
Andrew tak henti-hentinya tersenyum bila mengingat tingkah Sherly yang begitu sangat khawatir akan ketahuan oleh orang lain.
Apa sampai sebegitu takutnya ia ketahuan orang lain. ila ia adalah istri dari seorang Andrew Bastian sang pewaris tunggal Perusahaan raksasa yang paling terkenal.
Sherly yang sadar akan kelakuan Andrew yang terus tertawa kecil saat bersamanya.
" Ada apa?" tanya nya dengan tatapan bingung
Andrew hanya menggelengkan kepala. Matanya terus menatap jalanan kota yang tampak ramai dengan kendaraan yang melintas.
Sherly mengkerut kan keningnya kali ini ia merasa Andrew sedikit aneh.
" Sherly apa boleh aku bertanya padamu?" kata Andrew yang masih tetap setia menatap jalanan.
" Tanyakan saja. Kau tidak perlu ijinku kan?" jawab Sherly.
Andrew tersenyum, ia semakin senang dengan keberanian Sherly yang semakin membuatnya tertantang. Andre senang kalau kini Sherly sudah tidak lagi merasa takut dengannya.
Andrew lebih merasa seperti manusia, ketimbang yang dulu. Sherly dulu merasa bahwa dirinya adalah pria kejam yang tak berperasaan. Gadis itu telah banyak merubah dirinya, dan banyak mengajarkan hal tentang cinta dan kasih sayang.
" Sherly apakah kau begitu takut menjadi istriku?" tanya Andrew kepada Sherly.
" Apa maksudmu?" tanya Sherly kembali.
" Aku hanya merasa kau masih takut untuk mengakuiku sebagai suamimu kepada orang lain, Apa kau begitu malu mempunyai suami sepertiku?" kata Andrew yang tiba-tiba saja wajahnya berubah menjadi sedih.
" Mengapa aku malu?" jawab Sherly yang kembali bertanya kepada suaminya itu.
" Mengapa kau selalu menjawab pertanyaanku dengan pertanyaan Sherly, lalu bagaimana aku bisa mendapatkan jawaban dari pertanyaanku itu?" Andrew yang sedikit kesal dengan apa yang dikatakan Sherly.
" oh maaf...! Aku hanya tidak mengerti mengapa kau menanyakan hal itu kepadaku?" jawab Sherly.
" Aku hanya ingin kepastian darimu, kita sudah menikah selama 3 bulan tapi, kau sama sekali tidak pernah mau mengatakan kepada orang-orang kalau aku adalah suamimu. Bahkan aku begitu kesal saat melihat kau berdekatan dengan laki-laki lain mereka pasti berpikiran kalau kau adalah gadis single tanpa status dan pacar. Aku hanya tidak ingin apa yang sudah jadi milikku dirampas orang lain." kata Andrew panjang lebar sehingga membuat Sherly tertawa kecil saat mendengar apa yang dikatakannya itu.
" Kenapa kau tertawa apa ada yang lucu dari yang aku katakan? aku serius Sherly Aku bukan sedang berkomedi." kata Andrew yang sudah memasang wajah masam.
Mendengar apa yang dikatakan Andrew membuat Sherly akhirnya tertawa.
" hahaha.... maafkan aku Andrew, aku hanya merasa sedikit lucu dengan apa yang kamu pikirkan tentangku." jawab Sherly di tengah-tengah tawanya.
Melihat wajah kesal Andrew Sherly berusaha menghentikan tawanya.
"Baiklah...baiklah... maafkan aku! Aku hanya tidak menyangka kau akan bertanya seperti itu kepadaku. Satu hal yang harus kau tahu Andrew aku hanya tidak ingin melanggar kontrak yang telah kita sepakati sebelum kita menikah. Di sana sudah tertulis jelas kalau hubungan kita akan tetap dirahasiakan sampai waktu yang tidak ditentukan."
Mendengar jawaban Sherly, Andrew terdiam semua yang ia katakan memang benar adanya.
Surat kontrak yang telah membuatnya terikat pernikahan.
__ADS_1
" Aku ingin merobek surat itu dan setelah aku lakukan hal itu Apa kau sanggup dan mau mengakuiku sebagai suamimu kepada orang lain?" jawab Andrew yang membuat Sherly sedikit terkejut dengan apa yang dikatakan pria itu.
" Apa maksudmu? mengapa kau lakukan itu? Bukannya kita akan tetap berjalan seperti semula mengapa kau harus merubah nya?" jawab Sherly yang membuat Andre terkejut dan seketika menghentikan mobilnya.
Sherly begitu terkejut saat mobil itu tiba-tiba berhenti. Sherly menoleh ke arah Andrew.
wajahnya berubah menjadi dingin dan datar kembali. Ada rasa takut yang terbesar dalam diri Sherly saat melihat tatapan mata suaminya itu.
Kemudian Andrew menatap Sherly dengan tatapan yang tajam. Dia terlihat begitu marah. Sherly semakin takut saat melihat mata Andrew yang berubah menjadi sangat kejam dengan cepat ia meminta maaf kembali kepada suaminya.
" Maafkan aku Andrew Apa yang membuatmu begitu marah?" Jawab Sherly yang sudah merasa takut kalau suaminya akan kembali kejam seperti itu. Sherly takut kalau Andrew kembali seperti dulu.
Andrew yang sadar kalau Sherly begitu ketakutan segera menarik nafas agar ras amarah itu pergi darinya. Ia berusaha mengontrol dirinya sendiri agar tidak terbawa emosi karena hal tersebut akan membuat Sherly ketakutan.
Andrew tidak ingin kembali melihat kesedihan dan ketakutan dari tatapan gadis itu Itu akan membuatnya sedikit merasa bersalah.
Andrew menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan.
Kemudian Ia menarik tangan Sherly yang sudah dingin. Andrew semakin khawatir karena Sherly tampak ketakutan padanya.
" Maafkan aku Sherly bukan maksudku untuk membuatmu takut." kata Andrew panik
Sherly hanya menggeleng cepat.
" Sherly aku tidak tahu apa yang terjadi padaku.Aku sama sekali tidak menyukai perasaan ini. Aku tahu aku akan sangat kesal dan marah saat kau bersama dengan laki-laki lain yang jelas sudah menyukaimu." kata Andrew yang membuat Sherly terdiam seribu bahasa.
Bibirnya tersungging senyum bahagia. Entah mengapa? Sherly tidak tahu apa yang terjadi pada dirinya? Yang ia tahu kalau ia bahagia mendengarnya..
" Please Sherly jangan lakukan itu, Aku semakin tidak tahan. Jangan biarkan aku melakukan hal yang akan membuatmu sedih." Andrew kembali berucap. Sementara Sherly tidak peduli ia masih tetap memandang wajah tampan yang terlihat gelisah itu.
Mobil tiba-tiba menepi dan berhenti di pinggir jalan. Andrew menarik nafasnya dalam. Jantungnya berdetak semakin kencang. Tubuhnya menjadi panas. Wajahnya berubah merah. Tangannya mencengkram erat setir mobil seperti menahan sesuatu. Sherly yang menyadari hal itu mengerutkan dahinya.
" Apa kau sakit Andrew? Apa kau sedang enak badan? ohhh... atau kau sedang kebelet?" tanya Sherly yang segera memegang bahu suaminya itu.
Namun pertanyaan itu membuat Andrew tersentak. Dia tidak menyangka kalau Sherly akan berfikir hal tersebut. Andrew menundukkan kepalanya dan tersenyum manis.
" Weeiii.... kenapa kau malah tersenyum?" tanya Sherly lagi yang semakin bingung melihat keadaan Andrew yang aneh baginya.
" Dasar istri bocah." Umpat Andrew. " Mengapa ia tidak peka dengan apa yang aku rasakan sih... " Kesal Andrew dalam hati namun ia tidak bisa mengeluarkan kata-kata itu dari mulutnya.
Sherly semakin terlihat khawatir ia takut kalau terjadi sesuatu yang serius kepada Sherly. Pikirannya melayang saat mengingat Film yang tempo hari ia tonton. Seseorang yang berlaku sama seperti Andrew kemudian berubah jadi orang yang menyeramkan. Khayalan itu menghipnotis tiap inci pikirannya. Sherly begitu takut dan terkejut sehingga ia menutup mulutnya karena takut dan panik. Kemudian ia dengan cepat menggelengkan kepalanya untuk menepis pikiran itu.
Andrew segera menoleh saat menyadari sikap Sherly. Matanya menatap Sherly penuh arti.
" Apa bocah ini mengerti apa yang aku katakan? Apa dia paham apa yang di hatiku ini?" kata Andrew dalam hati. Bibirnya semakin menyunggingkan senyum bahagia. Namun mata Sherly menangkap hal itu semakin panik dan ketakutan.
Sherly semakin menggeleng cepat, Sherly memundurkan tubuhnya beberapa senti saat Tubuh Andrew berlahan mendekatinya.
__ADS_1
Sherly memejamkan matanya erat.
" TIDAKKK....!!!!" Teriak Sherly yang membuat Andrew tersentak dan berhenti. Ia benar-benar terkejut. Namun ia tetap diam matanya mengatakan kalau ia sedang kebingungan dengan apa yang terjadi pada Sherly kenapa ia bersikap berlebihan seperti itu.
Andrew memegang tangan Sherly.
" Andrew jangan lakukan itu." kata Sherly pelan matanya sudah meneteskan air mata, ia terlihat sangat ketakutan karena pikirannya sendiri.
Andrew terdiam.
" Please Andrew jangan sampai itu terjadi. Kendalikan dirimu." kata Sherly dengan ekspresi wajah yang ketakutan. Namun hal itu semakin membuat Andrew tidak mengerti.
Sherly menarik nafas dalam-dalam untuk menenangkan hatinya dan menghilangkan ketakutannya. Pikiran itu menguasai otaknya.
" Dengarkan aku Andrew kuasai dirimu jangan sampai pikiran aneh itu menguasai mu. Kau harus bisa mengendalikan dirimu." Kata Sherly dengan berusaha tenang.
Andrew semakin mengintimidasi dengan tatapan bingung.
" Wait..Wait... aku harus tetap tenang agar Andrew tidak terpancing dan aku harus bisa mengendalikan pikirannya. Jangan sampai setan itu menguasainya. " kata Sherly pelan namun bisa didengar jelas oleh Andrew.
" Apa Setan..?" kata Andrew kemudian ia paham dengan apa yang dimaksud Sherly. Ia teringat akan Film yang ia tonton tempo hari. Andrew yang cerdas dan pintar bisa mengerti dengan situasi saat ini.
Kemudian tawa Andrew pun pecah. Ia tidak bisa menahan hal itu. Ia tertawa keras bahkan seperti orang gila.
Sherly semakin takut ia yang masih tenggelam. dengan adegan film yang ia tonton semakin takut.
" A..Ap..Apa yang terjadi?" Tanya Sherly dengan sedikit takut.
Kemudian Andrew menghentikan tawanya. Kemudian ia menatap Sherly.
Kini giliran Sherly yang bingung.
" K..katakan sesuatu Andrew jangan membuatku takut. Kata Sherly.
Andrew menarik nafas kemudian membuangnya.
" Apa yang kau pikirkan tentangku Sherly?" tanya Andrew kepada Sherly.
" Aku takut kalau kau akan berubah menjadi menyeramkan. Apa kau ingat tentang film yang kita tonton tempo hari. Pria yang berubah menyeramkan karena sebuah mantra. Dan... dan Situasi itu sama seperti sekarang ini." kata Sherly panjang lebar kemudian ia kembali menatap lekat wajah Pria yang hanya menatapnya datar.
" Andrew aku hanya minta kau mengendalikan dirimu. Jangan sampai mantra itu menguasai pikiran dan jiwamu." Kata Sherly yang membuat Andrew semakin tidak menyangka kalau gadis kecil yang menjadi istrinya ini akan terbuai dengan khayalan yang tercipta karena sebuah adegan di film yang ia tonton. Benar-benar sangat konyol bagi Andrew.
" Sudah Ku duga." umpat Andrew dalam hati.
" Awalnya aku merasa bahagia karena mendapat jawaban apa yang sedang aku rasakan ini. Namun aku tidak menyangka kalau bocah ini akan berfikiran seperti itu tentang ku." Umpat Andrew lagi.
" Aku hanya perlu jawaban. Perasaan ini menyiksaku. Bahkan aku tidak merasakan hal ini saat dulu bersama dengan Helen" kata Andrew dalam hati.
__ADS_1
Ia hanya bisa menarik nafas panjang. Ia hanya bisa bersabar menghadapi Sherly yang masih berpikir seperti bocah...