
Akhirnya Alexsa kembali ke meja kerjanya untuk mengambil handphone dan menghubungi Ken.
Alexsa mulai khawatir kenapa Ken tidak ada di ruangannya yang jelas-jelas tidak ada lewat dari tadi , lalu Ken kemana?
Alexsa mencari nomor telepon Ken yang sebelumnya telah diberikan Ken saat di restoran.
Karena sudah di hantui khawatir akhirnya Alexsa menghubungi Ken.
" Angkat pak" ucapnya mengetuk meja dengan ballpoint.
Sesaat kemudian sambungan telepon tersambung.
" Halo pak Al, bapak dimana? kenapa bapak tidak ada di ruangan bapak?" tanya Alexsa yang sudah panik.
" Saya ada urusan mendadak di luar Al, ada apa? " tanya Ken kembali.
" Kenapa saya tidak melihat bapak keluar dari ruangan bapak?" tanya Alexsa yang samasekali tidak menyadari Ken keluar dari ruangannya.
" Emang kamu tidak pernah menyadari kehadiran saya" kata Ken.
Sontak Alexsa kaget dengan jawaban dari atasannya itu.
" Maksud bapak?" tanya Alexsa ingin mendapat penjelasan dari Ken.
" Tidak,,, sepertinya saya tidak akan balik ke kantor. berkasnya berikan saja pada Rama." ucap Ken dan langsung mematikan telepon sepihak.
Alexsa terdiam sebentar mencerna ucapan Ken barusan,
"apa maksudnya tidak menyadari keberadaannya"
Pada akhirnya Alexsa memberikan berkas pada Rama untuk di berikan pada Ken nanti.
Meskipun Alexsa berusaha untuk melupakan ucapan Ken tadi tidak bisa di pungkiri ucapan Ken merusak konsentrasi Alexsa.
Alexsa menyadari sudah waktunya pulang dengan hati yang bingung dan bertanya-tanya Alexsa merapikan meja kerjanya sebelum pulang.
Saat keluar dari ruangan hampir semua karyawan yang berpapasan dengan Alexsa menyapa Alexsa ramah.
POV Kenziee Mahanta
Seumur hidupku baru pertama kali ada wanita yang menolak ajakan makan malam bersama.
" Dia memang berbeda dengan wanita lain" kataku memandang wajah Alexsa di wallpaper handphoneku.
Jujur aku sangat kecewa dia menolak ajakan makan malam, tapi aku akan berusaha lebih lagi.
Melihat pencapaiannya hari ini membuat aku semakin yakin bahwa Alexsa adalah wanita yang pintar dan cerdas.
Ting...
suara ponselku berdering menandakan ada pesan.
__ADS_1
Aku tersadar dari lamunanku dan mengambil handphone di atas meja kerjaku ternyata pesan dari suruhanku Saka.
" Selamat sore pak,
saya sudah mendapatkan informasi tentang laki-laki itu. Bapak bisa bertemu sekarang?" isi pesan darinya.
Aku segera membalas pesannya.
" Kita bertemu di tempat biasa setengah jam lagi saya sampai di sana"
Aku menggunakan kembali jas dan berjalan keluar, Alexsa sedang sibuk di meja kerjanya. Aku memilih langsung pergi tanpa pamit.
Aku mengemudi menuju tempat yang sudah kami sepakati tadi.
" Selamat sore pak Ken" sapanya.
" Iya selamat sore, " jawabku dan duduk.
" Apa yang sudah kamu dapatkan?" tanyaku sudah tidak sabar mendengar jawabannya.
" Laki-laki itu sudah menikah pak 2 tahun yang lalu dengan wanita bernama Maya " ucap laki-laki itu memberikan sebuah foto pernikahan.
" Jadi laki-laki kurang ajar ini sudah menikah" kataku mengepalkan tangan.
" Sudah pak, mereka saat ini tinggal di kota Bandung dan mempunyai beberapa restoran mewah di Jakarta" ucap laki-laki bernama Saka itu.
" Wanita yang dia nikahi bukan wanita sembarangan dia adalah anak dari pengusaha kelapa sawit" tambahnya lagi.
" Apa kamu tahu alamat restoran miliknya?" tanyaku penasaran.
" Ini pak saya juga mendapat info dia akan membuka cabang di berbagai mall" Saka memberikan foto dan alamat yang dia tuliskan.
Drertt... drettt....
Ponselku tiba-tiba berdering.
Tertulis di layar Alexsa
Aku segera menerima panggilan dari wanita yang berhasil membuatku jatuh cinta.
" Halo pak Al, bapak dimana? kenapa bapak tidak ada di ruangan bapak?" kalimat pertama dari Alexsa yang tampak khawatir dengan kondisiku.
" Saya ada urusan mendadak di luar Al, ada apa? " tanyaku meskipun hatiku sangat senang dengan Alexsa mencari keberadaanku.
" Kenapa saya tidak melihat bapak keluar dari ruangan bapak?" tanya Alexsa membuatku terdiam sebentar.
" Emang kamu tidak pernah menyadari kehadiran saya" jawabku tanpa menyadari ada orang lain di sana.
" Maksud bapak?" tanya Alexsa lagi.
" Tidak,,, sepertinya saya tidak akan balik ke kantor. berkasnya berikan saja pada Rama." ucapku langsung mengakhiri pembicaraan dan mematikan sambungan telepon.
__ADS_1
" Lalu apa lagi informasi yang kamu dapatkan?" tanyaku mengalihkan pandangan ke arah lain menutupi rasa gugupku.
" Dia akan datang ke Jakarta setidaknya 2 kali dalam sebulan untuk mengecek restoran miliknya" jawab Saka.
Aku benar-benar ingin bertemu dan memberikan dia pelajari.
" Oke saya puas dengan hasil kerja kamu" kataku mengepalkan tangan.
" Terimakasih pak," jawab Saka.
Seperti kesempatan aku memberikan uang untuk membayar pekerjaannya.
Aku langsung berdiri dan pergi dari sana membawa informasi tentang Dikki.
Aku melajukan mobil dengan kecepatan tinggi tidak sabar memberikan kejutan pada mami dan papi yang sudah lama menantikan ini.
Kebetulan kakakku juga sementara tinggal di rumah karena suaminya sedang dinas ke Papua.
Sesampainya di rumah aku memanggil mami dan papi.
" Mi.,,, Pi,,," suaraku mengisi seluruh ruangan di rumah.
Mami sedang sibuk merawat tanamannya di belakang sedangkan papi sedang duduk di atas kursi roda menikmati segelas kopi.
" Kenapa Ken? kenapa kamu teriak-teriak" ucap mami melempar selang dan mendekati aku.
" Mi Ken bawa kabar baik buat mami sama papi" kataku dengan wajah berseri-seri.
" Apa itu Ken?" tanya papi yang duduk tidak jauh.
" Perusahaan kita berhasil mendapatkan kerja sama dengan perusahaan pak Broto" jawabku sambil memeluk mami.
Semua seisi rumah berbahagia mendengar kalimat yang sudah lama di tunggu-tunggu.
Mami mencium memberikan selamat atas pencapaian itu.
" Papi bangga sama kamu nak" kata papi bahagia.
Setelah beberapa tahun perusahaan yang papi bangunan susah payah akhirnya membuahkan hasil.
" Ini juga karena sekretaris baru aku Pi" ucapku sambil menjongkok di hadapan papi.
" Wah ,,,, papi penasaran dengan sekertaris baru kamu" ucap papi antusias.
" Kapan-kapan kenali ke mami papi dong Ken. Pantes kamu akhir-akhir ini semangat banget ke kantor" kata mami tersenyum.
Aku hanya tersenyum mendengar kalimat mami barusan
Papi sudah beberapa bulan harus duduk di kursi roda karena papi mengalami kecelakaan. Tapi hari ini papi bisa tersenyum setelah sekian lama adalah sesuatu yang sangat berharga untukku. Ini semua berkat bantuan Alexsa yang benar-benar besar.
Aku semakin bertekad akan berusaha untuk menaklukkan hati wanita itu dan menjadikan dirinya sebagai istriku.
__ADS_1
" Yasudah kita langsung makan malam, papi juga harus istirahat besok papi ada janji ke rumah sakit" kata mami mendorong kursi roda papi menuju meja makan.