
Andrew masih setia menyantap makanan yang di buatkan Sherly itu. Ada rasa hangat yang menyeruak dalam tubuh nya saat makanan tersebut.
" Ada apa Andrew? Apa kau tidak menyukainya.?" Tanya Sherly yang sedari tadi memperhatikan suaminya itu. Wajahnya berubah saat memasukkan makanan tersebut kedalam mulutnya.
" Jangan banyak bicara saat makan!" jawab Andrew tiba-tiba dingin.
Deg....
Sherly menyadari sesuatu yang salah telah ia lakukan. Wajah dingin itu kembali lagi.
Akan tetapi gadis itu tidak berani lagi menanyakan prihal yang sedang mengganjal di hatinya saat ini, ia lebih memilih diam.
Suasana di meja makan itu tampak hening. Hanya suara sendok yang sedang beradu yang menghiasinya. Wajah Andrew masih sama tetap datar. Namun ia dengan lahap menyantap makanan tersebut.
Sherly hanya bisa menundukkan kepala. Perasaanya berkata kalau ada yang salah kali ini. Sherly hanya butuh mempersiapkan mentalnya kali ini. Sherly harus siap dengan apa yang akan terjadi padanya.
Selesai mengisi perutnya Andrew segera bangkit dari kursinya dan memilih pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun.
__ADS_1
Sherly hanya bisa menatap nanar pria itu. Hatinya terus bertanya tentang apa yang terjadi pada Andrew. Baru beberapa saat yang lalu Andrew memperlakukannya dengan manis. Tapi kini ia kembali dingin seperti dulu saat pertama kali Sherly mengenal pria itu.
Aneh!
Kata itu tersemat jelas di pikiranya, Sherly masih belum bisa memahami suaminya itu meskipun sudah hampir 4 bulan ia tinggal bersama. Sherly benar-benar belum sepenuhnya mengenal pria yang menjadi pendamping hidup nya itu. Tekadnya yang kuat untuk tetap mempertahankan pernikahan tersebut membuatnya pasrah dan menerima segala sesuatu yang akan terjadi pada dirinya.
Dengannya hati Sherly bertanya. Inikah cinta. inikah akhir pencarian Sherly selama ini.
Cinta bagai api tak berasap. Kini Ada seorang pria yang merupakan suaminya mau hatinya berantakan dan merasakan kebingungan. Sherli bisa melakukan apa kalau kenyataanya ia kini telah jatuh cinta pada suaminya itu. Ia menerima semua tentang suami nya itu, termasuk segala sifat baik dan keburukan miliknya. Sherly berlahan mulai belajar memahami kemauan dan keinginan Andrew. Ia melakukan hal terbaik untuk membuat suaminya mencintainya dan membalas perasaanya. Ini adalah kali pertama Sherly merasa begitu perhatian kepada seorang pria yaitu pria yang sudah sah menjadi pendamping hidupnya. Ini juga pertama kalinya Sherly merasakan warna hidup saat begitu tergantung dan takut akan kehilangan seseorang.
Steven selalu banyak bercerita bagaimana Andrew dan masa lalunya. Maka dari itu ia bisa paham kalau kehangatan,kasih sayang dan cinta itu pergi karena rasa kecewa seseorang yang luar biasa. Bahkan Sherly tahu pasti dan memahami bagaimana pengorbanan dan kekecewaan yang Andrew rasakan selama ini.
Sama halnya dengan dirinya yang pertama kali merasa kecewa karena sebuah kenyataan yang begitu pahit. kalau ia bukan anak kandung ayahnya yang selama ini telah merawatnya. Akan tetapi Sherly berusaha keras untuk belajar menjadi lebih ikhlas menerima kenyataan. Ia tidak kan pernah mempertanyakan kemana sebenarnya ayah kandungnya kepada ibunya karena itu akan membuka luka lama yang telah sembuh. Sherly tidak ingin itu terjadi.
Dari hal itu Sherly banyak belajar tentang keikhlasan hidup agar kita tetap bisa melangkah ke depan, tidak akan menoleh kebelakang dan menyesali yang telah terjadi. Karena sebuah penyesalan tidak akan. Isa merubah apapun. Masa lalu tetaplah masa lalu hanya bisa Sherly jadikan sebuah pelajaran agar kelak anaknya tidak mengalami nasib yang serupa. Ia ingin hidup bahagia bersama dengan orang yang sudah jadi suaminya. Meski awal ia tidak menerima pernikahan ini. Kan tetapi Sherly sudah banyak belajar tentang keikhlasan hidup ia mulai belajar untuk menerima karena itu adalah takdir dari Tuhan untuk nya.
Sherly hanya ingin menunjukkan kepada dunia kalau Cinta bisa tumbuh seiring waktu. Kebahagiaan yang abadi pasti ada di kehidupan masa depannya meskipun pernikahan ini berawal sebuah kesepakatan dan perjanjian karena sebuah hutang ayahnya. Sherly ingin menunjukan kepada dunia kalau ia. Isa mencintai dan dicintai suaminya. Sherly ingi menunjukkan kepada dunia kalau pernikahan paksa tidak berakhir kecewa dan derita.
__ADS_1
Cinta akan menyentuh siapapun. Cinta kan bersabar untuk apapun. Dan cinta akan berjuang semua sesuatu.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Kini Sherly sudah berada di dapur setelah membantu bibik membereskan semua ia memutuskan untuk membuat secangkir kopi untuk suaminya. Karena itu biasa ia lakukan saat Andrew sedang berada bersama dengannya.
Sherly mencari keberadaan Andrew dengan secangkir kopi di tangannya. Awalnya ia ragu untuk memberikan secangkir kopi yang ia buat untuk Andrew melihat Andrew yang sedang duduk terdiam dengan tatapan hampa.
Akan tetapi Sherly sudah meyakinkan dirinya untuk tetap berjuang apapun hasilnya nanti.
Sherly melangkah mendekati Andrew dan meletakkan secangkir kopi itu di meja dekat tempat Andrew duduk merenung. Sherly hanya tersenyum dan kemudian mempersilahkan suaminya untuk menikmati kopi yang ia suguhkan dan setelah itu berlalu pergi membiarkan Andrew untuk sendiri beberapa saat. Sherly yakin Andrew buruk sendiri untuk bisa menyelesaikan masalah yang sedang ia hadapi. Sherly masih belum tahu pasti penyebabnya, apa itu mengenai pekerjaan atau masa lalunya. Sherly belum berani bertanya kepada suaminya itu. Ia akan setia menunggu sampai Andrew sendiri yang mau membagi bebannya kepada dirinya.
Andrew hanya menatap datar gadis itu. Hatinya menolak untuk melakukan hal itu tapi disisi lain pikiranya mengintimidasi nya dengan cerita masa lalu yang menyakitkan dan kembali terlintas di otaknya. Andrew sudah lama lupa kan hal itu akan tetapi entah kenapa momen itu kembali berkeliaran di pikiranya.
Hati Andrew tidak ingin meme uat Sherly kembali terluka. Meski ia bisa melihat senyum di wajah gadis itu, Andrew tahu betul kalau itu adalah kamuflase Sherly untuk menutupi kesedihannya. Andrew tahu kalau gadis itu mati-matian berusaha tetap terlihat baik-baik saja karena sifatnya selama ini. Andrew juga sadar kalau itu bukan kesalahan nya. Semuanya adalah salahnya sendiri yang terus terbenam bersama masa lalu yang harusnya telah ia lupakan. Harusnya Andrew bisa melupakan yang telah berlalu meskipun itu menyakitkan hati. Ia harusnya tetap melangkah ke depan. Karena hidup terus berjalan dan masa depan sedang menanti. Masa depan yang seperti apa itu tergantung pada dirinya bagaimana menjalani hidup untuk masa depannya. Andrew sadar kalau selama ini ia masih tetap berdiri di tempat yang sama. Ia masih belum mau melangkah meninggalkan tempat itu sejak lama.
Hidup bagaikan roda yang terus berputar.
__ADS_1