Aku Menikah Karena Hutang

Aku Menikah Karena Hutang
episode 58


__ADS_3

Di sebuah meja bundar dekat taman. Sherly, Andrew dan dua wanita yang sama-sama memiliki arti dalam hidup mereka.


Andrew menatap wanita yang selama ini telah banyak membuat hidupnya berubah. Dina hanya menunduk merasakan pedih hatinya seorang diri saat kembali mengingat hal paling menyakitkan dalam hidupnya seorang diri.


" Dina bagaimana kabarmu?" tanya Anna membuka pembicaraan mereka setelah beberapa menit terdiam.


" Baik" jawab Dina singkat. Ia mengalihkan pandangannya untuk menutupi kesedihan yang terpancar jelas di matanya tuanya.


Sherly dan Andrew saling bertatapan mereka tidak ada berani mengucapkan sepatah katapun. Andrew ingin rasanya ia amenghilangbdari dunia ini. Ia benar-benar takut kalau hal ini akan membuat Sherly menjauhinya. Hari ini pasti akan jadi hal yang paling berat bagi Andrew karena semuanya akan terungkap. Entah mengapa Anna bisa ada di sini. Andrew memejamkan matanya hatinya terus meronta dan meminta kepada Tuhan.


" Apa kau tak pernah bertemu dengan Johan?" tanya Anna yang sontak membuat Dina menoleh.


Pertanyaan itu membuat Sherly dan Dina menatap Anna. Entah mengapa wanita itu mengeluarkan pertanyaan seperti itu.


Dina merasa seperti tersayat luka jahitan dihatinya terbuka sehingga mengeluarkan darah yang tak terlihat namun hatinya dapat merasakan pertanyaan itu membuat hatinya semakin sakit.


Dina menarik nafas pelan. Bagaimana bisa ia bertemu dengan Johan sementara Johan telah memilih meninggalkannya beserta bayi yang ada dalam perutnya saat itu dan memilih wanita lain yang saat ini tengah berada di depan matanya.


" Apa maksudmu?" jawab Dina yang menatap dalam mata Anna.


Anna tersenyum ia mengerti dengan tatapan itu. Ia mendekati Dina dan menggenggam tangannya.


" Dina.. kau pasti telah salah paham dengan Johan dan juga aku." kata Anna yang tak berhenti tersenyum.

__ADS_1


Dina bungkam dengan ribuan pertanyaan dalam pikirannya.


" Dina.. aku dan Johan tidak pernah memiliki hubungan apapun. Memang dulu kami pernah menjalin hubungan sebagai sepasang kekasih, akan tetapi semuanya telah berakhir setelah orang tuaku memutuskan menjodohkan aku dengan David papa Andrew." kata Anna dengan berusaha terus tersenyum, walaupun hatinya sebenarnya menangis karena ia juga terimbas dengan kejadian hari itu.


Dina masih terdiam ia sama sekali tidak punya kata untuk mampu ia ucapkan, meski hatinya terus melontarkan ribuan pertanyaan.


" Dina.. kami di jebak." kata Anna.


Andrew, Sherly dan Dina sedikit terkejut dengan kata Anna. Apa maksudnya kalau mereka dijebak yang mereka tahu adalah Anna dan Johan sengaja melarikan diri di hari pernikahan Dina dengan kapal pesiar.


" Mama.." kata Andrew


" Sayang... aku tak pernah mengkhianati papa mu, sampai saat ini pun aku masih setia dengan papamu dan kau. Namun hanya kesalahan yang membuat mama dan papamu harus berpisah. David tak pernah mau mendengarkan penjelasan ku saat itu." kata Anna terdengar pilu. Hatinya seperti menjerit dengan sebuah kesedihan yang teramat dalam.


Anna mulai bercerita kejadian di hari itu. Anna mengatakan hal yang sebenarnya tidak pernah Dina dengar. Andrew dan Sherly terkejut mengetahui semuanya. Andrew merasa lega karena kebenaran yang sesungguhnya tidak akan membuat Sherly harus punya alasan untuk membencinya. Andrew tersenyum bahagia. Karena wanita yang selama ini ia pikir telah meninggalkannya dan ayahnya demi cinta pertamanya.


Dina seperti mendapatkan angin segar setelah mendengar semua cerita Anna. Dina memeluk erat tubuh Anna ia berterima kasih karena mau mengatakan semuanya. Dina juga merasa bersyukur Tuhan kembali mempertemukan mereka dengan tanpa sengaja.


Sementara Sherly merasa ini jawaban kenapa ia ingin sekali bertemu kembali dengan wanita cantik yang ternyata adalah ibu mertuanya itu. Ia melirik Andrew yang tak berhenti menatap Anna dengan penuh rasa kerinduan. Sherly menggenggam tanga. Andrew sehingga pria itu menoleh. Sherly tersenyum bahagia kepada Andrew.


" Dina aku harap kau mau menemui Johan ia sangat merindukan mu dan ia selalu berharap kau kembali." Kata Anna.


Dina menundukkan kepala ia bingung harus mengatakan apa saat bertemu dengan pria 8tu setelah sekian lama. Ia merasa bersalah karena terlalu curiga dan tidak percaya dengan cinta yang diberikan Johan untuknya. Ia lebih tepat dikatakan sebagai penghianat karena memilih dan memutuskan menikah dengan pria lain untuk menyelamatkan nama baiknya. Harusnya Dina mau menunggu dan mendengar penjelasannya.

__ADS_1


Dina menangis dalam hati ia terus meminta maaf kepada Johan. Hatinya kembali tersayat mengingat kesedihan Johan karena ulahnya. Pria yang ia pikir pergi meninggalkannya ternyata adalah pria yang baik bahkan sampai saat ini ia memilih sendiri dan selalu setia dengan cintanya.


Sherly berhamburan ke pelukan Anna, ia berterima kasih kepada wanita cantik itu. Sherly mencium tangan Anna. Ia mengatakan kalau Anna adalah wanita terbaik yang pernah ia temui. Sherly berharap kebahagiaan Anna kembali. Sherly melirik Andrew kemudian peria itu ikut bangkit dari duduk ya dan bersimpuh di hadapan Anna. Andrew meminta maaf kepada Anna karena ia telah salah menilai Anna selama ini. Andrew meminta Anna untuk kembali. Namun raut wajah Anna berubah setelah Andrew meminta hal yang mustahil karena David tidak akan pernah membatalkan kata-katanya.


Andrew memohon ia berjanji akan meminta David untuk menerima Anna kembali demi keluarganya.


Dina dan Sherly juga akan berjanji untuk membantu Anna agar kembali menemukan kebahagiaannya. Dina merasa hutang bersalah kepada Anna.


Suasana itu sangat bahagia. Kesalahpahaman yang selama ini terjadi diantara mereka hilang dalam sekejap mata. Senyum bahagia tak luntur menghiasi bibir mereka.


Kadang kita berfikir kalau takdir selalu mempermainkan kita. Sehingga kita selalu menyalahkan takdir atas jalan hidup yang kita lalui ini.


Takdir memang terlihat kejam tatkala sesuatu yang buruk menimpa kita. Kan tetapi kita sebagai manusia tidak pernah menyadari satu hal. Bahwa apa yang terjadi dalam hidup ini berdasarkan sesuatu yang kita buat sendiri. Rasa ego dan emosi diri kita sendiri lah yang membuat takdir itu sendiri terkesan kejam.


Akan tetapi manusia tak akan pernah sadar kalau takdir selalu membantu dan mencarikan kita solusi dikala masalah itu menghinggapi setiap waktu. Takdir tak pernah kejam bahkan takdir selalu jadi dewa penolong yang tak pernah diakui keberadaanya.


Sama halnya kita selalu menyalahkan Tuhan dikala kehidupan seseorang sedang diliputi masalah. Bahkan manusia sering kali mengatakan kalau Tuhan tidak adil. Namun manusia tidak pernah sadar kalau itu semua karena diri kita sendiri yang tak pernah mau disalahkan atas hasil perbuatan kita sendiri. Tuhan tak pernah tidak berlaku adil pada umatnya. Bahkan Tuhan selalu menyayangi kita. Itu terbukti kalau Tuhan masih membiarkan kita menghirup udara dengan bebas, bahkan menikmati makanan meski sederhana. Bahkan Tuhan masih membiarkan kita menikmati alam yang indah tanpa harus membayar.


Ahh... itu menurut ku tapi entah menurut kalian....😁😁😁


next...


Di sebuah pintu sepasang mata menyaksikan semuanya dengan hati yang berdebar. Ia memutuskan untuk pergi...

__ADS_1


__ADS_2