Aku Menikah Karena Hutang

Aku Menikah Karena Hutang
Episode 7


__ADS_3

Sherly mematut di depan cermin, terdapat riasan tipis di wajah cantiknya. Gadis itu tidak percaya bahwa yang berdiri di depannya itu dalam pantulan cermin adalah dirinya.


Tubuhnya di balut gaun pengantin berwarna putih. Namun wajah cantiknya itu sama sekali tidak memancarkan kebahagiaan. Bagaimana tidak? hari ini ia akan menikah, tetapi bukan dengan pria pilihannya itu adalah pilihan kedua orang tuannya.


Sherly masih tidak habis pikir kalau Bram dan Dina memaksanya menikah di usianya yang masih sangat muda. Apalagi dengan pria dingin dan angkuh seperti Andrew.


Namun apa yang bisa ia lakukan? Ayahnya ayah menuntutnya untuk berbalas Budi dan lebih mementingkan perusahaannya ketimbang dirinya yang katanya bukanlah darah dagingnya.


Sampai saat ini Sherly belum mengetahui cerita yang sesungguhnya terjadi


Andaikata perusahaan Bram baik-baik saja mungkin pernikahan ini tidak akan pernah terjadi


Hal itu semakin membuat hati serius sedih dan putus asa


"Sayang apa kau sudah siap?" suara lembut Dina bertanya dari luar ruang rias.


Sherly melirik ke arah pintu dan menganggukkan kepala.


dia hanya memasang wajah datar dengan tatapan kosong berharap keajaiban akan terjadi dan membatalkan pernikahan tersebut.


" Sayang." Suara lembut Dina bergumam


wanita itu lalu menghampiri Sherly suaranya terdengar lemah, kembali memunculkan suara pan dalam pikiran Sherly mungkinkah Dina akan membatalkan pernikahan itu.


Namun sekali lagi Sherly salah, Dina hanya bergeming. Sherly menembus dingin lalu menundukkan kepalanya putus asa.


" angkat kepalamu nak. Kau harus tetap tersenyum kau pasti akan terlihat sangat cantik." kejar Dina yang sukses membuat gadis itu terdiam.


Meskipun sejujurnya Dina merasa sangat sedih dengan apa yang terjadi pada gadis yang merupakan putrinya tersebut.


Dia harus dipaksa menikah demi menyelamatkan perusahaan Bram.


(" Baiklah dan terimalah Sherly") gumam gadis itu pada dirinya sendiri untuk bisa menjadi kuat dan tegar menghadapi semuanya.


Sherly mengikut bibirnya pelaku untuk menahan rasa marah, kecewa sekaligus sedih.


Air matanya mulai menggenang di pelupuk mata indahnya, tapi dengan cepat Sherly mengendalikannya.


Setelah menghirup nafas dalam. Sherly mengangkat dagunya tinggi. Menampilkan sikap tegar dan sedikit sombong.


Ahh... Terserah!! Disampingnya Dina sudah berdiri dan membantu Sherly untuk berjalan menuju ruang pernikahan. Disana tampak Bram yang sudah menunggunya dengan senyum bahagia nya. Bram siap membimbing Sherly untuk menuju altar pernikahan. Bram tidak berhenti tersenyum pria paruh baya itu terlihat sangat bahagia. Namun Sherly dia terlihat kacau.


Sherly menatap lurus ke depan sampai matanya menangkap sosok pria tampan yang tengah menunggunya diantar pernikahan.


Sherly sempat lupa pernapasan melihat Andrew yang tampan itu namun aura sedingin kutub masih menyelimuti dirinya.


Andrew menggunakan setelan taxcedo putih yang senada dengan gaun Sherly. Indro terlihat gagah dan begitu tampan kharismanya keluar sehingga siapa yang melihatnya akan terpana.


Mereka terlihat serasi yang satu cantik yang satu tampan.


Sherly mengucapkan matanya beberapa kali mencoba menyadarkan dirinya dari lamunan tidak sehatnya.


tanpa terasa kini sherly dan Bram telah mencapai altar. Andrew mengulurkan tangannya untuk membantu Sherly, jujurnya Sherly tidak ingin menerima uluran tangan tersebut akan tetapi tangan Bram langsung meletakkan tangan Sherly tepat di atas tangan Andrew.


Tangan Andrew yang besar dan hangat menangkap tangan Sherly yang lembut. Sherly sedikit tertegun namun ia berusaha kembali menguasai dirinya.


Ini adalah kedua kalinya gadis itu kontak fisik dengan Andrew.


Dia tidak menyangka pria kulkas ini membeli tangan yang begitu hangat dan lembut membuatnya merasa nyaman.


Mereka berdua lalu maju dan berdiri bersama untuk mengucapkan sumpah pernikahan Sherly menggigit bibir bawahnya pelan dia merasa sedikit gugup, takut bila nanti dia akan salah bicara dan mengacaukan semuanya.


Kegugupan Sherly tidak luput dari perhatian Andrew.


Pria itu meremas keras tangan Sherly membuat saya sadar dari kegugupannya.


Remasan itu seperti menyampaikan sebuah pesan padanya yang bisa ia pahami.


Pengucapan sumpah pernikahan pun dimulai.


" I Andrew Bastian take you Sherly Margaretha my wedded wife. to have and to hold from this day forward, for batter, for worse, for richer , for poorer in sickness or in the health. to love and to cheris'till death do us part. and here to I pledge you my faithfulness. " ujar Andrew dengan suara tenang dia sama sekali tidak terlihat gugup.

__ADS_1


Kini giliran Sherly yang mengucap sumpah pernikahan. Sherly menarik nafas panjang dan kemudian berkata


" I Sherly Margaretha take you Andrew Bastian my wedded husband . to have and to hold from this day forward, for batter, for worse, for richer , for poorer in sickness or in the health. to love and to cheris'till death do us part. and here to I pledge you my faithfulness. " Sherly tersenyum kaku setelah mengucapkan sumpah pernikahan tersebut dengan sempurna. Namun ia terlihat sedikit lega.


" Do you Andrew Bastian take Sherly Margaretha to be wedded wife?"


" I Do." jawab Andrew.


" Do you Sherly Margaretha take Andrew Bastian to be wedded husband?


Kini giliran Sherly yang ditanya, di dalam hatinya dia ingin berteriak dengan suara keras kepada semua orang yang ada di sana bahwa dia tidak ingin menikah. Dia menikah paksaan. Lalu setelah itu lari dari altar.


Akan tetapi itu hanyalah khayalan dan harapannya saja..


" I Do." jawab Sherly akhirnya dengan pasrah. Pada akhirnya dia tetap menjawab "iya" ahh... sial...!!!


" Sekarang kalian adalah pasangan suami istri yang sah. Dimata hukum dan di mata Tuhan. Silahkan melakukan ciuman pernikahan."


Sherly hanya diam tak berniat untuk berbalik menghadap Andrew..


Namun sebuah tarikan keras di tangannya membuatnya dengan mudah tertarik tepat kehadapan Andrew.


Untuk pertama kalinya Sherly melihat pria tersebut dalam jarak yang sangat dekat. Andrew memang sangat tampan. Dia mempunyai kulit putih yang mulus seperti bayi. Rahang yang tegas bahkan bulu mata yang begitu lentik. Detak jantung Sherly mulai berirama dengan cepat. Seperti akan keluar dari tempatnya.


Begitupun dengan Andrew yang tidak menyangka tubuhnya akan bereaksi berbeda. Dia begitu terpesona dengan wajah ayu yang dimiliki Sherly. Kulit cantiknya begitu bercahaya. Bahkan mata indahnya membuat jantung nya berdetak semakin kencang. Apalagi sesuatu yang menonjol membuat yang tersentuh merasakan sensasi yang berbeda dari tubuhnya.


Andrew tidak bisa mengontrol dirinya dia benar-benar terhipnotis dengan Sherly yang ternyata begitu sangat cantik.


" ohh . **** kenapa sama gue. Kenap juga ni bocah cantik banget mana gede lagi. wait... wait . kayaknya gue sakit. Gue bakal minta Steven datangkan dokter." batin Andrew.


Sherly tanpa sadar menahan nafasnya saat jarak mereka semakin dekat.


" Ahhh... my god kenapa pula gue pingin banget cium dia sih. Kayaknya gue beneran harus ke dokter ada yang nggak beres sama diri gue. Tapi sumpah... gue pingin banget cium dia.." batin Andrew lagi. Dan melanjutkan apa yang ingin dia lakukan yaitu mencium mesra gadis itu. bahkan Andrew melakukannya dengan sangat lembut dan penuh kehangatan.


Sherly merasa sesuatu yang kenyal menyentuh bibirnya membuat jantungnya melompat-lompat dan ingin keluar dari tempatnya. Tubuhnya mendadak jadi kaku. Andrew menyadari kalau ini adalah pengalaman pertama Sherly terlihat dari reaksi tubuhnya yang mendadak jadi kaku.


Andrew juga merasa sedikit aneh. Dia merasa sedikit gugup padahal ini bukan kali pertama Andrew mencium seorang wanita.


"ahhhh ciuman pertama gue" batin Sherly berteriak.


Wajah Sherly berubah merah saat ciuman itu berhenti. Andrew pun jadi salah tingkah bahkan tampak sangat gugup.


Andrew dengan cepat mengendalikan dirinya seperti sedia kala. kemudian Sherly mulai menangkap senyum jahat yang tersungging dari bibir seksi milik Andrew.


" Ciuman pertama istriku?" bisik Andrew di telinga Sherly.


Seketika emosi Sherly langsung naik ke ubun-ubun.


" DASAR MESUM" umpatnya dalam hati.


Walaupun marah Sherly berusaha mengendalikan dirinya agar tidak membuat keluarganya malu dihadapan para tamu, dia hanya bisa menatap kesal Andrew.


Sementara Andrew tetap tersenyum penuh kemenangan.


Andrew lalu menggenggam tangan Sherly menuruni altar. Sherly sama sekali tidak menolak ia berubah jadi gadis yang penurut.


Sherly melihat keluarganya tengah menatap mereka dengan senyum yang cerah membuatnya semakin tidak berdaya.


Pada akhirnya. Sherly hanya bisa membalas senyuman mereka.


Dina mendekati putrinya dan mengajak ya untuk melempar buket pernikahan. Disana sudah banyak tamu wanita yang menantinya. mereka semua berharap buket pernikahan itu bisa mereka dapatkan. Melihat kebahagiaan itu ada sesuatu yang mengganjal di hati Andrew seperti adanya yang kurang. Ya ... mamanya. Andrew berfikir andai mamanya masih bersama mereka mungkin semua itu pasti akan dilakukan oleh mama mereka berdua.


Sherly tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Andrew melepaskan genggaman tangannya dan membiarkan Sherly ikut bersama dengan Dina.


Andrew tanpa sengaja melihat tangannya yang melepas tangan Sherly ada sesuatu yang hilang saat tangan itu menjauhi tangannya. Perasaan takut kehilangan mulai menyelimuti hatinya.


Akan tetapi bukan Andrew kalau dia tidak bisa mengendalikan dirinya. Dengan cepat ia merubah ekspresi wajahnya kembali ke mode kulkas dan arogan.


Sherly dan Dina tampak tersenyum bahagia melakukan pelemparan buket pernikahan tersebut.


Kedua mata Andrew dapat menangkap momen bahagia itu yang membuatnya kembali terhipnotis dengan kecantikan dan keramahan gadis yang kini telah ia nikahi itu. ada getar yang membuat hatinya berdetak. Bahkan senyum yang dia lihat saat itu adalah senyum yang sesungguhnya. senyum manis tanpa tekanan.

__ADS_1


Bagaikan ada hembusan angin musim semi yang mengusir dinginnya angin musim dingin. kupu-kupu yang indah menari-nari diatas bunga yang bermekaran. Burung Bernyanyi dengan sangat merdu. Mendendangkan lagu cinta untuk hati yang telah lama sunyi. ..


David yang menangkap momen langka itu tersenyum senang. David semakin yakin kalau Andrew anaknya masih sama seperti dulu.


Andrew yang penyayang dan hangat. karena sebuah insiden yang membuatnya harus berubah menjadi seseorang yang begitu dingin dan kejam. kehangatan itu tertutup oleh ribuan ton salju yang akhirnya menutup kehangatan tersebut.


David yakin suatu saat nanti pasti akan mencair dengan kehangatan yang diberikan mantunya itu.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Kini mereka berdua sudah duduk di sebuah meja menikmati makan malam bersama dengan para tamu. Banyak tamu yang hadir dalam pesta pernikahan tersebut.


" Selamat atas pernikahan anda Tuan Muda." kata Dilan taman kerja Andrew.


Andrew berdiri menyambut uluran tangan tamunya tersebut. Kemudian diikuti Sherly.


" Terima kasih." Jawab Andrew dingin dan datar.


Dilan menatap penuh arti Sherly. Matanya tak berkedip menatap wanita yang berdiri di sebelah Andrew.


Andrew menyadari kan hal tersebut. ada rasa panas saat pria lain memandangi sedemikian rupa yang merupakan miliknya tersebut.


" Anda begitu beruntung Tuan Andrew mendapatkan wanita secantik nona Sherly." kata Dilan dengan tatapan yang masih melekat pada diri Sherly


Andrew semakin geram. Lalu dia bergerak mendekati Sherly dan melingkarkan tangannya ke pinggang ramping milik Sherly Dengan posesif.


Membuat Sherly tersentak kaget ini pertama kalinya dalam hidupnya melihat sikap manis Andrew yang membuatnya tersentuh.


Namun Sherly kembali menyadarkan dirinya kalau apa yang terjadi adalah sebuah sandiwara dan hanya bagian dari perjanjian yang selama ini mereka sepakati.


Dilan tersenyum ia tahu kalau Andrew akan bersikap posesif kepada wanita pilihannya apa lagi mereka sudah menikah.


Andrew dan Sherly berpamitan kepada dilan beralasan akan menyapa tamu yang lain. Dengan berat hati Dilan mempersilahkannya


namun matanya masih terpaku dengan gadis cantik yang sedang bersama dengan Andrew.


" woii.. boss. selamat ya atas pernikahannya." kata Steven yang baru saja datang. Dia baru bisa menghadiri pernikahan tersebut karena harus menyelesaikan pekerjaan yang di bebankan padanya.


Steven melirik Sherly. Dia terpaku melihat wanita cantik tersebut. Steven tidak menyangka kalau Sherly begitu cantik aslinya berbeda dengan yang pernah ia lihat di foto.


Sherly menyapanya dengan sangat ramah. Bahkan ia tersenyum manis pada Steven.


Andrew memperkenalkan Steven sebagai kawan dan juga asisten nya di kantor.


Sherly hanya menggunakan kepalanya. Kemudian ia mempersilahkan Steven untuk menikmati pestanya.


Kemudian mereka kembali sibuk menyapa tamu. Karena ada banyak tamu penting yang harus mereka sapa. Mereka tidak menyangka kalau Bram dan David mengundang banyak tamu penting.


Sherly merasa tubuhnya hampir tak sanggup bertahan. Apa lagi Sherly menggunakan sepatu hak tinggi.


Semua ramah tamah palsu yang membuatnya mual. Kakinya bahkan sudah berdenyut-denyut sejak sejam yang lalu.


Ditengah rasa lelah itu Dina datang mendekati Sherly.


" Sayang.. waktunya ganti gaun mu " kata Dina.


Bagaikan menemukan surga Sherly terselamatkan dari rasa lelahnya. Dengan senyum bahagia ia mengikuti Dina.


Andrew dapat melihat senyum Sherly lagi. Hatinya kembali berdetak. Bahkan ia sampai memegang dadanya. Dia berpikir kalau ada yang salah pada dirinya. Andrew dapat menyadari satu hal kalau ia benar merasa nyaman ada di dekat gadis tersebut. Kemudian kilasan masa lalu kembali melintas di pikirannya dan dengan cepat menyingkirkan rasa nyaman dan kehangatan yang sempat ia rasakan. Kini ia kembali ke mode kulkasnya. Andrew bagaikan gunung es yang kokoh berdiri.


kemudian dia menyusul Sherly dan Dina ke ruang rias tempat Sherly kan berganti pakaian.


Sherly melangkah menuju ruang rias untuk berganti pakaian. Pikirannya mulai berkelana entah kemana, otak nya mulai bermasalah. Meriang rasa seluruh tubuhnya mengingat apa yang akan dia hadapi selanjutnya.


Sherly menarik nafas dalam-dalam dan melangkah dengan lambat yang kemudian diikuti oleh Dina. Keringat dingin mulai menghiasi wajahnya dapat Sherly rasakan tangan dan kakinya pun dingin seakan darah berhenti mengalir dalam tubuhnya.


" Tunggu.!!" Kata Andrew yang sudah berdiri tegap di depan ruang rias tersebut.


ekspresi yang dingin membuat tubuh Sherly semakin dingin tak sanggup menghadapi apa yang akan terjadi padanya.


" Ada apa Nak Andrew?" Tanya Dina.

__ADS_1


Andrew melangkah mendekati Sherly dan menggenggam tangan nya erat bahkan dibilang sangat keras sehingga yang punya sedikit meringis.


" Aku harus segera membawanya pergi ke suatu tempat. Ada yang ingin aku tunjukkan padanya. Karena ini adalah malam pertama kami. Apa mama mengerti kan" kata Andrew sedikit tersenyum manis kepada ibu mertuanya itu. namun bagi Sherly ada sesuatu yang nantinya akan terjadi pada dirinya. Musibah datang batinnya.


__ADS_2