Aku Menikah Karena Hutang

Aku Menikah Karena Hutang
Episode 14


__ADS_3

Mobil terus melaju menembus jalanan yang begitu sepi. Hanya ada kicau burung dan deru angin yang berdendang membelai dedaunan yang ikut benyanyi.


Udara sejuk menerpa wajah cantik Sherly. Hatinya terasa begitu bahagia dan begitu damai. Entah kapan rasa ini pernah ia rasakan?


Seutas senyum bahagia tersirat dari bibir cantiknya. Sehingga yang melihatnya pun ikut tersenyum tanpa disadarinya.


" gilani perempuan kenapa bebek jelek kayak dia bisa berubah jadi angsa cantik gini sih. kayaknya mata gue ada yang salah deh.


ahh.. gue mesti bener-bener harus ke dokter." Gumam Andrew dalam hati.


Entah keajaiban dari mana, suasana saat itu membuat Andrew merasakan hal yang tidak pernah ia duga sebelumnya. Hati Andrew yang keras dan dingin perlahan-lahan menghangat.


Gunung es yang berdiri kokoh belahan mencair karena hangatnya sinar sang pagi yang begitu hangat.


Bahkan kini gunung es itu berubah menjadi sebuah bukit rerumputan yang begitu indah.


Mungkin apa yang Andrew rasakan kali ini benar-benar sebuah sensasi yang tidak pernah ia rasakan.


Kehangatan yang telah lama hilang kini perlahan-lahan kembali.


" Tuan apakah boleh kita berhenti sebentar?" kata Sherly saat matanya menangkap sebuah danau yang begitu indah.


Dia sudah tidak peduli lagi dengan Andrew yang mungkin akan marah padanya. Sherly hanya sibuk dengan hatinya yang sedang bahagia melihat pemandangan di matanya yang begitu mempesonanya.


tapi tanpa diduga Andrew mengabulkan keinginannya. Dan tanpa Andrew sadari ia menepikan mobil tersebut. Senyum cantik di bibirnya terbit saat mobil itu berhenti tepat di sebelah danau yang begitu indah yang sedari tadi mengusik matanya.

__ADS_1


" Terima kasih Tuan." kata Sherly dengan senyum yang begitu cantik dan membuat Andrew pun ikut membalas senyuman itu tanpa ia sadari.


Kemudian Sherly membuka pintu mobil dan melangkah keluar menuju tepi danau. entah hipnotis dan mantra apa yang diberikan Sherly kepada pria kaku itu sehingga mengikutinya tanpa ada sepatah kata pun.


mereka berjalan beriringan menuju tepi danau dengan air yang begitu sangat jernih. Bagaikan kaca sehingga makhluk hidup dan tumbuhan yang ada di dalamnya terlihat begitu jelas.


Sherly menghirup udara segar itu sebanyak mungkin untuk mengisi penuh paru-parunya. hatinya semakin tenang saat pemandangan indah itu memanjakan matanya


Melihat apa yang dilakukan Sherly, Andrew pun melakukan hal yang sama. Ini pertama kalinya Andrew merasa begitu tenang beban beratnya hilang begitu saja hal ini tidak pernah ia lakukan ternyata pergi ke tempat yang indah bisa membuatnya melepas penat dan beberapa beban yang menggerogotinya selama ini.


Waktu berjalan begitu cepat matahari sudah tampak akan pulang ke peraduannya dua insan itu hanya duduk di pinggir danau tanpa ada percakapan ataupun sekedar perbincangan ringan mereka terhanyut dengan pikiran mereka masing-masing.


Sherly mulai memikirkan sesuatu mungkin ini jalan terbaik buat pernikahan mereka sebelum semuanya terlambat. Sherly mengumpulkan keberaniannya untuk mulai berbicara dengan Andrew. Baginya ini adalah momen yang tepat.


" Maaf Tuan sebelumnya saya harus bicara dengan Tuan, dan maaf Tuan kalau saya terlalu lancang." kata Sherly ia kembali menarik nafas panjang dan menghembuskan berlahan-lahan sebelum melanjutkan kata-katanya.


Jantungnya seakan berhenti sejenak saat mendengar ucapan Andrew yang terlontar dari bibirnya. Rasanya Sherly tidak percaya dengan apa yang di dengarnya tadi.


" Aku tahu kamu pasti terkejut dengan apa yang aku katakan. Mungkin ada baiknya kalau pernikahan ini bisa berjalan dengan baik sampai waktunya tiba nanti." Sambung Andrew yang semakin membuat telinga Sherly sedikit tidak percaya dengan apa yang di dengarnya. Bahkan Andrew mulai memanggilnya dengan sebutan "Kamu" sebuah pencapaian yang luar biasa baginya.


Bahkan yang lebih membuat Sherly semakin tidak percaya adalah aura dingin yang biasanya menyelimuti Andrew kini berubah menjadi aura hanya yang membuatnya merasa nyaman didekatnya. Tatapan mata Andrew pun berubah. Kini tatapan mata Andrew begitu teduh dan tenang sehingga jiwa Sherly ikut senang dan bahagia saat menatap mata itu.


Andrew menautkan kedua alisnya saat matanya menangkap wajah Sherly yang tampak kebingungan. Mungkin jiwanya hilang entah kemana.


" Sherly apa kamu mendengar apa yang aku katakan?" Tanya Andrew saat matanya menangkap tatapan kosong di wajah cantik itu.

__ADS_1


" Ahh.. iya Tuan saya mengerti." jawab Sherly dengan sedikit gugup.


Andrew tersenyum senang saat mendengar jawaban Sherly.


" Dan satu lagi berhenti memanggilku dengan sebutan Tuan. Aku ini suamimu bukan Majikan mu." kata Andrew.


Sherly kembali terkejut saat mendengar ucapan Andrew. Rasanya seperti mimpi dan ia berharap tidak akan terbangun. Karena ia takut saat ia terbangun nanti semuanya berubah.


Sherly semakin tidak paham kenapa Andrew tiba-tiba berubah dan ingin pernikahan ini berjalan seperti biasanya bahkan Andrew sudah mulai membuka hatinya dan bersikap baik pada Sherly.


Apakah terjadi sesuatu? Pertanyaan itu jelas menggerogoti otaknya. Sherly masih bingung, awalnya ia berencana untuk mengakhiri segalanya sebelum semakin parah. Namun ini terbalik dengan apa yang ia pikirkan. Andrew balik bersikap baik dan bahkan Andrew berubah 360 derajat dari sebelumnya.


Sherly masih tidak percaya kalau ini nyata. Ia takut kalau harus terhanyut bahkan terlena dengan kata-kata Andre. Sherly takut kalau beberapa detik kemudian Andrew akan kembali seperti sedia kala.


Sherly memberanikan diri untuk menanyakan kepada Andrew tentang apa yang dikatakan oleh nya barusan. Ia takut kalau ia salah dengar dan mungkin yang lebih ditakutinya kalau beberapa detik yang lalu ia jatuh ke dunia khayalan nya karena ia begitu menginginkan suami yang baik dan pengertian terhadapnya.


Mendengar apa yang ditanyakan gadis itu Andy tersenyum. Andrew kembali meyakinkan Sherly kalau apa yang dikatakannya adalah benar adanya. Andrew bersungguh-sungguh untuk memulai pernikahan yang baik dengannya.


Sherly hampir saja terkena serangan jantung. Bahkan gadis itu tampak kesulitan bernafas yang membuat Andrew sedikit panik melihat keadaan Sherly.


Andrew membantu gadis itu untuk masuk kedalam mobil. Andrew pikir Sherly kedinginan karena memang benar cuaca sudah berubah semakin dingin karena sang Surya sudah kembali ke peraduan nya.


Andrew membantu Sherly dengan sangat hati-hati. Wajahnya tampak sangat khawatir dengan keadaan Sherly yang sesak nafas.


Andrew ingin segera kembali ke kota dan membawa gadis itu kerumah sakit. Andrew benar-benar tidak ingin terjadi sesuatu dengan gadis yang sudah mulai mengukir cerita bahagia dihatinya itu.

__ADS_1


Ada rasa yang berbeda namun Andrew sama sekali belum sadar dengan perasaannya yang sebenarnya. Ia tidak berfikir kalau itu adalah Cinta. Baginya saat ini adalah ia merasa nyaman dengan Sherly. Ia berfikir kalau perasaan itu hanya perasaan nyaman dan tenang saat melihat gadis itu. Andrew juga berfikir kalau ia sedikit kehilangan saat gadis itu tidak tampak di depan matanya.


ahhh... Cinta datang tak diundang yang membuat seseorang bisa melupakan ego dan menjatuhkan harga diri bahkan cinta pergi pun kadang tiba-tiba sehingga yang ditinggal pun merasa tersakiti dan hampa.


__ADS_2