Aku Menikah Karena Hutang

Aku Menikah Karena Hutang
Episode 53


__ADS_3

Helan merasa kesal karena sudah beberapa hari ini ia tidak dapat menemui Andrew. Bahakan Andrew sudah melarang Helen untuk bebas masuk dalam ruangannya seperti sebelumnya. Helen juga tidak bisa meminta bantuan Steven karena pria itu sudah berhenti dari perusahaan Andrew. Kini pria itu lebih memilih menjalankan usahanya membuka restoran yang sudah lama ia kembangkan. Helen berencana akan mengajak Steven untuk bekerja sama karena wanita itu tahu kalau Steven menyukai Sherly sejak lama.


Kali ini Helen tidak kan menahan diri, ia kan melancarkan aksinya. Mungkin Andrew sulit untuk ia jamah ia kan melakukan dengan cara yang berbeda yaitu mendekati Sherly ia akan menceritakan semua kepada Sherly. Ia kan menyerang Andrew melalui Sherly. Mungkin ia tidak pernah berhasil membuat Andrew menjauhi Sherly, namun caranya kali ini akan membuat Sherly yang menjauhi Andrew.


Helen tersenyum puas di depan cermin kini ia telah bersiap untuk menemui Sherly di kampusnya Sesuai dengan informasi yang ia dapat dari orang kepercayaannya.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Mobil mewah milik Andrew kini telah terparkir rapi di halaman kampus Sherly. Sudah 15 menit mereka berhenti disana. Namun Andrew belum mengijinkan Sherly untuk keluar dengan alasan kalau ia belum ingin berpisah dari istrinya itu. Sherly bahkan beberapa kali menepuk jidatnya melihat tingkah Andrew yang seperti anak TK.


" Sayang ingat ya kalau kau sudah bersuami, jangan berani dekat dengan laki-laki lain. Dan jangan biarkan laki-laki lain mengodamu. Kalau itu sampai terjadi aku kan mencongkel mata mereka dan mematahkan tangannya. " Kata Andrew yang entah sudah berapa kali Sherly dengar.


Sherly hanya bisa mengangguk pasrah. Sampai ia merasa kesal karena Andrew belum mengijinkannya untuk keluar dari mobil. Sampai sebuah kecupan mendarat di pipi Andrew sehingga pria itu akhirnya diam dan membiarkan Sherly untuk keluar.


" Sayang jangan lupa telepon aku ya." Teriak Andrew yang mengeluarkan setengah badannya dari jendela mobil.


Mendengar teriakan itu membuat semua mata tertuju pada Sherly dengan cepat Sherly menutup wajahnya dengan buku. Ia benar-benar malu dengan tingkah Andrew. Hal ini yang Sherly takutkan kalau membiarkan Andrew mempublikasikan dirinya di depan umum kalau mereka memiliki hubungan.

__ADS_1


Sherly berlari kecil menuju lobi kampus untuk menghindari tatapan para pemuja Andrew. Sementara Andrew dengan hari yang berbunga-bunga meninggalkan kamus Sherly, kemudian ia memutuskan untuk bekerja sembari menunggu Sherly selesai dengan kuliahnya.


" Sherly... gue seneng lo dateng." Kata Sandra yang berlari kecil ke arah Sherly kemudian di susul Susi.


Mereka berjalan bersama menuju kelas mereka. Banyak cerita yang mereka bicarakan. Sampai sebuah suara menghentikan mereka.


" Hai Sherly..." Sapa seorang gadis dengan pakaian yang super ketat dan make up tebal di wajahnya. Namun ia masih terlihat cantik dengan riasan tebal tersebut.


Sherly mengerutkan keningnya ia tahu siapa perempuan yang ada di depannya ini. Sherly hanya tidak tahu siapa nama perempuan yang pernah bersama dengan Andrew itu. Sherly diam hanya menatap perempuan itu tanpa membalas sapaan nya. Sherly berfikir entah apa yang akan ia lakukan saat ini. Masalah apa yang akan ia timbulkan.


Helen tersenyum.


Susi terkejut kalau perempuan itu tahu identitas Sherly yang sebenarnya. Memang benar pagi ini semua membicarakan Sherly yang turun dari mobil mewah. mahasiswa lain berfikir kalau Sherly adalah simpanan dari pengusaha kaya yang sudah lama isu itu berhembus. hanya saja tidak ada kebenaranya. Namun pagi ini banyak mahasiswa yang melihat Sherly bersama dengan Andrew bahkan turun dari mobil mewah tersebut. Ditambah lagi Andrew berteriak dan menyebut Sherly dengan panggilan sayang.


Sandra awalnya ingin menanyakan hal ini akan tetapi ia menunggu waktu yang tepat untuk bicara dengan Sherly.


Kali ini mereka semua terkejut dengan nama yang ditunjukkan kepada Sherly. Bahwa ia sebenarnya menyandang status istri dari Pewaris tunggal itu.

__ADS_1


Helen berjalan mendekati Sherly yang hanya diam menatapnya dengan tatapan yang tidak suka. Sherly sudah siap dengan apa yang akan perempuan itu lakukan padanya.


" Nyonya Bastian apa kau tidak penasaran dengan ku. perkenalkan namaku Helen kekasih Andrew yang sesungguhnya. Aku juga tahu kalau kekasihku menikahinya karena rasa bersalahnya. Bukan karena cinta. Ia hanya men cintai aku." Kata Helen dengan lugas.


Sherly sedikit terkejut dengan pernyataan yang di lontarkan Helen padanya. Sherly tidak mengerti dengan apa yang dimaksud Helen sebenarnya. Mengapa ia mengatakan kalau Andrew menikah dengannya karena rasa bersalah..


Sherly bingung siapa yang seharusnya ia percaya. Suami atau perempuan yang ada di hadapannya ini. Namun Sherly berusaha untuk tetap tenang. Ia tidak ingin Helen tahu kalau ia tengah bimbang.


Sherly masih tetap diam. Ia tidak mengatakan. apapun hanya hati dan pikirannya yang meronta dan debat.


" Sherly kau masih belum penasaran dengan apa yang akan aku katakan padamu." kata Helen memprovokasi diri Sherly.


" Nggak usah banyak cerita katakan yang penting saja setelah itu kau boleh pergi." Kata Sherly yang sekuat tenaga untuk tetap tenang.


Helen tersenyum licik. Wanita itu kembali mendekati Sherly. ia berbisik bahwa Andrew selama ini menikah karen ia meras bersalah terhadapnya dan ibunya. Karena Anna ibu kandung Andrew yang menyebabkan ia harus menghadapi hidup yang seperti ini. Anna telah lari dengan ayah kandungnya di hari pernikahan ibunya dulu.


Bagaikan di sambar petir hati Sherly luluh lantah. Ia benar-benar terkejut mendengar kenyataan yang sebenarnya. Akan tetapi ia masih berusaha tenang di hadapan Helen sampai perempuan itu akhirnya pergi meninggalkannya bersama dia sahabatnya itu. Disaat itu pula Sherly merasa pusing dan ia tidak bisa menahan Air matanya. Hatinya sakit. Kenyataan itu begitu sakit. Ternyata kata cinta yang selam ini ia dengar bukanlah yang sebenarnya. Itu adalah rasa bersalah Andrew terhadapnya dan juga ibunya.

__ADS_1


Kenapa Andrew begitu tega menyembunyikan hal ini darinya. Sherly begitu kecewa dengan Andrew dan lagi-lagi Sherly merasa dibodohi oleh suaminya yang sudah begitu ia percayai. Kenapa takdir begitu kejam mempermainkan hatinya. Bukan hanya ayahnya yang telah mengecewakannya kini suami yang sudah sangat ia cintai mempermainkan perasaanya yang sudah ia berikan dengan tulus.


Susi berusaha menenangkan Sherly ia membiarkan gadis itu menangis sampai ia tenang. Sementara Sandra juga merasa sangat khawatir dengan sahabatnya itu. Ia tidak menyangka kalau perjalanan hidup Sherly begitu berat. Banyak masalah yang selama ini menimpa Sherly tanpa ia ketahui. Sandra menepuk pundak Sherly memberi dukungan pada sahabatnya tersebut. Sandra dan Susi akan menjadi tempat berlabuh Sherly saat ia butuh.


__ADS_2