Aku Menikah Karena Hutang

Aku Menikah Karena Hutang
Episode 10


__ADS_3

Waktu menunjukkan pukul sepuluh malam. Andrew yang sedang mengemudikan mobilnya melaju dengan kecepatan sedang. Ia kembali teringat akan pesan yang ia terima tadi siang. Andrew terlihat sangat kesal bahkan ia memukul stir mobil miliknya dengan sangat keras. Andrew tidak senang bisa Sherly dekat dengan orang lain. Andrew merasa terhina dengan apa yang dilakukan oleh Sherly.


Kini mobilnya sudah memasuki areal parkir apartemen mewah miliknya. Dengan tatapan mata yang dingin ia melangkah menuju apartemen nya yang terletak di lantai teratas bangunan tersebut.


Dengan kasar ia membuka pintu. Itu sengaja ia lakukan agar Sherly mengetahui bahwa ia sudah ada di rumah.


Sherly yang begitu terkejut dengan benturan keras yang di sebabkan oleh suara pintu yang dibanting menoleh kearah Andrew yang berjalan kearahnya.


Dengan kasar Andrew segera mencengkram erat tangan Sherly sehingga gadis itu merasa kesakitan.


Andrew berteriak keras padanya. Bahwa ia tidak suka kalau Sherly mempunyai kekasih dan sementara ini Sherly adalah istrinya.


Mendengar hal tersebut Sherly tertawa kecil dalam hatinya.


Dia bertanya dalam hatinya ada apa dengan pria ini yang tiba-tiba menuduhnya memiliki kekasih.


Sherly berusaha bertanya dengan nada yang sedikit gemetar karena takut.


" Maaf tuan apa maksud Tuan mengatakan kalau saya memiliki kekasih. " katanya dengan air mata yang sudah menggenang di pelupuk matanya.


Andrew tersenyum sinis. Kini bahkan ia sudah mencengkram erat pipi Sherly.


Andrew mengancamnya kalau ia sampai mengetahui nya berhubungan lagi dengan kekasihnya. Andrew hanya tidak mau ada orang yang melihatnya. Dan membicarakan dirinya bahwa istri Andrew berselingkuh. Itu akan merusak martabatnya dan citranya di mata orang.


Sherly semakin tidak mengerti ia hanya bisa membantah apa yang dituduhkan Andrew padanya.


Namun semakin ia membantah Andrew semakin bersikap kasar padanya.


Akhirnya air mata yang sedari tadi ia berusaha tahan keluar juga. Saat sebuah tamparan keras menghantam pipinya. Wajahnya berubah merah terutama di bagian pipinya. Sherly masih tidak mengerti kenapa Andrew begitu marah padanya.


Dan ia menyebutkan kekasih. Siapa yang dia maksud, Sherly sama sekali tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan Andrew yang tiba-tiba datang dan marah-marah padanya. Sherly akhirnya memberanikan diri menanyakan hal yang mengganjal dalam hatinya tersebut kepada Andrew. Tatapan tajam Andrew menyerangnya.


Saat mendengar pertanyaan Sherly Andrew segera meraih tangan Sherly. Andrew mengancam Sherly agar lebih berhati-hati padanya. Andrew juga berkata kalau ia tidak akan diam karena Sherly telah mengkhianatinya apalagi menodai arti sebuah pernikahan.


Sherly pun semakin tidak mengerti. Bukankah dia sendiri yang telah melakukan hal tersebut terhadap pernikahan mereka. Meskipun Sherly sudah menerima kenyataan yang ada kalau saat ini ia wanita yang sudah bersuami dan mulai menerima pernikahan itu.


Dengan kasar Andrew menghempaskan tangan Sherly dan melangkah menuju kamar miliknya.


Sherly terduduk di lantai hatinya semakin hancur. Dia masih tidak paham kenapa Andrew menuduhnya berkhianat padahal Andrew sendiri yang telah menodai pernikahan mereka dengan membawa seorang wanita di malam pernikahan mereka.


Sherly sama sekali tidak mendapat penjelasan apapun meskipun ia sudah menanyakan hal tersebut kepada Andrew.


Dia benar-benar laki-laki yang kejam bahkan tidak punya perasaan sedikitpun. Kehangatan dan perhatian yang dia berikan saat pernikahan mereka adalah sebuah sandiwara belaka untuk menunjukkan kepada orang banyak kalau pernikahan mereka akan bahagia.


🌷🌷🌷🌷🌷

__ADS_1


Sudah 1 Minggu kejadian itu berlalu. Andrew selalu bersikap dingin pada Sherly meskipun Sherly selaku merendahkan dirinya untuk bicara dan memberikan perhatian kepada Andrew. Tatapan mata Andrew menggambarkan kalau ia benar-benar marah pada Sherly. Akan tetapi yang seharusnya marah adalah Sherly, namun ia tidak punya hak atas itu.


Pagi ini Sherly bangun seperti biasa ia menyiapkan sarapan untuk dirinya dan juga Andrew sebelum ia melakukan aktivitas nya.


Setelah siap dengan pakaian kuliahnya ia melangkah pergi keluar apartemen. Sejak kejadian itu Andrew tidak mengijinkan Sherly untuk membawa mobil sendiri kini ia harus ditemani Steven kemanapun ia pergi.


" Apa kau tidak sibuk stev kalau harus terus mengantarku?" kata Sherly


Steven tersenyum mendengar apa yang di katakan Sherly padanya.


" Sesibuk apa pun aku harus tetap menjalankan tugas yang di perintahkan Andrew padaku. Dia bukan hanya teman akan tetapi dia juga bos aku di kantor." jelas Steven


Sherly hanya menghela nafas. Ingin rasanya ia bercerita dan bertanya kepada steven tentang apa yang terjadi kepada Andrew yang tiba-tiba menuduhnya memiliki kekasih.


Sherly yakin Steven pasti tahu.


Steven yang dapat membaca pikiran gadis yang sedang duduk di sebelahnya itu. Memulai pembicaraan, Steven tahu Sherly memang butuh teman untuk bercerita apalagi dengan tempramen Andrew yang seperti itu.


Steven mulai memancing Sherly agar mau bicara dan menceritakan semuanya. Jujur Steven begitu terharu dan kasihan melihat gadis itu.


Sherly pun akhirnya memberanikan diri untuk membuka pembicaraan dengan steven. Gadis itu bercerita dengan sangat antusias dan Steven pun senang mendengarnya karena apa yang dikatakan Sherly sama seperti suara hatinya yang tidak tersampaikan terhadap Andrew.


Mendengar apa yang dikatakan oleh Sherly, Steven mulai paham kenapa Andrew menuduhnya seperti itu. Semenjak menikah Andrew sudah jarang lagi bermain dengan wanita diluar sana. Ia lebih memilih sibuk bekerja dan sepulang kerja ia akan segera pulang. perubahan yang diluar dugaan menurut Steven. Akan tetapi Steven sama sekali tidak menceritakan hal itu kepada Sherly.


Tanpa terasa mereka sudah sampai di kampus tempat Sherly menuntut ilmu. Sherly meminta Steven untuk mengantar nya sampai di depan saja. Karena dia tidak mau jadi bahan pembicaraan satu kampus lagi.


Setelah Turun dari mobil Sherly melangkah cepat masuk ke kampus nya. Meskipun sudah sangat waspada ada juga yang memperhatikan yaitu Alex yang dengan langkah cepat menyusul gadis itu.


" Sher... " Panggil Alex


Sherly yang merasa di panggil langsung menoleh. Ia sangat terkejut karena Alex sudah ada di belakangnya.


Alex tersenyum kepada Sherly. Sherly pun membalas senyuman Alex dengan kaku.


" Lo berangkat sama siapa?" tanya Alex yang penasaran karena tadi ia dengan jelas melihat Sherly turun dari mobil mewah dan di dalamnya ada seorang laki-laki yang wajahnya cukup familiar.


" Ahh.. itu diantar kakak sepupu." jawab Sherly asal.


" Sepupu. kayaknya gue kenal wajahnya. Tapi dimana ya.. " kata Alex yang membuat Sherly gelisah.


Dengan cepat ia mengalihkan pembicaraan dan segera menarik tangan Alex untuk mengajaknya masuk. Namun Alex masih terus memikirkan hal tersebut. Wajahnya benar-benar tidak asing bagi Alex.


Sandra yang sudah duduk di bangkunya. tersenyum senang saat Sherly datang bersama dengan Alex.


Hari ini mereka mengikuti mata kuliah yang sama. Alex memutuskan duduk di sebelah Sherly.

__ADS_1


Beberapa menit kemudian dosen pengajar mereka pun datang.Perkuliahan di mulai.


" Baiklah kita sebentar lagi akan kedatangan tamu penting. Beliau adalah pemilik sebuah perusahaan besar. Beliau sudah masih muda namun sudah memiliki bisnis yang luar biasa." kata pak Irwan.


Semua mahasiswa bertepuk tangan, mereka penasaran siapa yang dimaksud oleh pak Irwan tersebut. Terutama Sherly.


" Apa beliau sudah menikah pak?" tanya salah satu mahasiswi yang sepertinya begitu ingin tahu siapa yang dimaksud.


Pak Irwan tersenyum. " Ya sayang sekali beliau katanya sudah menikah akan tetapi sampai sekarang saya sendiri tidak tahu siapa istrinya." jawab Pak Irwan dengan senyum lebar. Ia dapat membaca maksud dari pertanyaan mahasiswanya terutama mahasiswa di kelasnya.


Tanpa menunggu waktu yang lama. Pak Irwan mempersilahkan seseorang untuk memasuki ruang kelasnya.


Saat orang tersebut masuk begitu banyak tepuk tangan yang terdengar. Sherly yang masih sibuk dengan handphone di tangannya tidak memperhatikan orang yang masuk tersebut.


Sampai sebuah suara yang ia kenal mulai mengatakan sesuatu.


Sherly mengangkat kepalanya.


" What.... Tuan muda. Untuk apa dia disini." Gumam Sherly pelan. Matanya membulat sempurna saat mata mereka saling bertemu.


Dengan secepat kilat Sherly mengalihkan pandangannya. Jantungnya berdetak sangat kencang bahkan seakan ingin melompat keluar dari tempatnya.


Andrew yang sudah berdiri di depan kelas Sherly karena hari ini ia menjadi narasumber di kelas tersebut, begitu kesal melihat Sherly ternyata tidak mengindahkan kata-katanya. Andrew bahkan melihat nyata kalau Sherly duduk di sebelah laki-laki yang membuatnya murka bagaikan gunung api yang siap meledak dan meluluh lantakan apa yang dilewatinya.


Matanya menatap tajam kearah Sherly. Sehingga yang di pandang merasa seperti terintimidasi oleh mata tersebut.


" Selamat Pagi buat kalian semua." kata Andrew mulai mengucapkan salam kepada mahasiswa dikelas tersebut yang disambut dengan serempak.


" Sepertinya saya tidak usah memperkenalkan diri saya lagi. Kalian pasti sudah tahu siapa saya. Bahkan disini ada seseorang yang paling saya kenal." Sindir Andrew yang membuat Sherly kembali tercengang. Keringat dingin mulai membasahi pelipisnya.


Ingin rasanya ia lenyap dari kelas ini dengan bantuan ilmu magic. Akan tetapi ia sama sekali tidak bisa ia lakukan.


Sherly kembali teringat dengan Steven mengapa ia tidak memberitahunya kalau Andrew akan datang ke kampusnya. Mungkin ia tidak akan datang ke kampus dan mengikuti kuliah management bisnis ini.


" Ahhh... Sial nasibku." Gumam Sherly namun dapat di dengar Alex yang duduk di sebelahnya.


" Ada apa Sherly. Lo keliatan cemas?" Tanya Alex.


" Gimana nggak cemas kalo suami kejam gue ada disini" Batin Sherly.


" Sherly.. apa Lo baik-baik saja? " Tanya Alex lagi dengan perasaan khawatir melihat Sherly.


" Gimana bisa gue baik kalo mata suami gue kayak nusuk-nusuk gue dengan belati tajam." batin Sherly lagi.


Mata Andrew semakin tajam saat melihat Alex menyentuh bahu Sherly.

__ADS_1


Namun Andrew masih bisa mengontrol emosi nya. Ia masih bisa bicara dan menceritakan pengalamannya di dunia bisnis dengan tenang. Meski mata dan hatinya mengisyaratkan kalau ia begitu marah dan kesal dengan apa yang disaksikannya. Andrew berusaha bersikap profesional dan berpengalaman untuk hasil yang maksimal.


__ADS_2