
" Andrew bagaimana keadaan anak mama?" Suara itu begitu menggelegar di dalam ruangan itu. Anna dengan koper besarnya segera menghampiri Andrew yang sudah berada di ruang tamu bersama dua mertuanya.
Melihat Anna ada di sana Dina merasa heran mengapa mereka kembali secepat ini dan menghentikan liburan mereka.
" Kenapa kau disini Anna Bukanya kau sedang berjualan madu.?" Tanya Dina.
Anna menarik nafas dalam-dalam.
" Bagaimana aku bisa tenang Din. Kalau dokter tiba-tiba saja didatangkan kerumah Andrew. Pasti ada sesuatu yang tidak baik. " Jawab Anna
David yang melihat kehebohan yang ditimbulkan istrinya itu hanya menatap diam dan juga tetap cuek. Ia sangat paham dengan sifat Anna Yang pasti akan sedikit berlebihan bila sudah menyangkut Sherly dan juga Andrew.
Andrew merasa sedikit cemburu karena semua anggota keluarganya sangat menyayangi Sherly melebihi menyayangi dirinya.
Andrew beserta anggota keluarga yang lainnya menunggu kabar dokter yang sendang melakukan pemeriksaan terhadap Sherly.aealnya Andrew ingin mengajak istrinya untuk pergi kerumah sakit. Kan tetapi David melarangnya. Ia takut hal buruk yang serupa pasti akan terulang kembali.
Dokter keluar dari kamar milik Sherly. Wajahnya tampak berbinar bahagia. Saat melihat wajah tampan Andrew dokter sengaja menggoda tuan muda itu dengan sebutan perkasa dan Joss. Andrew sedikit tidak paham dengan maksud perkataan Dokter. David dan yang lainnya pun tersenyum dalam diam mendengar apa yang dikatakan Dokter pribadi mereka.
__ADS_1
Anna sangat kesal karena kelambatan dalam berfikir anaknya tersebut. Meski ia kini terkenal sebagai pebisnis yang handal dan terkenal namun dalam hal seperti itu kadang otak putranya tersebut sedikit konsleting atau semacamnya. Anna segera menarik telinga Andrew dan membisikkan sesuatu yang membuat tuan muda itu melebarkan kedua matanya saat mendengar sesuatu di telinganya.
Andrew tersenyum bahagia mendengar kabar baik tersebut. Ia berlari kearah David dan memeluk pria itu. Kemudian ia kembali berlari kearah Johan dan melakukan hal yang sama kepada pria itu.
Anna dan Dina sangat senang mengetahui kabar bahagia itu. Bahwa kini anak dan menantu mereka tengah berbadan dua sejak lama mereka kembali menunggu kehadiran malaikat kecil itu. Begitu pun dengan dua pria itu.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
" Sayang mulai saat ini kau tak akan pernah melakukan hal yang capek atau membahayakan anak kita. Aku akan jadi pengawal sekaligus dokter mu. Semua harus melalui suamimu ini." Jawab Andrew dengan antusias kepada Sherly. Semua yang di ruangan itu tertawa cekikikan mendengar apa yang dikatakan Andrew sang CEO tampan yang ternyata sangat mencintai keluarganya.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
1 Tahun berlalu
" Andrew apa yang kau lakukan. Kenapa kau melakukan hal bodoh seperti itu." Teriak Anna saat mendapati Andrew sedang asik bermain dengan putranya yang baru berusia 3 bulan. Ia bahkan terlihat seperti orang bodoh.
" Apa mama tidak melihat aku sedang bermain dengan Edward ku. Aku ingin ia menjadi seorang pilot nantinya." Jawab Andrew yang sudah memenuhi ruangan itu dengan berbagai pernak pernik tentang penerbangan. Dari pesawat hingga pakaian. Bahkan Kamar bayinya ia sulap menjadi sebuah kabin pesawat mini yang sangat indah.
__ADS_1
Sherly hanya bisa menarik nafas saat melihat kejadian itu. Ini bukan pertama kalinya Andrew bertingkah seperti itu.
" Sudah lah ma jangan hiraukan bayi besar yang meraung ini. Ia tidak akan mendengarkan kata siapapun Aku sudah berulangkali mengatakannya kalau Edward masih begitu kecil untuk tahu. Sejak di dalam perutku. Andrew sudah membelikan mainan pesawat dan pakaian pilot untuk calon anak nya ini." Jawab Sherly hanya bisa menghela nafas.
Setelah 9 bulan ia menjadi bayi besar yang tidak di perbolehkan melakukan apapun kini bayi kecil itu yang jadi bulan-bulanan kesayangan papa bodohnya. Karena saking sayangnya kepada Sherly dan putranya yang kini sudah berumur 3 bulan. Andrew sangat bahagia memiliki putra dari Sherly ia sangat beruntung. Kesempurnaan yang luar biasa ia miliki di dunia ini.
Sherly dan Andrew kini memiliki keluarga yang lengkap dengan segenap isinya. Apalagi setelah kehadiran putra mungil mereka yang memiliki wajah tampan nan rupawan seperti ayah dan kakeknya. Kehadiran Edward Bastian sangat di sambut oleh banyak orang. Rekan bisnis dan teman-teman mereka. Steven adalah salah satu pria yang ikut bahagia. Kini ia telah memiliki wanita yang begitu ia cintai. Selama bertualang ia telah bertemu dengan wanita yang menyentuh hati dan jiwanya yaitu Susi. Kini mereka sudah hidup sebagai sepasang kekasih. Sherly dan Andrew sempat terkejut mendengar hubungan mereka. Namun mereka juga ikut senang terutama Andrew karena Steven memutuskan untuk menyerah dan melupakan Sherly.
CINTA KADANG TAK MENGENAL APAPUN.
Cinta tak kenal usia, dan status.
Yang cinta tahu adalah tentang ketulusan, pengorbanan dan takut kehilangan.
Begitulah cinta.
Tamat
__ADS_1