Aku Menikah Karena Hutang

Aku Menikah Karena Hutang
Episode 43


__ADS_3

Ting...


Sebuah nada pesan masuk terdengar dari ponsel milik Sherly. Dengan cepat gadis itu meraih ponselnya yang ia letakkan di dalam tas yang ia bawa. Dengan rasa oenasaran Sherly membuka pesan yang masuk dari sebuah nomor yang tidak ia ketahui. Pesan tersebut mengirim sebuah foto. Setelah menunggu beberapa detik pesan foto itu pun terbuka dari ponsel Sherly.


Alangkah terkejut nya Sherly saat melihat foto tersebut. Dimana di foto tersebut terpangpang jelas wajah suaminya yang sedang tertidur pulas bersama dengan seorang wanita yang pernah ia lihat beberapa jam yang lalu. Hati Sherly seakan dihujani ribuan belati yang menyayat tiap inci hatinya. Melihat perubahan wajah Sherly yang aneh. Susi segera merebut posel milik Sherly, ia penasaran dengan apa yang membuat gadis itu berekspresi seperti itu. Susi menutup mulutnya karena terkejut.Matanya membualat sempurna. Saat kedua matanya menangkap sebuah wajah yang tercetak jelas di layar ponsel milik Sherly.


Air mata Sherly seakan tak mau berhenti setelah melihat foto tersebut. Ia tidak menyangka kalau Andrew kembali melukai hatinya. Baru beberapa hari yang lalu ia merasa seakan terbang tinggi kini dalam sekejap mata ia sudah terjungkal ke tanah. Sakit, perih dan berdarah seperti itu gambaran hati gadis itu.


" Siapa mereka? Apa laki-laki ini adalah suami lo?" Tanya Susi dengan antusias.


Dengan berat hati Sherly menganggukan kepalanya. Ia mengiyakan apa yang dikatakan sahabatnya tersebut. Dengan wajah yang mengenaskan.


" Shiit.. Pria kurang ajar." Umpat Susi kesal.

__ADS_1


" Dan Suap wanita itu Sherly?" Tanya Susi kembali kepada Sherly karena ia benar-benar merasa penasaran. " Apa dia selingkuhan Suami lo?" Tanya Susi yang terus menyerang Sherly dengan pertanyan.


" Entahlah... gue nggak tahu." Lirih Sherly.


Hatinya kacau. Jiwanya menghilang. Kini oa benar-benar seperti mayay hidup berjalan. Semua senyum dan semangat nya pun ikut meluap bersama air mata yang tumpah. Susi semakin khawatir dengan keadaan sahabatnya tersebut. Ia kembali tidak meyangka kalau ternyata ia adalah seorang istri dari pria yang sangat berpenharuh. Susi khawatir dengan keadaan Sherly terlebih lagi tentang berita yang tersebar kalau Alex dan Dewi pernah berusaha melecehkan Istri CEO itu yang berarti adalah Shery sendiri. Susi benar-benar geram, ingin rasanya ia mencincang habis tubih Alex dan Dewi yang berlaku kejam pada gadis yang baik hati dan tidak pernah mengeluh dengan keadaannya. Ia gadis yang tangguh ia mampu menyimpan kepedihan hatinya dengan rapat dan tanpa orang lain yang tahu. Susi bingung harus dengan cara apa ia membantu gadis itu. Ini menyangkut hububungan pribadi Sherly. Ia tidak berhak untuk terlalu ikut campur terlalu dalam. Hanya kepediahan yang bisa Sherly bagi untuknya. Ia berharap Sherly tetap jadi gadis yang kuat dan tabah menjalani hidup. Suatu hari nanti ada rasa manis yang akan Sherly rasakan dari sebuah pengorbanan. Susi berdoa untuk sahabatnya tersebut agar kelak ia bisa lepas dari penderitaan dan mengganti air matanya dengan sebuah senyum bahagia.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Sherly membaringkan tubuhnya yang lelah dintanjang king size miliknya. Pikiranya mulai menjelajah ke sebuah peristiwa dimana ia dan Andrew saat berada di Villa Pantai beberapa hari lalu. Seutas senyum menghiasi bibir Sherly. Namun dalam sekejap mata ingatan tentang foto yang diterimanya membuatnya kembali terpuruk air matanya kembali tumpah. Kini hatinya kembali terluka setelah beberapa hari lalu ia merasa bahagia karena janji Andrew yang akan memulai semuanya dari awal. Sherly telah menaruh hatinya untuk suaminya. Sejak pertama ia memutuskan untuk menerima pernikahan tersebut.


" Hatiku sakit Andrew, kenapa kau tega melakukan ini padaku." Lirih Sherly.


" Kau tahu Andrew aku telah mencintaimu. Bagaimanapun kamu aku tetap mencintaimu. Meski aku melarangbkeras hatiku agar tidak jatuh cinta padamu. Namun rasa itu lebih kuat dari egoku Andrew." Kata Sherly seraya menagis pilu.

__ADS_1


Karena lelah ia akhirnya tertidur dengan air mata yang masih membasahi wajahnya.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Hari bergati. Matahari bersinar dengan cantiknya. Kicau burung yang merdu mulai terdengar seakan bernyanyi menyambut sang mentari.


Sherly berlahan membuka matanya. Kepalanya tetasa sangat berat. Tubuhnya terasa temuk seperti yertindih ribuan ton beton. Dengan sekuat tenaga Sherly memutuskan untuk bangkit dari tidurnya. Dengan langkah yanh sedikit limpung. Ia berusaha keras tetap melangkah. Sherly ingin segera menemui Andrew dan menayakan prihal yang terjadi sebenarnya. Sherly yakin kalau Andrew pasti punya alasan untuk semua yang terjadi. Karena hatinya yang sakit masih ingin mempercayai suaminya tersebut.


Dengan langkah oelan Sherly berjalan menuju kamar Andrew. Sampai si sana matanya menyisir tiap sudaut di ruangan itu mencari sosok Andrew. Akan tetapi hasilnya nihil. Andrew tidak ada di sana. Laku ia kembali melangkah mencari Asisten rumah tangga nya ia ingin menayakan apakah Andrew pulang semalam. Sampai di depan dapir Sherly memangil Wati. Sherly menayakan keberadaan Andrew pada Wati. Hatinya kembali menjerit setelah tahu jawaban Wati yang mengatakan kalau Andrew belum pernah pulang sejak mereka kembali dari villa kemarin.


Sherly merasa lemas. Ia tidak menyangka kalau Andrew pun enggan untuk kembali. Apa Andrew benar-benar sudah memiliki wanita lain yang bisa mengisi sesuatu yang belum lernah Sherly berikan. Ada rasa penyesalan dalam hatinya. Ia menyalahkan dirinya sendiri saat ia ingat kalau ia telah menolak keinginan Andrew yang merupakan hak nya. Andrew berhak atas semua yang ada dalam dirinya. Namun dengan lancang Sherly menolak keinginan yang sebenarnya adalah kewajibannya memenuhi semua itu sebagai seorang istri.


Sherly kembali menagis. Ingin rasanya ia memutar waktu untuk kembali. Mungkin ia tidak akan melakukan hal itu. Ia akan menyerahkan jiwa dan raganya untuk suaminya. Karena memang dirinya adalah milik suaminya. Sehingga tidak ada alasan bagi Andrew untuk mecari wanita lain. Sherly mengutuk kebodohnnya yang lebih mementingkan rasa egois di hatinya dari pada ia melakukan kewajiban yang seharusnya telah lama ia lakukan. Wati dan beberapa asisten yang lain tampak sangat khawatir dengan keadaan Sherly seperti itu. Mereka belum pernah melihat Sherly begitu sedih seperti sekarang ini. Ingin rasanya mereka bertanya kenapa Sherly begitu sedih? Akan tetapi Mereka tidak berani mencampuri urusan pribadi majikannya. Mereka hanya bisa berdoa semoga semuanya baik-baik saja.

__ADS_1


__ADS_2