
Andrew hanya bisa menarik nafas panjang. Ia sama sekali tidak menyangka kalau Sherly kan berfikir seperti itu. Ingin rasanya ia tertawa sekencang mungkin akan tetapi ada rasa kesal juga yang mengganjal dalam hatinya.
" Bagaimana aku akan menghadapi wanita satu ini. Kenapa otakku tak secerdas biasanya wanita ini yang membuatku bisa berubah seperti sekarang ini. " Umpat Andrew dalam hati.
Sherly hanya bisa menatap Andrew dengan tatapan aneh. Ia tidak mengerti dengan apa yang di pikiran Andrew. Pikiran aneh itu masih tetap menguasai pikirannya. Ia benar-benar merasa takut dan khawatir andai apa yang jadi pikirannya itu benar.
" An... Andrew please kendalikan dirimu. Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu." kata Sherly yang membuat Andrew merasa senang mendengar kalau Sherly menghawatirkan keadaannya.
Wajahnya berubah bahagia dan akhirnya ia tersenyum manis pada gadis yang menatapnya khawatir. Sherly pun menarik nafas panjang dan mulai tenang saat senyum Andrew terbit di bibirnya.
" Wah... anak ini benar-benar membuatku sesuatu. Wajahnya berubah menjadi tenang sekarang" batin Andrew.
Sherly menundukkan kepalanya. Ia mulai memikirkan sesuatu apakah yang ia pikirkan terlalu berlebihan. Dan ia mulai menyadari kalau pikiran buruknya telah menguasainya dan membuatnya menjadi orang bodoh. Andrew pasti berfikiran kalau ia gadis yang terlalu berlebihan dan terlihat konyol.
Andrew tertawa kecil saat menyadari Sherly yang terlihat malu. Kemudian ia kembali menjalankan mobilnya dan melanjutkan perjalannya.
Mobil mewah itu melaju memasuki area apartemen mewah milik Andrew. Setelah memarkirkan mobilnya Sherly dan Andrew turun dan berjalan beriringan menuju lift yang menghubungkan areal parkir dan hunian yang dimiliki Andrew yang selama ini jadi tempat tinggal dua manusia yang sedang kebingungan dengan perasaanya masing-masing.
Sampai di depan pintu. Andrew membuka pintu dengan kartu kunci miliknya, dan melangkah masuk.
__ADS_1
Sherly melangkah masuk menuju kamarnya yang kini telah di sulap jadi kamar tidur yang begitu indah dengan ranjang king size yang di buat khusus. Bahkan kamarnya yang semula ha ni ya ada sofa panjang kini sudah berfasilitas lengkap di dalamnya dengan lemari dan meja rias.
Sherly sangat senang awalnya tahu kalau kamarnya sudah di desain khusus untuk dirinya atas perintah Andrew. Ingin rasanya ia mengucapkan terima kasih karena Andrew telah berbaik hati kepadanya. Steven yang selama ini mengerjakan apa yang di perintahkan Andrew selalu memberi tahu Sherly kalau Andrew telah banyak berubah. Bahkan bukan hanya di rumah sikap dinginnya di kantor pun sedikit menghilang. Meski kadang saat-saat tertentu bisa muncul.
Steven selalu di perintahkan Andrew untuk menemani Sherly kemanapun ia pergi saat dirinya tidak bisa menemani gadis itu untuk pergi ataupun melakukan sesuatu.
Steven sangat bahagia. Isa membantu gadis cantik itu. Hatinya yang telah terpaut lama kepada gadis itu. Namun ia tidak berani menunjukkan ya kepada Sherly karena Andrew sudah mulai menerima pernikahan mereka. Bahkan kini Andrew telah banyak berubah jadi baik kepada Sherly. Ada rasa kecewa karena awalnya Steven akan merebut hati Sherly bila Andrew terus menyakitinya. Steven akan berani mengambil resiko besar untuk membuat gadis yang telah ia cintai sejak pertemuan pertamanya itu. Walaupun ia harus kehilangan pekerjaan dan semuanya. Steven akan rela demi membahagiakan Sherly dan menjauhkan Sherly dari Andrew orang yang telah mengecewakannya.
Namun kini impian itu telah sirna. Semua keinginannya ia kubur dalam-dalam di hatinya. Asal Sherly tetap tersenyum akan tetapi bila suatu hari nanti Andrew membuat Sherly menangis dan sedih Steven tidak lagi memberikan kesempatan kepada Andrew untuk mendekati Sherly. Ia akan membawa Sherly pergi dan berusaha merebut hati gadis itu. Kemudian akan membuatnya bahagia.
Steven akan sekuat tenaga membahagiakan Sherly dan membuatnya melupakan kesedihan dan rasa sakitnya karena Andrew.
" Andrew apa kau melihat semua pakaian ku?" Tanya Sherly yang kebingungan karena semua pakaian sederhana miliknya menghilang di lemari pakaian di kamarnya. Semua berubah jadi gaun dan pakaian mahal dengan merk terkenal.
Andrew yang sedang berada di kamar mandi mendengar apa yang Sherly tanyakan. Bibirnya tersungging senyum bahagia. Karena Steven telah menjalankan perintahnya.
ya... Andrew semalam meminta Steven untuk membuang semua pakaian Sherly yang terlihat sederhana baginya, dan menggantinya dengan pakaian mahal. Itu salah satu harapan Andrew membuat gadis itu terkesan padanya.
Sherly yang hanya menggunakan handuk kimono pendek sedang berdiri di depan pintu kamar mandi milik Andrew. Ia menunggu jawaban atas apa yang ditanyakan kepada Andrew. Terdengar suara gemericik air dari dalam kamar mandi. Sherly kembali mengetuk pintu kamar mandi itu. Namun tidak ada jawaban. Air shower di kamar mandi itu tiba-tiba berhenti. Sherly berfikir kalau Andrew sedang akan membuka pintu dan memberinya jawaban. Namun ia salah setelah menunggu beberapa saat Andrew tidak keluar dari kamar mandi tersebut.
__ADS_1
Sherly sedikit heran, kenapa pria itu tidak kunjung menampakkan batang hidungnya dari balik pintu sementara ia sudah merasa kedinginan karena tidak menggunakan pakaian sehabis mandi.
Sherly kembali mengetuk pintu kamar mandi dan bertanya kembali kepada Andrew. Namun tidak ada jawaban lagi. Sherly pun mulai khawatir takut terjadi sesuatu kepada Andrew di dalam kamar mandi. Meskipun tubuh Andrew mempunyai tubuh yang kuat dan kokoh akan tetapi ia hanya seorang manusia bisa saja terjadi sesuatu padanya.
Sherly kembali di serang kepanikan. Ada rasa bimbang di dalamnya. Antara takut dan khawatir. Ia takut bila ia menerobos masuk ia kan menyaksikan hal yang membuatnya sport jantung dan rasa khawatirnya juga membuatnya panik bila terjadi sesuatu pada Andrew di dalam sana ia tidak menolongnya itu akan berakibat fatal.
Sherly menimangnya dan mulai membuat keputusan. Rasa manusiawi lebih penting baginya daripada rasa malu.
Dengan cepat ia membuka pintu kamar mandi tersebut, seraya berteriak memanggil nama Andrew dengan wajah yang Begitu khawatirnya. Ia sudah tidak peduli lagi entah apa yang akan dilihatnya didalam sana. Dan rasa malu yang seperti apa yang ia akan hadapi. Sherly sudah tidak peduli lagi. Rasa takut dan khawatir nya akan pikiran buruknya lebih menguasai pikirannya.
Sherly memberanikan diri membuka pintu namun matanya tertutup rapat. Ia berusaha melangkah masuk dengan mata yang tertutup mencari keberadaan Andrew. Sherly memanggil pria itu namun tidak ada jawaban sama sekali. Ras khawatir itu semakin membuatnya panik. Ia semakin yakin dengan pikirannya kalau telah terjadi sesuatu kepada Andrew.
Sherly melangkah berlahan dengan mata yang tertutup. berusaha mencari keberadaan Andrew yang masih tetap diam meskipun ia terus memanggilnya. Tangannya terus berjalan di tembok sebagai pegangan dan arah untuk berjalan.
Sementara Andrew yang sadar kalau Sherly telah masuk begitu saja kedalam kamar mandi miliknya terdiam. Karena matanya menangkap pemandangan yang begitu indah sedang mendekat kearahnya. Pemandangan yang membuatnya bergejolak dan sedikit terusik setelah sekian lama ia tidak merasakan hal tersebut sebagai pria dewasa.
Matanya membulat sempurna saat kaki jenjang itu melangkah dan memperlihatkan. pemandangan yang sangat indah. kulit putih nan mulus itu terekspos sangat jelas.
Sherly dengan mata terpejam berjalan berlahan namun tiba-tiba.......!!!!
__ADS_1