
Andrew benar-benar menjadi pusat perhatian banyak mata hari itu. Bukan hanya kemunculanya di kampus yang tiba-tiba akan tetapi keributanya dengan Steven bukan hal biasa, karena tidak biasanya CEO muda itu berbuat terlalu ceroboh. Menjatuhkan harga dirinya di depan banyak orang.
Andrew sudah berdiri di belakang para pengawalnya. Dengan tatapan mata yang begitu intens ia yerus menyaksikan setiap detik adengan yang ada di layar besar di hadapanya itu.
Steven dan yang lainnya juga ikut mengikuti jejak sang boss. Yang terus menyaksikan layar besar itu. Berharap bisa menemukan sebuah petunjuk atas apa yang terjadi kepada Sheryl hari ini.
Sampai sebuah adegan terlihat sosok Sherly sedang duduk di sebuah bangku taman. Kemudian adegan tersebut memperlihatkan dimana dua orang wanita dengan pakaian yang begitu seksi sedang berusaha mendekati Sherly dan menawarkan sebuah minuman kepada Sherly. Dengan sopan Sherly tampak menolaknya namun dengan paksaan dua wanita itu. Akhirnya Sherly mau menerima dan meneguk minuman yang diberikan untuk nya tersebut. Selang hitungan detik tiba-tiba Sherly tampak merasakan ada yang tidak wajar dengannya seperti ia merasakan sakit di kepalanya. Karena ia terus memegang kepalanya beberapa kali.
Andrew kemudian melihat sosok yang dikenalnya mendekat.
" Stop... !!!!" Perintah Andrew kepada anak buahnya. Andrew meminta untuk memperbesar gambar tersebut. Steven dan anak buah Andrew melakukanya. Alangkah terkejutnya ia saat melihat wajah tersebut yang ternyata adalah Dewi. Wanita yang ia temui di sebuah club malam di malam pernikahannya dengan Sherly. Yernyata Andrew baru mengetahui kalau wanita itu juga berkuliah di tempat yang sama dengan Sherly. Andrew kemudian meminta Steven untuk melajutkan video itu. Andrew ingin tahu apa yang akan dilakukan Dewi kepada Sherly. Kembali pria itu terkejut dengan kedatangan seorang laki-laki. Andrew kembali meminta Steven menghentikan videonya dan memperbesar gambar agar wajah pria itu terlihat. Andrew dapat melihat jelas wajah Alex di video tersebut. Dewi dan Alex tampak sedang membicarakan sesuatu. Andrew kembali meminta Steven melajutkan adengan tersebut. Andrew mencengkram tanganya dengan kuat saat Andrew mulai mendekati Sherly. Andrew melihat jelas kalau Sherly sudah mulai tampak tidak sadarkan diri. Alex dengan telaten mengendong tubuh Sherly kemudian di susul oleh Dewi di belakangnya.
__ADS_1
Andrew sudah menangkap jelas maksud mereka membawa Sherly saat itu. kemudian Andrew meminta Steven untuk melacak keberadaan mobil yang membawa Sherly itu. Bukan hanya Andrew yang terkejut dengan hal itu. Steven juga dibuat tidak percaya. ia benar-benar merasa sangat marah dan ingin segera menghjarnya. Steven mengira kalau Alex pria yang baik, ia tidak bermaksud lain selain ingin berteman dengan Sherly.
Steven mencari tahu keberadaan mobil yang membawa Sherly tersebut xengan theknologi canggih dan tenaga profesional yang dimiliki Andrew di perusahaanya ia dapat melacak keberdaan mobil tersebut dengan mudah dan cepat.
Andrew segera meluncur menuju sebuah Apartment yang tak jauh dari tempat tersebut bersama dengan beberapa anak buahnya. Dengan mudah ia segera menemukan mobil milkm Alex tersebut. Sesampainya di sana Andrew dan anak buahnya keluar dari mobil dan dengan kekuasaan yang ia miliki ia dengan mudah bisa masuk dan mengetahui di mana Alex membawa Sherly. Amarah Andrew semakin besar kepada pria yang sejak awal sudah membuat Andrew menaruh curiga karena trrus mendekati Sherly meskipun gadis itu dengan tetus terang sudah menolaknya beberapa kali. Hanya daja Sherly gadis yang sangat baik. Ia tidak akan melukai perasaan orang lain. Andrew hanya berharap kalau tidak terlambat menyamatakan Sherly dari hal-hal yang tidak di inginkan.
Dengan lagkah besar Andrew dan Steven kuar dari lift dan menuju kamar yang ternyata adalah milik Dewi. Dengan sabar Andrew menekan tombol bel. Kemudian selanjutnya ia serahkan kepada anak buahnya. Setelah beberapa menit pintu itu pun terbuka. Tampak Dewi yang begitu sangat terkejut dengan kedatangan pria berjas hitam dan berusaha kembali menutup pintu namun dengan gerakan cepat Salah satu anak buah itu menendang pintu hingga Dewi terjungkal..
" T...Tuan Muda sedang apa anda disini?" Kata Dewi dengan wajah pucat pasi. Begitupun dengan Alex ia sama terkejutnya dengan Dewi melihat sosok tersebut sudah berdiri tegak dengan wajah yang penuh dengan amarah.
Andrew tidak menjawab pertnyaan Dewi. Kemudian ia melangkah semakin masuk hingga ia berdiri dinsebuah kamar yang tertutup. Terdengar jelas rintihan seorang wanita yang sedang butuh bantuan. Andrew mengenali suara itu. Dengan cepat Andrew membuka pintu namun dihalang oleh Alex. Dengan secepat kilat Andrew memberikan hadiah sebuah tendangan keras ke tubuh Alex yang langsung terpental dan mendarat di lantai. Alex yang mempunyai tubuh tinggi dan kekar itu dibuat tidak berkutik dengan adegan yang dilakukan Andrew. Tanpa pikir panjang Andrew masuk kedalam kamar tersebut. Di dalam ia melihat Sherly sexang merasa seperti orang yang sedang kepanasan, ia berusaha membuka pakainnya wajahnya merah dan tubuhnya sudah basah dengan keringat.
__ADS_1
" ****... apa yang kau lakukan Sherly?" kata Andrew dan segera menghentikan gerakan Sherly agar ia tidak melanjutkan membuka kancing kemeja yang ia gunakan..
Sherly memeluk tubuh Andrew dengan erat.
" T....tolong aku!" bisik Sherly di telinga Andrew.
Andrew kemudian memeluk Sherly dengan erat. Ia tahu apa yang sedang terjadi dengan gadis itu. Seseorang telah memberikan obat perangsang kepada Sherly, Andrew tahu dari reaksi tubuh Sherly yang terus mengeliat dan Sherly juga berusaha mencium bibir Andrew. Dengan menyelamatkan gadis itu Andrew memebrikan apa yang diingikan Sherly saat ini. Sah-sah saja kalu Andrew melakukan hal itu kepada Sherly karena ia adalah suami Sherly. Ciuman itu berlangsung bebertapa detik itu Andrew lakukan untuk sedikit meredakannya walaupun hanya sesaat. Setelah Sherly sedikit tenang namun ia semakin menuntut hal lain Andrew menghentikanya. Bisa saja ia memenuhi keinginan Sherly saat itu juga dan membuatnya membaik. Akan tetapi tidak ia lakukan karena Sherly dalak keadaan yang tidak sadarkan diri. Itu bertentangan dengan keinginan Andrew yang ingin memiliki Sherly seutuhnya. Bukan dengan cara yang seperti itu.
Dari balik pintu Steven mentaksikan hal tersebut namun ia segera mengalihkan pandangannya dan menutup ointu kamar itu. Ia swgera membereskan Alex dan juga Dewi.
Beberapa saat kemudian Andrew keluar dari kamar tersebut dengan Sherly yang sudah tertidur di pelukannya. Semua mata menyaksikan hal itu.
__ADS_1