
Dengan perasaan kesal Steven keluar dari apartment itu. Ia tidak menyangka kalau Andrew ada di sana. Awalnya ia berencana akan mengajak Sherly untuk pergi ke suatu tempat. Steven ingin mulai mendekati Sherly dengan caranya meskipun itu harus berhadapan dengan Andrew. Sejak kejadian itu Steven telah memutuskan untuk berhenti menjadi assisten Andrew. Kini sudah tidak ada lagi alasan Steven merasa takut berhadapan dan bersaing dengan Andrew dalam hal cinta.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Sherly yang berlahan membuka matanya, karena ada sesuatu yang berat menindih tubuhnya. Samar-samar ia dapat melihat wajah tampan seorang pria yang selama ini bergentayangan di otaknya.
" Ohhh... Tuhan. Kenapa mimpi ini begitu nyata? Apa aku terlalu merindukan Andrew." Batin Sherly.
Berlahan tangannya terangkat membelai wajah yang terpampang jelas di hadapannya.
" Wihh... nyata banget rasanya." Batin Sherly lagi, seraya mengelus wajah tampan dengan mata terpejam itu.
" Tapi Tunggu.... " batin Sherly ia menghentikan aktivitas itu dan segera membuka matanya lebar- lebar.
Sherly terkejut karena sosok Andrew benar-benar ada di depannya. Sherly menutup mulutnya agar ia tidak berteriak karena begitu senangnya melihat Andrew memang ada didepannya saat ini.
Sherly membenarkan posisi tidurnya. Kini ia sudah berhadapan langsung dengan wajah Andrew itu. Ia terus tersenyum melihat Andrew tidur dengan pulsanya.
" Kau pasti lelah kan... terlihat jelas dari wajahmu itu. " Bisik Sherly.
Sherly tak berhenti memandang wajah tampan suaminya itu. Ternyata ia tidak sedang bermimpi semalam Andrew memang menggendongnya, memindahkan tubuhnya dari sofa keranjang ini. Rasanya begitu bahagia. Ia ingin memeluk tubuh Andrew dan meluapkan rasa rindunya yang selama ini menyiksanya.
Beberapa saat kemudian Andrew berlahan membuka matanya. Ia tersenyum saat mata mereka saling bertemu.
__ADS_1
" Kamu udah bangun sayang?" kata Andrew dengan suara serak khas orang baru bangun tidur.
Sherly menganggukkan kepalanya.
" Istirahatlah kalau kau masih merasa lelah." Jawab Sherly dengan senyum..
Suasana pagi itu begitu tenang. Mereka bertemu seperti tidak pernah terjadi masalah apa-apa. Sherly bahkan meminta Andrew untuk kembali tidur. Sementara ia akan menyiapkan makanan kesukaan Andrew dan akan membangunkannya saat ia telah siap menyajikannya di meja makan. Andrew menganggukkan kepalanya, ia kembali tertidur. Ini pertama kalinya ia merasa tidur dengan nyaman, setelah sekian lama ia selalu mencoba untuk tidur. Akan tetapi ia tidak bisa melakukan hal itu. Saat Sherly berada di dekatnya rasa kantuk itu tiba-tiba datang dan Andrew bisa tidur dengan nyenyak.
Sherly tersenyum senang pagi itu tidak seperti biasnya. Wati yang tahu alasan Sherly seperti itu ikut merasakan bahagia. Bagi wati mereka adalah pasangan yang sangat serasi.
Sherly memulai kesibukannya di dapur. Ia memasak banyak makanan pagi ini.
" Harum sekali, sepertinya lezat." Kata seorang pria yang tak lain adalah Andrew.
Sherly sedikit terkejut, karena Andrew tiba-tiba datang dan sudah berdiri di dekatnya.
Andrew tersenyum lantas ia menarik tubuh Sherly ke dalam pelukannya. Ia sudah tidak peduli dengan apa pun. Meski banyak Assisten rumah tangga yang melihatnya. Sherly merasa malu dan berusaha melepaskan diri dari Andrew. Ia mengatakan kalau dirinya malu karena Wati dan yang lainnya melihat mereka. Andrew tersenyum dan semakin menggoda Sherly dengan wajah yang sudah berubah memerah. Akhirnya Wati mengerti, Ia memutuskan untuk membiarkan Andrew dan Sherly hanya berdua. Wati juga meminta yang lainnya untuk meninggalkan dapur dan mengerjakan pekerjaan mereka di tempat lain. Wati ingin memberikan ruang buat Sherly dan Andrew untuk saling bicara. Wati berharap masalah yang selama ini bisa mereka selesaikan dengan baik. Karena ia tahu selama ini Sherly selalu menangis dan bersedih.
Andrew memeluk erat tubuh Sherly. Ia menyembunyikan wajahnya di lekuk leher milik Sherly. Rasa rindu itu begitu membuncah di hatinya.
" Aku begitu merindukanmu Sherly. " Bisik pria itu di telinga Sherly.
Ada ribuan kupu-kupu yang terbang menghiasi hatinya saat mendengar apa yang dikatakan Andrew padanya. Sherly benar-benar tidak menyangka kalau Andrew juga merindukan dirinya seperti ia merindukannya selama ini. Kata-kata itu sukses membuat dirinya menegang. Wajahnya berubah merah dan tubuhnya kaku. Andrew yang menyadari hal itu tersenyum.
__ADS_1
" Rilex sayang. Kalau kau terus seperti ini akan membuat otot dan syaraf mu menderita. " Bisik Andrew lagi.
Sherly masih terdiam ia merasa malu karena ia bersikap berlebihan seperti itu.
Andrew memeluk lebih erat. Namun salah satu tangannya mematikan api kompor yang sedang menyala. Ia tidak ingin sherly menghancurkan masakan yang kelihatannya sangat lezat itu karena ketegangan yang mereka alami.
" Sayang aku benar-benar tidak ingin makan makanan gosong. " Goda Andrew yang membuat Sherly memandang kearah wajan yang sudah berubah warna. Sherly menoleh ke arah Andrew dengan cepat. Sebuah ciuman mendarat dengan sempurna di bibir cantiknya.
" Sayang aku benar-benar merindukanmu." bisik Andrew saat bibir mereka mulai menjauh.
Rona merah jambu menghiasi pipi cantik Sherly yang semakin membuat Andrew ingin menerkam gadis itu sekarang juga. Jiwa kejantanan Andrew bangkit dari alam kubur dalam jiwanya yang sepi.
" Maaf kan aku Andrew, aku bukan istri yang baik. Aku selalu membuat mu kecewa." Jawab Sherly dengan air mata yang mulai mengenang di balik pelupuk matanya.
" Jangan berkata seperti itu Kau adalah anugerah yang luar biasa buat ku. Kau adalah kado terindah di hidupku. Aku yang harusnya minta maaf padamu. Karena aku bukan Suami yang baik. Aku pengecut Sherly." Jawab Andrew.
" Tidak... kau bukan pria yang seperti itu. Aku yakin kau punya alasan untuk melakukan hal itu. Aku mengerti " jawab Sherly yang membuat Andrew tercengang. Ia tidak menyangka akan mendengar hal itu dari Sherly. Andrew tidak mengira kalau Sherly begitu percaya kepadanya.
" Ilove u Sherly Margaretha Bastian." kata Andrew.
Ia sudah tidak bisa membendung perasaan itu lagi.
Sherly terdiam ia tidak mengira kalau secepat itu ia akan mendengar pengakuan hati Andrew padanya. Sherly bahkan kini kakinya tidak merasa berpijak di bumi. Ia seperti terbang melayang di langit yang indah. Telinganya hanya bisa mendengar nyanyian cinta yang merdu.. Sherly tidak menyangka kalau Andrew juga mencintainya. Perasaanya selama ini tidak bertepuk sebelah tangan. Perasaanya terbalaskan. Sherly bahagia mendengar hal itu. Air mata kebahagiannya tumpah ruah ke pipinya. Sherly tidak mampu mengungkapkan apapun lagi. Ia benar-benar bahagia. Suaminya mencintainya, yang awalnya ia berfikir kalau hanya Dirinya yang mencintai Andrew. Sherly menangis diperlukan Andrew. Ia menumpahkan semuanya.
__ADS_1
" I love you Too, i love u so much Andrew. " jawab Sherly di sela tangis bahagianya.
Cinta memang tak pernah membuat orang menunggu terlalu lama.