Aku Menikah Karena Hutang

Aku Menikah Karena Hutang
Episode 50


__ADS_3

Ternyata selama ini yang ada dalam pikiran ayahnya adalah tentang perusahaan, materi dan harta.


" Kalau Sherly tak ada masalah dengan suaminya kenapa ia datang sendiri dan tidak bersama dengan suaminya. Apa jangan-jangan dia telah diusir oleh Tuan mUda Andrew. Astagaa... itu akan fatal akibatnya bagi perusahaan ku Dina." kata Bram dengan histeris.


" Bram hentikan apa di otakmu hanya ada perusahaan dan harta. Kau sama sekali tidak peduli dengan perasaan Sherly." jawab Dina sedih.


Bram tersenyum miring.


" Dina kau masih ingat apa alasanku menikahkan Sherly dengan Tuan muda Andrew. Itu tak lain karena perusahaan ku Dina. Aku tak ingin kembali ke masa itu." Ujar Bram.


Dina merasa sedih mendengar ucapan Bram yang begitu sangat egois. Ia sangat mengenal Bram ia tidak akan mau melakukan sesuatu yang tidak menguntungkan baginya.


" Dan satu lagi Dina kau tahu alasan kita menikah dulu. Kalau kau tak nikahi apa yang akan terjadi. jadi sudah sewajarnya kau dan Sherly membalas kebaikan ku." Jawab Bram dengan senyum puas.


Sherly semakin geram mendengar apa yang di katakan Bram pada Sang ibu, mungkin ia sudah lama mengetahui hal ini. Kalau ia bukanlah anak kandung Bram, orang tuanya menikah bukan karena cinta akan tetapi sebuah kesepakatan yang saling menguntungkan. Mereka bahkan selam ini hidup tidak seperti layaknya suami istri yang telah menikah.


" Cukup ayah. kau semakin menyakiti mama." jawab Sherly


" Kau tak berhak berkata seperti itu. Kalau bukan karena aku kau tak akan bisa hidup seperti sekarang ini." Jawab Bram arogan.


Hati Sherly semakin sakit ia tidak menyangka Bram akan mengatakan hal yang sekejam itu padanya. Kemana perginya sang ayah yang sejak kecil menyayanginya, kemana perginya rasa kasih ayahnya. Kini yang ia lihat adalah rasa egois dan arogan Ayahnya. Ia tidak menyangka akan mendengar hal yang menyakitkan seperti ini di hari pertamanya pulang ke rumah.


" Cukup Tuan Bram!!!" suara bariton itu terdengar menggema ke setiap penjuru rumah itu.

__ADS_1


Andrew melangkah masuk menuju rumah Bram dengan beberapa paper bag di tangannya. Ia sengaja meminta Sherly untuk masuk lebih dulu karena ia harus mengeluarkan beberapa barang yang dibelinya untuk buah tangan berkunjung ke rumah mertuanya.


Bram begitu terkejut saat melihat kedatangan Andrew ternyata ia salah mengira. Ia jadi khawatir kalau Andrew telah mendengar semua yang ia katakan kepada Sherly. Wajah pria tampan itu berubah jadi dingin. Ia sudah mendengar semuanya beberapa saat lalu saat ia kan melangkah masuk. Ia berhenti melangkah ia ingin tahu apa yang akan Bram katakan kepada istrinya itu. Andrew telah lama mengetahui sifat asli Bram yang selalu mencari keuntungan demi kepentingannya sendiri. Andrew juga tahu sifat Bram.


Andrew begitu kesal saat melihat perlakuan Bram Terhadap Sherly. Baram telah memanfaatkan istrinya untuk mencapai keinginannya. Kini Andrew tidak kan tinggal diam. Ia harus segera menyelesaikan semuanya. Ia tidak akan melepaskan orang yang telah berlaku kasar kepada orang yang dicintainya.


" Ohh . Nak Andrew ternyata anda datang." kata Bram yang secepat kilat merubah ekspresi di wajahnya.


Andrew terkesan dingin menanggapi kata-kata Bram.


"Hentikan Tuan Bram. Aku telah mendengar semuanya. Mulai saat ini. Perusahaan ku akan menghentikan kerja sama ini. Cukup sampai disini. anggap itu sebagai kompensasi atas apa yang kau lakukan buat istriku dan ibunya di masa lalu. Selanjutnya kau dan Sherly tidak ada hubungan apapun." kata Andrew dengan tegas dan dingin.


Aura kejam menyelimuti tubuh Andrew. Bram gemetar.


" Mulai saat ini kau bukan lagi ayah mertua ku melainkan rivalku. Tuan Bram. " kata Andrew.


Sherly dan Dina hanya diam ia tidak akan membela ataupun mengatakan apapun untuk masalah ini. Mereka sudah terlanjur sakit hati dengan apa yang dilakukan Bram pada mereka. Sherly membiarkan suaminya mengambil keputusan. Ia tidak kan ikut campur. Sherly yakin kalau suaminya akan mengambil keputusan yang adil dan semestinya.


" Jangan Tuan. Sherly katakan sesuatu." Pinta Bram.


" Maaf ayah Ku tidak bisa merubah keputusan Suamiku. Sebagai istri yang baik aku harus menuruti apa kemauannya. " kata Sherly yang membuat Andrew tersenyum puas.


" Dina katakan sesuatu. Aku telah menikahkan putri kita dengannya. Kenapa dia tega melakukan hal ini.Aku adalah ayahnya." kata Bram yang memohon kepada Dina.

__ADS_1


Dina menepis keras tangan Bram.


" Putrimu katamu. Bram apa kau tidak ingat apa yang kau katakan baru san. Kau hanya memanfaatkan putriku untuk kepentingan mu. Jadi aku tidak akan meminta Andrew untuk merubah keputusannya." jawab Dina.


" Dina kau...."


" Maaf tuan Bram. Aku harus pergi membawa istri dan ibu mertuaku.Tetima kasih semuanya. Ayo sayang kita pergi." Kata Andrew.


Sherly menganggukkan kepalanya kemudian ia mengajak Dina untuk ikut bersamanya. Ini adalah akhir dari pernikahan perjanjian antara Dina dan Bram.Dkn merasa lega karena bisa lepas dari beban yang selama ini dipikulnya seorang diri.


" Dina aku bisa jelaskan semuanya... " Teriak Bram.


Sherly, Dina dan Andrew tidak mendengarkan apa yang dikatakan Bram.Mobil mereka melesat meninggalkan rumah Bram.


Sherly menangis pilu. Ia tidak menyangka kan menghadapi hal yang begitu menyakitkan dalam hidupnya. Bram yang begitu ia sayangi ternyata tidak membalas cintanya, Bram hanya ingin Sherly menjadi alat untuk mempertahankan harta yang ia miliki.


"Sudahlah nak. Semua sudah berlalu kini kalia.ln ahrus saling percaya dan saling mencintai karena pondasi rumah tangga itu adalah cinta dan kepercayaan." kata Dina dan memeluk erat tubuh Sherly yang bergetar hebat.


Andrew benar-benar kecewa dengan apa yang ia tahu. seharusnya sejak dulu ia melakukan hal ini. Sehingga Sherly tidak ahrus terluka kembali karena apa yang telah Bram katakan.


Andrew menyesal telah membiarkan dan mengijinkan Sherly untuk menemui orang tuanya. Yang sebenarnya Bram tak pernah menginginkan Sherly untuk pulang walaupun untuk berkunjung. Cinta Bram kepada Sherly adalah sebuah tujuan untuk memenuhi segala keinginan dan ambisinya.Ia akan melakukan berbagai cara untuk memenuhi ambisinya termasuk Mengorbankan perasaan orang lain dan memanfaatkan orang di sekitarnya. Andrew telah lama mengetahui hal ini. akan tetapi ia tidak punya keberanian untuk mengungkapkan kepada Sherly karena Andrew tahu kalau Sherly begitu menghormati dan menyayangi Bram seperti ayah nya sendiri. Perasaan itu hanya sebelah tangan yang tak terbalaskan. Penyesalan Andrew begitu dalam karena nya ia kembali membuat gadis itu menangis dan terluka.


" Maafkan aku sayang harusnya aku bisa mencegah hal ini terjadi. " batin Andrew.

__ADS_1


__ADS_2