Aku Menikah Karena Hutang

Aku Menikah Karena Hutang
Episode 73


__ADS_3

" Tidak sayang .. aku tidak akan tenang meninggalkanmu sendiri." Jawab pria itu dengan nada yang cemas.


" Andrew..." Rengek Sherly.


Andrew segera menghubungi mama dan mertuanya untuk datang kerumahnya. Ia meminta mama dan mertuanya untuk menjaga Sherly.


" Andrew kau tidak usah mengganggu mereka. " pinta Sherly.


" Tidak sayang .. aku akan pergi kekantor setelah mereka datang. " Jawab Andrew dan memutuskan untuk duduk di sofa.


Sherly hanya bisa menghela nafas. Mungkin tingkah suaminya ini terlalu berlebihan sejak ia hamil. Andrew selalu banyak melarang Sherly untuk melakukan aktifitas meski sebenarnya itu tidak masalah dan tidak akan mengakibatkan hal yang aneh-aneh.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Andrew kini sudahlah duduk di balik meja kerja kebesarannya. Ia tampak sibuk dengan kertas-kertas di hadapannya itu


Tok...tok...


Suara pintu ruang kerjanya ada yang mengetuk.


" Masuk." Jawab Andrew yang masih setia dengan dokumen di hadapannya.


" Andrew..." panggil seorang wanita yang tak lain adalah Helen.


Wanita itu berjalan mendekati meja Andrew dan duduk tepat dihadapan. Andrew yang masih sibuk dengan kertas-kertas di hadapannya tanpa meliriknya sama sekali


" Apa kabar?" tanya Helen membuka pembicaraan dengan pria yang bersikap cuek padanya itu


" Kau lihat sendiri." jawab Andrew dengan dingin. ia masih tidak mengalihkan pandangannya dari dokumen yang sedang ia baca.


" Aku tahu... Tapi hatimu apa kabar? Sampai kapan kau akan. bersikap menjadi orang yang baik seperti ini. " Kata Helen yang sukses membuat peria itu menatapnya kali ini. Namun dengan tatapan yang menusuk hati.


" Apa maksudmu. Aku sudah katakan jangan bahas hal ini lagi." Jawab Andrew dan kembali mengalihkan matanya ke dokumen yang sedang ada di tangan nya itu.


" Tapi Andrew... sampai kapan kau akan .merahasiakan ini dari keluargamu. Sherly istrimu telah mengkhianatimu. Dan kau membiarkan hal itu. " Kata Helan yang berusaha membuat pria itu kembali terusik.

__ADS_1


" Helen aku telah katakan kepadamu berulang kali. Ini kenyataanya yang sebenarnya kalau Sherly adalah istriku. aku kan menerima apapun itu asal Sherly bahagia. Kebahagian Sherly dan keluargaku yang terpenting." Jawab Andrew yang membuat Helen menohok.


Helen merasa kesal dan marah. Ia merasa tidak terima karena Andrew begitu mencintai dan menjaga perasaan Sherly.


" Sebegitu cinta nya kau pada istri penghianat mu itu. " Kata Helen dengan nada marah.


" Hentikan.... jangan kau ulangi kata-kata itu.Aku telah menegaskan kau beberapa kali. Jangan pernah


mengatakan hal yang tidak penting. Aku akan melakukan apapun demi Sherly. Kebahagiaan Sherly adalah yang terpenting." jawab Andrew yang membuat wanita itu kehilangan kata-katanya


" Tapi Andrew jelas-jelas ia telah mengkhianatimu. Kau masih saja mencintainya. Kemana ketegasan yang ada di hatimu itu. " Teriak Helen kesal.


" Cukup Helen jangan membuatku melakukan hal yang tidak perlu padamu." Jawab Andrew dengan nada dingin.


" Andrew buka hatimu. Kalau kau sebenarnya tidak menerima kenyataan bahwa Sherly istri cantikmu itu mengandung anak orang lain. Buka hatimu. Terima kenyataan kalau kau tidak bisa memberikan anak pada istrimu itu." kata Helen


" Helen cukup kataku." jawab Andrew...


Tiba-tiba....


Bukkk...


" Sayang..." gumam Andrew saat melihat sosok Sherly sedang berdiri tepat di depan pintu.


Andrew masih belum percaya kalau istrinya itu datang ke kantornya.


" Bagus kau datang perempuan hina." Kata Helen dan bangkit dari duduknya. Ia berjalan mendekati Sherly yang mematung.


" Dengarkan aku Sherly, kau seorang penghianat. kau telah mengkhianati suamiku sendiri. Dan kau telah memaksa suamimu untuk menutupi dan bertanggung jawab atas apa yang telah kau lakukan." Kata Helen dengan menggebu-gebu.


" Hentikan Helen." Pinta Andrew dengan tatapan marah.


" Tidak Andrew, kali ini aku tidak akan diam." jawab Helen dengan keras kepala tidak mempedulikan peringatan Andrew yang jelas-jelas telah melarangnya untuk bicara lagi


" Dengar Sherly, jangan ikat Andrew dengan hal yang seharusnya bukan tanggung jawabnya. Kau telah mengkhianati cinta suamimu dengan berselingkuh. Anak yang kau kandung itu bukan darah daging Andrew." Kata Helen dengan tegas.

__ADS_1


Bagaikan tersambar petir. Semua kata-kata yang dilontarkan Helen begitu menyakiti hati Sherly. Namun ia tidak mengerti dengan kata-kata Helen yang mengatakan bahwa bayi yang ada di perutnya kali ini bukan darah daging Andrew. Itu artinya Andrew tidak mau menerima kenyataan kalau ia adalah ayah dari bayi yang sedang bertengger di rahimnya itu.


" Hentikan Helen..." Bentak Andrew.


" Tidak Andrew biarkan dia bicara." kali ini Sherly membuka suaranya. Sherly ingin tahu apa maksud perempuan ini mengatakan kalau anak yang di kandungnya ini bukan darah daging Andrew.


" KELUAR...." bentak Andrew kepada Helen. Wajah Andrew kini telah berubah jadi iblis yang siap mencabik siapa saja yang ada di hadapannya.


" Kim... keluarkan Helen dari ruangan ku." pinta Andrew kepada Kim via telepon.


" Jangan kau hentikan aku kali ini Andrew. Perempuan ini harus tahu kenyataan yang sebenarnya kalau kau...."


" HELEN.... JANGAN UJI BATAS KESABARANKU. " Potong Andrew.


Beberapa saat kemudian. Kim datang dan membawa Helen yang meronta-ronta. Ia tidak ingin keluar dari ruangan itu. Ia ingin menghancurkan Sherly saat itu juga. Namun mulutnya di bungkam oleh Kim. Helen segera dibawa keluar dari ruangan Andrew.


Kini hanya tinggal Sherly dan Andrew. Sherly tampak sangat pucat. Jantungnya berdetak kencang.


" Sayang duduk lah. Lihat keadaanmu tidak baik-baik saja. " Kata Andrew yang kini berubah jadi lembut.


" Katakan Andrew apa maksud dari kata-kata Helen. Apa kau tidak percaya kalau anak yang kandung ini adalah darah dagingmu." Kata Sherly dengan sedih


" Jangan dengarkan Helen sayang. Berhenti berfikir tidak baik. itu sangat tidak baik buat anak dalam perutmu." Kata Andrew dengan lembut.


Pria itu berubah jadi pria yang kebut dan penyabar saat berhadapan dengan orang yang ia cintai.


" Andrew aku butuh kejelasan mu. " Kata Sherly.


" Sudah hentikan pembicaraan ini Sherly, aku tidak ingin bahas itu. Yang perlu kau tahu kau adalah istriku, kebahagiaanmu adalah segalanya bagiku." Jawab Andrew.


Sherly tersenyum getir.


" Itu artinya, semua yang dikatakan Helen benar. Kalau kau berfikir aku telah mengkhianati mu dan cintamu. Semua yang dikatakan Helen benar. Kau tidak percaya kalau anak yang ada di rahimku ini adalah anakmu. " jawab Sherly yang kini telah meneteskan air mata.


" Sayang hentikan. Kau tidak boleh menangis. Aku telah mengatakannya ,Apa yang buat kau bahagia itu yang terpenting. Jangan pernah kau dengarkan kata Helen. Berhenti menangis sayang plis." Pinta Andrew dan berusaha memeluk Sherly.

__ADS_1


Namun wanita itu menolaknya.


" Itu artinya kau tidak percaya kalau anak yang ada di perutku ini adalah anakmu sendiri Andrew. "


__ADS_2