
Kini Sherly sudah selesai dengan ritual mandinya. Ia segera pergi ke dapur untuk membuat sarapan karena perutnya sudah berontak ingin segera diisi. Sementara Andrew masih terlelap dengan manisnya seperti bayi.
Ting...
Sebuah notifikasi pesan masuk dari handphone milik Andrew. Awalnya Sherly hanya melirik saja. Namun matanya kembali melihat handphone tersebut karena di layar tertera nama seseorang yang selama ini membuat Sherly dan Andrew berselisih paham yaitu Helen.
dalam hati Sherly berfikir kenapa wanita ini mengirim pesan kepada suaminya. Ada urusan apa Helen menghubungi Andrew sementara Andrew mengatakan kalau ia hanya sekedar berbisnis dan rekan kerja. Sherly tersenyum saat ingat hal itu. Dengan santai ia tidak mempedulikan pesan tersebut. Ia tidak ingin berfikir yang tidak-tidak tentang pekerjaan suaminya yang sebagai seorang pebisnis yang kerap kali selalu ada hal macam itu yang menganggu.
Sherly melanjutkan kegiatannya membuat sarapan untuk suaminya. Hari ini adalah hari terakhirnya berada di negara itu. Besok ia harus kembali pulang karena banyak pekerjaan yang tidak bisa ia tinggal. Sherly tidak mungkin melimpahkan semua pekerjaannya kepada sang mertua, sementara ia asik berlibur. Meski sebenarnya ini adalah ide dari kedua mertuanya itu.
Sherly merasa senang memiliki mertua yang menganggapnya sebagai putri mereka sendiri bukan sebagai menantu. Apapun masalah Sherly,ia kerap kali selalu berkeluh kesah kepada mertuanya daripada ibu kandungnya. Karena Sherly menganggap Anna sebagai ibunya sekarang setelah ia menjadi seorang istri di rumah suaminya. Semua rahasia dan segalanya ia selalu ceritakan kepada Anna tanpa sungkan. Begitupun Anna yang begitu menyayangi Sherly seperti seorang putri yang ia lahir kan bukan menantu. Semua yang Anna berikan selalu melebihi kasih sayang Anna kepada Andrew. Anna begitu perhatian dan sayang kepada menantunya. Itulah yang sebenarnya terjadi saat sebuah keluarga dinyatakan bahagia saat ia mau menerima orang lain menjadi bagian di keluarga mereka tanpa mempedulikan status ia ada di rumah suaminya.
karena seorang wanita datang kerumah suaminya adalah menjadi bagian dari keluarga itu dan menghabiskan sisa hidup mereka bersama keluarga suaminya. Bahkan seorang wanita mencurahkan semua kasih sayang dan tanggung jawabnya kepada keluarga suaminya melebihi tanggung jawabnya kepada keluarga nya sendiri bahkan orang tua kandungnya. Ia Rela meninggalkan keluarga yang melahirkan dan membesarkannya demi hidup bersama orang asing yang kini berstatus sebagai keluarga suaminya. Dimana ia harus mengikuti segala tradisi dan kebiasaan keluarga suaminya. Dan meninggalkan segalanya, kasih sayang orang tua, perhatian, kemewahan dan kemanjaan di rumah orang tua. Maka dari itu sebuah keluarga dikatakan bahagia dimana saat keluarga suami mau menerima dan memperlakukan mereka seperti putri Mereke sendiri. layaknya orang tua dan anak. Tidak ada ada batasan antara menantu dan Mertua. saat sang menantu salah mertua mau memberikan nasehat dan memberikan jalan untuk bertaubat bukan malah memusuhi atau mengucilkannya.
__ADS_1
intinya perlakukan menantumu dan terima ia sebagai putri keluarga itu. Bukan hanya menantu yang mempunyai batasan tertentu. Saat sebuah keluarga mau memperlakukan menantu mereka seperti putri mereka. Kebahagiaan pasti akan menyelimuti keluarga itu. Apapun yang terjadi pasti akan terselesaikan. Akan tetapi saat sebuah keluarga hanya bisa menerima menantu mereka sebagai orang asing yang masuk keluarga itu. Kebahagiaan tidak akan pernah datang hanya sebuah masalah dan batasan yang selalu terjadi.
ahhh... kok. ngelantur sih..😆😆😆😆maafff
lanjut....
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Andrew berlahan membuka matanya tanyanya secara spontan mencari keberadaan Sherly yang sudah tidak ada di sebelahnya. Andrew bangkit dan mencari keberadaan pakai nya yang semalam ia lempar entah kemana. Setelah menemukan pakainya ia segera masuk dan membersihkan diri. Karena hari ini ia harus pergi bekerja dan segera menyelesaikan pekerjaannya agar ia lekas kembali pulang. Pekerjaannya begitu menyita waktunya sehingga hari-hari yang ia lewati begitu berat dan melelahkan.
Setelah selesai dengan ritual mandinya Andrew mengenakan setelan jas abu-abu dengan dadi berwarna senada ia terlihat sangat tampan pagi itu. Cahaya wajahnya terlihat berbeda. Itu karena kebahagiaan sedang menyelimuti semua hatinya yang dulu kesepian.
Andrew melangkah kan kakinya menuruni tangga matanya sibuk mencari keberadaan Sherly. Saat indera penciumannya menangkap sesuatu yang lezat, Andrew sudah dapat menebak kalau orang yang sedang ia cari sedang berada di dapur. bibir Andrew tersenyum bahagia saat matanya menangkap sosok Sherly yang terlihat seksi dengan pakaian yang sekedarnya dan rambut yang ia gulung keatas seadanya. Benar-benar pemandangan yang begitu indah, bahkan niat Andrew ingin segera kembali menerkam wanita cantik itu sekarang juga. Akan tetapi Andrew kembali mengendalikan dirinya, ia tidak ingin melakukan hal itu. Karena semalam ia telah membuat Sherly kewalahan melayaninya. Ia benar-benar tidak memberi ampun Sherly. Pikirannya kembali menorehkan sebuah rencana untuk nanti malam. Ia tidak akan membiarkan Sherly bebas sepeti ini. Rasanya tidak sabar menunggu malam saat pikiran itu melintas di benak Andrew.
__ADS_1
Dengan pelan pria itu memeluk sang istri dari belakang. Andrew mencium lengkung tengkuk putih milik Sherly sehingga gadis itu merasa terkejut karena apa yang dilakukan peria itu padanya. Sherly menghentikan kegiatan Andrew yang membuatnya kegelian. Ia mengatakan peda sang suami untuk duduk karena sebentar lagi ia akan selesai memasak. Namun bukan Andrew namanya kalau ia segera menyetujui permintaan sang istri. Ia terus menggoda sang istri.
" Andrew hentikan. Lebih baik periksa ponselmu mungkin ada sesuatu yang mendesak sehingga Helen mengirim pesan ke ponselmu." kata Sherly yang sibuk dengan acara menggorengnya di depan kopor itu.
Andrew menghentikan kegiatannya. Ia merasa ada yang aneh kenapa Sherly tidak marah dan mungkin melemparnya dengan penggorengan yang sedang berisi minyak panas saat tahu Helen mengiriminya pesan.
" Sayang... apa kau baik-baik saja?" tanya Andrew menggoda sekaligus merasa aneh.
Sherly tersenyum dan menoleh.
" Apa maksudmu suamiku. Aku baik-baik saja. Apa kau berharap aku akan mengamuk seperti singa yang sedang lapar mengetahui pesan dari wanita yang selama ini selalu menganggu kehidupan suamiku. Ah..." Jawab Sherly dengan santai.
Andrew terdiam.
__ADS_1
" Bukan begitu sayang.. apa kau tidak penasaran dengan isinya. Kenapa kau tidak membukanya?" tanya Andrew yang masih penasaran dengan perubahan Sherly.
" Sayang jangan bilang kau tidak mencintaiku lagi." Kata Andrew yang membuat Sherly tertawa....