
“ Maaf kalo pertanyaan saya menyinggung perasaan kamu” ucap Ken merasa bersalah.
“ Tidak Ken,,, tidak masalah” jawab Alexsa.
Mereka bercerita yang membuat mereka jadi saling mengenal satu sama lain.
Viona yang nyaman di pangkuan Ken akhirnya tertidur pulas.
“ Viona sampai ketiduran” ucap Ken mengusap rambut Viona lembut.
Alexsa merasa bersalah karena membuat Viona besar dan tumbuh tanpa sorang ayah di sampingnya.
Alexsa dengan pelan-pelan mengambil Viona dari pangkuan Ken tak ingin membuat Ken kesusahan.
“ Nanti dia terbangun “ kata Ken seperti tak rela memberikan Viona pada ibu kandungnya.
“ Tapi bapak bisa pegal tangannya” ucap Alexsa yang sudah terbiasa pegal karena memangku Viona.
“ Tidak masalah aku akan menunggu dia terbangun” ucap Ken dengan senang hati.
...***...
Pov Kenziee Mahanta
Sesampainya di rumah tidak di pungkiri aku sangat bahagia, seharian menghabiskan waktu dengan Wanita yang aku sayangi.
“ Uda pulang Ken?” ucap mami mengejutkanku.
“ Uda mi,” jawabku sambil menutup ponselku buru-buru.
“ Wah ada kue kesukaan mami, ” ucap mami Ken sambil duduk.
Aku hanya diam tak menjawab ucapan mami.
Aku merebahkan badanku dan menjadikan paha mami sebagai bantal, aku dan mami memang sangat dekat.
“ Mami perhatikan akhir-akhir ini anak mama bahagia sekali. Kamu ga balikan lagikan sama pacar kamu yang itu” ucap mami mencubit ujung hidungku
“ Ga lah mi, kita uda lama ga berhubungan” jawab Ken mengusap hidungnya bekas cubitan mami.
“ Biasanya kalo gini lagi jatuh cinta” tebak mami membuatku malu.
Aku buru-buru berdiri dan meninggalkan mami sebelum mami semakin banyak bertanya.
“ Yasudah mi, Ken mau mandi dulu gerah” ucapku yang sudah kegerahan.
“ Ya sudah nak, nanti kenalin ke mami ya… harus jago masak” ucap mami sambil mengambil kue yang tadi aku bawa dari toko Alexsa.
“ Apaan sih mi?” kataku menaiki tangga menuju kamar.
Aku masih sedikit bingung apakah kedua orangtuaku akan merestui hubunganku dengan Alexsa jika tau latar belakang Alexsa.
Pov Kenziee Mahanta off
__ADS_1
Alexsa sudah kembali bekerja ke kantor setelah satu hari bermain bersama putrinya.
" Selamat pagi pak" sapa Alexsa sambil tersenyum pada Ken yang baru saja datang.
Melihat bidadarinya sudah kembali bekerja, Ken ikut tersenyum bahagia dan mendekati Alexsa.
" Uda siap balik kerja?" tanya Ken.
" Sudah pak, terimakasih karena bapak sudah memberikan saya kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama putri saya" ucap Alexsa.
" Ini mama saya buatkan bekal untuk bapak" ucap Alexsa mengambil sesuatu.
Ken tersenyum dan membuka rantang pemberian mama Diana.
" Sepertinya enak, kebetulan saya belum sarapan" ucap Ken menutup kembali rantang dan membawa masuk ke ruangannya, Alexsa tersenyum simpul.
" Al..." panggil Ken menoleh pada Alexsa.
" Tolong temani saya makan" ucap Ken.
Mengingat ini adalah kantor, maka perintah Ken harus di lakukan. Dengan sedikit terpaksa Alexsa berjalan membukakan pintu untuknya.
" Terimakasih" ucap Ken masuk dan duduk di sofa.
" Kamu sudah sarapan?" tanya Ken pada Alexsa.
" Sudah tadi pagi pak sebelum saya berangkat" jawab Alexsa.
" Oke saya makan dulu" Ken mulai menyendok makanan ke mulutnya.
" Kalo hanya gini aja ngapain" desisnya dalam hati.
" Tok,,,, tok,,," suara pintu diketuk dari luar.
Alexsa hendak berdiri untuk membukakan pintu tapi Ken menghentikan langkah Alexsa.
" Masuk,,," ucap Ken.
Rama masuk dengan cepat dan membawakan beberapa berkas di tangannya.
" Pagi pak Ken, saya mau memberikan informasi rapat dengan perusahaan pak Broto di lakukan hari ini juga" ucap Rama membuat Ken tersedak dan batuk. Dengan sigap Alexsa mengambil air putih dan memberikan pada Ken.
" Maaf pak, saya baru saja di beritahu" kata Rama dengan suara pelan.
Seketika suasana menjadi tegang, karena rapat yang seharusnya di lakukan satu minggu lagi dan persiapan belum matang.
" Kenapa bisa tiba-tiba?" ucap Ken kesal meletakkan kembali gelas berisi air putih pemberian Alexsa.
" Saya kurang tahu pak" jawab Rama.
Ken tiba-tiba berdiri dan keluar di belakang Rama mengikuti Ken. Sedangkan Alexsa hanya diam dan merapikan sisa makanan Ken.
Semua seisi kantor heboh karena persiapan untuk rapat ini belum 100 % selesai, Sementara pak Broto sudah ada di jalan menuju kantor Ken.
__ADS_1
Alexsa membaca proposal yang di berikan dan membaca isinya masih banyak kekurangan. Tiba-tiba Ken datang ke meja Alexsa.
" Kamu dampingi saya" ucap Ken menggenggam tangan Alexsa erat. Mereka berjalan menuju lift khusus.
Petinggi dari perusahaan pak Broto ternyata sudah sampai dan langsung menuju ruangan VIP di kantor Ken.
Alexsa merasa tangan Ken dingin dan wajahnya juga penuh kekhawatiran.
" Saya sepertinya akan gagal lagi" ucap Ken putus asa meskipun pelan tapi Alexsa mendengar dengan jelas.
Alexsa hanya diam sambil melihat ekspresi wajah Ken yang kusut dan tidak ada ekspresi.
Lift terbuka Ken langsung berjalan keluar sedangkan Alexsa mengikutinya di belakang Ken.
Semua seisi ruangan diam dan tidak banyak bicara. Seseorang maju dan membuka rapat.
Dari wajah seisi ruangan semua begitu dingin. Saat menjelaskan tiba-tiba pak Broto menghentikan ucapan seorang wanita yang sedang menjelaskan membuat suasana semakin tegang.
" Ini yang di jelaskan saya tidak paham, apa kalian tidak punya ide yang bagus" ucap pak Broto membuat seisi ruangan kaget.
Apa yang di khawatirkan Ken terjadi lagi.
Ini adalah kesempatan terakhir perusahaannya agar dapat di kenal dunia sudah sirna karena tidak ada persiapan yang baik. Ken sudah berjanji pada sang ayah akan menggunakan kesempatan ini sebaik mungkin.
" Saya datang kesini hanya untuk melihat hal tidak penting seperti ini" tambahnya dengan suara keras.
" Saya pikir perusahaan ini sudah memperbaiki dan bisa" ucapnya melempar kertas ke meja berserakan.
Alexsa sangat kaget dengan perbuatan atasnya itu.
" Saya sangat prihatin melihat ini" tampah pak Broto lagi.
Pak Broto berdiri dan bersiap untuk pergi.
Tiba-tiba Alexsa berdiri.
" Maaf pak atas ketidak nyamanan bapak di perusahaan kami. Tapi tolong beri saya kesempatan untuk menjelaskan" ucap Alexsa membuat semua mata yang ada di ruangan tertuju padanya. Karena Alexsa belum di kenal banyak di perusaan Ken.
Kini semua mata tertuju pada Alexsa, Pak Broto menghentikan langkah dan memutar badan menoleh pada Alexsa.
" Waktu saya tidak lama" ucapnya seakan setuju dengan permintaan Alexsa.
Alexsa berdiri sambil mematikan proyektor dan beralih pada papan tulis putih. Alexsa menjelaskan proposal yang sempat dia baca tadi dan sangat kebetulan saat Alexsa skripsi menggunakan metode ini.
Alexsa mengambil spidol dan mulai menjelaskan. Semua di buat kagum oleh Alexsa, apalagi Ken yang semakin jatuh hati. Pak Broto juga mendengarkan dengan seksama berbeda saat wanita pertama.
Alexsa menjelaskan begitu baik dan jelas meskipun hanya menggunakan papan tulis dan spidol.
Setiap pertanyaan juga dapat dia jawab dengan baik sehingga pak Broto berdiri sambil tersenyum memberi tepuk tangan.
" Tak.... Tak..." suara tepuk tangan meriah di ruangan yang semula sangat hening.
" Terimakasih" ucap Alexsa sambil sedikit menunduk.
__ADS_1
" Saya sangat puas dengan penampilan anda" puji pak Broto yang terkenal sangat hebat. Pak Broto sangat jarang memuji seseorang terkecuali orang itu benar-benar hebat.