
Kini pesawat itu telah mendarat sempurna diatas atap sebuah bangunan mewah yang merupakan kantor tempat Andrew bekerja selama ini. Dengan tergesa-gesa ia turun menggunakan lift dan mencari seseorang untuk menyiapkan mobilnya. Hanya dengan ponsel pintarnya ia melakukan hal itu. Seseorang yang dihubunginya pun terkejut karena Andrew yang ia tahu sedang berada di Singapore sudah ada di dalam bangunan yang sama dengan tempatnya berada. Dengan kecepatan tinggi Pria baruh baya itu mempersiapkan mobil.
Dan ya... benar saja. Andrew telah tiba di lantai dasar dan segera meminta kunci mobil mewah milik nya. Lalu melesat pergi meninggalkan tempat tersebut.
David yang melihat hal itu sedikit terkejut karena putranya sudah kembali tanpa memberitahunya. Bahkan pekerjaan yang dilimpahkannya belus selesai dikerjakan. David mulai berfikir ada hal mendesak apa yang membuat putra keras kepalanya harus kembali tiba-tiba. Namun seutas senyum akhirnya terbit dadi bibir pria paruh baya itu. Ia sudah dapat menduga hal apa yang membuat Andrew harus melakukan hal itu.
Lalu David meminta asistennya untuk menghubungi Kim di Singapore dan mengambil alih pekerjaan android yang ditinggalnya.
David menggeleng saat mendengar cerita Kim yang dibuat kelimpungan oleh tuan muda itu. David semakin yakin kalau hal mendesak itu pasti mengenai Sherly menantunya. Karena sejak menikah David selalu meminta seseorang untuk mengawasi perkembangan hubungan mereka. Akhir-akhir ini David merasa puas dan senang karena hubungan kedua orang yang sengaja ia jodohkan berangsur membaik bahkan sangat baik.
🌷🌷🌷🌷🌷
Mobil Andrew melaju dengan sangat cepat menembus jalanan kota yang padat kendaraan. Ia ingin segera menemui Sherly dan memberi pelajaran kepada Steven yang telah membuatnya kesal.
Ia terus menghubungi Steven namun tidak kunjung dijawabnya. Andrew pun semakin tidak tenang.
" ****... kenapa gue harus kayak gini sih. Kenapa juga gue khawatir kalau Sherly dekat dengan pria lain. Apa gue udah bener jatuh cinta dengan itu bocah?" gumam Andrew pada dirinya sendiri.
Andrew mencari tahu dari GPS ia melacak lokasi keberadaan Sherly melalui ponsel pintarnya.
Hingga ia sudah berada di sebuah pusat perbelanjaan yang merupakan miliknya juga. mobil mewah itu berhenti. Decitan rem mobil terdengar jelas saat mobil mewah miliknya berhenti. dengan cepat Andrew turun dari mobil dan mencari keberadaan Sherly. Manager mall tersebut yang kebetulan sedang berada di lobi mall, melihat Tuan yang punya datang dengan cepat menyambut kedatangan Tuan Mada Andrew. Akan tetapi Andrew tidak mempedulikannya. Ia tetap berjalan cepat mencari keberadaan Sherly dan juga Steven.
Pak Heru tetap mengekor Tuan muda itu sampai di sebuah toko buku. Senyum Andrew terbit saat melihat sosok gadis yang membuatnya khawatir dan gelisah selama perjalanan. Namun senyum itu tiba-tiba lenyap dari bibirnya saat Steven yang begitu dekat sedang bicara dengan Sherly. Mereka berdua sepertinya sedang merundingkan sesuatu.
Langkah lebar Andrew ambil untuk mendekati dua manusia itu.
__ADS_1
" Ya.... Tuhan kenapa anda disini?" kata Sherly yang begitu terkejut melihat sosok Andrew sudah berada di hadapannya.
Steven yang menyadari hal itu juga sedikit ikut terkejut. Karena ia tidak menyangka kalau Andrew akan datang saat ia goda.
" An.. Andrew bapa pekerjaanmu sudah selesai?" Kata Sherly dengan mata yang bingung.
Andrew melirik Steven dengan tatapan mata tajam.
" Apa aku menganggu kalian?" kata Andrew yang membuat Sherly semakin tidak mengerti dengan situasi saat itu. Bahwasanya ia tidak tahu menahu tentang prihal yang terjadi antara kedua pria yang sedang berdiri di hadapannya tersebut.
" Apa maksudmu?" tanya Sherly untuk mendapatkan jawaban atas kebingungannya.
" Tanya ma usia gila ini. Apa yang telah ia lakukan sehingga aku harus berbuat seperti ini." jawab Andrew.
Sherly menoleh kearah Steven matanya bertanya sesuatu kepada pria tersebut.
Andrew semakin kesal karena steven tampak mengejeknya. Lalu ia meraih kerah steven. Emosinya mulai tidak terkendali.
" Jangan pancing aku stev. Kalau kau tak ingin ke antariksa sekarang juga." Ancam Andrew kepada asistennya tersebut.
" woiii... sabar boss. Gue cuma bercanda mana berani boss." kata Steven kemudian dengan kesal Andrew melepas kerah baju steven.
Andrew mengumpat kesal dengan apa yang dilakukan Steven padanya. Ia hampir seperti orang tidak waras saat membayangkan hal yang diluar keinginannya.
Steven menyadari hal itu. Kemudian menepuk pundak Andrew pelan.
__ADS_1
" Aku bukan pengecut yang mengambil keuntungan dari situasi ini sobat." kata Steven.
Andrew yang kini sudah mulai mengendalikan dan memulihkan rasa marahnya hanya mendengus kesal. Kemudian tanpa Ba Bi Bu ia menarik tangan Sherly dan mengajaknya keluar dari tempat itu.
Ada rasa sedih saat menyaksikan adegan tersebut. Namun Steven hanya bisa berharap kalau suatu hari nanti ia memiliki kesempatan yang sama seperti itu. Bisa menggenggam erat tangan orang yang ia cintai.
Sementara pak Heru hanya diam menyaksikan perdebatan kecil tersebut ia tidak berani bersuara karena bila itu ia lakukan semuanya akan tinggal mimpi. Pak Heru tahu bagaimana Andrew dan seperti apa laki-laki itu. Ia tidak akan segan-segan untuk memecatnya walaupun hanya kesalahan kecil yang ia buat. pak Heru tidak ingin hal itu terjadi karena mimpi buruk kalau ia sampai dipecat hanya gara-gara salah bicara. pak Heru lebih suka main aman saja.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Sherly yang melangkah cepat mengimbangi langkah Andrew yang kabar mulai kelelahan. Lalu ia berhenti melangkah karena ia benar-benar merasa kelelahan. Mall tersebut begitu besar.
Andrew yang menyadari Sherly berhenti segera menghentikan langkahnya dan menoleh kearah gadis yang sedang memohon untuk beristirahat sejenak. Andrew memahaminya kemudian dengan cepat pria itu menunduk dan tubuh mungil milik Sherly pun melayang di udara
Andrew menggendong tubuh mungil itu dengan begitu enteng. Andrew sama sekali tidak merasa ada beban di tangannya saat ini. Meskipun kenyataanya ada seorang gadis yang sedang diam di dalam gendongannya.
Sherly belum bisa sadar dengan apa yang terjadi. Ia hanya bisa menatap lekat wajah Andrew yang kini tepat ada di matanya. wajah tampan dengan rahang tegas dan hidung mancung. Bahkan bulu mata yang tajam itu terlihat sangat lebat dan lentik. Benar-benar mahakarya ciptaan Tuhan yang luar biasa.
Sherly asik mengagumi ketampanan Andrew sehingga tanpa sadar Andrew pun melakukan hal yang sama keduanya tengelam dalam dunia pikiran mereka masing-masing. Sampai sebuah suara menyadarkan mereka. Ya... Pak Heru yang terus mengekor di belakangnya.
Wajah kedua manusia itupun bersemu merah. Andrew yang sedikit malu langsung mengambil langkah tegap meninggalkan tempat tersebut dengan Sherli yang masih setia di gendongannya.
Banyak mata yang menyaksikan hal tersebut dan tidak jarang ada yang mengabadikannya dengan handphone. karena itu akan jadi topik luar biasa di internet.
CEO Bastian corporation sedang bersama seorang gadis di mall.
__ADS_1
Besok itu akan jadi tranding topik di jagat Maya. Andrew tidak mempedulikan hal tersebut. Namun tidak dengan Sherly itu akan jadi bencana yang luar biasa buat nya. Sherly berusaha menyembunyikan wajahnya dengan tetap menunduk dan sedikit bersembunyi di dada bidang Andrew.