Aku Menikah Karena Hutang

Aku Menikah Karena Hutang
Episode 62


__ADS_3

Andrew tersenyum bahagia menyaksikan momen tersebut. Sherly pun ikut bahagia di samping Andrew. Mereka benar-benar bersyukur mempunyai keluarga yang kembali utuh. Semua kesalah pahaman berakhir setelah sekian banyak cerita yang di lewati.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


" Andrew kapan kau akan kembali?" tanya Sherly yang tampak sedih duduk di sisi ranjang dengan tubuh yang masih terbalut selimut.


Andrew tersenyum.


" Segera sayang. Setelah semuanya selesai aku pasti segera pulang. Karena aku tidak bisa jauh dari makanan ku." kata Andrew yang membuat Sherly menautkan alisnya.


" what? Apa kau hanya merindukan yang itu saja ah.." Kata Sherly yang terkejut dan mulai merajuk.


Andrew menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Sherly. Andrew melangkah dan berjongkok di hadapan Sherly.


" Sayang.. semua yang ada padamu itu adalah milikku. Ini.. ini... ini... dan ini." jawab Andrew yang menunjuk setiap bagian tubuh Sherly.


Mendengar apa yang dikatakan Andrew sebuah senyuman manis terbit dari bibir indah itu.


Sebuah ciuman mendarat di bibir Andrew.


" Sayang jangan menggodaku lagi. Aku benar-benar harus pergi sayang. Jangan buat aku terlambat karena harus menyerang mu lagi." Jawab Andrew menggoda sang istri yang dengan cepat membuat Sherly sontak melebarkan matanya. Kemudian tangannya mempererat cengkraman selimut yang melilit di tubuhnya. Ia tidak ingin Andrew kembali menyerang nya seperti semalam.


Andrew tersenyum kembali melihat tingkah istri kesayangannya itu. Andrew benar-benar mencintai Sherly. Ia bersyukur bisa menikahi gadis itu. Banyak kebahagiaan yang Sherly berikan untuknya. Dan banyak hal yang Sherly sadarkan.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Kini Andrew telah duduk manis di kursi pesawat pribadinya. Tangannya sibuk mengerjakan sesuatu di atas kertas putih.


Hal yang melintas di pikirannya adalah ia harus segera menyelesaikan tugasnya dan kembali pulang. Berat rasanya harus berpisah dan jauh dari Sherly. ingin rasanya Andrew mengajak sang istri kemana pun ia pergi. Sayangnya Sherly harus menyelesaikan kuliahnya. Andrew tidak ingin jadi pria yang egois. Ia ingin jadi suami yang baik dan bertanggung jawab buat Sherly.

__ADS_1


" Tuan. Sebentar lagi kit sampai." Kata Kim yang sudah berdiri di sebelah Andrew.


Andrew mengangguk dan menghentikan kegiatannya.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Pagi itu Sherly kembali ke kampus, ia terlihat bahagia karena hari ini adalah ujian semesternya yang pertama. Bersama dengan dua sahabatnya Sherly melangkah masuk ke dalam kelasnya.


Semua tampak normal seperti biasanya. Anna dan Dina sering mengunjungi Sherly. Merek selalu memberi perhatian kepada Sherly karena dua wanita itu tidak ingin Sherly merasakan kesedihan dan kesepian. Anna mengerti dan paham berada di posisi Sherly menjadi istri seorang pemimpin sebuah perusahaan besar seperti mempunyai suami yang bekerja di militer. Yang kesepian di tinggal pergi berhari-hari..


Anna tidak pernah lupa akan janjinya untuk banyak mengajari Sherly tentang disain pakaian. Karena Anna tahu Sherly bercita-cita ingin menjadi seorang disainer terkenal.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Waktu begitu cepat berlalu sudah seminggu Andrew pergi. Kini seorang gadis sedang duduk sendiri di sebuah kamar yang begitu besar. Hanya ada foto dan aroma maskulin milik Andrew yang menemaninya.


Rasa sepi mulai menghinggapi hatinya. Entah apa yang terjadi malam ini. Sherly begitu ingin berlari cepat kepelukan suaminya itu.


Sebuah senyum terbit dari bibir Sherly saat di layar handphone miliknya tergambar jelas wajah Andrew dengan. wajah yang begitu sangat lelah.


" Ada apa sayang?" tanya Andrew dari seberang sana yang sedang memijit pelipisnya dengan salah satu tangannya.


Sherly tersenyum


" Bagaimana keadaanmu disana?" tanya Sherly.


Andrew tampak menghembuskan nafas kasar. Sherly dapat membaca jelas kalau sudah terjadi sesuatu pada suaminya itu.


" Andrew apa kau baik-baik saja?" tanya Sherly lagi

__ADS_1


" Apa terjadi sesuatu disana?" tanya Sherly kembali.


Andrew hendak menjawab. Namun ucapannya terhenti saat sebuah suara memanggil namanya.


" Andrew bisa kita pergi sekarang?" kata seorang wanita yang tidak bisa Sherly lihat wajahnya.


" Ah... ya baiklah." jawab Andrew dan tanpa sepatah katapun langsung mengakhiri panggilan tersebut.


Sherly yang hendak mengatakan sesuatu akhirnya memilih diam karena panggilan itu sudah terputus.


Ada rasa yang aneh menggeliat di hatinya. Sebuah pertanyaan besar melintas di pikirannya. Ini pertama kalinya Andrew bersikap aneh setelah semalam ia tidak menghubungi Sherly seperti yang ia lakukan di malam-malam sebelumnya. Ada gelagat aneh yang Andrew tunjukkan karena ia tidak seperti biasanya. Selalu tersenyum ceria saat melihat wajahnya. Namun kali ini benar-benar membuat Sherly merasakan sesuatu saat melihat wajah Andrew yang tidak menatapnya. Desir kesedihan menghinggapi hatinya apalagi saat Andrew memutuskan panggilannya tanpa mengatakan apapun.


Sherly segera menepis pikiran itu.Ia tidak ingin berpikiran buruk kepada Andrew. Ia harus tetap menanam dan merawat kepercayaan hatinya pada sang suami. Sherly terus meyakinkan hatinya kalau Andrew sedang sibuk dan pasti terjadi masalah yang serius di sana. Mungkin Sherly harus memberi dukungan kepada sang suami. Sebuah keputusan tercetak di otaknya


Sherly ingin menemui Anna dan David besok ia ingin meminta pendapat mereka.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Kini Sherly sudah berdiri di depan sebuah pintu dengan perasaan yang bahagia. Setelah perjuangan yang mendramatisir ia akhirnya bisa pergi ketempat ini. Dan disinilah ia sekarang. Berdiri tepat di depan pintu sebuah apartemen mewah. Rasanya sudah tak sabar ingin segera masuk dan meluapkan kerinduannya kali ini. Entah seperti apa penampakan wajahnya. Rasa bahagia menyeruak penuh di hatinya. Rasanya seperti ingin meledak.


Setelah drama panjang yang Sherly lewati. Karena ia harus berdebat kecil dengan Dina. Ini pertama kalinya Sherly membuat keputusan atas keinginannya sendiri setelah sekian lama ia hidup. Dina awalnya tidak setuju dengan apa yang menjadi keputusan Sherly. Akan tetapi Johan sang ayah memberi pengertian kepada Dina. Johan tersenyum bahagia dan mengijinkan Sherly untuk melanjutkan apa yang jadi keinginan nya.


Sherly kembali tersenyum saat mengingat ekspresi wajah Anna yang terkejut saat ingin menyampaikan keinginannya. Begitupun dengan David. Namun Sherly tersenyum saat mendapati David dengan cepat merubah ekspresi wajahnya ke mode cuek dan dingin seakan tidak peduli dengan apa yang terjadi di sekitarnya. Namun Sherly tahu kalau Sang ayah mertua merasa bahagia dengan keputusannya kali ini.


Sherly merasa bahagia karena memiliki keluarga yang selalu menyayangi dan mendukung nya. Segala kasih sayang dan cinta berlimpah ia rasakan. Bahkan kesedihan menjauh pergi dari hidup Sherly kali ini.


Sherly menarik nafas panjang sebelum ia memutuskan untuk melangkah masuk. Setelah menekan password di pintu seperti yang diberikan David padanya. Sherly berlahan membuka pintu..Aroma khas suaminya menyeruak di hidungnya. Sherly berlahan melangkah masuk. Bayangan wajah Andrew yang melihat nya ada disana tergambar jelas di pikirannya. Senyum Sherly tak pudar seiring langkah kakinya yang terus membimbing nya.


"An.."

__ADS_1


Deg....


Jantungnya seakan berhenti berdetak saat sebuah suara seorang wanita menggelitik di telinganya kemudian mata indah itu menangkap sebuah pemandangan yang diluar ekspektasi nya selama perjalanan panjang yang ia tempuh untuk sampai ketempat ini.


__ADS_2