Aku Menikah Karena Hutang

Aku Menikah Karena Hutang
Episode 74


__ADS_3

" Hentikan sayang. Aku tidak mengatakan hal seperti itu. " Jawab Andrew.


" Andrew kau memang tidak mengatakannya tapi ini jawaban atas sikap mu selama ini. Kau tidak pernah menerima kehadiran anak ini. Kau berfikir kalau aku benar-benar mengkhianatimu. " Kata Sherly yang kini telah menangis.


" Pliss... sayang jangan uji KESABARANKU sayang. " kata Andrew yang sudah merubah dirinya menjadi sedikit tegas.


Air mata Sherly akhirnya pun tumpah begitu saja. Memang benar sejak berita dirinya tengah mengandung Sherly merasa Andrew sedikit berubah. Cahaya kebahagiaanya yang di tunjukkan selama ini seperti tertutup sesuatu.


Memang ada hikmahnya Sherly ingin membawakan sedikit makanan ringan ke kantor Andrew. Yang pada akhirnya ia bisa tahu segalanya.


Rasa sakit bahwa suaminya tidak percaya kalau anak yang ia kandung adalah darah dagingnya sendiri. Suaminya sendiri menuduhnya selingkuh dan mengkhianati cinta mereka. Selama ini Sherly selalu berjuang penuh menjaga kesucian dan ketulusan cintanya hanya untuk suami yang awalnya tidak pernah mau membuka hatinya. Namun seiring waktu Sherly selalu bersabar dan yakin kalau Andrew pria arogan nan dingin yang jadi suaminya itu bisa membuka hati untuknya.


Tuhan telah menjawab semua keinginan Sherly namun berita ketidak percayaan suaminya akan kesetiaan dirinya. Andrew tidak pernah tahu perjuangan Sherly saat dulu pernah diculik orang asing. Ia berusaha keras mempertahankan tubuhnya agar tidak terjamah oleh pria lain. Ia lebih memilih mengakhiri hidupnya daripada harus disentuh dan ternodai oleh pria lain. Sherly masih memegang penuh kesetiaan, cinta pada suaminya apapun terjadi.


Kini perjuangan kesetiaan itu hanya sebuah cerita yang dirinya yang tahu tidak ada orang yang mau membuktikannya. Kalau hanya Andrew yang berhak atas dirinya dan jiwanya.


Sherly merasa ada yang aneh disini. Sherly mulai bertanya kenapa Andrew meragukan kesetiaannya bahkan ia meragukan kalau anak yang ia kandung adalah anaknya buah cinta mereka. Sherly mulai bertanya kepada pria tampan yang kini tampak menatapnya dingin. Tatapan yang membuat hatinya berdesir berubah jadi beku.


" Andrew... Setega itukah kau terhadapku, aku memilih percaya dengan orang lain daripada istrimu sendiri." kata Sherly dengan pilu.


" Hentikan Sherly... berulang kali aku katakan, aku akan menerima anak itu dan bertanggung jawab atas dirinya asal kau bahagia. Hanya kebahagiaan di dirimu yang aku butuhkan. Aku sangat mencintaimu." Jawab Andrew


Kata cinta itu seharusnya membuat dirinya terbang melayang ke atas awan. Ia seharusnya jadi orang paling beruntung. Namun kenyataanya adalah kata cinta itu terbang ke hatinya bagaikan pisau belati yang menusuk dan berlahan merobek hatinya. Setiap kata cinta itu seolah-olah membunuh Sherly secara berlahan.


Sakit...


Perih...

__ADS_1


Seperti itu hatinya. Mungkin ia bisa menerima bahwa Andrew mengatakan akan menjaga kebahagiaanya. Namun semuanya berdasarkan atas rasa tidak percaya. Yang ada di pikiran pria itu bukan cinta yang tulus namun cinta karena tidak percaya. Rasa ego yang membuat Andrew terpaksa menerimanya.


" Tidak... aku tidak butuh cintamu Andrew.Buat apa kau mengatakan kalau kau mencintaiku, kalau kenyataanya kau tetap menganggap ku mengkhianati cinta kita." Kata Sherly dengan sedih. matanya penuh dengan air mata. Hatinya meronta kesakitan.


" Sayang... aku hanya mencintaimu itu yang aku tahu. Aku sudah tidak ingin mengulang semua apa yang aku katakan. Siapa ayah dari anak itu aku sudah tidak peduli yang terpenting adalah kebahagiaanmu dan kau tidak kan pernah meninggalkanku ." Jawab Andrew.


Setiap kata itu semakin menusuk kedalam hati Sherly.


" Andrew apa tidak cukup jelas aku mengatakan kalau anak yang ada dalam kandunganku ini adalah anak mu, darah daging mu sendiri." kata Sherly.


" Sudah sayang hentikan jangan biarkan aku kehilangan kendali..."


" Cukup Andrew... kau yang membuatku kehilangan kendali. Kau suamiku. Orang yang aku cintai. Apa aku cukup berani mengkhianati orang yang aku cintai."


" Keadaan yang melakukan itu Sherly. Aku yakin kalau tidak kan pernah berfikir sekalipun untuk berkhianat." jawab Andrew.


" apa maksudmu...?"


" Tidak....Aku tidak pernah disentuh pria lain selain kau. Hanya kau yang pernah menyentuhku. Meskipun aku tidak berdaya saat itu aku lebih memilih untuk mengakhiri hidupku, daripada aku harus menerima pria lain menyentuh tubuhku ." Jawab Sherly dengan isak tangisnya.


" Tapi Sherly kalau itu memang benar, apa yang membuatmu hamil kalau tidak pria lain. Sementara aku suamimu tidak...." Andrew menghentikan kata-katanya. Ia merasa terpukul dengan kenyataan yang selama ini berusaha ia tutupi.


" Tidak apa Andrew.... Kau menyentuhku bahkan kita melakukannya terus jelas aku akan mengandung.. kau pria normal, Hal wajar kalau aku mengandung."


" Aku bukan pria normal Sherly... A KU...Akku... MANDUL..." Kata Andrew yang begitu bergema di telinga Sherly.


Bagaikan petir yang menyambar di saat hujan deras. Semua itu bagaikan gemuruh badai yang menerjang. Sherly hampir tidak percaya dengan apa yang di dengarnya.

__ADS_1


" Tidak mungkin..." Jawab Sherly.


Wanita itu kini lemas tidak berdaya bahkan kepalanya terasa pusing saat menerima kenyataan diluar pikirannya.


"TIDAK MUNGKIN... !!!!" teriak Sherly dan...


Bug...


Wanita itu hampir saja tersungkur ke lantai. Namun. dengan sifat Andrew menahan tubuh Sherly agar tidak sampai terjun ke lantai. Kepanikan Andrew tersirat jelas di wajahnya. Ia melihat Sherly menutup matanya. Wajahnya terlihat pucat dan tidak baik-baik saja.


Dengan kecepatan penuh pria itu mengendong tubuh Sherly dan membawanya ke dalan kamar pribadi miliknya. Ia menghubungi Kim untuk menghubungi dokter pribadinya agar segera datang.


Kim pun merasa heran mengapa Sherly pingsan bahagian Andrew terlihat sangat panik. Hal tidak wajar tertangkap mata Kim saat itu.


Andrew masih menunggu Sherly di sebelahnya pria itu terus memegang tangan Sherly yang kini masih menutup matanya.


" Kim... Berapa lama waktu yang dibutuhkan dokter untuk menemui ku. " Kata Andrew.


" Maaf tuan... Dokter Iwan sedang berada di Paris. Beliau sedang meluncur kemari. Anda harap bersabar. " Jawab Kim dengan sedikit takut, karena Andrew kini berubah jadi pria yang menakutkan. Tatap ya saja mampu membuat siapa saja merasakan tersayat bahkan membunuhnya.


🌷🌷🌷🌷🌷


" Sayang jangan lakukan ini padaku. Aku tidak kan pernah mau kau pergi meninggalkan aku. Aku sangat mencintaimu. " Rintih Andrew yang masih tetap setia menunggu Sherly di sebelah ranjang miliknya itu.


Tak lama kemudian Dokter Iwan datang dan ia memeriksa keadaan. Sherly atas perintah Andrew.


Dengan sedikit panik Andrew menunggu hasil pemeriksaan Sherly.

__ADS_1


" Tenang Tuan Muda. Nona muda dalam keadaan yang baik-baik saja. Hanya saja ini adalah masa dimana seorang wanita hamil di semester pertama." Jawab Iwan


" Apa maksudmu?"


__ADS_2