
Wajah mereke semakin mendekat. Mata Sherly berlahan tertutup ia pasrah dengan apa yang Andrew lakukan. Jantung mereka berdetak kencang saling bersautan. Andrew semakin mendekatkan wajahnya. Nafas mereka semakin memburu. Jarak diantara mereka tinggal beberapa inci.
" Bro... gue punya kabar buruk!" kata Steven yang tiba-tiba saja meluncur masuk begitu saja tanpa permisi.
Andrew dab Sherly seketika seperti orang yang kebingungan, wajah mereka bahkan seperti kepiting tebus. Andrew dengan secepat kilat menjauhkan diri dan mengambil majalah yang ada di meja pura-pura sedang membaca seauatu dengan serius. Padahal majalah itu jelas-jelas dalam posisi terbalik. Sedangkan Sherly memilih untuk bersidiri dan pura-pura mengamati sembuah lampu dinding yang ada di dekatnya.
Steven yang sadar telah salah moment akhirnya ia memilih mebalikkan tubuhnya dan pergi tanpa sepatah katapun, Steven tahu kalau ia sudah salah memilih waktu dan tidak mengetuk pintu terlebuh dahulu. Padahal salah satuAsisten rumah tangga sudah memperingatkan namun Steven tidak menghiraukannya ia tetap meneribos masuk. Alhasil kecangguangan yang terjadi diantara mereka.
Steven merasa sesikit sedih karena melihat hubungan Andrew dan Sherly semakin membaik dan bahkan mereka sudah mulai menunjukkan perasaan mereka masing-masing. Ada rasa khawatir terhadap Sherly, kabar yang ingin ia sampaikan kepada Andrew akan sangat mempengaruhi hubungan Andrew dan Sherly nantinya.
Sisi lain Steven merasa senang andai Andrew kembali tidak mempedulikan Sherly, akan tetapi ada rasa perih saat melihat Sherly merasa sedih karena sikap kasar dan cuek Andrew. Steven harus tetap mengatakan kabar buruk tersebut. Karena Steven merasa akan ada bencana yang akan terjadis diantara mereka berdua.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Seorang wanita baru saja turun dari sebuah taksi. Wanita itu dengan gaya modia dan modern berjalan dengan anggun memasuki sebuah arel apartment mewah. Senyumnya tak lepas dari bibir cantiknya. Ia begitu senang akhirnya bisa kembali ke negerinya setelah lama pergi.
Helen yang baru saja sampai di depan Apartment miliknya yang ia beli beberapa hari lalu. Ia sengaja kembali ke tanah air untuk kembali merebut apa yang menjadi miliknya sebelumnya. Ia tidak mau kehilangan tambanh permata yang dulu pernah ia abaikan.
Helen ingin segera menemui Andrew dan Helen berharap kalau ini akan jadi hadiah kecil yang ia berikan untuk Andrew. Selama pertemuannya di Singapura memang Andrew awsikit beeaikap dingin. Namun dengan kembalinya ke tanah air akan membuat Andrew yakin kalau ia serius dan tidak pernah main-main dalam hubungan mereka.
Helen berusaha menghubungi Andrew. Nomor kontak Andrew dengan mudah ia dapatkan. Melalui rekanan mantan suaminya ia meminta Nomor ponsel Andrew. Dengan alasan Andrew adalah saudara jauhnya. Selain Andrew ia tidak punya siapa-siapa lagi. Dan memang benar kedua orang tua Helen telah meninggal dunia dalam sebuah kecelakaan yang terjadi beberapa tahun lalu.
Helen tersenyum saat panggilan tersambung, namun sayang tak ada jawaban. Helen tak menyerah ia kembali berusaha menghubungi Andrew kembali. Hasilnya sama. Helen betubah jadi kesal. Hari ini ia memutuskan untuk datang ke kediaman Andrew, Helen yakin kalau Andrew sedang sibuk.
__ADS_1
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Steven yang tampak bingung harus berbuat apa memutuskan untuk kembali ke kantor. Banyak pekerjaan yang ia harus selesaikan. Selain menjadi Asisten pribadi Andrew Steven juga bertugas sebagai sekretaris Andrew di kantor bahkan merangkap sebagai wakil CEO.
Steven baru saja hendak masuk ke dalam lift. Tiba-tiba tangannya di tarik seseorang.
" Hai..." kata perempuan itu.
Betapa terkejutnya Steven saat melihat siapa yang menariknya.
" H...Helen..!" Gumam nya pelan. Steven tidak menyangka kalau perempuan itu sudah kembali secepat ini. Steven pikir Helen akan kembali beberapa hari. Namun kenyataanya perempuan itu kininsudah berdiri tepat di hadapanya.
Dengan senyum kaku Steven membalas nya.
" Kenapa kau begitu terkejut begitu stev? Ini Gue Helen Lo lup?" kata Helen dengan sedikit merajuk.
" B..bukan.. gue nggak nyangka aja bisa ngeliat Lo lagi." jawab Steven.
Helen tersenyum kemudian ia meminta Steven untuk mengantarnya menemui Andrew, karena di kantor ini sulit baginya untuk bertemu dengan Andrew tidak slleperti di Singapura ia bisa langsung menemui pria itu dengan mudah.
Steven kembali mengatakan kalau hari ini Andrew sedang tidak berada di kantor. Ia sedang di singapura menyelesaikan proyek. Helen begitu terkejut. Informasi yang ia dapat kalau Andrew sudah kembali dengan alasan memndadak dan ia tahu sendiri alasan apa itu.
Kemudian Steven mengajak Helen untuk minum kopi. Ia sekedar ingin memberikan sambutan kecil kepada teman lamanya itu. Helen menyetujuinya. Dengan senyum lebar Helen mengikuti Steven. Helen sangat senang setidaknya ada celah untuk mengetahui Andrew berada dimana saat ini.
__ADS_1
Steven dan Helen memasuki sebuah Cafe mewah yang terletak tak jauh dari sana. Steven dan Helen duduk di sebuah meja yang dekat dengan jendela. Banyak pembicaraan yang terjadi diantara mereka tentang masa lalu mereka yang singkat namun penuh dengan kenangan.
Helen berusaha mencari tahu siapa perempuan yang bernama Sherly sehingga membuat Andrew begitu mengkhawatirkannya. Steven mengetahui tujuan Helen datang. Ia berusaha keras untuk mengalihkan arah pembicaraan mereka.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
" Andrew kemana kita akan pergi?" Tanya Sherly.
" Kita akan belanja. Kamu udah lama nggak pergi belanja, bahkan kartu kredit yang aku berikan tak pernah ku gunakan." kata Andrew dengan raut wajah sedikit sedih.
" Maaf, aku masih belum memerlukan sesuatu sehingga aku harus menggunakan kartu yang kau berikan." Cicit Sherly.
Andrew menghembuskan nafas. Ia tidak mengerti dengan wanita yang satu ini. Biasanya Andrew yang ia tahu. Bila seoarang perempuan di berikan kartu tampa limit mereka akan menggunakannya dengan sepuasnya. Namun tidak dengan Sherly, bahkan uangnya masih utuh sejak ia berikan.
" Sherly, aku ingin kau menggunakan kartu itu untuk kebutuhanmu, bahkan kau boleh menggunakannya untuk apapun. Aku bekerja untuk menbahagiakan istriku sekarang." Tukad Andrew yang membuat Sherly tetdiam mendengar apa yang telah Andrew katakan.
" Tapi aku tidak ingin membuat mu berfikir kalau aku memanfaatkanmu demi uang. Aku kan hanya istri yang hanya do atas kertas Andrew. Aku hanya tidak ingin kau salah paham denganku." Cicit Sherly sedih.
Andrew seketika menghentikan mobilnya, Andrew terdiam lalu dengan cepat ia memeluk tubuh Sherly.
" Maafkan aku, Aku bersalah padamu, maaf aku telah menganggap mu seperti itu. Aku... Aku harap kita bisa memulainya dari Awal Sherly, beri aku kesempatan menjadi suami yang baik untukmu." kata Andrew dan semakin memeluk erat tubuh Sherly.
Sherly yang hanya bisa diam membisu tanpa kata mendengar apa yang dikatakan Andrew di telinganya. Rasanya seperti mimpi. Hatinya menghangat mendengar semua kata manis itu.
__ADS_1
Sherly berharap ini bukan mimpi.