
Sherly begitu kebingungan bagaimana harus menjelaskan kepada Alex tentang kebenarannya. Sherly pasti akan mendapatkan lemparan pertanyaan dari Alex dan dua sahabatnya nantinya. Tentang hubungannya dengan Andrew karena Dewi telah menyebarkan benih kebenaran tersebut tentangnya.
Alex yang setia memandangi wajah cantik Sherly yang tengah tersenyum karena mendapat sebuah pesan yang membuat hatinya menghangat. Ya.. Andrew sengaja meluangkan waktu tiap saat sekedar hanya untuk bertanya keadaan Sherly dan apakah dirinya sudah makan atau hanya berbasa-basi kecil dengannya.
"So sweet.. sejak kapan pria ini jadi sedikit berlebihan. " gumam Sherly namun masih dapat di dengar Alex.
Alex yang mendengar hal itu sedikit tersipu. Ia salah mengira kalau kata-kata Sherly tadi ditujukan untuknya.
" Gue nggak pernah berlebihan kok sama lo. Gue selalu serius Sherly Margaretha." jawab Alex yang membuat Sherly menoleh kearahnya dengan tatapan bingung.
" Ada apa dengannya?" batin Sherly matanya terus berkedip-kedip tanda kebingungan..
Alex semakin senang saat ia melihat wajah cantik itu seperti kebingungan.
Beberapa saat kemudian Sherly baru memahami situasinya. Sherly telah menebak kalau Alex telah salah paham dengan apa yang ia ucapkan barusan.
Dengan senyum yang dibuat-buat Sherly menampilkan barisan giginya yang putih kepada Alex. Sedangkan Alex tampak tersipu malu saat Sherly melakukan hal tersebut karena jujur jantung Alex berdetak berkali-kali lipat melihat wajah cute Sherly.
🌷🌷🌷🌷🌷
Siang pun tiba.
Perkuliahan Sherly selesai. Ia melangkah keluar kelasnya bersama dengan Sandra.
Sandra mengajak Sherly untuk pergi kerumah Lusi sahabat mereka juga yang baru saja pulang dari berlibur.
Sherly begitu senang saat tahu Lusi sahabatnya sudah kembali. Kemudian dengan langkah cepat Sherly menyusuri lorong Kampus tersebut. Karena saking semangatnya langkah Sherly tergelincir saat menuruni tangga. Mata Sherly terpejam. Ia sudah siap merasakan sakit yang pasti akan sangat luar biasa karena tubuhnya akan terjun bebas ke lantai bawah. Tubuh Sherly tidak bisa di kendalikan teriakan Sandra mengiringi peristiwa itu.
Namun ajaibnya. Rasa itu tidak kunjung ia rasakan. Dengan pelan Sherly membuka matanya. Sebuah tubuh menopang tubuhnya. aroma maskulin yang menyeruak ke Indra penciuman miliknya membuatnya merasa nyaman dan hangat. Jantungnya yang tadinya berdisco ria kini berlahan berubah jadi tenang. Sherly benar-benar terhipnotis dengan aroma dan tubuh bidang saat ia sentuh
__ADS_1
Sherly mengangkat wajahnya.
Deg....
Andrew.....
Sebuah nama yang ia ucapkan pelan. Senyum pria itupun merekah. Dengan pelan berbisik.
" Sampai kapan kamu akan seperti ini Sherly?" bisik Andrew yang membuat Sherly membulatkan matanya sempurna. Lalu dengan cepat ia bangkit dan menjauh tubuhnya dengan segera dari zona nyaman itu.
Sherly benar-benar malu karena tertangkap basah mengagumi keindahan tubuh pria itu.
" M..maaf Tuan." Jawab Sherly seraya menundukkan kepalanya menutupi rona merah yang menghiasi wajahnya kali ini. Dengan langkah cepat ia menuruni anak tangga tersebut seraya mengumpat pada dirinya sendiri akan kebodohannya.
Melihat tingkah istrinya itu Andrew ikut tersenyum, senyum yang tidak pernah orang lihat sebelumnya. Sandra yang melihat hal itu ikut terheran karena Sandra tahu siapa Andrew dan seperti apa dia. Sandra semat tidak percaya dengan penglihatannya. Sandra tidak percaya kalau apa yang dilihatnya nyata.
Sandra mengendalikan dirinya dan memberanikan diri melewati Andrew yang masih setia memandangi Sherly yang berjalan kian menjauh darinya.
Sadar akan keadaan Andrew segera mengembalikan dirinya ke mode dingin dan datar, dengan cepat ia memalingkan wajahnya dan melangkah. Namun langkahnya terhenti saat seseorang berdiri di hadapannya.
Ya itu Dewi dengan senyum manjanya mendekati Andrew. Sadar akan sebuah bahaya Andrew segera memalingkan wajahnya dan melangkah begitu saja meninggalkan Dewi yang kecewa akan penolakan Andrew terhadapnya.
" Kenapa dengan dia. Tadi ia begitu senang Bahkan tersenyum. Sekarang udah cuek lagi. Siapa sih yang buat Tambang emas gue kayak gitu " kata Dewi kesal dan mencari seseorang di sekitarnya matanya menangkap sebuah sosok yang sedang berlari kecil.
" What... Sandra?" Umpat Dewi tak percaya.
Pikirannya mulai berkelana mengingat kejadian tadi pagi. Ia menduga kalau Orang yang sedang mendekati Andrew adalah Sherly akan tetapi pikirannya itu salah. Ia kembali menduga kalau Andrew sengaja mendekati Sherly untuk bisa dekat dengan Sandra. Seperti itu karangan fiksi otak Dewi saat ini. Ia tersenyum kecut. Ia juga berkeyakinan kalau kali ini target Andrew adalah Sandra. Akan tetapi ia tidak mau kalah, Dewi tidak ingin Sandra bisa menikmati keindahan dan tambang emas yang belum sempat ia jamah.
🌷🌷🌷🌷🌷
__ADS_1
Andrew melangkah cepat awalnya ia sengaja datang ke kampus Sherly meninggalkan segala pekerjaannya kepada Steven untuk menjemput Sherly tidak di sangka kalau matanya menangkap sosok itu akan turun tangga seraya memainkan handphone miliknya. Kata hati Andrew mengatakan kalau akan terjadi sesuatu kepada Sherly dan benar saja gadis itu nyaris terjun ke lantai karena Heals yang ia pakai tergelincir saat menuruni tangga.
Dengan sigap Tangan kokoh itu menopang tubuh mungil tersebut.
Mengingat kejadian itu Andrew memutuskan untuk menyusul Sherly. Sebelumnya ia mengirim pesan kalau ia datang untuk menjemputnya. Ia tidak berharap kalau Sherly akan menghindarinya. Itu pesan Andrew yang ia terbangkan melalui dunia Maya ke ponsel milik Sherly.
Sherly yang sadar sebuah notifikasi pesan masuk ke handphone miliknya berdering. Segera membuka pesan tersebut. Senyumnya mengembang di bibir manisnya saat membaca pesan tersebut. Tanpa tunggu waktu lagi Sherly segera membalas pesan suaminya dan memintanya untuk menjemputnya di cafe seberang jalan. Karena tidak mungkin ia terang-terangan naik ke mobil Sang CEO sementara banyak mata yang mengintainya.
Sandra yang menyadari akan hal tersebut bertanya kepada Sherly kenapa ia berubah senang saat membaca sebuah pesan di handphone miliknya..
Sadar akan situasi Sherly segera beralasan kepada Sandra kalau ia tidak bisa ikut dengannya kali ini. Sherly beralasan kalau ada urusan mendadak bersama Ayahnya yang segera harus ia selesaikan.
Mendengar perkataan itu Sandra tidak melanjutkan pertanyaan yang masih mengganjal di hatinya. Ia hanya mengangguk dan segera mempersilahkan Sherly untuk pergi. Sandra hanya bisa menghela nafas panjang.
Saat melangkah pergi Sandra kembali menangkap sosok Andrew yang sedang menatap layar Handphone miliknya dengan senyum yang kembali tersungging di bibir seksinya.
Pikiran Sandra kembali berkelana dan mengarungi tiap kejadian yang janggal yang ia lewati hari ini. Apa ini sebuah kebetulan saja? atau memang ada sesuatu yang telah terlewati oleh gadis itu.
Sandra hanya bisa kembali menarik nafas dalam-dalam dan hembuskan perlahan. Mungkin ia akan segera menanyakannya kepada Sherly. Sandra yakin kalau Sherly sedang menyembunyikan sesuatu yang sangat penting terhadapnya. Kini urusannya adalah ia harus segera menjemput Lusi sahabatnya di bandara karena pesawatnya akan segera mendarat.
Sandra melangkah menuju mobil miliknya kemudian melajukan mobil tersebut meninggalkan parkiran kampus.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Sherly yang melangkah cepat menuju sebuah cafe yang terletak di seberang jalan kampus tersebut. Matanya sibuk mengamati sekitar ia tidak ingin ada orang ataupun mahasiswa yang akan melihatnya bersama CEO terkenal yang merupakan suaminya. Sherly belum siap harus menjawab pertanyaan yang akan dilemparkan kepadanya. Orang akan beranggapan kalau ia sedang jadi simpanan. om-om Kaya secara Andrew 10 THN lebih tua darinya. Apalagi ditambah berita yang menyangkut perusahaan ayahnya telah tersebar. Orang akan semakin menilainya negatif kalau ia akan menjual tubuhnya demi uang. Seperti yang sedang di sebarkan Dewi di kampusnya.
Mobil hitam mewah itupun terparkir. Dengan langkah lebar Sherly menuju mobil tersebut. Dan segera masuk. Ia melakukannya dengan sangat waspada agar tidak ada orang yang melihatnya. Akan tetapi sebuah mata dari sebuah mobil melihat hal itu. Tatapnya sedih dan kecewa. Namun ia tetap mengatakan dan meyakinkan dirinya kalau itu hanya sebuah kebetulan.
Kebetulan yang sedikit membuatnya terkejut dan tidak percaya. keyakinan dirinya masih berusaha mempengaruhi hatinya. Bahkan tidak mengijinkannya untuk tidak percaya.
__ADS_1