
" Mau kemana sayang?" tanya Andrew yang mendapati istrinya sudah berdandan cantik
" Udah lama nggak ke kampus. Nanti nggak kelar- kelar kuliahnya." Jawab Sherly.
Andrew tersenyum senang. Baginya ini adalah saatnya ia menunjukkan pada dunia kalau ia adalah suami Sherly.
" Andrew mau kemana?" Tanya Sherly saat melihat suaminya hendak bersiap.
Semalam Andrew mengatakan kalau ia tidak akan pergi bekerja.
" Tentu saja mengantar mu sayang. Kemana lagi? sebagai suami yang baik aku harus mengantar istriku dong." kata Andrew seraya tersenyum.
Sherly menggelengkan kepalanya.
" Aku belum siap Andrew." jawab Sherly dengan berat hati.
Andrew mengerti dengan apa yang di inginkan Sherly ia tidak akan memaksa gadis itu untuk mengikuti kehendaknya.
" Baiklah sayang, tidak masalah aku mengerti." jawab Andrew yang membuat gadis itu kembali tersenyum.
Andrew meminta supir pribadinya untuk mengantar Sherly ke kampus, sementara menunggu gadis itu kembali ia memutuskan untuk bekerja dari rumah. Sejak Steven memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya Andrew meminta Kim untuk membantunya.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
" Sherly..gue senang lo kembali kuliah. Gue begitu merindukan lo." Ujar Sandra yang berlari kecil menghampiri Sherly yang baru saja turun dari mobil.
Susi juga tersenyum melihat sahabatnya itu kembali kuliah. Susi sudah dapat menduga kalau masalah yang dihadapi Sherly telah selesai. Ia ingat tempo hari Sherly menangis dalam pelukannya akibat ulah suaminya. Mereka memutuskan untuk pergi ke kelas bersama-sama. Banyak cerita yang terjadi antara mereka. Termasuk Susi yang sesekali menggoda Sherly dengan sindiran-sindiran kecil yang bisa Susi dan Sherly yang tahu.
" Hai..!!" Sapa seseorang yang Sherly kenal.
" Alex.! " Gumam Sherly yang begitu terkejut melihat pria itu sudah berdiri di depannya.
Sherly hanya memandang diam ke arah pria itu yang tertunduk tak menatap wajah Sherly.
__ADS_1
" Gue minta maaf Sherly." Kata Alex.
" Gue udah maafin Lo." jawab Sherly datar.
Alex tersenyum namun ia tahu Sherly masih menyimpan rasa kecewa kepadanya.
" Sherly... !!!" panggil Dewi yang kembali membuat gadis itu diam.
Dewi mendekati Sherly. Sejak kasus itu di selesaikan dengan. kekeluargaan Dewi dan Alex di bebaskan atas perintah Andrew.
" Terima kasih karena telah memaafkan kami. Gue benar- benet minta maaf. Gue menyesal karena rasa cemburu dan iri gue berbuat seperti itu. Dan gue nggak tahu kalau lo adalah is...."
" Gue udah maafin lo. " jawab Sherly memotong perkataan Dewi ia tahu apa yang akan dikatakan Dewi.
Sementara Dewi mengerti dan segera sadar. Ia tersenyum lalu memeluk erat tubuh Sherly.
" Sherly gue dan alex akan pindah ke luar negeri. Gue harap lo bener- bener maafin gue. Dan satu hal yang perlu lo tahu. Suami lo nggak pernah nyentuh gue. Di malam pernikahan lo dan dia. Andrew udah cinta sama lo sejak lama." Bisik Dewi yang membuat hati Sherly berdesir hangat. Ia senang kalau ternyata Andrew tidak menyentuh perempuan lain setelah mereka menikah.
Sherly dan Dewi tersenyum begitu pun Alex. Mereka berdua memang berencana untuk pamit kepada Sherly hari ini mereka akan berangkat ke luar negeri.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Perkuliahan usai. Sherly yang berjalan menuju parkiran mencari keberadaan mobil miliknya. Namun alangkah terkejutnya ia saat melihat mobil Andrew yang terparkir rapi di sana. Dengan cepat gadis itu berlari mendekati mobil itu dan masuk kedalam. Untung saja mobil itu tidak terlihat dari luar siapa pengemudinya. Kalau terlihat itu akan jadi masalah baginya. Ia bingung apa yang harus ia katakan kepada mahasiswa yang melihatnya.
" Kenapa kamu yang jemput sih?" tanya Sherly dengan nafas ngos-ngosan karena harus berlari cepat.
Andrew tersenyum.
" Kenapa sayang apa aku nggak boleh jemput istri aku sendiri. Aku nggak rela istri aku di jemput pria lain. " Goda Andrew.
" Ah... Andrew sudah lah itu terlalu berlebihan." jawab Sherly dan tersenyum.
Mobil mewah itu pun melaju meninggalkan areal kampus Sherly. Andrew mengatakan kepada Sherly kalau hari ini ia ingin mengajak Sherly untuk mengunjungi rumahnya seperti yang ia janjikan sebelumnya. Sherly mengatakan kalau ia begitu merindukan Dina ibunya. Mendengar hal itu Sherly begitu senang dan bersemangat. Sejak mereka menikah Sherly tak sekalipun pernah kembali pulang walaupun hanya sekedar menjenguk dan berkunjung. Karena sang ayah selalu marah bila Sherly mengatakan akan pulang walaupun hanya sekedar berkunjung.
__ADS_1
Sebelum mereka pergi ke rumah orang tua Sherly, Andrew mengajak Sherly untuk membeli beberapa makanan dan oleh-oleh. Setelah itu mereka semua berangkat menuju rumah orang tua Sherly. Wajah Sherly begitu sangat senang karena akan bertemu dengan sang ibu yang sudah lama ia rindukan.
" Mama ..!!" panggil Sherly saat melihat wajah wanita paruh baya itu dari balik pintu yang dibukanya.
" Sherly... Mama senang kau datang nak." kata Dina dengan antusias melihat kedatangan sang anak berkunjung kali ini.
Dina memang sangat merindukan Sherly beberapa kali ia membujuk Bram untuk memberikan ijin, hasilnya tetap sama. Bram tak pernah mengijinkan Dina untuk menemui sang buah hati. Hanya lewat video call saja Dina meluapkan rasa rindunya. Namun kali ini benar-benar sebuah hadiah karena Sherly sudah berdiri tepat di hadapannya.
" Mama maafkan Sherly karena tak pernah mengunjungimu." kata Sherly dengan wajah sedih.
Keharuan menyelimuti pertemuan Sherly dan Dina.
" Dina siapa yang datang?" kata seorang pria dari balik pintu.
Alangkah terkejutnya Bram saat melihat Sherly sudah ada di depan pintu. Ia mencari sosok Andrew tidak ada bersama Sherly. Bram berfikir kalau sudah terjadi sesuatu.
Sherly dan Dina menoleh kearah Bram yang tampak kebingungan dan khawatir wajahnya tampak sangat takut.
" Kenapa kau kemari Sherly?" tanya Bram yang membuat Sherly bingung dengan apa yang dikatakan Bram. Apa perlu alasan bagi seorang anak untuk menemui orang tuannya.
Sherly terdiam ia merasa sedih karena Bram menanyakan hal seperti itu padanya.
" Pasti kau telah berbuat salah sehingga Tuan Muda mengusir mu ya kan !" kata Bram yang membuat Sherly terkejut.
Apa sedangkan itu pikiran Bram untuknya. Sherly sangat sedih mendengar hal itu.
" Bram apa yang kau katakan. Apa Sherly perlu alasan untuk mengunjungi kita sebagai orang tuanya." kata Dina dengan kesal mendengar kata-kata Bram yang ia lontarkan untuk putrinya itu. Ia bahkan belum mempersilahkan masuk Sherly namun sudah menyerangnya dengan pertanyaan negatif.
" Dina kalau memang Sherly tidak ada masalah dengan suaminya, tidak mungkin ia datang seorang diri. Suaminya pasti akan Ikut bersamanya. " kata Bram
" Tapi kau tahu sendiri kalau Tuan mUda Andrew adalah orang yang sibuk mungkin ia tidak punya waktu untuk mengantar Sherly." kata Dina.
" Apapun alasannya tidak pantas bagi seorang gadis yang telah menikah berkunjung ke rumah orang tuannya kalau tidak bersama dengan suaminya. " kata Bram tegas.
__ADS_1
" Itu tradisi kuno Bram. Ini sudah jaman modern tak usah kau pikirkan hal yang kuno seperti itu " jawab Dina tak mau kalah.
" Itu bukan hal yang sesederhana itu Dina. Kalau sampai anakmu ini membuat masalah itu akan membuat perusahaan ku akan bermasalah kembali. " kata Bram yang membuat Sherly tercengang.