Aku Menikah Karena Hutang

Aku Menikah Karena Hutang
Episode 83


__ADS_3

Andrew terdiam di ruang kerja nya. Ia benar-benar bingung harus berbuat apa. Sementara Helen terus saja berusaha menghubunginya via telepon namun tak pernah Andrew hiraukan, dan sudah beberapa hari ini Andrew diam di ruang kerja tersebut namun ia sama sekali tidak bisa bekerja dengan benar. Otaknya terus memikirkan. Sang istri yang sampai saat ini belum mau menemuinya. Ia bahkan ingin meluapkan rasa rindunya yang kian hari semakin menyiksanya. Andrew terus mengirim sebuket bunga untuk permintaan maaf kepada sang istri, akan tetapi bunga itu selalu kembali utuh tanpa Sherly mau menerimanya. Kini ruang kerja milik Andrew sudah berubah jadi toko bunga yang memajang bunga mawar putih bahkan berbagai warna.


" Andrew... honey... sampai kapan kau akan mengurung dirimu di kantor seperti ini. Bahkan kau sudah seperti orang aneh.." teriak Helen dari luar pintu karena ia sama sekali tidak bisa masuk. Andrew tidak mau menemui perempuan itu. Hatinya menolak. Meski kadang sekelebat iblis membisikkan di telinganya untuk membiarkan Helen masuk dan menemuinya. Akan tetapi hati yang lain juga menolak keras.


Andrew hanya bisa menarik nafas dalam-dalam. Jujur hatinya merasa seperti ada yang hilang sejak Sherly kehilangan anaknya. Andrew merasa dunia juga ikut runtuh. Sayang... Rasa egoisnya masih menguasai dirinya ia menepis jauh-jauh penyesalan dan sedih itu. Baginya itu hanya rasa simpati saja kepada sang istri.


Suara perempuan itu masih saja terus terdengar dari luar. Helen terus berusaha membujuk Andrew untuk mau menemuinya. Semakin keras Helen berusaha Andrew semakin tidak peduli.


" PERGI DARI SINI." sebuah suara bariton terdengar tegas menggema di seluruh lorong.


Andrew terperanjat mendengar suara yang sangat di dengarnya.


" T... Tuan David. mengapa anda disini. Bukan nya anda sedang di Kanada." Tanya Helen yang begitu terkejut melihat kehadiran sang Bos besar.


David diam. Wajahnya seperti singa yang siap memangsa. Aura membunuh terpancar jelas dari mimik tampan milik pria paruh baya itu.


" Singkirkan parasit ini Kim." kata David tegas.


" Baik tuan." Jawab David.


" Jangan pernah berani menyentuhku Kim. Kau tahu siapa aku. Andrew sedang membutuhkan aku." Jawab Helen.


" Putra ku tidak membutuhkan wanita Hila sepertimu. Yang ia butuhkan hanya istri dan Keluarganya. Anda siapa berani berkata seperti itu di wilayahku." Jawab David tegas tanpa melirik Helen.


" Ayah... Eh... Om... Andrew sedang tidak baik, saya harus berada di dekatnya. Ia sangat membutuhkan saya om.." Kata Helen yang berusaha meyakinkan David. Ia memulai drama di aksinya kali ini.


" Kim...!!!" panggil David.

__ADS_1


" Baik tuan.." Jawab Kim yang paham dengan keinginan majikannya itu.


Helen yang di tarik paksa oleh beberapa pria berjas hitam yang merupakan anak buah David memberontak keras. Helen bahkan berteriak tidak kan pernah menyerah selama ia belum mendapatkan apa yang dia inginkan.Davit tersenyum sinis kehadapan Helen. Kemudian pria gagah itu meminta Kim membuka pintu ruangan Andrew dengan kunci cadangan miliknya. Kim melaksanakan perintah atasannya itu dengan cepat. Pintu pun terbuka. David tersenyum melihat kondisi ruang kerja Andrew yang hampir penuh dengan bunga.


" Wow... Sejak kapan kau menyukai bunga my boy." Ledek David yang melangkah masuk.


Andrew terdiam ia masih tetap duduk di tempatnya seraya memijat pelipisnya yang terasa pening.


" Separah ini kah kau Andrew sehingga kau merubah kantormu jadi taman bunga." David duduk tepat dihadapan putranya itu.


" Ah.. Papa hentikan aku sedang tidak ingin bergurau." Jawab Andrew malas.


David tersenyum.


" Papa bagaimana dulu kau merayu mama agar mau kembali padamu?" Tanya Andrew.


" Ayo lah papa... Aku sedang tidak ingin bermain kali ini. Aku hanya ingin Sherly kembali kepadaku pa. Kau tahu betapa tersiksanya aku 2 Minggu ini." Jawab Andrew memohon kepada David.


" Lakukan apa yang jadi keinginan istrimu." Jawab David dengan wajah serius.


" Apa... Oh.. God. Kenapa papa mau minta aku melakukan hal yang telah jelas hasilnya pa. Lagipula Sherly sudah kehilangan bayi itu. Tidak ada gunanya." Jawab Andrew.


" Kau memang pria yang bodoh. Kau terlalu gampang terhasut. Aku pernah mengalami hal itu dan penyesalan itu masih sampai saat ini aku rasakan." Jawab David otaknya mulai menjelajah ke masa lalu yang menyakitkan baginya.


" Tapi papa. Ini hal yang berbeda, aku telah melihat jelas hasilnya. Dan itu sangat melukai harga diriku pa. Sebagai pria yang dicap sempurna, namun kenyataanya aku tidak bisa memberikan keturunan kepada istriku sendiri. Bahkan aku tidak bisa memberikan kesempurnaan di dalam pernikahanku pa." Jawab Andrew.


" Kalau itu yang kau pikirkan lepaskan Sherly biar dia bahagia." Jawab David dengan dingin.

__ADS_1


" Papa udah gila. Bagaimana aku bisa melepaskan orang yang aku cintai pa." Kata Andrew.


" Lalu mengapa kau masih bersikeras mempertahankan keinginanmu, sementara kau tak mau menuruti keinginan Sherly. " Kata David dengan wajah datar. Pria paruh baya itu kembali ke wajah dinginnya. Ia benar-benar pria yang sadis kalau sudah menghadapi masalah.


Namun sebenarnya ia adalah ayah yang sangat menyayangi putranya. Ia hanya ingin mengajarkan arti pernikahan sebenarnya seperti pengalamannya yang dahulu ia menyesal karena tidak pernah mau mendengarkan orang lain termasuk orang yang ia cintai. Sehingga ia membuang waktu untuk menyesali semuanya.


" Kenapa semua keluarga ku tak ada yang mau memahami perasaanku pa. Mengapa semua hanya mendengarkan keinginan Sherly dan peduli dengan perasaanya?" jawab Andrew kesal.


" Karena apa yang difikirkan Sherly benar menurut papa." jawab David tegas.


Andrew sangat terkejut dengan apa yang dikatakan David. Ada rasa senang karena semua keluarga menyayangi Sherly sama sepertinya namun ada rasa sedih di lubuk hati Andrew.


" Pa...."


" Cukup Andrew. Kau bukan anak kecil yang papa harus paksa, dan kau pasti tahu betul kenapa semua orang ingin kau melakukan tes ulang kesehatanmu. Papa yakin kau tidak seperti itu." jawab David memotong kata Andrew


" Pa... Plis...!!!


" Andrew... Hentikan kegilaan ini. Keegoisan mu itu bisa mengahancurkan semuanya termasuk papa harus kehilangan cucu papa yang belum pernah papa lihat." jawab David dengan tegas lagi


" A... Apa maksud papa. Berarti papa mengira anak yang ada dalam kandungan Sherly anak ku pa. Papa tahu dia pernah diculik dan entah apa yang terjadi saat ia diculik. Dan laki-laki mana yang membuatnya hamil." Kata Andrew.


" ANDREW BASTIAN....!!!!!" Bentak David.


" Itu benar pa... kenapa papa berfikiran kalau itu anak ku. Aku mandul pa.. Mana mungkin bisa membuat Sherly hamil.." kata Andrew tak mau kalah.


" KIM...!!" Panggil David.

__ADS_1


Dengan cepat pria itu mendekati David. Kemudian David meminta sesuatu yang seharusnya ia serahkan kepada Andrew.


__ADS_2