
" Andrew apa yang harus kita lakukan sekarang." tanya Sherly yang sedang asik duduk teras dengan Andrew yang asik berbaring di pangkuan gadis itu dengan sangat nyaman.
" hmmm.. apa maksudmu sayang. Apa kita harus segera masuk lagi dan melakukanya lagi. Apa kau tak lelah sayang." jawab Andrew yang membuat wajah Sherly berubah jadi tomat.
" Aissthh... apa maksudmu?" jawab Sherly yang berusaha menyembunyikan rasa malunya.
Andrew tersenyum lebar ia tahu kalau Sherly sedang malu. Rasanya pria itu ingin segera kembali menerkam istrinya tersebut karena sudah hampir 3 Minggu ia menahan semuanya akibat pekerjaan yang menumpuk.
meskipun sejak pulang dari butik Andrew tidak melepaskan Sherly, namun Andrew tidak pernah puas dengan Sherly. Tenaganya akan kembali pulih meskipun sudah berjam-jam dan bertubi-tubi ia menyerang istrinya tersebut.
" Sayang.. kita sudah sama-sama dewasa. Kau pasti mengerti maksudku sayang. Ayo lah jangan seperti anak kecil gitu dong." rengek Andrew yang semakin membuat Sherly salah tingkah dengan apa yang di katakan suaminya itu. Sherly bukannya tidak mengerti kemana arah pembicaraan mereka.
Sherly tidak habis pikir dari mana datangnya tenaga Andrew meski mereka telah melakukannya sampai pagi. Akan tetapi Andrew masih memiliki kekuatan yang luar biasa. Sehingga Sherly harus menyerah dan meminta ampun kepada suami perkasanya tersebut.
" Suamiku tercinta.. aku sedang ingin membicarakan prihal kedua orang tua kita. bukan hal itu." jawab Sherly dengan malu.
Andrew menaikkan kedua alisnya.
__ADS_1
" Buat apa kita membicarakan mereka biarlah mereka menyelesaikan masalah mereka sayang. Mereka orang yang sudah dewasa dan tidak akan mungkin mereka akan berfikir terbalik seperti anak kecil. Aku yakin mereka pasti telah memiliki solusi untuk masalah yang sedang mereka hadapi itu. Jadi sekarang kita bicara tentang kita saja." kata Andrew yang akhirnya mendapatkan sebuah pukulan di lengannya.
" Aww... sakit sayang." rintih Andrew meski pukulan itu tidak terlalu menyakitkan namun masih terasa di kulit Andrew.
" Aku ingin mereka kembali seperti sebelumnya Andrew. Kau ingin kita semua berkumpul seperti layaknya keluarga. Apalagi aku sejak kecil tidak pernah bertemu dengan ayah kandungku. Ingin rasanya aku melihat wajahnya dan berbicara layaknya Ayah dan anak." kata Sherly dengan wajah yang berbinar.
Andrew begitu senang dan merasa terharu saat melihat mata indah yang memancarkan sebuah harapan itu. Andrew tersenyum ia berjanji ia kan mempertemukan Sherly dengan Johan ayah kandungnya. Karena Andrew juga berterima kasih berkat Sherly Andrew bisa kembali bertemu dan menghilangkan ke salah pahaman nya kepada sang mama yang sejak dulu ia menjadi membenci wanita yang telah melahirkannya tersebut. Andrew merasa jadi orang yang paling beruntung karena di kelilingi dengan wanita yang hebat dan luar biasa seperti Sherly, Dina dan Anna. mereka benar-benar wanita yang menghormati dan menghargai cinta sehingga mereka rela mengorbankan perasaan mereka agar mereka bisa tetap setia dengan cinta yang telah mengisi hati mereka.
Andrew juga berjanji akan selalu menjaga mereka dengan baik. Ia tidak akan pernah menyia-nyiakan wanita hebat yang telah masuk dalam kehidupannya ini. Ia kan mengorbankan banyak hal untuk tetap menjaga menjaga mereka dan melindungi mereka. Andrew bahkan akan menantang dunia untuk melindungi wanita-wanita itu.
" Sayang... apa sudah siap?" tanya Andrew yang sedari tadi telah menunggu gadis kesayangannya di ruang makan. Sementara Dina dan Anna yang sudah duduk bersama dengan Andrew menikmati sarapan hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah polah Andrew yang begitu overprotektif terhadap Sherly. Bahkan ia berubah jadi manja dan sangat posesif. Berbanding terbalik dengan sikap Andrew yang dikenal sangat arogan dan dingin. Akan tetapi semuanya tidak berarti kalau dihadapan Sherly.
Anna dan Dina sering kali tidak menyangka dengan sifat Andrew yang seperti anak kecil mereka sering tertawa geli saat melihat kemanjaan yang di tunjukkan Andrew kepada Sherly.
Andrew sengaja memohon kepada Anna untuk mau tinggal bersamanya. Meskipun awalnya Anna menolak karena ia sudah memiliki rumah sendiri dari hasil butiknya yang selama ini ia perjuangkan dengan sangat keras sehingga memiliki ratusan cabang dan nama terkenal di dunia.
Akan tetapi Anna merasa tersentuh karena ini pertama kalinya Andrew meminta sesuatu darinya. Akhirnya Anna mau menerima permintaan putra kesayangannya yang telah lama ia rindukan. Anna juga sempat berfikir kalau suatu saat nanti ia pasti akan. Isa bertemu dengan David mungkin hal ini adalah awal yang baik ia bisa menyelesaikan masalah yang membuat mereka harus terpisah selam bertahun-tahun. David selalu menolak saat Anna ingin menemuinya. Bahkan suatu hari David melakukan hal yang diluar pemikiran Anna, David meminta Orang untuk melarangnya masuk dengan alasan yang tak jelas. Sejak saat itu Anna akhirnya memutuskan untuk menyerah akan tetapi ia tidak pernah menyerah dengan perasaannya ya g sesungguhnya terhadap pria yang telah ia nikahi. meskipun itu atas dasar perjodohan. Ann telah lam membuka hati untuk David meskipun kadang David selalu bersikap dingin padanya. Anna berusaha untuk tetap sabar menghadapi pria yang telah menorehkan cinta di hatinya.
__ADS_1
Sherly tersenyum senang saat melihat pemandangan indah dimatanya. Andrew tersenyum bahagia saat berbicara dan bercerita dengan Anna dan Dina. Sherly sengaja tidak turun ia tidak ingin melewatkan momen yang bahagia. karena Sherly tahu Andrew begitu merindukan Anna selama ini. akan tetapi rasa ego Andrew terlalu tinggi sampai menembus langit ke tujuh sehingga ia gelap mata.
Setelah beberapa menit Sherly baru melangkah turun. Semua mata yang ada di ruangan tersebut tertuju pada gadis dengan dress sederhana berwarna tosca sangat indah dipakainya. Andrew tak berkedip saat melihat pemandangan ciptaan Tuhan tersebut yang sangat luar biasa.
Sherly tersenyum saat menyadari tingkah Andrew yang berbanding terbalik dengan dirinya yang seperti biasa. Ia seperti kucing kecil yang sedang menunggu sesuatu. sangat lucu. ingin rasanya Sherly memeluk dan mencium Andrew saat ia berekspresi seperti itu.
" Air liur tuh tumpah." Ledek Anna yang menyadari Andrew sedang ternganga tanpa berkedip melihat istrinya tersebut.
Andrew yang menyadari dirinya berusaha menyembunyikan kekonyolannya. ia kembali bersikap macho dan sok cool di hadapan dia wanita renta itu.
Dina dan Anna saling bertatapan mereka tersenyum geli melihat tingkah Andrew yang konyol. Dina kembali bersyukur bahwa Andrew begitu mencintai putri kesayangannya Begitupun Anna yang merasa senang, kali Andrew begitu mencintai sang istri. Ia tidak berharap Andrew akan mewarisi sikap dingin David.
" Mama ku tercinta bisakah kalian ikut dengan kami kali ini?" pinta Andrew kepada dua wanita yang sedang duduk di hadapannya tersebut.
Sebuah tanda tanya besar tercetak jelas di wajah kedua wanita itu. Sementara Sherly dan Andrew tersenyum misterius sehingga menimbulkan kecurigaan.
" Kemana?" Tanya Anna dengan wajah yang sedikit bingung.
__ADS_1