Aku Menikah Karena Hutang

Aku Menikah Karena Hutang
Episode 36


__ADS_3

" Apa kau serius dengan uacapanmu?" Tanya Sherly yang belum percaya dengan apa yang ia dengar.


" Emmm" jawab Andrew yang masih setia memeluk tubuh Sherly.


Sherly tersenyum senang mendengar semuanya. Namun Sherly belum tahu perasaan mereka masing- masing.


" Beri aku waktu sebetar saja Sherly untuk mengerti perasaan apa yang sedang aku rasakan ini" Batin Andrew.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Kini mereka telah berada di parkiran sebuah mall terkenal yang merupakan milik Andrew juga. Sherly mengehentikan aktifitasnya akan membuka pintu mobil. Ia baru menyadari satu hal. Tempat yang mereka kunjungi adalah tempat umum . Itu artinya mereka akan jadi pusat perhatian banyak orang. Sherly takut kalau salah satu temannya melihatnya bersama dengan Andrew.


" Kenapa?" Tanya Andrew yang menyadari kalau Sherly tidak ingin keluar dari mobil.


" Andrew apa kita bisa pergi. Aku takut ada yang mengenalimu bersama denganku." kata Sherly sedih.


Andrew mengelengkan kepalanya ia paham dengan apa yang dikatakan Sherly.

__ADS_1


" Memang kenapa? Kau istriku buat apa dengarkan mereka." Jawab Andrew


" Tapi... dalam perjanjian kita bagaima?" cicit Sherly lagi. ia menundukkan kepalanya sedih.


Andrew menghembuskan nafas frustasi.


" Sherly lupakan perjanjian itu, hentikan!! aku sudah mengatakan kalau kita mulai dari awal. " Kata Andrew yang masih belum memahami apa yang di katakan Andrew itu.


Andrew dapat membaca raut wajah bingung Sherly.


" Jadilah istriku yang sesunguhnya. Aku tidak mau kau membahas perjanjian itu." kata Andrew kembali menegaskan.


Sementara Sherly masih tampak cemas dengan apa yang jadi kepitusan Andrew. Ia jarus tampil berdua sebagai pasangan suami istri di muka umum, sekaligus ia mengumumkan dirinya adalah istri seorang Andrew bastian yang terpaut umur hampir sepuluh tahun dengannya. Sherly masih tetlalu mauda ia masih takut dengan apa yang akan orang lain bicarakan tentangnya.


" Sherly ada apa sayang?" Kata Andrew menyebutnya sayang membuat darahnya berdesir hangat.


Sherly hanya tersenyum dan menggelengkan kepala. Kemudian mereka melangkah mamasuki pusat perbelanjaan tersebut, Andrew yang terlihat begitu posessive merangkul mesra pinggul ramping Sherly. Semua mata tertuju pada pasangan tersebut. Andrew yang saat itu mengenakan pakaian santai yang begitu semakin membuatnya terlihat tamoan, sementara Sherly juga menggunakan pakaian yang santai dengan brand terkenal. Kedua insan itu terlihat begitu mempesona banyak mata yang melihatnya.

__ADS_1


Banyak yang iri dengan kedekatan mereka. Namun Andrew tidak peduli dengan tatapan wanita lain terhadapnya. Andrew mengajak Sherly untuk berbelanja pakaian dan sepatu dengan brand terkenal. Sherly menolak permintaan tersebut karena baginya semua pakaian yang ia miliki di lemarinya saat sudah sangat banyak bahkan belum semua ia pakai. Berbeda dengan Andrew ia ingin istrinya terlihat selalu tampil luar biasa di hadapan umum, meskipun ia harus menghambur-hamburkan uang miliknya itu tidak masalah bagi Andrew. Andrew ingin Sherly menjadi wanita tercantik di dunia dan hatinya.


" Andrew aku belum belum membutuhkan hal ini. Semua yang ada di rumah masih bagus. " Bisik Sherly kepada Andrew.


" Tidak sayang... Lakukan apa yang aku inginkan kali ini. Aku ingin kau selalu tetlihat cantik. " Goda Andrew kepada Sherly yang membuat pipi gadis itu seketika bersemu merah.


Andrew belum mengungkapkan perasaanya. Ia sendiri belum tahu perasaan apa yang tumbuh dalam hatinya tersebut. Ia hanya iangin dekat dan melindungi hadis itu. Andrew juga merasa takut kehilangan Sherly. Andrew merasa ingin menyayangi gadis itu. Sementara Sherly masih bingung kenapa Andrew bersikap seperti itu kepadanya. Hati Sherly mungkin telah menerima pria itu, bahkan ia sudah mencintai pria itu jauh hari setelah ia memutuskan untuk menerima pernikahan tersebut.


Sherly merasa bahagia meskipun Andrew hanya menganggapnya sesuatu yang harus dinpertanggung jawabkan. Sikap baik Andrew yang ia tujukan kepada Sherly sudah membuat gadis itu bahagia. Sherly tidak berharap banyak Andrew akan membalas perasaanya. Yang terpenting baginya saat ini adalah Andrew tidak membencinya.


Mereka terus berjalan menyusuri mall yang luas tersebut. Banyak barang yang mereka beli. Saat ini Andrew ingin mengajak Sherly berbelanja kebituhan harian rumah mereka. Ia ingin terlihat seperti suami yang peduli dengan rumah dan keluarganya. Andrew juga meminta Sheryl untuk selalu menyiapkan makanan khusus untuknya setiap hari. Sherly senang mendengar permintaan Andrew tersebut. Karena baginya itu adalah sebuah perhatian Andrew yang ia berikan.


Andrew dan Sherly menyusuri tiap baris barang belanjaan. Andrew bahkan membeli banyak barang. Canda dan tawa menghiasi hari itu. Andrew yang ternyata memiliki sisi lain yang berbeda. Sherly benar-benar merasa begitu bahagia. Ia beruntung bisa mengenal sosok Andrew yang berbeda. meskipun bila nanti ia suatu saat semuannya akan berakhir.


Setelah selesai dengan kegiatan belanja mereka Andrew mengajak Sherly untuk mengisi perut mereka yang sudah berteriak sedari tadi. Andrew mengajak Sherly makan di sebuah Restaurant terkenal yang ada di dalam mall tersebut.


Andrew meminta pelayan untuk menyiapkan makan andalan yanga ada di tempat tersebut. Sherly sedikit ngeri melihat Andrew saat itu karena ia tidak tangung-tanggung memesan makanan untuknya. Andrew ingin Sherly menghabiskan makanan tersebut karena bagi Andrew tubuh Sherly terlihat begitu kurus sejak bersamanya.

__ADS_1


Sherly merasa heran kalau ternyata Andrew juga memperhatikannya selama ini. Andrew dan Sherly mulai menyantap makanan tersebut. Andrew bahkan melayani Sherly dengan sangat baik. Andrew juga selaku tersenyum saat mata mereka bertemu. Sherly ingin bertanya apa ada sesuatu sehingga membuat Andrew berubah seperti ini. Sherly hanya takut kalau saat ini adalah hal terakhir yang bisa sherly nikamati bersama dengan Andrew. Dengan senyum Andrew meyakinkan Sherly kalau semua akan baik-baik saja. Andrew juga berjanji akan mengubah sikap buruknya selama ini demi seorang Sherly yang sudah bertahta di hatinya. Meskipun Andrew belum mau mengakui kalau itu adalah sebuah Cinta. Andrew masih ingin mencari tahu kalau apa yang ia rasakan saat ini terhadap gadis itu adalah sebuah cinta. Ia tidak ingin salah menduga. Andrew hanya butuh waktu lebih lama untuk meyakinkan hatinya yang telah lama mati tersebut, Andrew meminta gadis itu untuk lebih beesabar lagi dan mau menunggunya sampai ia benar-benar yakin perasaan apa yang ada di hatinya tersebut.


" Sherly. Aku hanya berharap kau mau menungguku sampai aku benar-benar yakin pada diruku sendiri. Aku tidak mau mw uatmu kecewa. Yang perlu kau tahu saat ini aku begitu menyayangimu dan aku takut kehilangan dirimu." Kata Andrew seraya tersenyum.


__ADS_2