
Suasana bahagia menyelimuti hati Sherly karena ia tidak pernah mengira bisa bertemu dengan ayah kandungnya yang selama ini ia pikir sudah tidak peduli lagi. Ada rasa kecewa dan sedih saat tahu Bram pria yang selama ini menyayanginya sudah tega berbuat hal keji untuk mendapatkan apa yang jadi keinginannya. Sherly sudah salah menilai Bram. Semua yang telah Bram lakukan ternyata ada maksud tertentu yang ingin ia capai termasuk rencana pernikahannya dengan Andrew. Akan tetapi Sherly kembali bersyukur ternyata ada rasa manis dibalik kepahitan.
Sherly masih asik bercerita kepada Johan tentang masa kecilnya. Johan sangat sedih dan kecewa karena telah melewatkan momen yang tak pernah ada kesempatan tersebut. Kali ini ia berjanji ia akan menjadi ayah yang baik bagi Sherly dan tidak kan pernah meninggalkan mereka. Dua wanita yang sangat berarti dalam hidup Johan.
Rencana pernikahan Johan dan Dina pun sudah di rencanakan. Sherly dan Andrew ingin segera melihat pasangan itu menikah secara resmi. Tentunya setelah urusan perceraian Baram dan Dina selesai. Andrew akan ikut andil dalam peristiwa tersebut. Termasuk membantu Dina untuk segera lepas dari Bram.
Awalnya memang sulit akan tetapi setelah campur tangan David. Bram mau menyetujui perceraian tersebut tentunya dengan balasan yang setimpal bagi Bram. Benar-benar pria yang serakah. Hal itu tidak jadi masalah bagi Andrew asalkan bisa membuat Sherly bahagia itu hal yang paling penting.
🌷🌷🌷🌷🌷
Hari ini Dina berdiri di depan cermin layaknya gadis remaja yang baru akan menikah. Rasa gugup melanda wanita itu. Meskipun ia pernah sekali menjadi seorang pengantin namun rasanya berbeda kali ini. Hari ini ia menikah dengan pria yang selama ini telah memenuhi hatinya.
Pernikahan itu pun berlangsung dengan sangat meriah. Andrew dan Anna merencanakan itu semua. Johan dan Dina awalnya menolak. mereka hanya ingin menikah secara sederhana namun di tolak oleh Andrew dan Anna. mereka ingin mengelar acara yang luar biasa agar pernikahan itu menjadi pernikahan yang paling berkesan.
Kini David telah turun dari mobil mewah miliknya, sebagai besan ia harus hadir di acara tersebut. David masih mengingat jelas permintaan putranya agar ia mau meluangkan waktu sebentar untuk acara tersebut. David juga masih mengingat satu hal kalau Andrew ingin dirinya bahagia kembali tersenyum seperti dulu. Ia ingin juga merasakan bahagia mempunyai keluarga yang utuh. Andrew juga tahu isi hatinya kalau ia masih mencintai Anna hanya saja rasa gengsinya yang berlahan menenggelamkan perasaan dan keinginan tersebut.
David berdiri diambang pintu dengan begitu gagah ya. Banyak yang menyambutnya terutama para pebisnis yang mengagumi dan menghormati David sebagai raja di dunia bisnis.
Langkahnya tiba-tiba berhenti saat seseorang yang ia kenal dan sangat ia rindukan berdiri tepat dihadapannya.
__ADS_1
"Anna" gumam pria paruh baya itu. ia masih terlihat gagah mempesona meskipun usianya sudah terbilang tidak muda lagi.
Anna berdiri mematung saat melihat sosok pria yang selama ini juga sangat ia rindukan. Karena penolakan keras David membuat Anna menyerah untuk menemui sang pria yang telah menjadi suaminya itu.
David berusaha keras untuk tetap tenang meski jantung dan jiwanya bergetar hebat.David berusaha melangkah mendekati Anna yang hanya memandangnya dengan keterkejutan yang luar biasa.
kini pria itu telah jelas berdiri tepat dihadapan wanita yang selama ini ia rindukan tersebut.
"David." kata itu meluncur jelas dari bibir cantik milik Anna.
Sherly menyaksikan momen tersebut begitupun dengan Andrew yang diam-diam meneteskan air mata melihat kedua orang tuannya bertemu setelah sekian lama mereka saling menutupi rasa rindu mereka karena keegoisan Andrew sendiri yang salah menilai ibunya sendiri.
Andrew meminta keduanya untuk saling bicara, Andrew sengaja menyediakan ruangan khusus untuk mereka bicara. Andrew ingin kedua orang tuanya menyelesaikan masalah yang selama ini jadi ke salah pahaman diantara mereka. Sebelumnya Andrew minta kepada Anna dan David agar bisa saling memaafkan karena Andrew ingin memiliki keluarga yang utuh selayaknya keluarga lainya.
Anna dan David akhirnya meninggalkan tempat tersebut dan sebelumnya Johan datang menyapa David karena ia juga membuat Anna harus berpisah dari keluarga tercintanya. Johan menjelaskan kesalah pahaman yang telah menerjang kedua keluarga tersebut. Dengan pelukan David menjawab apa yang jadi pertanyaan Johan dan Dina.
Andrew yang tahu betul seperti apa ayahnya ikut tersenyum kemudian David kembali melangkah meninggalkan tempat itu bersama dengan Anna bersamanya.
" Rencana kita berhasil." Bisik sang ayah mertua kepada menantunya tersebut.
__ADS_1
" thank's papa." jawab Andrew seraya tersenyum kembali.
Sherly begitu senang melihat keakraban Andrew dan ayahnya meski mereka baru bertemu beberapa kali.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
David dan Anna kini telah duduk di sebuah ruangan yang memang sengaja di siapkan untuk mereka. Ruangan tersebut di rancang sedemikian rupa. Sehingga memunculkan memori yang lama telah tersimpan di pikiran mereka. Anna tersenyum malu saat pikiran itu tiba-tiba melintas dalam pikirannya. Begitupun David. Akan tetapi David masih saja tetap dengan gaya nya yang dingin dan cuek akan tetapi hatinya sebenarnya sedang menari seperti heloo Kity dengan penuh keceriaan.
Anna kembali diam saat melihat ekspresi wajah suaminya tersebut. Meski sudah berpisah puluhan tahun tidak pernah ada kata cerai ataupun proses perceraian diantara mereka. Mereka terpisah karena ego dan takdir.
David menatap wajah cantik itu. Terlihat jelas kalau ia begitu merindukan sosok Anna. Ia mulai menyadari kalau ia begitu mencintai Anna meski mereka menikah karena di jodohkan dan rasa cinta itu belum hinggap dalam dirinya. Namun seiring waktu David mulai membuka hati karena perhatian Anna kepada nya. Anna selalu ada saat ia membutuhkan sandaran meski David selalu bersikap dingin dan cuek. Kehangatan yang anna berikan mampu meluluhkan nya. Mampu menerjang gunung es yang kokoh.
David terdiam saat mata mereka saling bertemu. Seolah-olah ada pembicaraan yang terjadi diantara mereka melalui tatapan itu.
David dan Anna hanya saling menatap dan sebutir air bening muncul dari kelopak mata indah Anna. Begitupun dengan David. Hatinya berteriak kalau ia rindu dan ingin memeluk Anna.
" M..maaf." Kata itu terlontar jelas dari mulut mereka secara bersamaan. David melangkah mendekat dan memandang sekejap Anna yang kini telah menangis.
" M..mas...." kata Anna terpotong saat sebuah pelukan mendekap tubuhnya. David memeluk tubuhnya dengan begitu erat.
__ADS_1
" Anna... Maafkan aku. Aku begitu egois. Aku begitu naif sehingga aku takut untuk mengatakan hal yang seharusnya telah lama aku katakan. Kembalilah Anna aku membutuhkanmu." kata David seraya menangis memeluk tubuh Anna yang bergetar.