Aku Menikah Karena Hutang

Aku Menikah Karena Hutang
Episode 40


__ADS_3

Sherly hanya diam tanpa mengatakan apa pun. Ia bingung harus berbuat apa dengan situasi itu. Dengan cepat Sherly memutuskan untuk pergi meninggalkan Andrew. Sherly melangkah menuju penginapan. Sementara Andrew benar-benar merasa bersalah dengan apa yang telah ia lakukan. Otaknya mulai bekerja dengan cepat ia menyusul gadis itu. Andrew memeluk tubuh Sherly dengan erat dari belakang. Ia terus membisikkan kata maaf di telinga Sherly. Air matanya mulai memenuhi pelupuk matanya.


Andrew benar-benar takut kalau Sherly sampai membencinya. Andrew takut Sherly akan menilainya buruk sebagai laki-laki yang suka mempermainkan wanita. Andrew tak ingin Sherly berfikiran buruk padanya. Rasa takut itu tumbuh semakin cepat . Andrew menjadi pria yang penakut saat berhadapan dengan Sherly.


Sherly menarik nafas dalam Dan menghembuskanya perlahan. Sherly mengontrol dirinya agar bisa mengatakan sesuatu yang perlu Andrew ketahui.


" Maaf Andrew... maafkan aku, Aku belum bisa menjadi istrimu yang sesungguhnya. Aku belum siap dengan semua itu. Aku harap kau mengerti. " Kata Sherly.


Sherly teringat akan is perjanjian yang pernah ia sepakati dengan Andrew. Di sana tertulis kalau Andrew bisa meminta hal nya sebagai suami kapan saja ia mau. Akan tetapi kembali terlintas ucapan Andrew kalau ia mebatalkan perjanjian tersebut. Andrew ingin memulai hubungan ini dari awal.


Sherly tersenyum dan mebalikkan tubuhnya menghadap Andrew yang menatapnya sendu.


" Kita lupakan kejadian tadi. ok!." kata Sherly dengan senyum yang mengembang di bibir indahnya.


Andrew ikut tersenyum


" Terima kasih Sayang." Balasnya dan memeluk tubuh gadis itu dengan erat.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Waktu semakin cepat berganti. Hari semakin gelap. Sang rembulan sudah menampakan dirinya dengan sempurna cahaya yang terang menyinari malam yang gelap. Suara binatang malam samar-samar terdengar dari balik rerumputan. Sherly yang baru saja membersihkan diri nya keluar Dari kamar mandi, Sherly yang hanya menggunakan handuk untuk menutupi tubuhnya, tampak kebingungan mencari sesuatu. Wajahnya tersenyum senang saat benda yang ia butuhkan tertangkap kedua matanya.


Sherly melangkah menuju koper berwarna Pink yang merupakan miliknya. Ia ingin mencari pakaian ganti untuk ia kenakan. Tangannya mulai membuka koper tersebut. Alangkah terkejutnya ia saat melihat isi dari koper tersebut. Mantanya membulat sempurna.

__ADS_1


" What..!!! Apa-apaan sih.. Kenapa semua pada kurang bahan begini sih? Gumam Sheryl saat sedang mencari pakaian ganti yang akah ia kenakan.


" Gimana cara pakenya sih.. Bisa-bisa masuk angin nih..! Kesalnya saat memutuskan untuk menggunakan salah satu dari semua pakaian yang ada di dalam koper tersebut. Sherly terpaksa menggunakannya karena sudah tidak ada pilihan pwain selain menggunakan salah satunya. Tidak mungkin Sherly terus akan menggunakan handuk untuk menutupi tubuhnya tersebut.


" Sherly apa kau sudah selesai mandi?" tanya Andrew yang tiba-tiba masuk ke dalam kamar.


Sherly menoleh dan menatap penuh arti kepada Andrew yang berdiri mematung di depan pintu seraya menatap Sherly.


" Apa dia sengaja mengodaku?" batin Andrew


" Aduhhh... kenapa tiba-tiba masuk sih..!!" kata Sherly dalam hati.


Dalam beberapa detik mereka saling bertatapan. Mereka terhanyut dalam pikiran mereka masing-masing. Sampai akhirnya Andrew mengakhiri lebih dulu ia mebalikan tubuhnya membelakangi Sherly.


Sheryl baru menyadari apa yang dikatakan Andrew tersebut setelah ia menatap tubuhnya yang melekat pakaian yang tidak layak pakai baginya itu. Sherly menghembuskan nafas kasar. Kemudian ia mencari sesuatu uantuk menutupi tubuhnya yang masih terpangpang jelas. Sherly ingin marah kepada orang yang menyiapkan pakaian ini untuknya. Akan tetapi ia tidak bisa melakukan hal tersebut, mungkin mereka berfikir kalau Sherly dan Andrew sudah seperti pesangan suami istri yang sesungguhnya. Dan parahnya lagi mereka pasti nerfikir kalau kepergian mereka ini adalah dalam rangka bulan madu yang belum lernah mereka lakukan sejak mereka menikah.


Setelah menemukan kemeja milik Andrew Sherly segera memakainya dan kemeja tersebut berhasil menutup beberaoa bagian tubuh sherly yang terlihat tadi.


Sherly melangkah keluar kamar. Ia tahu Andrew pasti ingin memberaihkan diri juga. Sherly mencari sosok Andrew yang ternyata berdiri di depan balkon. Sherly mendekati pria itu, kemudian mempersilahkan Andrew untuk mandi. Andrew hanya diam kemudian melangkah meninggalkan Sherly dengan tatapan dingin. Sherly hanya bisa menatap pria iatu menghilang di balik pintu kamar. Enatah apa yang terjadi Sherly seniri bingung. Kenapa Andrew bersikap dingin terhadapnya.Kembali gadis cantik itu menghibuskan nafas kasar. Kemudian ia memilih duduk di kursi yang ada di balkon villa tersebut seraya menatap langit yang begitu cerah dengan cahaya bintang yang berkelap kelip menghiasi lagit yang gelap di malam hari.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


" Steven kemana Andrew kenapa kau tak mau memberitahuku keberadaany?" Tanya Helen yang sudah berdiri dengan anggunnya di hadapan Steven yang sedang asik bekerja di meja kantornya.

__ADS_1


" Kenapa? Aku benar-benar tidak tahu kemana Andrew." Jawab Steven yang tetap menatap layar lapatop yang ada di hadapanya.


" Baik lah kau tak mau bemeberi tahuku. Aku akan cari tahu sendiri dimana dia sekarang. " Kata Helen dan melangkah oergi dengan perasaan kesal.


Steven menghebuskan nafas lega setelah melihat wanita itu pergi. Kemudian ia kembali melanjutkan pekerjaanya.


Beberapa menit kemudian Steven menerima panggilan Telefon dari Andrew. Pria itu meminta Steven untuk membawakan sesuatu ke tempatnya sekarang. Steven kembali berdecak kesal karena Andrew dengan sesuaka hatinya meminta sesuatu tanpa mempedulikan bagaimana sibuknya hari ini.


😀boss mah bebas.🤣🤣🤣


Steven segera menuju ke tempat Andrew dan membawa sesuatu yang diminta pria itu.


Beberap saat kemudian Steven sampai di villa. Steven yetsenyum senang saat melihat Sherly sedang duduk sendiri di balkon. Dengan langkah cepat Steven menghempiri Sherly.


" Weiii... bengong aja." kata Steven yang mengejutkan Sherly.


Sherly tetkejut kemudian segera berdiri menoleh siapa yang datang. Ia terkejut karena mendapati Steven sudah ada di hadapanya dengan Paperbag di tangannya.


" Kek Stev... kau mengejutkanku." kata Sherly terkejut.


Steven tersenyum kemudian senyum itu menghilang saat matanya menatap penampilan Sherly dengan menggunakan kemeja Andrew yang kebesaran di tubuhnya. Namun Steven masih bisa melihat kulit indah Sherly yang begitu cantik terpangpang jelas di matanya. Steven menelan silvanya saat melihat kaki jenjang nan putih tersebut.


" Stev.. aku bunuh kau!!!!!." Kata Andrew yang sudah berdiri tak jauh dari steven dengan tayapn elang yang siap memangsanya.

__ADS_1


Steven yang sadar dengan ancaman Andrew segera mengalihkan pandangannya. Kemudian Andrew melangkah menuju Sherly dan menutup pemandangan tetsebut dari tangkapan mata jahat Steven yang telah lancang menatap miliknya. Kemudian Andrew mearapas dengan kasar oepar bag yang ada di tangan Steven dan menyerahkannya kepada Sherly.


__ADS_2