Aku Menikah Karena Hutang

Aku Menikah Karena Hutang
Episode 81


__ADS_3

PLAK...


sebuah tamparan mendarat dengan mulus di pipi pria itu.


" Kau tak pernah berubah Andrew. Kau masih saja egois. Meski kau tahu hal yang kau pertahankan itu adalah hal yang salah. Apa kau pernah berfikir untuk kalau apa yang kau lakukan saat ini benar-benar melukai perasaan hatiku.Apa kau tidak berfikir bagaimana perasaan bayi dalam perutku ini Andrew." Teriak Sherly histeris.


" Stop.. Sherly. Jangan kau sebut aku tidak memikirkan perasaan mu. Aku sudah cukup sabar dengan apa yang selama ini terjadi. Apa kau tidak mengenal aku. Setelah kita hampir setahun menikah. Apa kau tidak tahu kalau aku bisa melakukan hal yang mengerikan bila ada orang yang berani mengkhianati aku. " Kata Andrew dengan tatapan dingin.


" YA... AKU TAHU KAU... KAU PRIA EGOIS YANG HANYA PEDULI AKAN DIRIMU... DAN KAU..."


PLAKKKK....


Sebuah tamparan keras melayang di pipi wanita itu sehingga tubuhnya terjun kelantai dan tanpa sadar perut Sherly membentur ujung ranjang.


" AKHhhh... Sakit. " Rintih Sherly yang seraya memegangi perutnya yang terasa nyeri yang luar biasa.


Andrew terdiam sesaat ia memandang tangannya yang sudah memukul Sherly. Ini kedua kalinya Andrew bersikap kasar kepada Sherly.


Sherly semakin histeris setelah melihat ada cairan merah keluar dengan deras dari ************ nya.


" Darah..." Gumam Sherly.


" BUNDA.. AYAH... Sakit... Akhh... A.. Andrew anak kita... " Kata Sherly yang akhirnya tidak sadarkan diri.


Per sekian detik Andrew terdiam di tempat. Sampai suara Dina dan Johan datang mereka terkejut dengan keadaan Sherly. Johan berulang kali memanggil nama Andrew namun pria itu masih saja diam seperti patung.


PLAKKK...

__ADS_1


Sebuah tamparan kembali mendarat di wajah tampan itu sehingga Andrew sadar, dan semua nyawanya kembali terkumpul seketika.


" APA YANG KAU LAKUKAN LADA PUTRIKU.. AGHH..." teriak Dina dengan nada kesal.


Andrew tidak mempedulikan nya ia segera mendekati Sherly yang sudah tidak sadarkan diri dan menggendong tubuh itu yang penuh dengan darah. Andrew sangat panik dengan keadaan Sherly. Ia tidak bisa memikirkan hal lain selain berharap Sherly dalam keadaan yang baik-baik saja.


Andrew terus melakukan mobilnya Tampa mempedulikan panggilan kedua mertuanya. Ia menginjak pedal gas dengan kecepatan tinggi menuju rumah sakit.


" Sayang ... Maafkan aku. Harusnya aku bisa mengendalikan diriku. Buka matamu sayang jangan buat aku panik." Gumam pria itu dan terus menatap jalan yang lengang.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Pria yang kini tubuhnya penuh dengan darah. Kemeja putih yang ia kenakan kini berubah jadi merah. Ia tampak tidak tenang, ia bahkan terus mondar mandir di depan ruang gawat darurat dimana di dalamnya ada Sherly beserta tim medis yang menangani Sherly.


Suara langkah beberapa orang di lorong rumah sakit itu mengalihkan pandangan pria yang terlihat kacau karena kecemasan yang luar biasa.


PLAKKK...


" APA YANG SUDAH KAU LAKUKAN AGHH....!" Teriak Anna dengan wajah emosi.


Andrew terdiam. Ia tidak menyangka kalau sang mama tega memukulnya untuk yang pertama kalinya, demi membela sang menantu.


" ANDREW...!!! Kau benar-benar pria egois kau tega melakukan hal keji demi memenuhi segala kepuasanmu." Lanjut sang mertua.


" Mama... tidak menyangka kau sampai begitu tega membunuh darah dagingmu sendiri. " Isak Anna.


Kedua wanita paruh baya itu bergantian menyerang Andrew dengan teriakan dan amarah. Sementara Johan hanya menatap sendu, Hatinya hanya terus berdoa semoga sang putri dan calon bayi nya dalam keadaan yang baik-baik saja.

__ADS_1


" Tenang. Din.. Sherly akan baik-baik saja. " Kata Johan pelan dan mengelus punggung istrinya itu dengan penuh rasa sayang.


Anna menatap tajam kearah Andrew yang hanya tertunduk dan diam membisu. Ada rasa kecewa salam hatinya. Entah mengapa ia merasa kalau semua orang menyatakannya dan satupun dari mereka yang mengerti tentang luka hatinya yang tak terlihat. Andrew senang kalau semua orang menyayangi Sherly namun ada rasa tidak puas bila orang di sekitarnya menyalahkannya atas apa yang terjadi dengan bayi itu. Bagi Andrew harusnya mereka senang karena masalah yang membuat istrinya menjauh telah pergi. Akan tetapi sejujurnya dalam hatinya .merasa sedih. Ada rasa yang hilang tersirat di lubuk hatinya entah apa itu? Andrew tidak mengerti. Dengan tegas ia membuang jauh-jauh rasa itu. Ia tidak ingin ikut terhanyut dalam kesedihan yang baginya tidak penting.


🌷🌷🌷🌷🌷


Dokter keluar dari ruang operasi.


Anna, Dina Dan Johan segera menghampiri sang dokter. Hal pertama yang mereka tanyakan adalah keadaan anak dan menantu mereka kemudian dokter mengatakan kalau Sherly dalam keadaan yang baik-baik saja. Kemudian Anna dengan antusias menanyakan tentang keadaan bayi yang tengah Sherly kandung. Dengan wajah penuh dengan penyesalan Dokter mengatakan kalau bayi tersebut tidak dapat diselamatkan karena benturan tersebut sangat keras bagi usia kandungan yang masih sangat muda. Anna histeris mendengar hal itu sentra Dina syok dan lemas. Tubuhnya hampir tumbang, untung saja Johan dengan sigap menangkap tubuh istrinya agar tidak terjun ke lantai. dan membawanya ke sebuah bangku. Anna tampak menangis menyesali kepergian bayi yang belum sempat ia temui. Andrew berlahan mendekati mamanya yang sudah terduduk di kursi sambil menangis.


" Ma... Hentikan." Pinta Andrew dengan lembut.


Anna hanya melirik Andrew dengan tatapan sinis.


" Ma .. Yang terpenting Sherly baik-baik saja." Sambung Andrew yang membuat Anna semakin naik pitam.


" Apa maksudmu Andrew. Kau tidak menyesal telah membunuh anak itu. Apa kau tidak meras iba kepadanya sebagai seorang ayah." Kata Anna di sela tangisannya.


" Ma.. Dia buka. Anak Andrew. Aku hanya ayah sambungnya." Jawab Andrew dengan santai. Namun jujur hatinya berkata lain. Entah setan apa yang merasuki pria itu sehingga berusaha keras menepis rasa bersalah dan sedih yang sebenarnya ada di hatinya tersebut.


" Andrew dia nak mu. Darah dagingmu." Teriak Anna murka.


" Ma... Berapa kali aku katakan aku pria yang tidak bisa memberikan keturunan ma. Aku mandul. Bagaimana aku bisa memberikan. Anak kepada Sherly dan bagaimana anak itu bisa jadi darah dagingku ma..." Jawab Andrew.


Anna hanya menarik nafas dalam-dalam kemudian ia.enghembuskannya berlahan.


" Anak ku putra tersayang mama. Hentikan sikap egoismu. Ikuti keinginan Mama. Kau akan tahu jawabannya nanti. Apa pun hasilnya nanti mama tidak akan menyalahkan atau menyesali nya. Asal kau mau mendengarkan mama kali ini. " Pinta sang mama dengan penuh pengharapan.

__ADS_1


" Ma... Berhenti melukaiku ma. Mama tahu sendiri kenyataan itu sangat menyiksaku. Bahkan ingin membunuhku berlahan. Akh mati-matian berusaha menerima keadaan ku yang tidak sempurna. Namun mama, Sherly dan yang lainnya malah menabur luka di hatiku ma. Sakit ma...." Jawab Andrew dengan wajah sedihnya.


__ADS_2