
Alex bukan hanya baik namun ia juga pria yang sangat keras kepala. Kini Sherly sudah mulai terbiasa dengan Alex yang baginya sangat bisa menghiburnya.
Sherly dengan terpaksa membiarkan Alex mengantarnya pulang. setelah mobil mereka berhenti Alex mengantar Sherly sampai di depan gerbang. Sherly mengucapkan terima kasih kepada Alex.
Kemudian Alex memberikan barang-barang yang tadi di belinya untuk Sherly. awalnya Sherly menolak dan akan membayar semuanya namun Alex tetap dengan pendirian nya ia beralasan sebagai hadiah perkenalan karena Sherly mau menerimanya sebagai seorang teman. Sherly yang selama ini ia kenal tidak pernah mau memberikan kesempatan untuknya dekat. Sherly selaku bersikap cuek dan tidak suka berdekatan dengan lawan jenisnya.
Meskipun ia menjadi idola dan banyak yang mengincarnya Sherly sama sekali tidak peduli. Hari ini adalah awal bagi Alex karena ia bisa dekat dengan Sherly dan dengan demikian ia punya kesempatan untuk saling mengenal dan bahkan sangat dalam.
" Terima kasih Alex kau sudah menemani aku belanja dan mengantarku pulang." jawab Sherly dengan senyum ikhlas dan sungguh-sungguh.
Alex mengangkat kedua jempolnya tanda setuju dan ia juga merasa senang karena Sherly tidak lagi cuek dan jutek seperti biasanya.
🌷🌷🌷🌷
Setelah Sherly masuk ke rumah, mobil Alex juga berlaku dari sana.
Sherly meletakkan paper bag yang berisi barang belanjaan yang tadi ia beli. Sherly segera masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri tubuh ya terasa sangat lengket.
Setelah selesai dengan ritual mandinya. Sherly memutuskan untuk beristirahat. Ia duduk di tepi ranjang tidurnya pikirannya kembali mengingat bagaimana Alex memperlakukannya dan bagaimana reaksi Bram saat bertemu dengan Andrew kemudian dengan wajah yang bahagia menandatangani surat perjanjian tersebut tanpa pikir panjang.
Hatinya terasa perih saat kembali mengingat perlakuan Andrew padanya. Sherly benar-benar tidak menyangka kalau Andrew adalah pria sekejam itu. Sherly meraba dadanya yang terasa sesak. Entah bagaimana kehidupannya kelak setelah menikah.
Serly membaringkan tubuhnya di ranjang miliknya air matanya meluncur bebas keluar dari kelopak mata indahnya. Ia menangis sampai ia merasa lelah.
🌷🌷🌷🌷
Pagi pun tiba.
Sang mentari berlahan keluar dari peraduannya. Sherly yang tidur sejak semalam dengan posisi meringkuk kini berlahan menggerakkan tubuhnya. Sherly merasa tubuhnya seperti remuk. Sherly kini memposisikan dirinya tidur terlentang.
Matanya mulai menatap langit-langit kamar tidur nya. Ia menarik nafas panjang dan berkata pada dirinya kalau ia pasti kiat dan bisa menjalani semuanya. Hanya itu yang bisa ia lakukan.
Sherly berusaha semangat sebelum semuanya terlambat. hari ini ia memutuskan untuk pergi kuliah karena sejak Bram di rumah sakit dan acara pernikahan yang menguras keterkejutan di hatinya. Ia jarang sekali kuliah.
Kini ia memutuskan untuk menjalani semuanya dan berjalan seperti air.
Sherly bangkit dari tempat tidurnya dan segera membersihkan dirinya. setelah mandi ia menuju lemari pakaian dan ia memutuskan menggunakan kaos dan jeans agar terlihat santai dan tak lupa sepatu cat yang selalu menghiasi kakinya. Sherly suka berdandan seadanya ia tidak seperti gadis-gadis kaya lainya yang berdandan berlebihan.
Setelah Sherly selesai bersiap Sherly kemudian menyambar Tas dan kunci mobil kesayangannya. Sherly terus melangkah menuruni tangga dari lantai dua. tampak Bibi Umi asisten rumah tangga nya sedang sibuk di dapur mempersiapkan sarapan untuknya. Sherly menyapa bibi umi dengan senyum lebar. Bibi umi sangat senang melihat Sherly sebahagia hari ini. Bibi Umi juga mengetahui masalah apa yang sedang terjadi pada anak gadis tersebut.
Lalu Bibi Umi meminta Sherly untuk sarapan. Sherly mengiyakan kemudian ia melangkah menuju ruang makan dan duduk di depan meja makan. Kemudian di susul bibi umi membawakan sarapan kesukaan Sherly. Bibi Umi meminta Sherly untuk menghabiskan makanannya karena Sherly pasti akan butuh asupan makanan yang banyak dan tenaga ekstra untuk menghadapi hari-hari berikutnya.
Sherly menyantap makanan sarapannya begitu lahap karena memang sejak semalam ia sudah sangat kelaparan.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Ting...Tong....
Bel rumah berbunyi. sepertinya ada tamu yang sedang berkunjung. Sherly masih setia dengan sarapan nya sedangkan bibi umi melangkah menuju pintu dan melihat siapa yang datang.
Bibi umi membuka pintu dan tampak seseorang dari balik pintu. Dia adalah Alex. Bibi umi baru pertama kali melihat pria yang berdiri dihadapannya dengan senyum khasnya.
Kemudian bibi Umi menanyakan ada hubungan apa pria itu datang kerumah itu. Alex mengatakan kalau ia adalah teman kampus Sherly dan datang menjemput Sherly untuk mengajaknya pergi ke kampus bersamanya.
Lalu Bibi Umi mempersilahkan Alex untuk masuk dan menunggu di ruang tamu. Sementara Sherly yang telah menyelesaikan sarapannya melangkah menuju ruang tamu. Ia mendapati Alex sudah duduk di sofa.
Sherly menyapa Alex yang datang. kemudian Alex mengatakan bahwa ia sengaja datang untuk menjemputnya. Awalnya Sherly menolak ajakan Alex karena ia ingin berangkat sendiri mengendarai mobil nya sendiri. Alex tetap memaksa dan Sherly akhirnya luluh karena ia sudah tidak mau berdebat lagi dengan Alex yang juga sama keras keras kepala dengannya.
Alex begitu senang karena Sherly menerima ajakannya untuk berangkat bersama dengannya.
Mobil mewah tersebut melaju di jalanan yang padat oleh pengendara di jalan raya. Alex melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Alex ingin lebih lama berdua di dalam mobil bersama dengan Serly. makanya ia sengaja tidak membawa supir bersamanya. Biasanya ia selalu pergi kemanapun diantar supir.
Tak lama kemudian mobil yang dikendarai Alex sampai di sebuah bangunan megah yang merupakan kampus ternama tempat mereka menuntut ilmu.
Alex memasuki parkir khusus mahasiswa kemudian memarkirkan mobilnya Disana.
setelah itu mereka keluar dari mobil dan melangkah bersama memasuki kampus.
Banyak mata yang menatap mereka. Pagi itu mereka benar-benar menjadi pusat perhatian seisi kampus tersebut. karena ini pertama kalinya Sherly berangkat bersama Alex yang merupakan most wanted kampus itu.
Banyak yang iri dengan kedekatan mereka terutama para pemuja Alex dan juga Sherly. Tapi banyak juga yang senang karena bagi mereka Sherly dan Alex adalah pasangan yang serasi. Mereka turut mendoakan kalau Sherly dan Alex benar-benar menjadi pasangan.
Tak jauh dari sana tampak Sandra berjalan mendekati Sherly dan langsung menanyakan tentang kehebohan yang terjadi di kampus pagi ini. Sherly hanya bisa tersenyum kemudian mereka berjalan bersama. Sandra tetap memaksa Sherly untuk bercerita tentang apa yang sebenarnya terjadi dan sejak kapan serly dan Alex menjadi dekat.
Serly yang capek di serang dengan berbagai pertanyaan oleh sandra akhirnya mau bercerita.
__ADS_1
Sandra sangat bahagia akhirnya mereka berdua mau dekat dan bahkan Sandra berharap mereka bukan hanya sekedar jadi teman. Sandra membujuk Sherly untuk tetap menerima perhatian dari Alex. Sherly dan Alex adalah pasangan yang serasi buatnya.
Namun Sherly menolak keinginan tersebut yang bisa ia katakan dalam hati. Sahabatnya itu sama sekali tidak tahu tentang apa yang tengah terjadi padanya. Dan bagaimana nasibnya ke depan ini. Sherly hanya bisa menarik nafas panjang bila mengingat tentang masa depannya yang sudah boleh dikatakan kelabu.
Kadang orang selalu bermimpi mempunyai masa depan yang indah dan bahagia bersama dengan orang yang kita cintai. Hidup bahagia bagaikan di negri dongeng namun tidak dengan Sherly segalanya sudah terlihat dari saat ini. Ia bahkan telah memiliki calon tunangan yang begitu kasar dan memperlakukannya dengan tidak baik.
Kebanyakan bila masih yang namanya pacaran atau tunangan itu selalu terjadi sangat indah dan bahagia karena pasangan selalu memperlakukan pasangannya satu sama lain saling mengisi dan membuat hari- yang penuh dengan warna bahagia.
Banyak cerita indah yang nanati nya akan di kenanga saat di sudah menikah dan hal tersebut yang menjadi benang emas nan indah yang siap dirajut sedemikian rupa di rajut dengan penuh kasih sayang agar bisa menjadi sebuah pakaian yang indah. Hari-hari yang di lewati pra pernikahan akan jadi sebuah jarum emas untuk menjalankan benang rajutan sutra kehidupan seseorang terutama wanita akan dibuat menjadi sesuatu yang bagus untuk masa depannya.
Akan tetapi itu tidak berlaku pada Sherly yang sudah jelas benang yang ia rajut bukan benang indah dan jarum yang ia gunakan juga bukan jarum emas seperti layaknya khayalan gadis yang sudah memiliki pasangan.
Jarum yang ia gunakan adalah jarum karung yang sudah pasti tidak menghasilkan sesuatu yang indah. Bahkan benang yang akan ia gunakan untuk merangkainya juga bukan benang sutra.
Begitu tragis nasib Sherly bila di pikirkan dengan jelas.
Sherly berusaha menahan semuanya tanpa mengatakan apa pun ia melangkah menuju kelasnya karena perkuliahan akan dimulai.
banyak mata yang memandang gadis tersebut Karena kehebohan yang ia buat pagi ini..
Sherly kembali bercerita kepada Sandra tentang kebaikan dan sifat humoris Alex yang membuatnya nyaman berada di dekatnya. Apalagi Alex bisa membuat hari Sherly sedikit berwarna dan melupakan masalah yang sedang menimpanya tanpa orang lain yang tahu.
Sandra begitu antusias mendengarkan setiap cerita yang keluar dari mulut Sherly tentang Alex. Gadis itu sangat bahagia karena akhirnya Sherly mau dekat dengan Alex. Apalagi Sherly bisa dengan mudah mengalahkan rivalnya yang juga menyukai Alex. Yaitu Dewi, Sandra ingin gadis centil itu merasakan patah hati dan kalah dari orang lain. saat mengingat hal tersebut Sandra begitu bahagia dan senang. Sampai-sampai ia terus saja tersenyum senang. Sandra juga beharap Dewi mau menyerah dan berhenti mengganggu sahabatnya tersebut.
Melihat sahabatnya begitu senang mendengar ceritanya Sherly kembali teringat akan sebuah kenyataan yang sudah tidak bisa di ubah. Andai saja ia mampu cerita ia pasti akan menceritakannya agar beban yang ia pikul sedikit berkurang. Sayangnya itu hanya andaikata saja. Tubuh , jiwa dan hidupnya sudah di jual oleh Bram demi perusahaan dan harta.
🌷🌷🌷🌷
Mata kuliah Sherly telah berakhir. Ia bersiap untuk mengisi perutnya yang sudah meronta ingin diisi. Sherly dan Sandra berjalan bersama menuju kantin kampus yang terletak di gedung sebelah.
Sesampainya di kantin.
Sandra meminta Sherly untuk mencari tempat duduk untuk mereka. Sedangkan dirinya pergi membeli makanan.
Sherly memilih duduk di pojokan dekat jendela karena ia nyaman duduk dekat jendela.
Sherly meraih handphone nya yang berada di dalam tas. Karena sejak tadi ia matikan saat mengikuti perkuliahan.
Banyak pesan yang masuk namun salah satunya adalah dari nomor yang sama sekali tidak ia ketahui. Serly membuka pesan tersebut. Saat membacanya ia yakin kalau no itu adalah milik Andrew. Terlihat dari kata-kata yang ia kirim dengan kata tegas dan memerintah. Pesan tersebut berisikan bahwa Serly diminta untuk datang ke sebuah restauran. Ada hal yang ingin Andrew bicarakan.
Sherly mengerutkan kedua alisnya ia bertanya dalam hati tentang apa yang akan ia bicarakan dengannya. Apalagi saat ingat kejadian kemarin saat Andrew dengan seenak hatinya meninggalkannya di pinggir jalan.
Akan tetapi ia tidak dapat berbuat apapun menolak pun sudah tidak ada gunanya. Ia mulai memahami sifat arogan Andrew yang akan tetap memaksanya. Karena asik dengan pikirannya sehingga ia lupa menjawab pesan Andrew sampai suara handphone nya berdering. Andrew menghubunginya. Sherly kembali ragu untuk menjawab panggilan tersebut di tolak pun ia pasti akan menghubunginya kembali. Dengan begitu banyak pertimbangan akhirnya Sherly menjawab panggilan tersebut.
Belum sempat Sherly mengucapkan hallo. Andrew sudah memakainya dan berteriak padanya.
Sherly hanya bisa menghela nafas saat mendengar cacian yang kasar dari pria tersebut. Sherly hanya bisa mendengarkan tanpa bisa melawan.
Lalu Andrew mengakhiri panggilan begitu saja setelah mengancam Sherly kalau ia tidak datang semua perjanjian akan dibatalkan.
Hal itu semakin membuat Sherly panik. Ia tidak mungkin membuat Bram kembali harus dirawat karena berita ini.
Sherly hanya bisa pasrah dan sabar ia menenangkan dirinya sendiri agar tidak panik dengan mengelus dadanya yang terasa sesak .
Sandra yang berjalan mendekati Sherly melihat serly seperti dalam masalah ia menanyakan kepada sahabatnya itu tentang apa yang sedang terjadi. Sherly kembali menutupinya dengan hanya menggelengkan kepala dan mengatakan tidak ada apa-apa kepada sandra.
Sandra menyodorkan makanan kesukaan Serly yang baru saja ia beli dan meminta Sherly untuk makan. Sandra memperhatikan wajah Serly yang terlihat begitu tertekan namun berusaha ia sembunyikan.
Sherly segera menyantap makanan tersebut dan berusaha tersenyum saat mata sendra menatapnya.
🌷🌷🌷🌷
Di tempat lain yaitu kantor Andrew
Pria kulkas itu sedang tersenyum senang menatap layar laptop yang ada di hadapannya. Kemudian kembali mengetik sesuatu.
Sherly kembali menatap kertas yang sedang ia genggam ia menarik nafas panjang kembali kemudian dengan tangan gemetar Serly membubuhkan tandatangannya. Menolak dan protes adalah hal yang sama sekali tidak bisa Sherly lakukan. Ia harus menerima semuanya. meskipun suatu hari nanti ia tidak kuat lagi ia juga tidak berhak untuk memutuskan pernikahan tersebut hanya Andrew yang pegang kendali semuanya.
Kini ia hanyalah boneka bagi Andrew yang sesuka hatinya mau diapakan.
Setelah selesai Andrew segera mengambil kertas tersebut dengan senyum puas.
Andrew menatap Sherly dengan tatapan yang meremehkan. Sherly hanya diam ia menundukkan kepalanya menahan rasa sakit dalam hatinya. Menangis pun sudah tidak berguna lagi tidak akan mengembalikan semuanya. Ini adalah baktinya kepada Bram dan keluarganya. Demi kebahagiaan keluarga yang ia cintai.
🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Hari berganti hari dengan sangat cepat. Sherly berharap waktu berjalan dengan berlahan agar pertunangan dan pernikahan nya terasa masih lama. Tapi ia hanya bisa berharap. Hari ini ia berdiri di depan cermin dengan gaun berwarna biru laut yang begitu indah di tubuhnya. Air matanya sudah tidak bisa keluar lagi. Pasrah dan menerima nya itu yang bisa ia lakukan.
Dina yang baru saja sampai di depan kamar Serly menarik nafas untuk menenangkan hatinya agar tidak menangis di hadapan putrinya tersebut.
Dina berlahan membuka pintu dan masuk ke kamar Sherly. Ia mendapati putrinya tengah berdiri di depan cermin dengan tatapan kosong. Dina mengatur senyum wajahnya agar tidak terlihat memaksakan diri meskipun memang seperti itu kenyataanya.
Dina mengelus lembut tangan Sherly dan menganggukkan kepalanya. Mereka berdua seperti bicara antar hati mereka yang sama-sama bis dapat memahami dari bahasa tersebut. Sherly tahu kalau Dina memberinya semangat dan ia juga yakin kalau Sherly bisa melewati semuanya dan akan baik-baik saja.
Dina merangkul Sherly menuntunnya keluar kamar karena waktu pertunangan akan segera tiba.
Sherly dan Dina berjalan saling menggenggam tangan seperti memberikan sebuah kekuatan yang luar biasa.
Sherly tiba di ruang tamu. Disana tampak Andrew dan ayahnya hanya mereka berdua dan keluarga inti saja yang hadir sesuai dengan permintaan Sherly dan juga Andrew. David dan Bram tidak mempermasalahkan hal tersebut yang penting mereka bertunangan dan akhirnya menikah.
Senyum David begitu senang melihat Sherly yang terlihat sangat cantik dan elegan dengan balutan gaun berwarna biru laut tersebut
Sementara Andrew berjas berwarna putih dengan dasi kupu-kupu yang senada dengan warna gaun Sherly. Ia terlihat sangat tampan namun aura dingin selalu menyelimutinya.
Tanpa menunggu waktu lama Bram dan David akhirnya memulai acara tukar cincin tersebut. Sebuah cincin yang bertahtakan berlian sudah melingkar di jari manis Sherly dan juga Andrew. Mereka telah sah menjadi pasangan. Kini Serly merubah status nya menjadi tunangan Andrew dan begitu sebaliknya. Dan beberapa hari kemudian mereka akan merubah status mereka menjadi sepasang suami istri.
🌷🌷🌷
Malam ini Sherly sudah berbaring di tempat tidurnya ia terus memandangi cincin yang melingkar di jari manis nya itu. Selanjutnya apa yang akan. terjadi pada dirinya Sherly hanya bisa kembali pasrah.
Kini ia sudah menjadi tunangan seseorang yang begitu sangat membencinya bahkan tak segan-segan untuk berbuat kasar padanya. Andrew selalu menganggap nya sebagai mainan yang telah ia beli dari seseorang.
Sherly berusaha untuk tidur namun matanya tidak mau terpejam.
Lalu ia memutuskan untuk duduk di balkon kamarnya seraya memegang handphone di tangannya ingin rasanya ia bercerita kepada sahabatnya tentang apa yang ia rasakan. Di luar sana seorang gadis yang telah bertunangan pasti akan bercerita kepada sahabat dan temannya dengan perasaan bahagia.
Tapi tidak dengan dengan Sherly yang bisa ia lakukan hanya diam dan memendamnya sendiri. Ia tidak mungkin bisa bercerita kepada teman dan sahabatnya. Karena ini bukan pertunangan yang ia inginkan. Apa lagi tunangannya bukan orang yang benar-benar ia suka. tiba-tiba suara handphone miliknya berdering sehingga membuyarkan lamunannya. Di layar tertera nama Alex dengan gundah ia memberanikan diri mengangkat panggilan tersebut.
Dari seberang saluran terdengar suara Alex yang terdengar bahagia saat Sherly menjawab panggilannya. Alex bertanya apakah Serly sudah tidur dengan berbohong Serly menjawab kalau ia sedang belajar karena besok ada mata kuliah kesukaannya. Alex meminta maaf karena ia menggangu Sherly yang tengah belajar. Dengan cepat Sherly mengatakan kalau tidak masalah. Kemudian Sherly balik bertanya ada apa Alex selarut ini menghubungi nya. Alex beralasan kalau besok ia ingin menjemputnya. Padahal yang sebenarnya Alex begitu rindu karena seharian ini ia tidak melihat wajah cantik Serly di kampus..
Alex juga bertanya kenapa ia tidak kuliah. Sherly mengatakan kalau ada acara keluarga yang harus ia hadiri sehingga tidak bisa kuliah. Sherly memendam perasaanya yang kacau. Ia tidak pandai berbohong ia takut Alex akan menaruh rasa curiga padanya. Namun Sherly salah. Alex percaya dengan alasannya tersebut sehingga membuat Sehrly sedikit lega. Alex terdengar tertawa kecil saat mulai bercerita hal yang seru di kampus tadi. Cerita Alex membuat Sherly melupakan kesedihannya tersebut. kesedihan dan penghinaan yang ia dapat tadi saat acara pertunangan.
Setelah selesai acara tukar cincin Andrew pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun. pada Sherly. bahkan ia melepas cincin tersebut sudah diluar rumahnya. Sherly menyaksikan itu dari balik pintu rumahnya karena Bram meminta Serly untuk mengantar Andrew keluar rumah. Begitu sakit karena ia tidak pernah dianggap sebagai orang yang sudah terikat hubungan dengannya.
Pikiran itu hilang saat mendengar suara tawa Alex dari seberang saluran. Sherly tidak mendengarkan dengan seksama cerita Alex karena ia terhanyut dengan pikirannya sediri.
🌷🌷🌷🌷
Pagi yang cerah matahari bersinar. Sherly yang sudah siap dengan pakaian kasual nya turun dari lantai dua menuju ruang makan. Disana tampak Bram dan Dina yang sudah menikmati sarapannya. senyum Bram merekah saat melihat Sherly begitupun dina. Bram sudah kembali bekerja karena perusahaanya sudah kembali normal berkat bantuan David.
" Makanlah kau tampak kurus Sekaran Sherly." kata Bram
Serly tersenyum kaku dan hanya menganggukkan kepalanya saja dan segera menyantap lahap sarapan di depannya. Setelah selesai Sherly berpamitan kepada kedua orang tua nya untuk pergi ke kampus. Di depan sudah terparkir mobil berwarna hitam yang merupakan milik Alex karena Alex sedang bersandar si sebelah mobilnya.
Sherly melangkah mendekat dan menyapa Alex dengan sangat ramah. Alex pun bahagia karena Sherly sudah banyak berubah kalau ia sudah sedikit lebih ramah daripada yang dulu.
Alex mempersilahkan Serly untuk masuk kedalam mobilnya.
Merekapun siap berangkat menebus jalanan pagi ya masih tampak lengang
Tidak ada percakapan yang terjadi diantara mereka. Sherly lebih memilih diam karena pikirannya masih kacau dengan rencana pernikahan yang sudah menghitung hari lagi..
Mereka pun sampai di depan pintu kampus. Alex mencari tempat parkir untuk memarkirkan mobilnya. Setelah itu mereka melangkah menuju ruang kelas Sherly. Alex sengaja mengantar gadis itu untuk menunjukan perhatiannya kepada Sherly. Dewi yang melihat kedekatan mereka merasa geram.
Sampai di ruang kelas Sherly. Alex berpamitan untuk pergi ke kelasnya. Dengan senyum manis Sherly mengiyakan.
" sher.. Lo udah denger kabar?" tanya Sandra yang sudah sedari tadi duduk di bangkunya.
" Tau apaan?" jawab Sherly tidak mengerti.
Sandra menyodorkan handphone miliknya kepada Sherly.
alangkah terkejutnya Sherly saat membaca artikel tersebut. Disana tertulis bahwa Tuan Muda pewaris tunggal Perusahaan raksasa Bastian corporation Andrew Bastian sudah bertunangan. Akan tetapi belum di ketahui siapa wanita yang beruntung itu.
Sherly terkejut dan hampir terbbatuk membaca artikel tersebut.
" Lo.. Kenapa?" tanya Sandra yang menatap heran kepada Sherly.
Dengan cepat Sherly menggelengkan kepalanya dan menyerah kembali handphone milik Sandra.
Sherly kembali mengatur dirinya agar orang lain tidak tahu siapa Tunangan Tuan Muda kejam itu.
__ADS_1
Sherly tidak ingin jadi bahan pembicaraan di kampus karena masalah ini bocor. Cukup kedekatannya dan Alex saja yang bisa mereka bicarakan.
Sherly tidak ingin masalah ini jadi konsumsi publik. Dia tidak mau dirinya jadi incaran paparazi yang akan memberitakan tentangnya.