
Andrew terdiam di sebelah ranjang tempat Sherly berbaring mereka masih berada di kantor Andrew.
" Andrew... Andrew kau dimana?" suara seorang wanita memanggil namanya.
Itu Helen yang kembali lagi.
" Ada apa kau kemari lagi.. tidak cukup kau membuat Sherly syok dengan kejujuran mulutmu itu." Jawab Andrew yang muncul dari ruang pribadinya.
" Aku membantumu Andrew, aku kasihan terhadapmu. Kau begitu mencintai wanita yang telah mengkhianati mu. Kau begitu menjaga perasaanya sementara kau mengorbankan perasaanmu yang sebenarnya. Mengapa kau melakukan hal ini... Masih banyak wanita yang mau menerima keadaanmu." kata Helen berucap panjang lebar hingga mulutnya hampir berbuih..
" Cukup Helen. Kau sudah tahu jawabanku. Jadi buat apa kau mengatakan hal yang tak penting. Aku minta kau pergi sekarang juga. Aku tidak Sudi melihatmu lagi." Jawab Andrew dingin.
" Tapi Andrew...".
" Helen ... Jangan paksa aku melakukan hal yang menyakitimu." Potong Andrew dan berbalik tanpa mau melihat wanita itu lagi.
Helen begitu kesal dengan perlakuan Andrew terhadapnya.
" Tunggu..."
Helen menghentikan langkah kakinya yang hendak keluar dari ruangan itu.
" Sayang kau sudah bangun." Kata Andrew lembut saat melihat Sherly sudah berdiri di ambang pintu.
Helen membalikkan tubuhnya. Ia melihat Sherly dengan wajah pucat nya sudah berdiri di ambang pintu ruangan pribadi Andrew.
" Kau... Masih berani berada disini, setelah apa yang kau lakukan kepada Andrew. Kau wanita yang tidak tahu diri beraninya kau mengkhianati suamimu dan kau juga memaksa Andrew untuk bertanggung jawab atas bayi haram yang kau kandung. " Kesal Helen.
" Helen.. Jaga ucapanmu." bentak Andrew.
" Cukup Andrew aku tidak kan pernah mau menahannya. Lagi. Perempuan ini harus tahu batas nya. " jawab Helen tak mau kalah.
Sherly tampak menarik nafas dalam-dalam kemudian ia melangkah mendekati Andrew.
__ADS_1
" Andrew apa. Kau percaya aku? Apa kau mencintaiku.?" Tanya Sherly dengan tatapan yang penuh dengan harapan.
" Apa maksudmu sayang. Tentu saja aku mencintaimu melebihi apapun." jawab Andrew menatap penuh cinta kepada sang istri.
" Tapi kau tak percaya aku Andrew. Anak yang ada di perutku ini adalah anakmu." Jawab Sherly sedih.
" Cukup ..nyonya... Kau munafik. Setelah semuanya terbongkar kau masih memaksa Andrew untuk mengakui kalau itu adalah anaknya. Kau tau Andrew tidak akan pernah bisa memberikan kau seorang anak. Karena Dia mandul. " kata Helen kesal.
" Helen kau keterlaluan." bentak Andrew.
" Helen.. bukti apa yang bisa kau berikan kalau anak ini bukan anak Andrew. " Jawab Sherly.
" Bukti .. Apa kurang bukti kalau kenyataan Andrew mandul mana mungkin kalau dia bisa membuat perempuan hamil." Kata Helen semakin menjadi-jadi.
" Aku yang tahu dengan siapa berhubungan. Hanya aku yang tahu sebenarnya. Aku yakin ada yang salah disini." kata Sherly dengan penuh keyakinan.
" Apa maksudmu sayang. Maksudmu semua report kesehatanku salah." tanya Andrew.
" Mungkin saja Andrew. Aku belum yakin. Seseorang telah melakukan sesuatu demi memisahkan aku denganmu." Jawab Sherly.
" Bisa saja. Dokter juga manusia yang silau akan harta Andrew. Mereka bukan dewa. " Kata Sherly.
Helen tersenyum kecut.
Andrew tampak menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya berlahan.
" Hentikan sayang... Jangan banyak berfikir. apapun yang terjadi aku tidak kan meninggalkanmu. Kita besarkan bayi ini bersama aku akan menganggap bayi ini seperti anakku sendiri." Jawab Andrew yang berusaha memeluk tubuh Sherly.
" Tidak Andrew. Anak ini bukan anak orang lain melainkan anak kandungmu. Bagaimana mungkin kau tidak mempercayainya. " Jawab Sherly sedih.
Andrew kembali menarik nafas untuk meredam emosinya.
" Sayang.. Plis hentikan. Aku sudah mengatakan dengan jelas. Aku tidak mempermasalahkan hal itu. Mari kita rawat itu dengan baik. Aku akan jadi ayah yang baik buat dia." Kata Andrew seraya menarik tangan Sherly dan merengkuh tubuhnya.
__ADS_1
Namun Sherly menolak. Wajahnya terlihat sedih. Ia masih tidak terima dengan apa yang dikatakan Andrew. Sherly ingin ia menerima bayi ini sebagai anaknya. Buka.mn rasa bertanggung jawab.
" Tidak Andrew... Selama kau Beluma mau mengakui anak ini. Lebih baik kita jangan bertemu dulu." Ucap Sherly dan memilih untuk melangkah pergi meninggalkan Andrew yang berusaha mengejarnya.
" Sayang... Apa maksudmu..Jangan lakukan ini. Aku tidak bisa tidur tanpamu sayang.." Panggil Andrew dan menarik wanita yang memalingkan wajahnya padanya.
Sherly menghentikan langkah kakinya.
" Baiklah.. Aku akan ikuti keinginan mu asal kau mau mengikuti keinginanku juga. " kata Sherly.
" Baik lah sayang... Apa pun itu aku akan ikuti tanpa penolakan sedikitpun. " jawab Andrew.
" Lakukan tes kesehatan mu ulang. Aku ingin Tahu jawaban nya sendiri dan percaya dengan hasilnya setelah kau melakukan cek kesehatan mu lagi." kata Sherly.
" Tapi sayang... Tes.. Apapun itu hasilnya akan tetap sama." Jawab Andrew.
" Tidak.. Aku yakin apa yang aku pikirkan benar. Ada yang salah dengan semua ini. " jawab Sherly dengan wajah yang penuh keyakinan.
Andrew tampak diam. Ia tidak ingin kembali membuat hatinya terluka. Karena baginya hasil nya pasti akan memukul keras hati dan jiwanya.
" Apa kau meragukan kinerja dokter di rumah sakit ku sayang. Aku yakin hasilnya akan tetap sama sayang. Kau tak mengerti perasanku. Kau tak tahu betapa terlukanya aku akan hal ini." Kata Andrew dengan wajah yang sedih.
Sherly mendekati suaminya itu ia memeluk tubuh atletis milik Andrew.
" Aku yakin kau pria normal Andrew. Aku yakin itu sayang. Karena sedikitpun aku tak pernah mengkhianati mu. Hanya kau pria yang berhak atas diriku." Kata Sherly meyakinkan suami nya itu.
Mendengar apa yang dikatakan Sherly, Andrew mulai memahami nya dan ia menyetujui semua yang jadi keinginan istri nya itu. Andrew hanya berdoa mudah-mudahan apa yang dipikirkan Sherly benar. Dan hasilnya bisa membuatnya tenang dan tidak membuatnya kembali terluka.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
" Sial... Semua yang aku rencanakan bisa gagal." Umpat seorang wanita yang tampak tidak tenang setelah mengetahui kenyataan yang membuatnya khawatir san panik.
" Tenang saja. sayang. Aku yakin pria itu tidak akan mau mengikuti keinginan Istri bodohnya itu. Karena aku yakin dengan sifat pria arogan itu."Jawab seorang pria yang tengah duduk dengan santainya seraya meneguk minuman alkohol.
__ADS_1
" Tidak.. Aku tidak kan biarkan hal ini hancur begitu saja. Kita akan lakukan sesuatu untuk mencegahnya." jawab wanita itu.
" Apa yang akan kau lakukan. Semua sudah jelas sekarang kau temani aku dan kita lupakan hal itu sejenak. Mari kita Bersenang-senang sayang. Sudah lama kita tidak melakukannya. Aku rindu berat dengan tubuh dan goyanganmu." Jawab sang pria seraya menarik tubuh gadis molek itu kedalam pelukannya.