
Andrew keluar dari kamar Sherly setelah menyelesaikan ritual meredam sang hasrat. Kini ia memilih pergi ke dapur untuk memebuat sesuatu yang hangat.
Andrew sedang membuat secangkir kopi. Karena kepalanya terasa berdenyut. setelah ia berusaha keras nenahan sesuatu tadi. Andrew benar-benar melakukannya dengan baik. Kini ia duduk di balkon apartment miliknya.
Pikiranya kembali teringat kejadian beberapa jam yang lalu. Saat ia membawa Sherly masuk kedalam kamarnya. Andrew meletakkan tubuh Sherly diatas ranjangnya.
Satu jam lalu..............
Tiba-tiba Sherly membuka matanya dan langsung menyerangnya. Sherly terus berkata kalau ia butuh bantuannya. Sherly mengatakan kalau ia sudah tidak bisa menahan semuanya.
" Plisss.... Bantu aku Tuan. Keluarkan aku dari penderitaan ini. " kata Sherly dengan memohon. Sherly merobek sendiri pakainnya. Sehingga tetlihat jelas dan terpangpang dengan nyata pemandangan indah di mata Andrew.
Andrew dengan susah payah menelan salivanya. Matanya mebulat memandang kulit putih mulus itu. Bahkan si kembar yang sangat mengugah seleranya. Namun segera ia tepis pikiran kotor itu karena ia tidak ingin membuat Sherly kecewa ia ingin Sherly memerikannya atas keinginannya. Bukan dengan cara seperti ini.
" Ayoo... Tuan lakukan, Aku sudah tidak tahan." Kata Sherly kembali memohon dengan suara yang begitu Seksi.
Kemudian ia kembali bertingkah dengan meleps kancing celana jeans yang ia kenakan. Sherly melepaskanya semuanya begitu saja. Yang tersisa hanyalah Do dalam Sherly berwarna baby pink yang begitu cantik dengan perpaduan kulit Sherly yang begitu indah. Andrew kembali menahan gejolak gelora jiwa bertempurnya di medan pertarungan cinta yang penuh asmara.
__ADS_1
( ahhh... sebenarnya maksud author apa ya... yah sudah lah kalian artikan semdiriπππ)
Andrew kembali mengelengkan kepalanya agar khayalan indah itu terbang menjauhi pikirannya.
" ****...!!!! APA YANG KAU LAKUKAN HENTIIIIIIIKKKKKAAANNNNN..... !!!! Kau akan membuatku GIIIILLLAAAA SHERLY!! Bentak Andrew saat melihat Sherly mulai menari dan berliuk-liuk manja di depannya. Andrew menjambak rambutnya sendiri ia benar-benar merasa hampir gila menahan sesuatu yang mulai terasa sesak. Itu hal yang biasa karena ia laki-laki normal yang sudah dewasa.
Andrew mulai mencari sesuatu untuk ia lakuka. Kemudian ia memelepas dasi yang ia kenakan dan mulai mengikat kedua tangan Sherly.
" Sial... Sherly kau benar-benar membunuhku." umpat Andrew kesal saay Sherly berintak dan tanpa sengaja tanganya menyentuh sikembar cantik itu.
Sherly benar-benar kehilangan kendali, ia mulai mendesah dengan suara seksi membuat Andrew kembali meracau tak jelas.
Dengan ragu Andrew mulai mengangkat tubuh Sherly ia bermaksud membawa Sherly ke kamar mandi ia akan merendam tubuh Sherly agar bida kembali pulih. kembali Andrew berusaha keras menahan sesuatu dan ia meracau mengumoat keal saat tangannya mulai menyentuh kulit putih itu. Terasa begitu halus.
" Ahhh...God Cobaan ini terlalu berat." Batin Andrew mulai putus asa.
Dengan cepat pria itu mengangkat tubuh Sherly, Andrew membawa Sherly ke dalam kamar mandi Dan meletakkannya di Bathab lalu menyalakan air dingin itu akan memuat Sherly lebih baik. Sherly mulai mengeliat lagi dan berusaha melepaskan pakaian dalam yang ia kenakan, dengan cepat Andrew menahannya agar Sherly tidak melanjutkan lagi. Entah apa yang terjadi kalau itu sampai Sherly lakukan. Mungkin Andrew dengan secepat kilat akan menyerang Sherly begitu brutal. Andrew benar-benar berusaha sangat keras menahan segala hasratnya. Itu perjuangan yang luar biasa. Andrew harus tetap menguasai diri dan pikirannya. Semua Ia lakukan demi kebaikan Sherly dan juga dirinya.
__ADS_1
Andai terjadi sesuatu malam ini. Mungkin itu hal yang wajar bagi sepasang suami istri yang telah sah menikah akan tetapi tidak bagi pasangan ini. Hal tersebut akan jadi awal bencana bagi pernikahan mereka.
Andrew sengaja membiarkan Sherly berendam di Bathab beberapa saat sampai pengaruh obat itu mulai menghilang. Andrew keluar kamar ia menghubungi Salah satu asisten rumah tangga yang bekerja dengannya untuk datang. Setelah melihat Sherly sudah mulai tenang. Andrew kembali mengendong tubuh Sherly yang basah. Kembali gejolak itu meronta-ronta dalam dirinya. Dengan sekuat tenaga dan doa yang take henti-henti ia panjatkan agar ia tetap berfikir sehat. Akhirnya ia berhasil meletakkan tubuh Sherly di tempat tidur miliknya. Kemudian ia meminta Asisten rumah tangga yang tadi ia minta datang untuk mengganti pakaian dalam Sherly yang basah. Mungkin bisa saja ia lakukan sendiri tanpa bantuan Asisten rumah tangga tersebut. Akan tetapi Andrew tidak bisa menjamin kelajutan cerita yang akan terjadi malam itu. Fatal akibatnya. Andrew lebih memilih untuk tetap pada keinginannya. Memiliki cinta Sherly dengan keadaan sadar dan kemauannya sendiri.
Andrew menarik nafas lega. Sembari membiarkan Asisten menganti pakaian Sherly ia menuju kamar yang biasa Sherly tempati. Kali ini ia yang akan mandi air dingin untuk meredam dan menetralkan kembali sesuatu yang sedari tadi membuatnya frustasi dan hampir kehilangan kendali dirinya.
π·π·π·π·π·π·π·π·π·
Andrew tersenyum saat mengingat hal itu. Ia benar-benar menjadi orang lain saat bersama dengan Sherly. Bahkan ia bisa melakukan banyak hal yang sebelumnya tidak bisa ia lakukan kepada wanita lain namun dengan Sherly visa dengan tenang ia lakukan. Sherly sudah menguasai dirinya. Sherly telah membuatnya banyak berubah. Bahkan sejak menikah dengan Sherly Andrew sudah take pernah lagi bermain dengan wanita manapun.
Andrew mulai m rencanakan sesuatu. Ia akan segera mengungkapakan isi hatinya kepada istrinya tersebut. Setelah memastikan perasaan itu benar adanya. Itu memang cinta, Perasaan itu tumbuh seiring waktu. Perhatian yang selalu Sherly berikan membuat pria kaku dan dingin itu menjadi meleleh. Kesabaran Sherly membuat Andrew menyadari banyak hal. Andrew mulai belajar menerima keberadaan Sherly, Andrew mulai terbiasa dengan kehadiran gadis cantik itu.
Saat sedang terdiam tiba- tiba ponselnya berbunyi. Dengan cepat ia melihat siapa yang menghubunginya. Ternyata Bram mertuanya. Dengan cepat Andrew mengangkat panggilan tersebut.
" Hallo" Kata Andrew menjawab panggilan mertuanya tersebut.
"..."
__ADS_1
" Baiklah aku akan segera membawa Sherly pulang. Ayah tidak usah khawatir dengan keadaan putri mu yang telah Ayah jual padaku." Jawab Andrew kepada Baram. Ia kesal saat mengingat kejadian tersebut. Andai kata Andrew bukan orang kaya siapa dan seperti apa orang yang menjadi suaminya. Apa ia akan mendapat perlakuan baik atau sebaliknya. Andrew tidak bisa mambayangkan hal itu.
Namun ia kembali bersyukur karena Bram menjual putri nya kepadanya. Ia bisa memahami banyak hal dari Sherly. Andrew juga bahagia bisa menikah dengan Sherly. Meskipun awalnya ia sangat menolak kehadiran wanita itu. Seiring waktu berjalan ia menyadari satu hal. Pengorbanan seorang anak kepada orang tuanya begitu besar. Sherly berani membuanh masa depannya demi kebahagiaan orang tuanya. Ia tidak meikirkan dirinya sendiri. Sherly benar-benar gadis yang luar biasa.