
Kini mereka sudah berada di sebuah villa tepi pantai milik sang CEO, ini pertama kalinya Andrew mengajak seorang wanita berkencan di villa tersebut. Sherly adalah wanita pertama yang datang ke tempat indah tersebut.
Tak henti-hentiny Sherly berdecak kagum dengan keindahan tempat tersebut. Tanpa banyak kata gadis itu segera berlari menuju bibir pantai dengan pasir putih yang begitu berkilau. Sherly melangkah mendekati belaian air pantai yang di bawa oleh ombak berlahan membelai bibir pantai. Kaki jenjang nan putih itu mulai berjelajah di atas pasir. Andrew tersenyum senang menyaksikan hal tersebut. Tak lupa ia mengabadikan momen indah itu dengan ponsel pintarnya.
Tanpa sepengetahuan Sheryl Andrew mengambil banyak gambar wajah cantiknya saat bermain di tepi pantai. Ingin rasanya Andrew mengendong tubuh Sherly ke dalam pelukannya dan mengurungnya di kamar. Agar tak seorang pun yang ikut menikmati indahnya pemandangan tersebut.
Andrew segera ikut bergabung dengan Sherly yang telah begitu asik bermain air. Mereka begitu asik bermain air seperti anak kecil yang baru pertama kali melihat laut. Mereka bahkan sudah tidak mengingat lagi berapa umur mereka sekarang. Canda Dan tawa menghiasi hari itu. Sherly begitu sangay bahagia karena bisa bersama Andrew dan melihat senyum dan tawa lepasnya seperti Tampa beban apapun dalam dirinya.
Tanpa terasa waktu terus berlalu. Mereka harus berhenti bermain karena perut mereka berteriak perlu diisi. Andrew mengajak Sherly untuk makan di pingir pantai. Agar mereka masih bisa menikmati keindahan pemandangan laut. Andrew duduk bersama dwngan Sherly ditepi pantai dengan beralaskan tikar mereka menyantap makan yang telah Andrew pesan.
" Terima kasih untuk hari in Andrew, Aku sangat senang." Ujar Sherly di sela-sela makan mereka.
Andrew tersenyum senang saat mendengar apa yang dikatakan gadis cantik di depanya itu.
" Aku senang kau menikmati kebersamaan kita in Sherly." Jawab Andrew dengan senyum yang masih bertengger rapid di bibirnya. kemudian mereka kembali menikmati makan mereka hingga menuntaskan rasa lapar mereka.
Waktu pun berlalu sangat cepat. Kink Andrew dan Sherly masih setia duduk di tepi pantai dengan pemandangan yang liar biasa. Mereka menyaksikan sang mentari yang beranjak keperaduannya. Sinarnya mulai meredup dan digantikan dengan cahaya bintang yang satau persatu mulai bermunculan di langit. Bintang salaing berkedip satu sama lain, seakan sedang berkata sesuatu. Pemandangan berganti menjadi sebuah suasana yang romantis. Dengan cahaya redup lampu pijar dan langit dihiasi bintang-bintang yang bersinar menantikan datangnya sang rembulan.
__ADS_1
Sherly dan Andrew begitu menikmati malam itu. Mereka berdua masih setia menikmati alam yang menyuguhkan sebuah pemandangan yang memanjakan mata mereka. angin bertiup pelan seperti membisikkan nyanyian merdu di telinga mereka. Dua insan itu tengelam dengan pikiran mereka masing-masing.
Sherly yang tiba-tiba teringat sosok ibunya.
" Andrew.." Panggil Sherly
" Emmm.." jawab Andrew yang masih setia menatap laut yang mulai mengelap hanya sinar lampu darinperahu nelanyan yang terlihat di kejauhan.
" Apa Aku boleh menemui mama?" Tanya Sherly
" Tentu saja." Jawab Andrew.
Mendengar jawab Andrew, Sherly begitu senang. Ia take henti-hentinya tersenyum lebar. Kemudian tanpa sadar Sherly mendaratkan sebuah ciuman di pipi Andrew.
" Terima kasih." Bisik Sherly.
Andrew yang secara tiba-tiba mendaratkan sebuah hadiah di pipinya terdiam. Wajahnya berubah merah. Jantungnya berdetak kencang. Nafasnya semakin berat. Tiba-tiba.....
__ADS_1
Cup.....!!!!!
Sebuah ciuman mendarat di bibir indah Sherly. Gadis itu terdiam saat tangan Andrew menarik tubuhnya. Ciuman itu begitu lembut Dan menghanyutkan. Andrew membelai bibir cantik itu dengan sapuan mesra melalui sentuhan bibirnya. Sherly awalnya hanya diam matanya terbuka lebar. Namun seiring waktu Andrew melakukankannya dengan sangat baik. Sehingga gadis itu mulai terbuai. Ciuman itu berubah menjadi sebuah ciuman panas yang mengairahkan. Sherly yang mulai terbuai memejamkan matanya menikmati sentuhan demi sentuhan di bibirnya. Jiwa laki-laki Andrew mulai bergejolak. Menuntut sesuatu. Tangan Andrew kink tidak lagi diam di bahu gadis itu, melainkan mulai bermain di tubuh gadis itu. Andrew yang merupakan laki-laki dewasa yang telah banyak mengarungi berbagai belahan perempuan mulai terpancing. Tangan mulai menjelajah menyusuri tiap inci tubuh indah Sherly. Sementara Sherly semakin terbuai. Tubuhnya mulai ikut terpesona dengan belaian lembut tangan Andrew yang mahir bermain diatasnya. Ciuman itu semakin menuntut lebih. Tangan nakal Andrew pun semakin berani masuk kedalam pakaian Sherly hingga tangannya sampai di sebuah lembah pengunungan yang begitu lembut. Tangannya mulai merayap mencari sesuatu yang begitu membuatnya semakin bergairah.
Gadis itu mengekuarkan suara yang begitu seksi, yang semakin membuat Andrew ingin melakukan hal yang lebih berani dari itu. Andrew tanpa sadar telah membuat gadis itu terlena.
Sherly yang semakin dibuat terbang tinggi, mulai terlena sehingga tanpa sadar ia mendesah nikmat dengan apa yang telah dilakukan Andrew. Ini pengalaman pertama kali ia rasakan. Sentuhan mesra dari seorang laki-laki yang kink telah ia cintai. Andrew semakin memperdalam ciuman mereka. Sampai di sebuah titik Sherly mulai kembali ke alam sadarnya. Dengan cepat ia melepas ciuman itu dan menjauhkan tubuhnya dari Andrew. Sherly dengan cepat merapikan penampilanya yang sudah dibuat kacau dengan kejadian itu.
Andrew yang terdiam sejenak mulai menyadari perbuatannya. ia sadar apa yang ia lakukan adalah hal yang Salah meski sesungguhnya sah-sah saja ia lakukan karena Sherly adalah istrinya. Mereka telah terikat sebuah hubungan yang sah di mata hukum dan Tuhan sekalipun. Andrew berhak atas diri istrinya. Andrew berhak melakukan hal itu dengan gadis yang berada di dekatnya kali ini. Namun Ia menyadari satu hal. Hubungan pernikahan mereka belum sampai tahap itu. Andrew mengutuk dirinya yang telah kehilangan control atas tubuhnya.
Harusnya ia lebih bisa menahan dirinya. Harusnya ia bisa mengendalikan keinginnya untuk saat ini. Andrew benar-benar takut kalau apa yang ia lakukan akan melukai perasaan Sherly.
Andrew takut Sherly akan menjauh darinya. Andrew terus mengumpat pada dirinya karena kebodohnya yang mudah dikuasai nafsu saat dekat dengan Sherly.
" Maaf..!!!" kata itu yang meluncur bebas dari mulutnya. Wajahnya terlihat begitu menyesali dengan apa yang telah ia lakukan kepada Sherly.
Sedangakan gadis itu hanya diam. Ia hanyut dalam pikiran nya. Ada rasa bersalah saat menolak hal itu. Karena Sherly menyadari satu hal kalau Andrew berhak melakukan apa pun pada dirinya. Andrew berhak atas Tubuhnya karena ia adalah suami Sherly yang telah menikainya. Namun ada sebuah keinginan yang membuatnya harus menolak hal itu.
__ADS_1