
POV Kenziee Mahanta
Lagi-lagi aku jatuh cinta pada Alexsa, dia benar-benar seperti bidadari di mataku sungguh aku mencintainya.
Melihat dia berjalan menuruni tangga membuat jantungku berdetak kencang dan aku sendiri tidak tahu pesona apa yang membuat aku begitu tergila-gila pada Alexsa.
Setelah berpamitan pada om Herman dan tante Diana kami segera menuju rumah karena mami, papi dan kak Maya sudah menanti kedatangan Alexsa.
Di perjalanan beberapa kali aku mencoba curi-curi pandang pada Alexsa.
Setelah perjalanan akhirnya kami sampai juga.
Aku bisa melihat perubahan mimik wajah Alexsa dan Mona saat itu.
" Kita udah sampai sayang" kataku sambil melihat wajah Alexsa.
" Aku takut" jawab Alexsa masih saja khawatir.
Aku menggenggam tangan Alexsa erat mencoba untuk menyakinkan dia semua akan baik-baik saja.
" Mon... ayo turun " kataku pada baby sitter Viona.
Dia segera keluar sambil memangku Viona.
Aku juga keluar dan membukakan pintu untuk pacar terbaikku.
" Papa.." panggil Viona meraih bahuku.
Bayi manis ini benar-benar membuatku jatuh hati, dulu aku tidak begitu menyukai anak kecil tapi kali ini aku begitu menyayanginya.
Apalagi saat dia memanggil aku dengan sebutan papa. Panggilan yang membuat aku merasakan menjadi bagaimana menjadi seorang ayah.
Aku meraih Viona dari pangkuan Mona.
Kami berjalan memasuki rumah dan langsung membuka pintu utama di sampingku ada Alexsa yang masih gugup.
Aku bisa mengerti kenapa dia begitu tapi mami sudah menunggu kedatangannya.
" Mami..." panggilku membuka pintu lebar-lebar.
Dari meja makan aku mendengar suara tidak lain adalah keluargaku.
Aku melangkah masuk di ikuti Alexsa dan Viona sengaja aku pangku.
Mami semakin dekat dengan kami.
" Tante Melinda" ucap Alexsa meskipun pelan tapi cukup jelas terdengar.
Mami tersenyum mendekati Alexsa dan memeluknya.
" Tante sudah lama menunggu kedatangan kamu nak" ucap mami seperti sudah begitu dekat pada Alexsa.
" Mami kenal sama Alexsa?" tanya kak Maya kebingungan melihat kedekatan mami dan Alexsa.
" Mami kenal Alexsa sudah lama May," jawab mami Melinda melepaskan pelukannya.
" Kamu sangat cantik nak, pantas Ken begitu tergila-gila sama kamu Al" kata mami membuat aku tersenyum malu.
__ADS_1
Kali ini mami mendekati aku.
" Ini pasti Viona ya?" kata Mami tersenyum pada Viona.
" Iya Oma.." jawab Viona pelan masih malu-malu pada mami.
" Aduh... pinter banget. Sini sama Oma" ajak mami.
Viona awalnya ragu-ragu tapi akhirnya mau di pangku mami.
" Eh... Mona senang bisa bertemu lagi" ucap mami pada Mona.
Dia tersenyum kecil sambil mengangguk aku paham dia pasti takut pada kak Maya.
" Ayo kita langsung makan malam, Oma uda masak untuk kalian" ucap mami berjalan menuju meja makan yang di sana sudah ada papi.
Alexsa meraih tanganku dengan tatapan mata melotot.
" Ken kenapa kamu ga pernah cerita Tante Melinda itu mama kandung kamu" ucap Alexsa berbisik di telingaku.
Aku hanya tersenyum nakal mencium tangan Alexsa.
" Mama yang minta jangan kasih tahu kamu sampai kamu tau sendiri" jawabku menjelaskan kenapa selama ini aku tidak memberi tahu tentang mami yang sebenarnya.
Alexsa hanya tersenyum memberiku cubitan di perut.
Kak Maya mendekati aku dan Alexsa, dengan cepat Alexsa menarik tangannya dari perutku.
" Kalian sangat cocok" katanya mengajukan jempol.
Alexsa hanya tersenyum malu-malu.
Kami duduk di meja makan yang sudah di siapkan mami dan kak Maya tadi.
Beberapa pelayan juga ada di sana.
Aku mempersiapkan Alexsa duduk terlebih dahulu
" Makasih" ucapnya pelan dan ku balas dengan senyum terbaikku.
" Selamat malam Alexsa" sapa papi yang sejak tadi sudah duduk di sana tepatnya di sebelah mami.
" Selamat malam om, senang bisa ketemu om lagi" jawab Alexsa tersenyum.
Makan malam ini aku seperti merasa rasa keluarga seutuhnya melihat Alexsa sekarang ada di sampingku adalah sesuatu yang sangat aku bayangkan dari dulu.
Sedangkan Viona dan Reyhan juga makan di meja khusus anak-anak tidak jauh dari meja makan tempat kami duduk.
POV Kenziee Mahanta off
Semua orang yang ada di meja makan sangat menikmati makanan malam. Mereka juga saling mengobrol mengenai beberapa hal.
" Makanannya sangat enak Tante" ucap Alexsa menyukai masakan mami Melinda.
" Wah Tante senang kalau kamu suka nak" jawab mami Melinda tersenyum.
Viona dan Reyhan juga begitu akrab beberapa kali mereka tertawa di temani baby sitter.
__ADS_1
Usai menikmati makanan malam mereka berpindah ke ruang tamu sedangkan anak-anak bermain di kamar Reyhan bersama Mona dan baby sitter Reyhan yang baru.
" Mereka sangat manis" kata Maya tersenyum melihat tingkah putranya berjalan bersama Viona menuju kamar.
" Viona sudah sekolah?" tanya Maya menoleh pada Alexsa.
" Belum kak, aku belum ketemu sekolah yang cocok untuk Viona" jawab Alexsa.
" Oh... Gimana kalau Viona sekolah di sekolah Reyhan aja Al" kata Maya memberikan saran.
" Iya sayang,,, gimana kamu setuju" tanya Ken.
Alexsa ingin yang terbaik untuk buah hatinya.
" Iya kak secepatnya akan daftarkan Viona" jawab Alexsa begitu yakin.
Mereka mengobrol cukup lama sampai Viona dan juga Reyhan tertidur di kamar Reyhan yang cukup besar dan luas.
" Hahahaha" sesekali obrolan mereka di selingi suara tawa.
" Papi belum ngantuk?" tanya Maya yang menatap layar handphonenya menunjukkan angka 10 malam.
"Papi senang mendengar cerita kalian" jawab Papi sambil melihat mereka.
“ Tapi ini uda malam pi,” kata Maya memcoba memberi pengertian pada sang ayah.
“ Iya… iya… mami sama papi ma uke kamar dulu. Kalian lanjut aja ceritanya” kata mami Melinda hendak membantu papi berjalan ke kamar.
Segera Ken bangkit hendak membantu mami Melinda untuk membantu papi menuju kamar.
“ Hati-hati Ken” kata Maya sedikit khawatir karena papi menolak untuk menggunakan kursi roda.
Kini Alexsa dan Maya yang ada di ruang tamu.
Alexsa masih merasa enggan untuk membuka pembicaraan.
Alexsa meraih minuman yang sudah di siapkan sebelumnya.
" Al... soal kemarin aku benar-benar minta maaf" ucap Maya menyesali perbuatannya.
" Uhuk..." Alexsa tersendak karena ucapan Maya.
" Aduh ... hati-hati Al" Maya sigap menepuk pundak Alexsa bermaksud untuk membantu.
" Kamu ga papa Al?" tanya Maya lagi.
" Ga papa kak,,,," jawab Alexsa tersenyum.
" Kita lupain aja yang sudah berlalu kak" kata Alexsa sambil membersihkan mulutnya menggunakan tisu.
" Ken beruntung dipertemukan sama kamu" kata Maya.
" Aku yang beruntung kak bisa ketemu dengan keluarga kakak yang baik dan dapat menerima aku" kata Alexsa.
" Aku belajar banyak dari kamu, selama ini aku terlalu banyak menyombongkan diri" ucap Maya lagi.
Alexsa tersenyum dia mengingat ucapan mama Diana tadi sore.
__ADS_1
" Aku berharap kalian secepatnya menikah" kata Maya menggenggam tangan Alexsa sudah menganggap Alexsa seperti adiknya sendiri.