Aku Menikah Karena Hutang

Aku Menikah Karena Hutang
Episode 13


__ADS_3

Kini Steven sudah ada di apartemen milik Andrew. Sebelum masuk ia menarik nafas dalam-dalam dan melangkah masuk. Steven mencari keberadaan Andrew ternyata pria itu sedang duduk di balkon.


" Kenapa lo datang stev?" kata Andrew yang tidak melirik.


" Gue Dateng kesini sebagai temen Lo bukan asisten Lo." jawab Steven dan duduk di sebelah Andrew.


" Lalu?" jawab Andrew dingin.


" Gue ingin Lo cari tahu dulu tentang masalah Sherly. Lo cari tahu kebenaran nya sebelum Lo putuskan sesuatu." kata Steven dengan tenang.


Andrew tampak menarik nafas dalam-dalam.


" Jadi Lo Dateng kesini buat belain istri gue yang udah berkhianat itu." Bentak Andrew yang tampak sangat marah kepada steven.


Dadanya sangat panas saat tahu Steven orang terdekatnya lebih percaya orang asing ketimbang dirinya.


Steven berusaha memberi penjelasan agar Andrew tidak menarik kesimpulan yang salah. Meskipun ia terlihat sangat kejam dan arogan. Steven tahu kalau Andrew adalah sosok laki-laki yang realistis. Dia tidak akan mengambil keputusan yang salah. Namun bagi Steven dalam kasus ini berbeda Andrew lebih mengikuti hatinya daripada mengunakan pikirannya. Dia sudah terbakar api cemburu yang tanpa ia sadari.


Rasa memiliki Sherly sudah mulai tumbuh. Itu karena sebuah pernikahan yang bisa membuat keajaiban yang luar biasa.


Satu bulan pernikahan mereka sudah cukup membuat Andrew berubah bahkan lebih seperti manusia.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


" Sial... apa yang terjadi sama gue . Kenapa gue harus memikirkan. apa yang dikatakan Steven semalam. " Gumam Andrew yang sedang duduk di meja kerjanya.


Hari ini ia sama sekali tidak bersemangat untuk bekerja. Karena ada sesuatu yang mengganjal dalam hatinya.


Dia sendiri tidak mengerti dengan apa yang terjadi dengan hatinya.


Pagi ini terasa sepi. Karena meja makan tidak ada isinya. Bahkan selesai mandi baju nya tidak ada yang menyiapkan.

__ADS_1


Andrew mulai terbiasa dengan adanya Sherly meskipun perhatian Sherly hanya sebatas perhatian yang sangat sederhana akan tapi itu bisa membuat Andrew merasa dihargai dan Andrew merasa seperti mendapat sebuah kehangatan yang telah lama menghilang dari hidupnya.


Andrew mengacak rambutnya. Ia benar-benar merasa frustasi dengan keadaan yang tidak pernah ia alami sebelumnya. Kemana perginya rasa dendam itu.


Andrew memutuskan untuk menghubungi salah satu orang kepercayaannya, dan mencari tahu apa yanga sudah membuatnya melakukan hal tidak baik kepada Sherly.


🌷🌷🌷🌷🌷


Beberapa jam berlalu. Andrew tampak sangat tidak sabar menunggu kabar yang telah ia nantikan.


Akhirnya sebuah notifikasi pesan masih ke ponsel pintarnya. Dengan cepat Andrew membuka pesan tersebut. Ternyata benar itu adalah dari orang suruhannya.


Betapa terkejutnya Andrew saat membaca sebuah laporan yang dikirim melalui ponselnya.


Ternyata benar apa yang dikatakan Steven. Ia sudah melakukan kesalahan dengan cepat menyimpulkan sesuatu yang belum tentu benar. Pantas saja Sherly selalu tidak mengerti dengan apa yang ia bicarakan . Bahkan Sherly selalu membantah apa yang ia tuduhkan.


Kenyataan yang terjadi Alex memang menyukai Sherly akan tetapi Sherly berusaha keras untuk menjaga jarak dengan pria itu. Alex memang benar ingin memiliki gadisnya akan tetapi Sherly selalu menghindari bila Alex ingin mengatakan hal yang serius dan menyangkut tentang perasaanya.


Perasaan bersalah mulai menyelimuti hatinya. Ia benar-benar bingung harus berbuat apa. Apakah ia harus meminta maaf. Itu sama sekali tidak mungkin karena rasa gengsi yang terlalu tinggi setinggi langit di angkasa.


Dengan cepat Andrew melangkah keluar dari ruang kerjanya. Ia memutuskan untuk menemui Sherly dan Dina di rumah sakit.


Kini ia sudah berdiri di depan pintu ruang rawat Sherly dan juga Dina. Keinginan nya untuk meminta maaf tiba-tiba hilang. Kembalinya sang egois dan arogan membuatnya bersikap angkuh dan dingin.


Dengan kasar ia membuka pintu ruang rawat itu sehingga membuat penghuni ruangan tersebut terkejut dengan kedatangannya.


Andrew menarik paksa tangan Sherly meski kali ini Sherly telah menolak dan itupun sudah di cegah oleh Dina. Namun. Andrew dengan sikap keras kepalnya dan egois yang setinggi gunung Himalaya tidak mendengarkan ia tetap membawa Sherly pergi dari tempat itu.


Dina yang sedang terluka terpaksa mengikuti Sherly dengan sesekali memegangi kepalnya yang terasa sakit karena beberapa jahitan yang harus ia terima.


Dina di cegah oleh Bram yang tiba-tiba sudah ada di sana entah sejak kapan pria itu ada di tempat itu. Dina menangis melihat apa yang dilakukan suami putrinya kepada putrinya sendiri itu.

__ADS_1


Andrew melangkah dengan wajah angkuhnya. Bahkan ia terlihat seperti gunung es yang kokoh. Setiap kali orang yang dilewatinya akan merasa sedikit kedinginan dan ketakutan karena auranya begitu kuat.


Sherly berusaha melepaskan diri dari genggaman tangan pria yang selalu menyakiti hati dan fisiknya. meski ia telah menangis dengan sangat pilu pria itu tidak peduli ia tetap dengan perilaku kejamnya. Seperti seorang iblis tanpa hati. Itulah gambaran Andrew saat ini


Andrew menarik dan mendorong masuk tubuh Sherly kedalam mobil. Dan ia berlari kecil memutari mobil untuk masuk ke kursi kemudi.


Sherly terus bertanya apa yang ia lakukan padanya. Andrew tidak mengatakan apapun selain diam dan menatap tajam ke arah Sherly.


Air mata Sherly terjun dengan deras di pipi mulusnya. Isakan pilu seperti nyanyian kepedihan terdengar menghiasi suasana di dalam mobil tersebut.


Mobil melesat dengan kecepatan tinggi membelah jalanan kota.


🌷🌷🌷🌷🌷


" Kemana Anda akan membawaku Tuan?" Tanya Sherly setelah mengumpulkan keberaniannya. Matanya terus menatap keluar jendela mobil. Jalanan yang mereka lewati kini tampak begitu sepi hanya ada pepohonan yang rindang. Sherly mulai terhipnotis dengan keindahan pemandangan yang dilaluinya. Tanpa sadar ia membuka kaca jendela mobil milik Andrew dan berlahan mengeluarkan tangannya untuk merasakan angin yang terasa begitu sejuk. Sungguh membuat hati semakin damai. Bahkan nyanyian burung terdengar merdu menambah syahdu.


Andrew yang melirik sekilas tersenyum tipis saat matanya menangkap seutas senyum di bibir gadis cantik itu. Tangannya terulur keluar ia menikmati angin yang terasa sejuk. Mata cantiknya berlahan terpejam seperti menikmati kesejukan dan keindahan yang si suguhkan alam untuk nya. Andrew pun memperlambat laju mobilnya. ia hanya berusaha fokus dengan jalan yang ada di hadapannya.


Akan tetapi Andrew tidak bisa melakukan hal tersebut. Karena pemandangan yang jauh lebih indah terpampang jelas di matanya.


" Sial kenapa ni bocah bikin gue baper sih?" Batin Andrew berteriak.


Jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.


" Kalau terus kayak gini bisa-bisa jantung gue bermasalah nantinya ahh..." Batin Andrew kembali mengumpat kesal.


Di sisi lain...


" Andai aku bisa terbang bebas seperti burung mungkin aku akan bisa merasa bahagia yang luar biasa. Sayangnya aku hanya Manusia biasa harus menghadapi segala tantangan yang Tuhan berikan padaku. Aku benar-benar iri padamu Burung kau bisa menikmati ini kapanpun engkau mau" Batin Sherly matanya terpejam menikmati sapuan angin yang menerpa wajahnya. Bahkan kini Ia lupa sedang berada dimana, Ia lupa Andrew pria kejam yang mulai memberinya warna dalam hidupnya sedang duduk di sebelahnya.


Sherly sudah tidak peduli lagi kalau seandainya setelah ini Andrew akan melakukan hal yang mengerikan padanya karena berbuat sesuka hatinya.

__ADS_1


Yang terpenting ini saat ini hatinya merasa begitu damai dan tentram. Biar ia menikmati keindahan yang tiada Tara ini untuk saat ini sebelum ia lupa cara untuk tersenyum dan bahagia.


__ADS_2