa melotot,


“ Ada yang salah?” tanya Ken seakan tidak berbuat apa-apa.


“ Ini maksudnya apa pak kenapa ada kata sayang” ucap Alexsa protes.


“ Kan kamu tadi manggil saya sayang” kata Ken tersenyum.


“ Itu saya terpaksa pak” ucap Alexsa sambil mengganti nama kontak Ken menjadi pak Ken.


“ Tapi sepertinya dari yang saya lihat kamu sangat senang saat memanggil saya sayang” ucap Ken tak mau kalah.


“ Saya biasa saya, bapak aja yang berlebihan” ucap Alexsa tak terima dengan ucapan Ken.


“ Mukanya jangan gitu Al, nanti sayang beneran “ goda Ken membuat wajah Alexsa merona. Akhirnya Alexsa memilih diam dari pada memperpanjang perdebatan yang tidak akan ada yang mau mengalah.


Ken lagi-lagi tersenyum melihat Alexsa.


“ Sepertinya kita sudah bisa kembali ke kantor pak” ucap Alexsa melirik jam yang terus berjalan.


“ Nyebelin bangat ni orang” desis Alexsa dalam hati.

__ADS_1


Setibanya di kantor Alexsa kemudian duduk di mejanya sambil mengejek e-mail yang masuk dan membuat rencana di tablet agar tidak melakukan kesalahan lagi.


Seorang Wanita paruh baya datang sambil membawakan map untuk di serahkan pada Ken.


“ Sekertaris baru” panggilnya.


Alexsa menggangkat kepala menoleh pada Wanita yang ada di depannya.


“ Ada yang bisa saya bantu mbak?” tanya Alexsa sopan.


“ Tolong berikan berkas ini pada bos” ucapnya memberikan berkas pada Alexsa.


“ Baik mbak” ucap Alexsa sambil berdiri mengambil berkas dari tangan Alexsa dan mengetuk pintu ruangan Ken.


Wanita itu memutar badan dan Kembali ke ruangannya melanjutkan pekerjaan lainnya.


“ Tok.. tok…” suara ketukan.


“ Masuk…” ucap Ken dari dalam ruangan.


Alexsa memdorong pintu dan masuk membawa berkas yang di berikan Wanita tadi.Yang sebenarnya adalah suruhan Ken supaya Alexsa masuk ke ruangannya.


“ Maaf pak saya mengganggu, ini ada berkas yang perlu bapak tanda tangani” ucap Alexsa sambil meletakkan berkas di atas meja Alexsa.


“ Kamu mau kemana?” tanya Ken setelah Alexsa buru-buru memutar badar menuju pintu.


“ Saya mau lanjut pekerjaan saya pak” jawab Alexsa menghentikan Langkah.


“ Tolong bantu saya” ucap Ken memberikan berkas.


“ Ini ada beberapa berkas yang perlu di terjemahkan, kamu bisa?” tanya Ken yang sebenarnya sudah tau Alexsa mempunyai kemampuan.


“ Iya bisa pak” jawab Alexsa.


“ Biar saya kerjakan di meja saya saja pak” kata Alexsa mengambil berkas tapi belum sempat Ken langsung berkata.“ Disini saja”


Jam pulang sudah tiba, Alexsa melirik jam tangannya beberapa kali.


" Sudah beres pak" ucap Alexsa memberikan berkas yang sudah dia kerjakan.


" Terimakasih" ucap Ken mengambil mapnya.


"Masih ada yang bisa saya bantu pak?" tanya Alexsa.


" Sudah waktunya pulang, biar saya antar kamu" ucap Ken mengambil jas dan mengenakannya.


" Tidak perlu pak, saya bisa pulang sendiri. Bapak lebih baik langsung pulang saja" kata Alexsa menolak halus.


" Saya sekalian mau mampir ke toko kue kamu. Mama saya sudah lama minta kue buatan kamu" ucap Ken mencari alasan agar dapat mengantarkan Alexsa pulang dengan aman.


Alexsa terdiam sebentar tidak tahu mau cari alasan apa lagi kecuali pasrah.

__ADS_1


Jam pulang sudah tiba, Alexsa melirik jam tangannya beberapa kali.


" Sudah beres pak" ucap Alexsa memberikan berkas yang sudah dia kerjakan.


" Terimakasih" ucap Ken mengambil mapnya.


"Masih ada yang bisa saya bantu pak?" tanya Alexsa.


" Sudah waktunya pulang, biar saya antar kamu" ucap Ken mengambil jas dan mengenakannya.


" Tidak perlu pak, saya bisa pulang sendiri. Bapak lebih baik langsung pulang saja" kata Alexsa menolak halus.


" Saya sekalian mau mampir ke toko kue kamu. Mama saya sudah lama minta kue buatan kamu" ucap Ken mencari alasan agar dapat mengantarkan Alexsa pulang dengan aman.


Alexsa terdiam sebentar tidak tahu mau cari alasan apa lagi kecuali pasrah.


Mereka berjalan menuju pintu keluar kantor semua mata tertuju pada keduanya.


Alexsa yang masih merasa asing hanya bisa berjalan dengan senyuman tipis.


" Saya bisa sendiri pak" kata Alexsa setelah Ken hendak membukakan pintu untuknya.


Ken tersenyum dan menghentikan langkah untuk membukakan pintu.


Di mobil Alexsa hanya diam memikirkan Viona.


Karena hari ini adalah hari pertama Alexsa meninggalkan Viona seharian.


" Kamu sedang memikirkan apa?" tanya Ken sambil menyetir menuju rumah Alexsa.


" Tidak ada pak" jawab Alexsa menutupi.


" Tapi dari tadi saya perhatikan kamu sangat gelisah" ucap Ken yang diam-diam memperhatikan Alexsa.


" Kamu merindukan putri kecilmu" tebak Ken.


Mendengar ucapan Ken, berhasil membuat Alexsa menangis. Alexsa merasa bersalah karena Viona harus di besarkan sendiri tanpa ada seorang sosok ayah, karena perbuatannya di masa lalu. Rasa semakin tumbuh saat Alexsa harus meninggalkan Viona seharian karena bekerja.


"Kamu baik-baik saja" kata Ken menyentuh lengan Alexsa lembut.


" Saya baik-baik saja pak" jawab Alexsa mengusap air matanya.


" Sebentar lagi kita akan sampai, kamu jangan menangis lagi" bujuk Ken.


Alexsa semakin nyaman dengan Ken dari pertama kali bertemu.


Tapi dia berusaha untuk mengabadikan perasaan itu karena Alexsa tidak mau mengulangi kesalahannya di masa lalu. Tapi melihat Ken dengan tulus membuat pertahanan Alexsa runtuh.


" Saya akan membahagiakan kamu Al" batin Ken.


Ken menepikan mobil sebentar dan menatap Alexsa yang berusaha menutupi kesedihannya.

__ADS_1


" Kalo kamu keberatan dengan pekerjaan ini kamu bisa berhenti Al" ucap Ken menarik wajah Alexsa yang menunduk.


Alexsa perlahan menoleh pada Ken.


__ADS_2