
Hari lepas hari hubungan kedua insan yang saling membutuhkan ini semakin membaik. Bahkan kini Andrew sudah tidak segan lagi untuk bersikap mesra kepada gadis itu.
Sementara Sherly hanya bisa tersenyum malu saat Andrew memberi perhatian kepadanya.
Pagi ini Sherly bersiap pergi ke kampus. Namun pagi ini Andrew juga akan berangkat ke luar negeri untuk beberapa pekerjaan yang memang harus segera ia tangani. Sherly awalnya ingin mempersiapkan segala keperluan Andrew disana akan tetapi Andrew melarang Sherly untuk melakukan hal itu, karena semua sudah di siapkan Steven sebagai asisten pribadinya.
Ada rasa sedih saat Andrew akan pergi. Akan tetapi Sherly berusaha tetap tersenyum kepada pria tampan yang sudah duduk di meja makan itu seraya menyantap sarapan yang telah Sherly sediakan. Sejak hubungan mereka membaik Andrew sengaja menugaskan beberapa asisten rumah tangga untuk membantu pekerjaan Sherly. Andrew tidak ingin membebani Sherly dengan pekerjaan rumah yang bisa di kerjakan asisten rumah tangga. Andrew ingin Sherly fokus dengan kuliahnya. Akan tetapi bukan Sherly namanya kalau ia selalu mengabaikan permintaan Andrew tersebut. Ia masih tetep mau mengerjakan tugas nya sebagai istri termasuk mengurus rumah suaminya.
Kini Sherly sudah berdiri di depan pintu apartemen mereka. Ia mengantar suaminya yang akan pergi. Ada rasa khawatir yang menyelimuti hatinya. Entah apa itu? Sherly sama sekali tidak tahu. Dengan berusaha tetap tersenyum ia menepis jauh pikiran tersebut.
Andrew menatap Sherly dengan penuh arti. Ia meminta gadis itu untuk menunggunya pulang. Andrew berjanji setelah pekerjaannya selesai ia akan segera kembali. Andrew juga meminta Steven untuk menemani Sherly karena Andrew tidak ingin gadis itu merasa kesepian. Andrew juga meminta Steven untuk mengurus segala keperluan Sherly selama ia pergi.
Mobil milik Andrew pun melaju meninggalkan areal apartemen mewah tersebut. Sherly yang berdiri di depan jendela menatap kepergian mobil itu semakin menjauh dan menghilang. Setetes air mata keluar dari pelupuk matanya. Ia ingin Andrew lekas kembali. Sherly segera menghapus air mata tersebut dan ia menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya perlahan. Sherly memberi semangat pada dirinya sendiri untuk tetap bisa tersenyum meski hatinya merasa ada yang hilang. Ia harus tetap menjalani rutinitasnya sepeti biasa.
Kini Sherly sudah duduk di mobilnya. Hari ini ia membawa mobil sendiri. Karena Steven harus mengantar Andrew ke bandara.
Mobil mewah milik Sherly pun melaju menyusuri jalanan kota yang padat kendaraan. Pikirannya masih tertuju pada Andrew yang akan pergi tadi.
__ADS_1
Mobil Sherly kini telah memasuki areal parkir kampus mewah tempatnya menuntut ilmu. setelah memarkir mobilnya ia turun dari mobil tersebut. Alangkah terkejutnya ia saat Alex sudah berada di sebelahnya menyapanya dengan senyum khas miliknya.
Sherly menyambut senyuman Alex dengan ikut tersenyum. Alex dan Sherly berjalan beriringan menuju kelas mereka. Hari ini memang mereka akan belajar mata kuliah yang sama.
Alex yang ceria selalu menggoda gadis itu. Sherly yang tersenyum mendengar ocehan Alex hanya bisa menggelengkan kepala. Sampai sebuah pertanyaan yang dilontarkan Alex kepadanya membuatnya diam sesaat.
Alex menanyakan kalau ia sering melihat Sherly keluar masuk mobil mewah milik Andrew. Alex juga menanyakan ada hubungan apa Sherly dan CEO muda itu.
Sherly terdiam ia tidak bisa menjawab pertanyaan itu. Karena tidak mungkin ia akan menceritakan kenyataan yang sebenarnya kepada Alex. Ia masih terikat perjanjian dengan Andrew, selain itu ia masih tidak ingin ada orang yang tahu tentang pernikahannya karena orang pasti akan beranggapan ia adalah wanita simpanan dan sejenisnya.
Alex tetap memaksa Sherly untuk menjawab pertanyaannya. Dengan berusaha keras otaknya bekerja untuk mencari sebuah alasan agar Alex tidak lagi menyerangnya dengan berbagai pertanyaan yang begitu sulit untuk ia jawab. Pertanyaan Alex begitu menakutkan dan sulit daripada ia harus menjawab pertanyaan saat ia berada di sebuah ujian dari dosen yang menakutkan.
" Adalah apa sher...? Emang Lo ada hubungan apa dengan CEO Bastian corporation itu Sher?" tanya Alex penasaran dengan jawaban Sherly.
Sherly menarik nafas dalam-dalam
" Gue sepupu jauhnya. " jawab Sherly hanya itu yang terbesit di otaknya.
__ADS_1
Alex menganggukkan kepalanya. Sepertinya ia mau menerima jawaban Sherly. Ada rasa lega terpancar dari wajahnya setelah mendengar jawaban Sherly. Begitupun dengan Sherly ia menghembuskan nafas lega. Setidaknya Alex mau menerima jawabnya tanpa menerjangnya kembali dengan pertanyaan. Dengan cepat Sherly menarik tangan Alex untuk segera melanjutkan langkahnya menuju kelas mereka.
Dewi yang menyaksikan hal tersebut begitu geram ia berencana akan mencari tahu sebenarnya dan membongkarnya kepada semua penghuni kampus kalau Sherly adalah gadis murahan yang sedang mengencani om-om Kaya untuk mempertahankan perusahaan ayahnya yang sedang berada di ujung tanduk. Dewi yakin kalau ia bisa melakukan hal tersebut untuk. Isa merebut popularitas yang dimiliki Sherly saat ini. Berbagai rencana jahat memenuhi tiap inci otaknya. Bahkan ia rela kan melakukan hal yang kotor demi rencananya tersebut. Dewi tersenyum miring.
" Lo tunggu aja tanggal mainnya Sherly sampai kapan Lo akan. berpura-pura menjadi orang yang baik dihadapan semua orang. " Gumam Dewi lalu melangkah pergi.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Di tempat yang berbeda.
6 jam berlalu.....
Andrew yang terus menatap layar ponselnya seraya terus tersenyum. Disana terpampang jelas wajah Sherly yang sedang tersenyum manis. Baru beberapa jam ia meninggalkan Sherly ia sudah merasa rindu. Kini ia masih setia duduk di sebuah ruangan mewah yang merupakan miliknya. Ya... kini ia tengah bekerja di ruangan kantor cabang miliknya yang ada di Singapura. Akan tetapi sejak menginjakkan kaki de negara tersebut ia tidak bisa mengalihkan pikirannya dari Sherly yang ia tinggalkan seorang diri di Apartemen milik nya. Harusnya ia membawa serta Sherly akan tetapi ia tidak bisa melakukan hal tersebut karena Andrew belum sampai tahap itu.
Andrew yang tidak bisa memusatkan pikirannya hanya bisa tersenyum saat rapat berlangsung akan tetapi ia tidak mendengarkan apa yang sedang dibicarakan pada rapat tersebut. Pikirannya berkelana jauh ke dalam semua momen dimana ia dan Sherly sedang bersama. Banyak cerita yang telah tertulis. Banyak kenangan yang membuatnya terhipnotis. Dan banyak hal yang membuat hati Andrew semakin terikat pada Sherly.
Meski Andrew belum juga menyadari cinta yang ada di hatinya. Ia selalu menepis kalau itu bukan cinta itu hanya sebuah rasa tanggung jawab sebagai suami kepada istrinya. Sebenarnya cinta sudah menggelitik hatinya akan tetapi hati Andrew tidak menyadarinya. Ia masih tenggelam dalam cerita-cerita yang menakutkan bahkan cerita masa lalu yang membuatnya terluka begitu dalam.
__ADS_1
Andrew tetap menolak kehadiran cinta itu sendiri. Andrew menepis jauh kenyataan indahnya cinta. Andrew masih menyingkirkan arti pernikahan sebenarnya. Yang ia tahu saat ini ia hanya merasa nyaman dan damai berada dekat dengan gadis yang sudah mengisi cerita di hidupnya itu.
( Ahhh... Andrew sampai kapan.. kau akan menolak cinta. author sendiri bingung dengan pikiranmu... 😅😅😅😅)