
Ada rasa pahit yang menjalar di hati Dina. Ini adalah akhir dari pernikahan nya yang sebenarnya tidak pernah ia inginkan.
Flash back on...
" Kenapa kau menangis Dina." Tanya Bram muda yang menghampiri Dina sedang duduk seorang diri di sebuah taman.
" Johan mengkhianati ku. Ia pergi bersama wanita lain." kata Dina seraya menangis pilu.
" Apa?" jawab Bram
" Bram apa yang ahrus aku katakan kepada orang tuaku. Dan apa yang akan terjadi dengan anak yang ada di dalam rahimku ini." Kata Dina menangis sedih.
" Aku yang akan menikahinya Dina. Aku akan bertanggung jawab atas bayimu. Aku akan menganggapnya seperti putriku sendiri." Jawab Bram
" Tapi membina rumah tangga di sebuah pernikahan harus saling mencintai Bram. Kita tidak punya itu. Bagaimana kita bisa menjalani rumah tangga ini kelak. " kata Dina
" Din... yang terpenting adalah bayimu memiliki seorang ayah. Dan kau tidak kan membuat keluargamu malu. Karena kau hamil di luar nikah. Aku tahu kau tidak mencintaiku. tapi pernikahan ini terjadi karena Sebuah kesepakatan Dina. " Jawab Bram.
Dina terdiam dan akhirnya ia memutuskan untuk menerima apa yang di sarankan Bram untuknya. Ia lakukan hal ini semata- mata untuk menyelamatkan nama baik keluarganya. Ia tidak mungkin membiarkan Orang tuanya merasa malu karena kesalahannya.
Pernikahan itu pun terjadi. Meskipun semua keluarga begitu terkejut dengan keputusan Dina untuk menikah dengan Bram bukan Johan. Karena sebuah kebohongan akhirnya keluarga Dina menyetujui pernikahan nya dengan bram. Merek juga mengenal Bram dengan baik. Ia dikenal sebagai pria yang baik.
Beberapa hari sebelum pernikahan..
__ADS_1
Bram bersandar lemas di kursi mobilnya. Ia baru saja keluar dari rumah sakit untuk melakukan tes kesehatan. Betapa terkejutnya ia mengetahui sebuah kebenaran kalau ia tidak kan bisa memiliki seorang anak. Alis mandul. Bram semakin bingung apa yang harus ia katakan kepada keluarganya. Sementara itu orang tuanya menginginkan ia segera menikah dan memiliki seorang anak maka dari itu orang tuanya baru akan menyerahkan semua harta yang ia miliki kepada Bram. Selama Bram belum menikah orang tuanya tidak kan memberikan apapun padanya.
" Apa yang harus kau lakukan. Siapa yang akan mau menikahi aku yang mandul ini." Gumamnya.
Bram memutuskan untuk pergi kesebuah cafe. Ia ingin minum dan melupakan sejenak masalah yang menimpanya. Saat ia hendak duduk tanpa sengaja matanya menangkap sosok Johan dan Dina yang sedang duduk berdua di pojok cafe tersebut. mereka tampak sangat bahagia.
Bram menghampiri kedua sejoli itu. Ia ingin bergabung dengan mereka. Dengan senang hati Johan dan Dina mempersilahkan Bram untuk duduk. Mereka juga ingin berbagi kebahagiaan mereka. Johan memberi tahu Bram kalau ia akan segera menikahi Dina karena Dina tengah hamil anaknya. Ada rasa itu yang menjalar di hatinya. Ia juga ingin merasakan hal yang sama namun itu hanya sebuah angan- angan saja. Semuanya tidak kan pernah terwujud.
Johan dan Dina juga mengundang Bram untuk hadir di pernikahan mereka. Bram benar-benar geram melihat kemesraan antara mereka. Muncul niat tidak baik melintas di otak Bram. Ia menemukan solusi untuk masalah nya kali ini.
Dengan senyum palsunya ia pura-pura ikut senang dengan rencana pernikahan mereka.Bram pun mengucapkan selamat kepada Dina atas kehamilannya. Tatapan Bram ke Dina penuh arti selama mereka menikmati makanan di meja tersebut.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Malam ini Johan dan Bram berjanji kan bertemu di sebuah club malam yang terkenal. Mereka memang berencana untuk merayakan masa lajang Johan yang akan segera berakhir. Bram telah lama menunggu Johan di bar tersebut. Dalam cahaya lampu yang redup. Matanya menangkap sosok seseorang yang di kenal nya.
Bram kembali tersenyum senang karena Tuhan kali ini membantunya. Rencana jahat berkeliaran dalam pikirannya saat ini. Ia tersenyum bahagia.
Bram melangkah mendekati wanita yang tengah duduk seorang diri . Anna tampak sedang menegak minuman keras Bram telah menduga kalau wanita itu tengah tertimpa masalah, terlihat dari raut wajahnya yang sedih.
Bram memberanikan diri untuk menyapa perempuan itu. ia berharap kali ini Anna akan mengenalinya karena dulu ia sempat bertemu dengan Anna beberapa kali sebelum akhirnya perempuan itu menghilang.
" hai.. Anna. sedang apa kau disini?" sapa Bram dengan senyum merekah di bibirnya.
__ADS_1
Anna memandang wajah pria yang menyapa nya itu. Ia berusaha mengingat siapa nama pria tersebut
Bram dapat membaca raut wajah Anna yang tengah bingung.
" Anna aku Bram sahabat Johan." kata Bram yang membantu Anna untuk mengingatnya lebih cepat.
Anna tersenyum saat mendengar nama itu.
Ya Anna adalah mantan kekasih Johan dulu saat ia duduk di bangku kuliah. Johan adalah cinta pertama Anna. Mereka sempat menjalin hubungan sebelum Anna harus menikah karena perjodohan yang di atur orang tuannya. Johan adalah pria yang sangat baik bagi Anna sehingga ia berat hati harus berusaha melupakan Johan.
Bram menawarkan diri untuk ikut bergabung dengan wanita yang berparas cantik dan anggun itu. Ia bermaksud untuk mencari cara agar Anna mau berbagi cerita dengannya.
Bram bertanya tentang kabar Anna yang telah lama menghilang. Anna pun mulai bercerita kalau ia sudah menikah dan menetap diluar bersama dengan suaminya. Akan tetapi karena sesuatu dan lain hal Ia harus kembali lebih dulu ke tanah air bersama putra semata wayangnya. Anna mulai menceritakan kisahnya selam ia menikah dengan David Bastian pria yang di jodohkan dengannya. Bram terkejut saat mendengar nama itu. Bram tidak menyangka kalau Anna adalah istri dari pemilik perusahaan besar yang sedang berkuasa di kota tersebut.
Hari semakin malam. Bram telah lama menunggu Joha. yang tak kunjung datang sementara Anna telah banyak minum sehingga gadis itu sudah tidak sadarkan diri. Kemudian ia mulai melancarkan aksinya. Ia menghubungi Johan kalau ia sudah mabuk tidak bisa pulang. Johan dengan segera datang sebagai sahabat yang baik.
Sampai di club malam tersebut Johan mencari keberadaan Bram yang tidak ia temukan. ini memang salahnya karena ia lupa sudah berjanji akan bertemu dengan Bram malam ini. Karena beberapa hal ia harus menyelesaikan pekerjaan itu sebelum menemui Bram.
Johan mencari keberadaan Bram namun tidak ia temukan. Johan terkejut saat ia melihat sosok Anna sedang tidak sadarkan diri di meja bar tersebut. Johan pria yang baik ia tidak mungkin meninggalkan perempuan yang telah menjadi masa lalunya di sana seorang diri. Johan mengendong tubuh Anna bermaksud untuk mencarikan nya Taksi. Namun ia tidak dapat menemukan identitas Anna. dan tas Anna pun sepertinya telah di curi seseorang. Dengan amat terpaksa Johan pun mengantar Anna ke sebuah hotel dan bermaksud untuk menginapkan Anna disana. Karena hanya hotel tempat yang aman sampai Anna bangun nanti.
Johan memesan kamar atas namanya kemudian ia membawa Anna ke kamar yang ia pesan dan meletakkannya di atas ranjang. Johan hendak pergi namun ia terkejut saat melihat Anna yang menangis pilu. ia seperti sedang tertekan dengan rumah tangga nya. Johan tidak bisa meninggalkan Anna dalam keadaan seperti itu lalu ia memutuskan untuk menunggu Anna sampai ia sadar. Kemudian ia akan mengantar Anna pulang.
Waktu pun cepat berlalu. Hari semaki malam sampai Johan tak kuasa menahan kantuk yang menyerangnya. Ia merasa ada yang aneh dengan tubuhnya setelah menegak air mineral yang di sediakan pihak hotel untuknya. Beberapa saat kemudian...
__ADS_1
Bughhh... Johan ambruk ke lantai.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷