Aku Menikah Karena Hutang

Aku Menikah Karena Hutang
Episode 42


__ADS_3

Sherly terus memikirkan apa yang dilihatnya tadi tanpa sengaja, terlebih lagi ekpresi wajah Andrew yang dinging saat menatapnya. Ada rasa sakit yang kini menghiasi tiap sudut di hatinya. Ingin rasanya ia menangis keras untuk meluapkan sakit hati yang membuatnya sesak. Seakan terhimpit benda besar. Akan tetapi hal itu tidak bisa ia lakukan, karena saat in ia sedang berada di dalam kelas mengikuti perkuliahan. Sandra dan Susi melirik ke arah Sherly yang sejak tadi menghembuskan nafas kasar. Mereka berdua memandang penuh arti kepada sahabatnya tersebut. Ada rasa yang di sembunyikan Sherly kepada mereka berdua.


" Ada apa sher?"Tanya Susi yang sudah tidak tahan melihat Sherly yang sedari tadi terus menghempaskan nafas kasar.


Sherly yang menyadari Susi tahu sesuatu segera mengendalikan dirinya. Ia berusaha tersenyum dan menggelengkan kepalnya.


" Apa ada sesuatu yang lo sembunyikan dari kami sher?" Tanya Susi lagi.


" Apaan sih.. gue cuma pusing aja ngikuti kuliah park joko." jawab Sherly beralasan.


Akan tetapi Susi tidak terpengaruh ia tetapi merasa sesuatu telah Sherly sembunyikan darinya. Susi berniat akan terus mendesak Sherly agar main bercerita kepadanya.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Kini Sherly sudah duudk di bangku taman kampus nya. Mereka duduk bertiga dan saling bercanda ria. Sherly yang tetapi merasa sedih meski suasana sekitar menuntutnya harus berpura-pura bahagia. Sherly tidak ingin menaruh kecurigaan kepada dua sahabatnya tersebut.

__ADS_1


Sandra yang mendadak harus pergi karena ada sesuatu yang harus ia lakukan terpaksa meninggalkan dua sahabatnya tersebut dan mengakhiri keasikannya. Kini ada Susi dan Sherly yang sedang duduk di bangku taman tersebut.


" Sher... katakan semuanya. Gue bakal dengerin lo." Kata Susi yang membuat Sherly mengerutkan dahinya.


" Apa maksud lo?" Tanya Sherly balik bertanya kepada Susi


" Hentikan Sandiwara lo, apa yang gue rasakan selama ini membuat gue semakin yakin dengan apa yang gue pikirkan tentang lo. Perasaan Gue nggak pernah salah." Jawab Susi dengan tegas membuat Sherly terdiam.


Sherly memangvtidak akan pernah bisa menyembunyikan apapun dari Susi sahabatnya ini. Susi meiliki kepekaan yang luar biasa terhadap Sherly. Mungkin Sherly berfikir kalau ini adalah saatnya Sussi tahu yang sebenarnya. Setidaknya Sherly bisa berkeluh kesah dan membagi beban hatinya yang selama ini ia pendam seorang diri.


Sherly menarik nafas panjang, akhirnya memutuskan untuk menceritakan semuanya kepada Susi sahabatnya. Sherly mengatakan kalau sebenarnya ia sudah menikah tepatnya 6bulan yang lalu. Ia terpaksa menikah di usianya yang masih sangat muda karena sang ayah mempunyai banyak hutang banyak kepada keluarga suaminya, sehingga sang ayah memaksanya menikah dengan orang yang tak pernah ia kenal dengan alasan melunasi hutang perusahaan milik ayahnya. Sherly pun mengatakan kalau ia sebenarnya bukan anak kandung ayahnya. Melainkan putri angkat sang ayah karena kedua orang tuanya menikah untuk keuntungan mereka masing-masing. Air mata Sherly menetes deras mengalir di pipi mulusnya. Susi merasa sedih mendengar apa yang sebenarnya terjadi pada sahabatnya tersebut. Ia mengenggam erat tangan Sherly berusaha memberikan sebuah kekuatan untuk Sherly.


Dengan kembali mengumpulkan keberaniannya ia melanjutkan ceritanya. Sherly mulai bercerita tentang prahara yang terajdi sebelum mereka menikah. Sherly mengatakan kalau suaminya mau menikah dengannya dengan sebuah perjanjian yang harus Sherly setujui. Tanpa pikir panjang saat itu Sherly menerima semua syarat yang diajuka calon suaminya tersebut.


Sherly menarik nafas sebelum melanjutkan ceritanya. Susi menghapis air mata yang membasahi pipi cantik Sherly. Wajah Susi berubah sedih setelah mendengar apa yang terjadi di kehidupan Sherly tanpa ia duga.

__ADS_1


Sherly kembali mwlanjutkan ceritanya. Sherly berkata kalau suaminya tidak pernah mau menganggap ia sebagai istri sahnya selainkan istri di atas kertas dan sebuah barang yang baru saja ia beli dengan harga yang fantastis. Di sela tangisannya Sherly tetap bercerita dengan terbata-bata kepada Susi.


Susi kembali dibuat terkejut mendengar kenyataan kalau di malam pernikahan Sherly harus menelan pil pahit karena suaminya membawa seorang wanita. Mereka bahkan bercinta di ranjang yang seharusnya menjadi saksi kebahagiaa sebuah pasangan di saat pertama mereka sah menjadi sepasang suami istri. Sherly mengatakan kalau wanita yang dibawa suaminya di malam pernikahan mereka adalah Dewi. Susi merasa kesal saat mendengar nama itu terlontar dari mulut Sherly.


Tubuh Sherly bergetar hebat, ia menangis. Hatinya terasa nyeri saat mengingat kejadian malam pernikahan tersebut. Susi kembali berusaha menguatkan hati Sherly. Matanya pun mulai ikut basah. Susi dapat merasakan sedih yang luar biasa dengan hanya mendengar cerita. Sherly semakin tidak kuasa menahan rasa sakit dalam hatinya. Ia benar-benar hancur dan kecewa dengan takdir hidup yang mulai mempermaiknnya. Susi memeluk tubuh Sherly yang bergetar hebat, Susi meminta Sherly untuk meluapkan semua rasa sakit yang selama ini ia tahan melalui tangisannya. Susi menemani Sherly dengan penuh kasih sayang.


" Sherly kalau boleh gue tahu siapa suami lo?" tanya Susi setelah merasakan tangisan Sherly mulai mereda.


Mendengar pertanyan itu dari Susi Sherly memilih untuk diam seribu bahasa hatinya menimang apa ia harus mengatakan sebenrnya kalau yang jadi suaminya adalah Andrew Bastian yang merupakan pengusaha kaya raya di kota itu. Sherly yakin kalau Susi akan sangat terkejut mendengar nama suaminya nanti.


Susi pun terdiam, ia menatap penuh selidik wajah sherly yang sepertinya bingung dan bimbang. Susi mengulurkan tangan nya mengusap air mata yang membasahi pipi Sherly. Susi kembali meyakinkan Sherly kalau ia boleh bercerita lain waktu saat Sherly siap dan yakin untuk mengatakan sejujurnya siapa laki-laki yang kini menjadi suami Sherly.


Susi mengenggam erat tangan Sherly yang kembali menangis. Susi tidak menyangka kalau selama ini Sherly menyimpan beban hidup yang begitu berat. Susi juga berjanji pada Sherly kalau hanya dirinya yang tahu. Ia akan menyimpan rahasia ini dari orang lain. Susi meminta Sherly untuk lebih terbuka terhadapnya, dan mau mebagi beban hatinya. Takdir memang kejam kepada Sherly, dibalik senyum manis yang ia tunjukan kepada orang lain ternyata menyimpan duka yang begiti mendalam. Susi mengakui kalau Sherly benar-benar wanita yang kuay mengahdapi semua kepahitan hidup yang menimpanya. Susi salut dengan ketegaran dan kekuatan hati Sherly.


Sherly merasa sedikit lega setelah bercerita kepada Susi. Ia sedikit merasa nyaman setelah membagi cerita hidupnya kepada Susi. Sherly bersyukur memiliki sahabat seperti Susi yang memahami situasi dan keadaanya. Mereka berdua saling memberi semangay untuk tetap sabar dan tegar dalam menjalani hidup. Susi selau meminta Sherly untuk bersabar dan berbesar hati. Karena Susi yakin dibalik semua ada buah manis yang nantinya akan Sherly nikmati.

__ADS_1


__ADS_2