Aku Menikah Karena Hutang

Aku Menikah Karena Hutang
Episode 54


__ADS_3

Sherly berjalan tanpa alas kaki menyusuri pantai. Angin bertiup menerpa wajahnya ia membiarkan kakinya basah oleh sapuan ombak yang pelan membelai pantai. Hatinya pun tampak rapuh saat ini. Entah kenyataan apa lagi yang tidak ia ketahui.


Sherly berjalan tanpa arah. dan sejak kapan gadis itu sudah berada di sana. Ia melangkah tanpa tujuan. Akhirnya ketegaran hatinya pun kembali goyah ia mengisi histeris di tepi pantai hanya pasir dan sang ombak yang menyaksikan kepiluan hatinya. Ingin rasanya ia berharap kalau semua ini hanya mimpi. Ia sudah terlanjur begitu mencintai Andrew namun ia juga bukan gadis yang egois sehingga membiarkan Andrew untuk menahan nya bersamanya.


" Sherly apa yang kau lakukan disini? Apa yang terjadi denganmu. " Steven yang sudah berdiri di depannya. Ia terduduk di hadapan Sherly yang sudah menangis.


Sherly mengangkat kepalanya ia melihat Steven dengan wajah khawatir memandangnya. Lalu dengan secepat kilat gadis itu berhamburan ke pelukan Steven dan kembali menangis histeris meluapkan rasa sakit di hatinya.


" Kenapa dia selalu membohongiku Kak Stev..hiks..?" kata Sherly di sela tangisannya.


Steven mengepalkan tangannya ia benar-benar merasa geram dengan Andrew. Matanya terpancar kemarahan yang tidak bisa ia luapkan kepada Andrew.


Steven yang dapat merasakan kepedihan Sherly membiarkan gadis itu menangis di pelukannya. Steven berusaha menenangkan Sherly dengan mengelus pelan punggung Sherly.Steven memeluk erat tubuh Sherly yang bergetar hebat.


Sampai sebuah tangan menjauhkan tubuh Sherly dari tubuhnya. Dan sebuah pukulan keras telak mendarat dengan sempurna di wajahnya.

__ADS_1


Andrew yang berdiri dengan tatapan membunuh di hadapan Steven kembali mengingatkan pria itu untuk menjauh dari istrinya. Sherly yang terkejut dengan kedatangan Andrew tiba-tiba berusaha menghentikan Andrew yang hendak kembali menyerang Steven.


Andrew begitu kesal karena Sherly membela Steven dan melindunginya. Dengan Kasar Andrew menarik tangan Sherly sehingga gadis itu meringis kesakitan.


Sherly berusaha melepaskan diri dan menjelaskan kepada Andrew bahwa ia tidak sengaja bertemu dengan Steven disana. Sherly tidak ingin Andrew salah sangka dengannya dan juga Steven. Andrew semakin kesal saat Sherly menyebut nama Steven dengan sebutan kakak. Kemarahan menguasai pria tampan itu. Andrew mengendong paksa tubuh gadis itu yang terus meronta-ronta. Andrew memaksa Sherly untuk masuk kedalam mobilnya kemudian ia berputar dan masuk ke dalam mobil kemudian melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Sherly berteriak ketakutan namun tidak Andrew dengarkan ia benar-benar marah kali ini dengan apa yang dilihatnya.


Mobil itu memasuki sebuah rumah mewah. Sherly bingung entah kemana lagi pria itu akan membawanya. Rumah mewah itu tidak pernah Sherly lihat.


" Kau mau membawaku kemana? ini Rumah siapa?" teriak Sherly.


Andrew keluar dari mobil kemudian kembali mengendong tubuh Sherly seperti karung beras. Sherly berusaha turun namun tubuh mungilnya tidak kan bisa mengimbangi tenaga Andrew. Ia hanya bisa kembali menangis. Entah apa yang akan terjadi padanya kali ini. Sherly tahu Andrew kembali dikuasai rasa marah. Akan tetapi ia tidak sempat menjelaskan kepada Suaminya kalau ia tidak sengaja bertemu dengan Steven di sana.


" Andrew plis turunkan aku!" pinta Sherly kepada Andrew.


Pria tinggi itu tidak mempedulikan. Ia tetap melangkah memasuki rumah tersebut kemudian melangkah menaiki tangga dengan entengnya ia memikul tubuh Sherly di pundaknya. Sherly hanya bisa menangis. Ia membayangkan hal yang mengerikan akan terjadi pada dirinya kali ini. Terlihat dari raut wajah suaminya. Ia belum pernah melihat Andrew begitu marah. Bagaimana tidak. Andrew benar-benar kehilangan kendali saat ia tidak mendapati Sherly ada di kampusnya. Dengan penuh rasa khawatir ia mencari Sherly ke seluruh kampus tersebut, namun ia tidak dapat menemukannya. Sampai ia sadar satu hal kalau ia memasang alat pelacak di Ponsel milik Sherly. Wajahnya mengerut saat tahu Sherly sedang berada di sebuah pantai. Dengan kecepatan tinggi ia melajukan mobil miliknya menuju Pantai tempat lokasi Sherly berada. Saat sampai disana alangkah terkejutnya ia saat mendapati istrinya sedang berpelukan dengan seorang pria tak lain adalah Steven.

__ADS_1


Andrew kini melempar tubuh Sherly di sebuah ranjang king size di sebuah kamar. Sherly benar-benar merasa ketakutan kali ini. Andrew yang sudah terbakar api cemburu. Berlahan mendekati Sherly.


" Apa yang akan kau lakukan?" tanya Sherly dengan ketakutan.


Andrew tersenyum miring


" Apa yang seharusnya aku lakukan dari dulu." Bisik Andrew di telinga Sherly.


Kini tubuh Sherly sudah tidak bisa bergerak karena kedua tangan kokoh itu menguncinya. Sherly menggelengkan kepalanya Air matanya tak berhenti mengalir. Saat Andrew mulai menyerangnya. Andrew mencium paksa bibir Sherly. Sementara Sherly berusaha menghindarinya. Semakin ia menghindar Andrew semakin kasar melakukannya.


" Apa kau benar-benar tidak suka aku menyentuhmu? Apa kau lebih suka pria lain menyentuhmu aghh..." hardik Andrew yang kembali kesal.


Sherly menggelengkan kepalanya, ia berusaha menjelaskannya. Akan tetapi bibirnya bungkam karena serangan Andrew yang kembali mencium bibirnya dengan rakus.


Sherly hanya bisa menangis pasrah. Ia sudah tidak sanggup melawan lagi. Semakin ia melakukan hal itu Andrew akan semakin kasar melakukannya.

__ADS_1


Ada rasa sedih dalam hatinya. Entah harus dengan cara yang seperti ini ia akan memberikan seluruh dirinya pada suaminya. Dengan paksa Andrew mulai merobek pakaian yang di kenakan Sherly. Andrew kembali menyerang Sherly ia tidak peduli walaupun Sherly telah memohon padanya kali ini. Semakin Sherly memohon hati Andrew semakin marah. Ia merasa Sherly tidak mampu memberikan dirinya. Andrew semaki tidak terima karena kali ini rasa cemburu itu menguasai dirinya. Andrew benar-benar dikuasai nafsu membara. Wajahnya tampak menyimpan sebuah amarah tampak jelas dari sorot mata itu. Sherly sudah tidak bisa mengelak lagi. Ia pasrah dengan apa yang kini terjadi padanya. Khayalan tentang sesuatu yang indah di malam pertama mereka menjadi suami istri yang sesungguhnya pupus sudah. Sherly hanya bisa menangis saat sesuatu mulai merobek dan memporak porandakan pertahanan selama ini ia jaga dengan baik. Air mata kembali membasahi pipi Sherly saat Andrew sudah berhasil menanboxing nya dengan paksa. Rasa sakit itu tak sebanding dengan kepedihan hatinya. Kenapa ia harus melewati sesuatu yang hanya sekali dalam hidupnya dengan cara seperti ini. Walaupun itu dengan orang yang sudah memenangkan hatinya yaitu suaminya sendiri. Hanya saja cara Andrew merenggutnya tidak benar. Sherly hanya bisa mengisi pilu saat Andrew sudah terkapar di sebelahnya.


__ADS_2