Aku Menikah Karena Hutang

Aku Menikah Karena Hutang
Episode 63


__ADS_3

Kaki Sherly seperti jelly. Ia sudah tidak bisa berdiri saat matanya menangkap sebuah pemandangan diluar pikirannya. Andrew bersama seorang wanita. Yang tak lain adalah Helen.


Sherly berdiri terpaku di tempatnya. Selama ini Andrew tidak pernah bercerita kalau wanita ini juga ada disana.


" Maaf.." hanya kata itu yang terlontar dari bibirnya.


Andrew yang tadinya diam menoleh kearah suara yang tidak asing di telinganya. Andrew melebarkan kedua matanya saat melihat Sherly sudah berdiri di hadapannya dengan wajah yang penuh dengan kekecewaan dan kesedihan. Air matanya pun membasahi pipi Sherly.


" Sayang " kata itu keluar bersama dengan rasa terkejut Andrew.


Andrew segera bangkit dari tempat duduk tersebut. Saat kaki Sherly segera melangkah meninggalkan tempat dimana sejak awal ia memutuskan untuk datang menemui suaminya. Semua khayalan indah menari- nari di pikirannya. Sejak memasuki pesawat bibir itu tak berhenti tersenyum.


Namun kini kenyataan menghempaskannya begitu saja. Saat kedua matanya menyaksikan kedekatan suaminya dan Helen wanita yang pernah dekat di hidup Andrew. Bahkan yang lebih menyakitkan Andrew tidak pernah bercerita kepadanya tentang keberadaan Helen saat bersamanya di sana yang hanya berdua.


Sherly merasa sakit dan kecewa dengan apa yang dilihatnya saat itu. Sherly berharap kalau itu adalah mimpi. Namun berulang kali ia mencubit tangannya rasa sakit itu begitu terasa. Air mata Sherly mengalir membasahi. Kakinya terus melangkah meninggalkan tempat yang seharusnya ia bisa melepas rindu namun kenyatannya rasa sakit yang ia terima.


Suara panggilan Andrew menggema di telinganya, akan tetapi kekecewaan menghempaskan begitu saja panggilan itu. Sherly tidak ingin bertemu dengan pria yang telah kembali mengecewakan hatinya. Sherly begitu menaruh kepercayaan luar biasa kepada pria yang telah mengisi penuh hatinya dengan cinta itu.


Sampai langkahnya terhenti saat sebuah suara menyeruak ke dalam telinganya.


"Kak Stev." Gumam Sherly ia segera menoleh ke arah suara yang memanggil namanya tersebut.


Air mata Sherly langsung tumpah. Steven segera menghampiri Sherly yang kini telah menangis.

__ADS_1


" Kenapa kau ada di sini?" tanya Steven.


Sherly hanya menggelengkan kepalanya. Steven melirik tangan Sherly ia tidak membawa barang. Steven berfikir Sherly sudah lama ada di sini. Steven baru ingat kalau Andrew juga ada di negara ini.


Steven menggenggam tangannya dengan sangat erat. Ia sudah dapat membaca kalau Sherly menangis akibat ulahnya.


Steven mengajak Sherly untuk pergi dari tempat tersebut. Sherly hanya ingin menjauh dari tempat yang membuatnya kembali merasa kecewa.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Andrew yang tampak terkejut dengan kedatangan Sherly di sana. Ia berusaha mengejar Sherly namun ia kehilangan jejak saat Helen berusaha menghalanginya. Andrew sangat khawatir karena ia tahu Sherly tidak kenal dengan tempat ini. Andrew tahu kalau Sherly untuk pertama kalinya datang ke negara ini.


Andrew semakin khawatir saat ia berusaha menghubungi Sherly namun ponselnya tidak aktif. Andrew dengan cepat kembali melangkahkan kakinya menuju mobil miliknya dan melesat dengan kecepatan tinggi. Andrew juga meminta anak buahnya untuk ikut mencari keberadaan istrinya.


" Sayang.. dimana? kenapa nggak bilang sih kalau maj datang." Gumam Andrew dengan sedih. Ia benar-benar khawatir karena hati semakin larut ia belum bisa menemukan dimana Sherly. Sementara ia trus harus menghadapi kedua mamanya. Yang sejak 5 jam lalu terus menanyakan keberadaan Sherly. Andrew juga sempat marah karena tak seorangpun yang memberitahunya kalau Sherly akan datang menemuinya. Mereka semua tidak ingin memberitahu Andrew karena permintaan Sherly ia ingin memberikan kejutan kepada Andrew. Namun sayang nya kejutan itu begitu mengejutkan sehingga kini ia harus kehilangan Sherly.


Sampai sebuah dering telepon mengejutkannya. Andrew segera menjawab panggilan sang sekretaris. Kim mengatakan kalau Sherly kini sedang berada di sebuah hotel. Andrew tersenyum dan segera melajukan mobilnya menuju alamat yang di berikan Kim kepadanya.


Dengan sangat tergesa-gesa Andrew memasuk hotel tersebut. Andrew mencari informasi di lobi hotel. Namun tidak ada nama Sherly dalam daftar tamu tersebut.


Andrew kembali kesal dan dengan amarah yang memuncak ia menghubungi Kim. Andrew berfikir kalau Kim salah memberikan informasi kepadanya. Namun Kim mengatakan kalau Sherly berada di hotel tersebut karena ia bisa tahu dari lokasi yang ia lacak melalui ponsel milik Sherly. Namun Andrew tidak bisa melihat nama Sherly di daftar tamu hotel tersebut.


Tiba-tiba matanya menangkap sebuah nama yang tidak begitu asing baginya. Andrew memicingkan matanya.

__ADS_1


" Steven." Batinnya.


Tanpa pikir panjang Andrew menuju lift dan menuju kamar hotel yang dihuni atas nama Steven.


Sampai di depan pintu Andrew mendapati pintu kamar hotel tersebut tidak terkunci. Dengan cepat pria itu menerobos masuk. Alangkah terkejutnya saat matanya menangkap sebuah pemandangan kalau Sherly dan Steven seperti sedang berciuman. Andrew melangkah cepat dan kemudian menarik tangan Sherly agar menjauh dari Steven. Andrew benar-benar marah dan menghadiahkan sebuah pukulan ke wajah Steven.


Sherly yang terkejut dengan kedatangan Andrew yang.l begitu sangat tiba-tiba itu berteriak dan kemudian ia melepaskan genggaman tangan Andrew. Sherly segera berlari menghampiri Steven yang tersungkur ke lantai. Andrew tercengang saat melihat reaksi Sherly yang begitu diluar logikanya.


" Sherly...!!!" Teriak Andrew dengan wajah yang sangat menakutkan.


Sherly tak kalah geram dengan kelakuan Andrew yang selalu main hakim sendiri saat sedang menyelesaikan masalah.


" Apa yang kau lakukan?" Teriak Sherly tak kalah keras.


Kemudian Sherly membantu Steven yang sudah memegangi sudut bibirnya yang mengeluarkan darah.


Ada rasa kecewa Dimata Andrew saat itu. Dengan reaksi Sherly yang lebih membela Steven ketimbang dirinya.


" Lepaskan tanganmu dari dia...!!!" Perintah Andrew.


Sherly sama sekali tidak mendengarkan apa yang dikatakan Andrew kepadanya. Sherly tetap membantu Steven untuk berdiri dan kemudian secara tiba-tiba andrew.enatim tubuh Sherly dan menciumnya dengan paksa.


Sherly berusaha berontak untuk dapat lepas dari pelukan erat Andrew.

__ADS_1


plakk....


Sebuah tamparan telak mendarat di pipi Andrew. Wajah Sherly begitu marah. Ia tidak menyangka kalau Andrew akan melakukan hal itu di depan orang. Mendapat sebuah pukulan keras di wajahnya Andrew terdiam,..


__ADS_2