
Usai menikmati makan malam aku mengeluarkan kotak dari kantong jas yang sudah aku siapkan sebelumnya. Perlahan aku buka kotak berisi kalung liontin berinisial K, huruf nama depanku. Aku berdiri dan mendekati Alexsa untuk memakaikannya secara langsung.
“ Ini berlebihan Ken” protes Alexsa melihat kalung yang ada di tanganku
“ Kamu pantas mendapat ini sayang” ucapku tersenyum sambil menyeka rambutnya dan langsung memakaikannya di leher Alexsa yang putih mulus.
Tampak wajah Alexsa berseri-seri memegang permata kalung berinisial K.
“ Kenapa K ? inisial namaku kan A” kata Alexsa memandangi kalung yang sudah melingkar indah di lehernya.
“ Iya itu awalan namaku agar orang-orang tau kamu uda ada yang punya” kata Ken mencium pipi Alexsa tanda sayang.
“ Hahaha kamu ada ada aja Ken. Kayak ABG padahal aku uda ibu anak satu lo” kata Alexsa tersenyum.
“ Mau berdansa bersamaku” tawarku mengulurkan tangan pada Alexsa.
Dengan malu-malu Alexsa memegang tanganku dan kami mulai berdansa mengikuti alunan music.
Ini adalah malam yang sudah lama ku nantikan.
Keesokan harinya
“ Ken…. Ken…” panggil mami membangunkanku.
Dengan berat aku membuka mataku yang masih sangat ngantuk karena semalam aku tidur hampir jam 1 subuh.
“ Kamu ga ke kantor? Uda jam 8 “ kata mami duduk di tepi ranjangku.
“ Ha… serius ma uda jam 8” ucapku menoleh ke jam di meja sebelah ranjang. Aku mengusap mataku yang masih benar-benar tidak ingin dibuka.
“ Semalam kamu pulang jam berapa?” tanya mami mengelus kakiku lembut.
“ Jam 1 mi, semalam Ken antar pacar Ken dulu” kataku masih enggan untuk berpisah dari ranjangku.
“ Hm,,,, yah sudah sana mandi” kata mami tersenyum.
Aku dengan malas duduk dan menggerakkan badanku.
“ Ga ganti baju lagi kamu “ protes mami mencubit kakiku pelan.
“ Semalam Ken uda ngantuk mi” jawabku berdiri menuju kamar mandi tanpa merapikan tempat tidurku.
10 menit kemudian aku sudah selesai mandi, ranjangku sudah di rapikan siapa lagi kalau bukan mami.
Secepat kilat aku langsung mengenakannya pakaianku dan bergegas menuju kantor.
POV Kenziee Mahanta off
...***...
__ADS_1
Alexsa sudah tiba dan langsung duduk di meja kerjanya sambil menyiapkan beberapa berkas yang akan di gunakan untuk rapat pagi ini dengan perusahaan lain.
“ Eh kamu saya pikir kamu Wanita baik-baik” kata seorang Wanita berpakaian super ketat mengejutkan Alexsa dengan tangan bersilang di dadanya.
“ Maksudnya apa ya? Saya tidak paham” ucap Alexsa sambil berdiri menatap Wanita itu tidak mengerti.
“ Ga usa munafik deh lo, manusia kayak lo itu ga pantas jadi pendamping pak Ken” katanya lagi menunjuk Alexsa seakan Alexsa melakukan kesalahan besar.
“ Saya tidak paham maksud anda?” tanya Alexsa berusaha menenangkan diri.
“ Secepatnya gue akan bongkar kalo lo itu perempuan murahan. Lo kenal Nana kan?” katanya dengan senyum licik menatap Alexsa penuh dendam.
“ Apa maksud kamu?” tanya Alexsa mulai emosi dengan ucapan Wanita itu,
“ Ga usah sok polos” katanya dengan wajah jijik.
“ Apa apaan ini? Kalian datang ke kantor mau bertengkar atau mau kerja ” kata seorang Wanita mendekati Alexsa dan Laura Wanita yang sudah lama mengejar Ken.
“ Bu Maya maaf bu” ucap Laura menyadari kedatangan Maya yang tidak lain adalah kakak kandung Ken.
“ Apa yang kalian tunggu lagi? Kembali ke tempat masing-masing?” katanya dengan suara sedikit meninggi.
Alexsa kaget dan menunduk meskipun hatinya bertanya-tanya siapa Wanita ini sebenarnya.
“ Kamu sekertaris baru ikut saya “ perintahnya menuju ruangan Ken.
“ Baik bu “ jawab Alexsa mengikuti perintah Wanita itu dan mengikuti Maya memasuki ruangan Alexsa.
“ Siapa Wanita ini?” tanya dalam hati Alexsa.
“ Kamu siapa nama kamu?” tanya Maya meletakkan tas mahal miliknya di atas meja.
“ Alexsa bu” jawab Alexsa masih menunduk.
“ Saya tidak mau kejadian seperti tadi kejadian lagi di kantor saya” katanya mengeluarkan ponsel dari tasnya dan memainkannya.
“ Kantor saya? Siapa sebenarnya dia” batin Alexsa.
“ Kamu tidak dengar apa yang baru saja saya katakan” kata Maya menatap Alexsa melotot.
“ Baik bu, saya minta maaf” ucap Alexsa tidak mau membuat situasi semakin runyam.
“ Tok,,, Tok,,,,” suara pintu di ketuk. Tanpa di perintah Alexsa membuka pintu ternyata Rama.
“ Eh Al…’’ sapa Rama belum menyadari kedatangan Maya yang ada di sana.
“ Selamat pagi pak” jawab Alexsa berusaha seformal mungkin pada atasannya.
“ Rama…” panggil Maya membuatnya kaget dan mencari sumber suara.
__ADS_1
“ Kak Maya” ucapnya pelan menoleh pada Alexsa yang masih diam mematung.
“ Kalian ngapain berdiri disitu? Mau jadi patung?” ucap Maya menatap Alexsa dan bergantian.
Ragu-ragu Alexsa dan Rama berjalan ke sofa yang berdinding kaca bening menunjukkan pemandangan ibukota dengan Gedung tinggi.
“ Kenapa? Kamu ga suka saya di kantor ini?” kata Maya pada Rama yang hanya diam.
“ Bukan begitu kak” kata Rama tidak berani menatap mata Maya.
“ Kamu bisa menghargai orang yang sedang berbicara sama kamu” katanya dengan nada penuh penekanan.
“ Maaf kak, “ jawab Rama menoleh pada Maya.
“ Saya bisa saja pecat kamu di kantor ini” ancamnya membuat bulu kudu Alexsa berdiri semua.
“ Dia pasti bukan orang sembarangan” batin Alexsa/
“ Kamu pikir karena kamu sahabat Ken kamu bisa bertindak sesuka hati” kata Maya membentak.
Tidak berselang lama pintu di buka dari luar semua yang ada di dalam sontak terdiam.
Ternyata Ken dengan wajah datar Ken menatap kakaknya jengkel.
“ Sedang apa di sini?” tanya Ken duduk di bangku kebesarannya.
“ tap… tap….” Maya bertepuk tangan dan berdiri .
“ Wah bos besar baru saja datang” katanya menoleh Ken.
“ Kalian bisa ke luar” kata Ken pada Rama dan Alexsa.
Tanpa banyak bertanya cepat-cepat Rama dan Alexsa keluar dari ruangan itu.
“ Siapa Wanita itu pak?” tanya Alexsa setelah berada di luar.
“ Dia kakak kandung Ken Al” jawab Rama menarik nafas dalam dan membuangnya kasar.
“ Mereka memang akhir-akhir ini sering berselisih paham” tambah Rama lagi.
“ Yah sudah kamu kembali bekerja, jam 10 kita ada pertemuan dengan klien tolong siapkan berkas dan kamu ingatkan Ken” ucap Rama bersiap untuk pergi kembali ke ruangannya.
“ Baik pak” jawab Alexsa memutar badan dan berjalan menuju meja kerjanya dan menyiapkan semua berkas yang akan di butuhkan nantinya seperti yang di katakan Rama tadi.
Pintu di buka Maya dan Rama keluar dengan wajah datar dan penuh amarah.
“ Kamu sudah siapkan semua berkas?” tanya Maya dengan sorot mata tajam.
“ sudah bu,” jawab Alexsa mengambil berkas dan memberikannya pada Maya.
__ADS_1
Ken berjalan mendahului Maya menuju ruangan rapat.