
Plakk.....
Sebuah tamparan keras mendarat di pipi mulus milik Sherly. Dia begitu terkejut saat Bram ayahnya datang mendekatinya dan mendaratkan sebuah tamparan di pipinya. Rasa panas menjalar di pipinya. Dina yang menyaksikan hal tersebut begitu terkejut.
Dina berteriak kepada suaminya.
" Bram.... apa yang kau lakukan?" teriak Dina dan seger memeluk erat tubuh putri nya.
Sherly yang sudah menangis karena tamparan itu begitu menyakitkan akan tetapi hatinya lebih sakit. Ini kedua kalinya ayahnya melakukan hal tersebut. Yang kali ini entah apa penyebabnya.
Bram terlihat begitu marah saat keluar dari ruang kerjanya.
Andrew yang mengekor di belakang Bram hanya tersenyum sinis menyaksikan drama yang membuatnya sedikit terhibur.
Sherly berusaha bertanya kepada Bram. Mengapa ia melakukan hal tersebut.
Bram mengatakan kalau ia bukan anak yang baik bahkan mencemarkan nama baik keluarga. Bram kembali mengungkit masa lalu yang membuat Sherly harus terpaksa menikah dengan pria kejam tanpa perasaan seperti Andrew.
Sherly berusaha menjelaskan kepada Bram tentang hal yang terjadi sebenarnya. Kan tetapi Bram sama sekali tidak memberikan kesempatan kepada Sherly untuk menjelaskan semuanya. Dina yang berusaha meredam amarah Bram juga ikut terkena imbasnya. Bram mendorong Dina hingga kepalanya membentur dinding dan cairan. berwarna merah keluar dari pelipis Dina.
Sherly begitu terkejut melihat hal tersebut. Dengan cepat ia memeluk erat tubuh Dina yang tersungkur di lantai. Dina menangis dan memeluk erat tubuh Sherly.
Sherly bahkan berteriak kepada Andrew.
" Apa ini yang kau inginkan Tuna muda? Apa kau puas dengan apa yang kau lihat aghh.... dasar iblis." teriak Sherly dengan mata yang penuh dengan air mata bahkan sorot matanya begitu penuh dengan amarah. seolah-olah siap menerjang dan merobek tubuh Andrew.
Namun bukan Andrew yang berhati dingin. Ia bahkan tidak terlihat khawatir ataupun merasa bersalah dengan kejadian tersebut. Ia hanya tersenyum puas bahkan ia mengatakan kalau itu adalah hasil dari perbuatan Sherly yang telah berani menghianati pernikahan mereka.
Sherly serasa ingin tertawa keras dan merobek tubuh suaminya itu saat kata-kata fitnah itu terlontar dari mulutnya.
__ADS_1
Bahkan kini Andrew kembali memakinya dan mengatakan kalau Sherly wanita murahan yang menjual tubuhnya demi uang.
Kata-kata yang begitu sangat menyayat hati dan perasaan Sherly.
Ia bagaikan sampah yang terbuang bahkan terinjak-injak. Hatinya begitu sakit. mengapa ia harus menikah dengan laki-laki yang begitu kejam seperti Andrew.
Bram semakin kesal dan kembali mendaratkan sebuah tamparan keras ke wajah Sherly. Setetes darah merah keluar dari sudut bibir Sherly.
Andrew yang melihat hal itu merasa sedikit terkejut. Hatinya sedikit sakit saat melihat gadis yang duduk dilantai sedang memegangi wajahnya yang sudah bengkak. Namun Andrew kembali membuang jauh-jauh perasaan itu.
Sampai akhirnya Steven datang dan melerai semuanya. Ia membantu Sherly untuk berdiri bersama dengan Dina. Steven memperingatkan Andrew bahwa pa yang ia lakukan sudah keterlaluan.
Melihat asisten sekaligus sahabatnya membantu Sherly hatinya semakin panas. Andrew mengancam Steven dan akan memecatnya kalau ia sudah berani ikut campur dengan urusan keluarga.
" Andrew.. gue emang asisten Lo saat di kantor akan tetapi gue berdiri disini bukan sebagai asisten Lo melainkan sahabat Lo. Terserah kalau Lo mau pecat gue. Gue nggak nyangka kalau kelakuan Lo seperti Monster" ucap Steven dengan begitu marah kepada Andrew
" Dasar Lo bajingan. Ngapain Lo kemari agh?" bentak Andrew.
" Dan buat pak Bram harusnya bapak tanyakan dulu duduk perkaranya sebelum mengambil tindakan keras kayak gini" kata Steven lagi kepada Bram yang sudah tertunduk malu.
Bram membenarkan apa yang dikatakan Steven , harus nya ia tidak mengikuti emosinya. Dia terlalu buta dengan kekuasaan dan takut akan ancaman Andrew yang akan menghentikan kerja samanya. Itu akan berakibat fatal bagi perusahaanya.
" Gue akan bawa Sherly dan ibu Dina kerumah sakit." kata Steven dan mengajak Sherly dan juga Dina untuk pergi tanpa menunggu persetujuan dari Andrew.
Melihat hal itu Andrew semakin kesal bahkan ia berteriak untuk berhenti kepada Steven dan juga Sherly akan tetapi Steven sama sekali tidak peduli.
🌷🌷🌷🌷
Mobil hitam itu melaju meninggalkan pekarangan rumah Bram. Kini Sherly dan Dina sudah berada di dalam mobil Steven.
__ADS_1
Sherly begitu khawatir dengan Steven ia Takuya Steven akan terkena masalah karena menolongnya.
Steven berusaha meyakinkan Sherly dan juga Dina kalau semua kan baik-baik saja.
Mobil itu melaju dengan kecepatan sedang menuju sebuah rumah sakit yang tidak jauh dari rumah Bram.
Sesampainya di rumah sakit Steven membatu Sherly dan juga Dina untuk masuk dan menemui dokter untuk mendapatkan perawatan luka yang mereka alami.
Hati Steven begitu sakit saat melihat keadaan gadis yang ia sukai. Andai ada hal yang bisa ia lakukan untuk menyelamatkan Sherly dari pernikahan ini mungkin ia akan lakukan.
Steven tidak menyangka kalau Andrew akan bersikap begitu kejam kepada gadis itu. Awalnya Steven mengira kalau Andrew telah jatuh cinta dengan Sherly, terlihat dari perubahan sikap Andrew yang sudah tidak pernah bermain dengan wanita manapun sejak ia menikah.
Namun kenyataannya sungguh berbeda. Andrew bahkan begitu sangat kejam kepada Sherly.
Kini mereka sudah berada di sebuah ruang rawat. Dina mendapat beberapa jahitan di pelipisnya. Sementara Sherly wajahnya memar karena tamparan dari Bram.
Sherly yang setia duduk di sebuah kursi sedang merenung dan memikirkan semua yang telah menimpanya. Ia memutuskan untuk istirahat setelah Dina tertidur , akan tetapi matanya tidak ujar terpejam. Steven yang melihat kegelisahan di wajah Sherly segera menghampiri Sherly dengan sebuah. bungkusan di tangannya.
Steven membeli makanan kecil dan beberapa minuman untuk Sherly karena ia tahu gadis itu pasti belum makan apapun sejak tadi.
Steven mengulurkan bungkusan itu kepada Sherly dan memintanya untuk segera makan.
Sherly menerima bingkisan itu dan mengucapkan terima kasih kepada Steven karena ia sudah banyak membantunya.
Steven tersenyum dan menarik nafas panjang sebelum mengumpulkan keberanian untuk bertanya kepada Sherly tentang apa yang terjadi sebenarnya. Mengapa Andrew sampai begitu kejam terhadapnya.
Sherly hanya bisa menangis keadaanya. Dia sendiri tidak mengetahui apa yang membuat Andrew melakukan hal ini. Sampai membawanya kerumah dan entah apa yang dibicarakan Andi kepada Bram sehingga laki-laki yang disebutnya ayah tega memukulnya hingga seperti ini.
Steven berusaha mencari tahu, Sherly akhirnya Mai bercerita tentang kejadian yang beberapa hari ini membuat Andrew berubah. Ia seperti Kembali ke sosok Andrew yang dingin.
__ADS_1
Setelah mendengar semua yang diceritakan Sherly kini Steven paham. Kalau sebenarnya Andrew sedang cemburu. Ia berfikir kalau Sherly telah mengkhianatinya.
Steven tersenyum getir saat tahu kenyataan itu.