
Dina tersenyum dan menganggukkan kepalanya. Namun Sherly memberitahu Dina bahwa ia tidak ingin pergi bersama dengan Andrew, akan tetapi Dina terlanjur senang karena ia beranggapan kalau Andrew sudah tidak sabar dengan malam pertama nya.
" Lalu kemana kau akan pergi ayah mu dan Bram telah menyiapkan ruang khusus untuk kalian di hotel ini?" tanya Dina kepada menantunya itu.
" Mama aku punya cara sendiri untuk menikmati malam pertama kita, ya.. kan sayang.. dan aku telah menyiapkan hadiah khusus untuk nya" jawab Andrew dengan senyum palsunya di depan Dina namun Sherly dapat membaca jelas arah kata-kata Andrew tersebut.
Dina mengerti, dan akhirnya mengijinkan mereka untuk pergi. Dina yakin Andrew laki-laki yang bertanggung jawab. Apa lagi sekarang ini Sherly telah sah jadi istrinya jadi sah-sah saja kalau Andrew akan membawanya kemana pun ia akan membawanya.
Memang tugas istri mengikuti kemana
suaminya akan membawanya .
Tanpa menunggu banyak waktu lagi. Andrew segera melangkah pergi. Ia menggenggam erat tangan Sherly yang sudah gemetar.
Dina tersenyum saat melihat pasangan pengantin baru itu melangkah pergi menjauh. Harapannya hanyalah Sherly dapat hidup bahagia selamanya bersama dengan suaminya. Meskipun mereka belum saling mencintai tapi Dina yakin suatu saat nanti mereka pasti akan bisa membuka perasaan mereka masing-masing.
Andrew melangkah dengan cepat dan menggenggam erat Sherly sehingga gadis itu merasakan sakit di pergelangan tangannya. Perlakuan Andrew yang tadi begitu lembut menghilang begitu saja kini Andrew sudah kembali ke sifat aslinya yang sebenarnya.
Andrew menarik Sherly masuk kedalam mobil mewahnya. Dan mobil itu segera melaju kencang meninggalkan hotel tempat pesta pernikahan mereka berlangsung.
Mobil itu melaju cepat sehingga Sherly sangat merasa takut. Airnya matanya sudah basah membanjiri pipi mulusnya. Dia sama sekali tidak berani bertanya kepada Andrew yang dengan hanya menatap tajam kearah jalan. Sherly hanya bisa pasrah kemana Andrew akan membawanya.
Beberapa saat kemudian mobil Andrew memasuki kawasan apartemen mewah yang merupakan milik Andrew. Sherly semakin takut dan gemetar membayangkan hal yang akan terjadi padanya.
Setelah memarkir mobil nya di parkiran khusus Sherly kembali di seret oleh Andrew masuk kedalam lift dan menuju kamar yang letaknya paling atas bangunan mewah tersebut.
Sherly sama sekali tidak berani bertanya kepada pria yang tengah memasang wajah dingin dan kejam.
Dia hanya bisa menangis dam diam. meskipun air matanya terlihat nyata membasahi pipi mulusnya.
Andrew sama tidak peduli dengan apa yang terjadi dengan gadis yang ia seret dengan sangat kasar tersebut. Pandangannya lurus ke depan.
Kini mereka sudah sampai di lantai teratas bangunan megah itu. Disana hanya ada satu kamar yaitu kamar apartemen miliknya.
Andrew yang tetap setia menggenggam tangan Sherly membuka pintu. Sherly tampak sangat terkejut dengan dekorasi rumah tersebut. Benar-benar sangat mewah.
Kemudian Andrew menarik gadis itu menuju sebuah kamar yang merupakan kamar miliknya. Sherly di lempar begitu saja di ranjang king size miliknya.
Dengan perasan takut Sherly berlahan menjauhkan dirinya dari Andrew yang terlihat sangat marah tersebut. Entah apa yang menyebabkan Andrew marah Sherly sendiri tidak mengetahuinya.
Andrew sudah menatap gadis itu dengan tatapan buas. Andrew kini berlahan membiak kancing jas yang ia kenakan kemudian membuangnya begitu saja.
Sherly semakin gelisah dan takut. Dia berlahan mudur semakin menjauhi Andrew.
Dengan senyum miring Andrew mulai naik keatas ranjang dan mendekati gadis itu. Akhirnya Sherly terpojok di ujung tempat tidur.
" Menjauh dariku Tuan. Aku tidak akan main-main kalau Tuan berani berbuat macam-macam terhadapku." Ujar Sherly penuh peringatan.
" Kenapa? Aku sekarang adalah suamimu. Aku berhak melakukan apapun padamu." jawab Andrew dengan seutas senyum di bibirnya.
__ADS_1
" A...aku memang istri anda Tuan. Akan tetapi aku hanya istri diatas kertas seperti yang kau katakan" kata Sherly dengan gemetar.
" Cihhh.... itu memang benar. tapi kau telah menjual hidup dan tubuhmu padaku. jadi aku berhak atas dirimu." ujar Andrew.
" K..kalau kau berani aku tidak akan bersikap baik pada anda Tuan." ujar Sherly lagi dengan penuh peringatan. Dia berusaha melawan rasa takutnya demi menyelamatkan diri dari Andrew yang mungkin akan berbuat jauh padanya.
Andrew hanya menatapnya datar, dia tidak terlihat akan mundur. Sementara itu Sherly sudah memasang kuda-kuda akan menyerang Andrew. Sherly menghela nafas kemudian ia kembali menatap Andrew dengan tatapan berani.
Sherly memberanikan diri untuk menendang Andrew yang sudah ada di hadapannya.. Namun sebelum kakinya menyentuh Andrew , Andrew sudah menahannya dan mengunci gerakan Sherly. Sherly berusaha melepaskan diri akan tetapi tenaganya tidak bisa melawan. kemudian ia berusaha memukul Andrew tapi sekali lagi Andrew bisa menghindari pukulan Sherly.
Sherly tidak berniat menyerah begitu saja. ia terus berusaha untuk melawan. Akhirnya Andrew merasa geram, dia menghentikan gerakan Sherly dengan kuncian lalu menangkap dan menarik tubuh Sherly merapat padanya.
Alhasil Sherly jatuh ke pelukan Andrew, Sherly terkaget karena gerakan yang tiba-tiba itu. Saat di coba untuk melawan lagi. Andrew mengangkatnya dan kembali menjatuhkannya di kasur. Tentu saja hal tersebut menyakiti Sherly.
Andrew kembali mengunci gerakan Sherly tangan kanannya menahan kedua tangan Sherly diatas kepala. Sedangkan kakinya memastikan agar gadis itu tidak bisa berontak lagi.
Sherly kembali berusaha melepaskan diri. namun tenaganya kalah jauh dibandingkan dengan Andrew yang bertubuh jauh lebih besar darinya. Sherly yang kelelahan akhirnya pasrah dan menyerah. Air matanya tidak berhenti mengalir. Ia hanya berdoa semoga Andrew berubah pikiran untuk berbuat yang tidak-tidak padanya.
" Sudah?" Andrew bertanya dengan nada rendah.
Sherly hanya menatapnya dengan mata yang sudah basah dengan air mata. Tangan Andrew mulai menyentuh pipi Sherly dan membelainya lembut. .
Sherly memejamkan matanya dan menggigit bibir bawahnya. Kemudian Andrew mengecup lembut bibir Sherly membuat gadis tersebut membuka matanya. Manik coklat miliknya langsung bertatapan dengan manik hitam milik Andrew.
" Gue suka Lo menatap gue kayak gini. Rasa berani dan tegas Lo membuat gue semakin tertantang dan penasaran." kata Andrew.
Entah bagaimana perasaan Andrew saat itu. Ada rasa hangat yang menjalar di tubuhnya saat bibirnya menyentuh kulit lembut gadis itu. Ciuman itu terus berlanjut hingga ke bibir Sherly. Gadis itu kini sudah benar menyerah dan pasrah. Yang ada dipikirannya saat ini adalah kalau Andrew tidak melakukan hal yang salah. Andrew benar dia berhak atas dirinya apapun alasan mereka menikah. Karena pernikahan mereka nyata bukan palsu seperti perasaan mereka.
Andrew yang sudah terbakar api gairah, kemudian berlahan ******* bibir gadis itu. Dia tersenyum dalam hati karena Sherly hanya diam. Dia juga yakin kalau ini adalah pengalaman pertama Sherly. Sementara Sherly hanya diam bingung harus bagaimana menghadapi nya. karena ini memang pengalaman pertamanya. Bagaimanapun harga dirinya harus tetap ia jaga. ia tidak mungkin membalas ciuman itu.
Andrew menghentikan ciuman itu tiba-tiba. dan menatap Sherly hidung dan dahi mereka saling bersentuhan. Nafas mereka berlahan mulai memburu.
" Apa yang Lo lakuin ke gue."
" Apa!!! saya tidak melakukan apapun pada anda. Akan tetapi anda yang sudah melakukan sesuatu kepada diri saya." Sherly menatapnya dengan mata membulat.
" Shiitt.. kau membuatku gila." kata Andrew segera menjauhkan tubuhnya dari gadis itu kemudian ia pergi meninggalkan Sherly begitu saja.
Sherly yang merasa sedikit lega kemudian ia menarik nafa dalam-dalam.
Andrew seger pergi meninggalkan apartemen, meninggalkan Sherly. Dia tidak menyangka kalau ia bisa berbuat seperti itu kepada gadis yang dibencinya. Bahkan ia merasa ada perasaan yang berbeda saat menyentuh gadis itu.
Andrew yang sudah berada di dalam mobilnya. Ia merasa sangat kacau kemudian ia memukul keras stir mobil miliknya.
Kemudian menyalakan mesin mobil dan melaju dengan kecepatan tinggi.
Ia masih mengingat betapa bahagianya Andrew saat mencium gadis itu. Kembali bibirnya menyunggingkan seutas senyum. Namun egonya kembali muncul saat ingat prinsip hidupnya yang tidak akan jatuh cinta dan membina hubungan yang serius dengan seorang wanita. Akan tetapi hati kecilnya berkata lain,kalau Sherly wanita yang berbeda baginya.
Andrew melajukan mobilnya ke sebuah klub malam. Ia ingin menghilangkan pikiran yang baginya sangat bertentangan dengan prinsip ya tersebut. Ia ingin membuang-buang jauh-jauh pikiran yang sebenarnya membuat hati dan pikirannya nyaman. Hanya rasa egonya yang kepanasan dengan pikiran tersebut.
__ADS_1
Kini Andrew telah duduk di sebuah bar dan sedang menikmati segelas minuman.
Dari kejauhan tampak memperhatikan dirinya sejak pertama Andrew datang ketempat tersebut. Sebuah mata yang begitu mendambakan sosok Andrew. Orang tersebut tidak menyangka akan melihat pria itu datang ketempat itu.
Ini adalah sebuah kesempatan yang sangat langka. Baginya ia sedang menemukan tambang berlian yang tidak ternilai harganya.
Dengan anggun dan sedikit menggoda gadis itu mendekati Andrew. Berlahan ia mulai berani menyentuh Andrew yang sudah terlihat sedikit mabuk. Namun kenyataanya. Andrew belum mabuk sama sekali. Saat gadis itu mendekatinya dengan sedikit menggoda Andrew paham dengan maksud gadis tersebut mendekatinya. Jadi bagaikan singa yang sedang layar tiba-tiba saja seekor rusa datang mendekat. Singa tersebut segera memangsa dan dengan senang hati melahap mangsa yang menyerahkan dirinya pada sang singa.
Gadis itu bernama Dewi, Dewi memang sejak lama menyukai Andrew karena selain tampan Andrew juga pria yang kaya raya. Jadi Bagi Dewi Andrew adalah target yang harus bisa ia taklukan.
Kali ini ia bertemu dengan tambang emas yang sudah lama ia cari. maka dari itu Dewi akan mengambil kesempatan itu untuk bisa merebut hati dan menjadi orang spesial bagi Andrew.
Mereka akhirnya memutuskan untuk pergi ke apartemen untuk melanjutkan acara bersenang-senang mereka. Dewi yang sudah sedikit mabuk mau mengikuti apa yang jadi keinginan Andrew demi ambisinya menjadikan Andrew itu miliknya. Meskipun harus berbuat yang lebih jauh lagi Dewi sama sekali tidak akan keberatan..
Kini mereka sudah sampai di depan pintu apartemen milik Andrew. Dewi ternganga melihat kemewahan yang ada di dalam ruangan tersebut. Dengan hati senang ia segera menyerang Andrew lagi. karena ia tidak ingin membuat Andrew berubah pikiran lagi.
Andrew yang bagaikan singa lapar langsung ikut melahap dan menerjang mangsanya. Sampai aksi mereka disadari oleh Sherly. Ia mendengar sesuatu yang berteriak dari ruang tamu.
Sherly dengan memberanikan diri mengintip dari sela pintu yang tidak tertutup.
Alangkah terkejutnya saat matanya menangkap sosok Andrew sedang bermesraan dengan seorang perempuan yang juga dikenalnya.
Sherly semakin panik saat Andrew dan Dewi berjalan sambil berciuman menuju kamar tersebut. Dengan cepat ia bersembunyi di sebuah lemari pakaian milik Andrew.
Keributan yang mereka lakukan terdengar jelas sehingga membuat hati Sherly sakit. Ia tidak menyangka kalau suaminya berbuat sedemikian kejam padanya. Di malam pertama mereka suaminya sudah membawa wanita lain. Yang lebih membuat Sherly sakit suaminya sudah menodai janji suci pernikahan yang diucapkan di hadapan Tuhan tersebut.
Sherly tanpa sengaja menemukan sebuah headset Disana dengan cepat ia mencari handphone yang untung ia simpan di balik gaunnya itu. Dengan cepat Sherly memutar lagu dengan kencang agar ia tidak mendengar adegan percintaan yang membuat hatinya terasa sakit tersebut.
Andrew matanya berkelana mencari sosok Sherly yang tidak ia temukan di ruangan itu.
" Kemana perginya gadis ingusan itu" gumamnya dalam hati.
Andrew mengehentikan kegiatannya kepada Dewi dan mendadak bangkit dari tempat tidur tersebut.
Dewi terkejut dengan reaksi Andrew yang tiba-tiba berhenti.
" Ada apa Tuan. Kenapa kau berhenti, apa aku ada salah." kata Dewi dan ikut duduk di sebelah Andrew.
Andrew hanya diam dalam hatinya ia benar-benar merasa sangat kesal karena rencananya membuat Sherly hancur tidak berhasil. Ia berharap Sherly melihat apa yang ia perbuat. Andrew berharap Sherly tidak akan melupakan malam ini selama seumur hidupnya.
" Tuan... apa aku kurang menggoda mu." ujar Dewi dan berusaha menggoda Andrew agar pria itu kembali bergairah terhadapnya.
Dengan tegas Andrew menolak dan menghempaskan tubuh Dewi ke lantai sehingga gadis itu memekik kesakitan.
" Pergi dari sini sebelum aku berbuat kasar padamu" ujar Andrew dengan nada tegas dan dingin sehingga membuat Dewi sedikit takut yang notabene tahu bagaimana Andrew.
Dengan kesal Dewi pergi dari tempat tersebut.
" Sial... Tambang berlian ku. Apa tubuh ku kurang membuatnya tergoda." kesal Dewi dan melangkah pergi dari apartemen tersebut.
__ADS_1