Aku Menikah Karena Hutang

Aku Menikah Karena Hutang
Episode 9


__ADS_3

Matahari bersinar terang menyambut hari yang baru. Burung-burung bernyanyi dengan sangat indahnya. Angin pagi seperti berbisik mengucapkan selamat pagi kepada setiap yang ada di bumi ini.


Sherly berlahan membuka matanya. Dia yang sejak semalam berada di dalam lemari pakaian Andrew. Tubuhnya terasa sakit dan kaku karena harus berada di tempat tersebut semalaman.


Dengan perlahan ia membuka Handset yang menyanyikan lagu sangat keras dari handphone miliknya sejak semalam. Sherly memberanikan diri untuk membuka lemari tersebut. Dia hanya berharap Andrew dan Dewi sudah pergi dari tempat tersebut.


Sherly berlahan menurunkan kakinya yang terasa kram. Tubuhnya gemetar dan terasa sangat kaku.


Dengan berlahan ia mulai melangkahkan kakinya yang masih terasa sakit tersebut. Ia menoleh ke arah tempat tidur. Disana dia hanya melihat Andrew yang sedang tertidur pulas dengan tanpa menggunakan pakaian. Sherly melangkah mendekati ranjang tersebut yang tampak sangat berantakan.


Hatinya kembali dihujani pisau tajam saat mengingat peristiwa semalam.


Sejak memutuskan untuk menerima pernikahan tersebut Sherly telah berjanji dalam hati akan menerima dan menghormati pernikahan suci itu dan akan menjadi istri yang baik untuk suaminya.


Namun kenyataannya begitu pahit. Suaminya mengkhianati pernikahan tersebut di malam pernikahan mereka. Air matanya kini kembali mengalir begitu saja. Lalu ia melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Ia tidak mungkin terus terpuruk karena kenyataan pahit tersebut. Ia harus bangkit kembali dan sabar menerima apapun di dalam pernikahan tanpa cinta tersebut.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Usai membersihkan diri Sherly keluar dari kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk kimono yang ada di kamar mandi itu. Dia baru teringat kalau ia tidak membawa pakaian ganti karena baju miliknya masih berada di hotel.


Dengan langkah pelan Sherly keluar dari kamar tersebut agar Andrew tidak terbangun. Sebelumnya ia mengambil handphone yang ia letakkan di meja rias dan kemudian ia keluar kamar. Ia berencana menghubungi salah satu asisten rumah tangga di rumah untuk membawakan pakaian untuknya. Tidak mungkin ia terus menggunakan handuk kimono ini.


Sementara itu ia harus pergi ke kampus . Bagaimanapun ia harus kuliah Ia tidak mau berada Disana terus dan akan mengingatkan kejadian pahit semalam. Dia lebih baik menyibukkan diri untuk sekedar melupakan kejadian itu walaupun untuk Sementara.


Tiba-tiba bel apartemen itu berbunyi. Sherly mengintip siapa yang datang ia takut kalau Dewi akan kembali lagi.


Ternyata Steven yang datang. Sherly membuka pintu.


Steven tersenyum dari balik pintu.


" Selamat pagi Nona muda. Ini saya diminta Tuan Andrew untuk membawakan pakaian untuk Nona" kata Steven


" Stev.. jangan panggil aku seperti itu. Panggil aku Sherly saja." jawab Sherly dan mempersilahkan Steven masuk.


Kemudian Steven menyerahkan pepper bag yang ia bawa kepada Sherly.


" Dari mana kau tau semua ukuran ku ini stev?" tanya Sherly yang heran kepada baju yang di bawa Steven begitu pas dengan ukuran tubuhnya.


Steven tersenyum. " sudah ku bilang itu Andrew yang minta aku hanya menjalankan tugas ku saja." jawab nya yang membuat Sherly sedikit menohok dengan jawaban steven. .


Tanpa mempedulikan lagi dari mana Steve tahu bahkan Andrew juga.. Sherly lebih memilih untuk cepat berganti pakaian karena tidak mungkin ia terus menggunankan handuk kimono itu apalagi dirumah itu ada Steven dan juga Andrew mereka bagaikan singa buas yang tidak bisa liat kelinci lewat di depannya.


Setelah selesai berganti pakaian. Sherly memperoleh kan Steven untuk menemaninya sarapan. Dan Steven pun menawarkan diri untuk bisa mengantar Sherly hari ini. Namun ditolak dengan halus oleh Sherly. Karena ia tidak ingin menimbulkan kecurigaan yang berlebihan kepada teman satu kampusnya. Secara semua orang pasti tahu siapa Steven.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


" Tumben Lo Dateng cepet." sapa sandra saat melihat Sherly yang baru saja keluar dari mobilnya.

__ADS_1


" Emang kenapa?" tanya Sherly


Sandra hanya menjawab dengan senyum yang menampilkan barisan giginya.


Sherly dan Sandra melangkah pergi menuju kelas mereka seraya lanjut mengobrol hal-hal yang tidak penting. Tiba-tiba Alex datang dan menghampiri kedua gadis tersebut. Alex memandang wajah Sherly dengan senyum di wajahnya.


Semua mata yang ada di dalam lorong tersebut menatap Sherly dan Alex mereka semua berbisik membicarakan kedekatan mereka.


" Alex sebaiknya lo berhenti cari gue" kata Sherly yang merasa tidak nyaman dengan tatapan teman-teman satu kampusnya.


Meskipun ia sudah terbiasa dengan tatapan mereka namun kali ini ia merasa sedikit risih dengan apa yang dilakukan teman satu kampusnya tersebut.


" Memang kenapa?" tanya Alex balik iya bahkan suka kalau jadi pusat perhatian.


Seketika pipi Sherly memerah.


" Gue cuma nggak mau jadi pembahasan satu kampus Lex."


"Tapi kenapa? biasanya juga lo biasa aja di pelototin satu kampus. Dan itu bukan hal yang baru kan buat lo?"


" Gue....gue mulai ngerasa nggak nyaman aja.


masalahnya kali ini mereka menatap Gue kayak gue itu penjahat. Gue merasa kayak diadili di kampus ini." kata Sherly kepada Alex.


Mendengar apa yang dikatakan Sherly Alex spontan tertawa.


Mendengar jawaban Alex Sherly hanya menarik nafas dalam kemudian menghembuskan nya dengan kasar.


Baginya tidak ada gunanya ia berdebat dengan Alex yang memang suka jadi pusat perhatian.


Namun sebenarnya ada alasan lain kenapa Sherly ingin Alex menjauh.


Terus sadar dengan statusnya kini. Akan tetapi Alex tidak pernah mau menyerah sudah saja karena pria itu tidak tahu kalau Sherly ada istri orang sekarang ini.


Yang Alex tahu Sherly gadis yang tidak memiliki hubungan apapun dan dengan siapapun.


Dewi yang merasa geram dengan kedekatan mereka selalu berusaha menjatuhkan Sherly di hadapan Alex.


Bahkan gadis itu tidak segan-segan mengerjai Sherly saat gadis itu sedang sendiri.


Sherly adalah gadis yang tangguh ia tidak mudah ditaklukkan bahkan ia akan membalas perbuatan Dewi lebih kejam lagi. Andai kata ketangguhan itu bisa ia terapkan kepada kenyataan hidup yang sedang ia hadapi mungkin ia tidak akan menjadi gadis yang cengeng dan lemah di hadapan Andrew suaminya.


Andai dia punya keberanian yang sama saat berhadapan dengan Andrew mungkin ia akan hidup lebih baik sekarang ini tidak hidup di bawah tekanan ataupun kesedihan.


🌷🌷🌷🌷🌷


Sementara di sebuah apartemen Andrew baru membuka matanya. Dia memandangi kamarnya sudah tampak rapi bahkan baju yang semula berantakan kini sudah terlihat rapi.

__ADS_1


Andre bangun dari tempat tidurnya kepalanya berdenyut karena semalam ia minum terlalu banyak dan belum melangkah menuju dapur dia mengambil sebotol air putih di dalam lemari es matanya menangkap sesuatu yang tertutup di atas meja karena penasaran Ia membuka tutup tersebut.


Ternyata adalah sarapan.


" So sweet banget tuh bocah" gumam Andrew dengan senyum terukir di bibirnya


bahkan di sana terdapat secarik kertas bertuliskan.


✨selamat pagi Tuan saya harap anda mau memakan sarapan yang saya buat saya sudah membuatkan sup pereda mabuk✨


Andrew tampak senang saat membaca pesan tersebut kemudian ia duduk dan mulai menikmati sarapan yang telah disediakan Sherly.


"Enak juga" gumam and rose saat sedang memasukkan satu suap sup ke dalam mulutnya.


Tiba-tiba ia dikejutkan dengan kedatangan Steven yang langsung begitu saja bergabung dengan Andrew tanpa persetujuan Andrew ia ikut makan dengan lahannya, Andrew menghentikan aktivitas makannya dengan tatapan gram dan memandang tajam ke arah Steven yang sedang asyik menyantap sarapan di atas meja.


"Besok urus penerbangan lo ke kutub utara Steve."kata Andrew dan langsung beranjak pergi meninggalkan Steve yang memasang wajah kebingungan.


"Ada apa dengannya, tiba-tiba mau mengirim ke kutub utara" Gumam Steve kemudian ia menggelengkan kepala dan kembali melanjutkan aktivitas makannya sampai ia kenyang dan bahkan makanan yang ada di atas meja tanda tak tersisa.


🌷🌷🌷🌷🌷


Kini Andrew dan Steven sudah ada di kantor mereka. Banyak pekerjaan yang dilakukan. Bahkan Andrew hari ini terlihat lebih senang dan baik hati. Dia bahkan tidak pernah marah meskipun dengan karyawan yang berbuat salah.


Steven melihat bos nya itu merasa sedang ada yang tidak beres. Karena tidak biasanya ia akan bersikap seperti itu. Andrew terkenal jutek dan menakutkan di kalangan karyawan. Sehingga tidak ada yang berani aneh-aneh dengan nya.


Jangankan menyapa menatapnya saja sudah tidak ada yang berani. Tapi sejak pagi senyum nya tidak turun dari bibirnya.


Hari ini Andrew bener sangat sibuk dengan pekerjaan mereka.


Meskipun David memintanya untuk liburan yang dulu sama sekali tidak mau mendengarkan. Dia tetap bekerja dan menyelesaikan beberapa proyek David bahkan telah menyiapkan tiket bulan madu.


Namun kedua pasangan ini menolaknya.


Andrew yang sedang duduk di meja kerjanya tiba-tiba mendapat pesan dari orang suruhannya.


Ternyata diam-diam Andrew menyuruh seseorang untuk mengawasi Sherly dan dengan siapa ia bertemu and lu hanya ingin tahu siapa orang yang sudah dia nikahi karena ia sama sekali belum mengenal Sherly pertemuan mereka sangat singkat dan bahkan belum sempat saling mengenal mereka sudah harus menikah.


Andrew membuka pesan tersebut ternyata di sana terdapat foto Sherly sedang bersama laki-laki mereka bahkan terlihat sangat bahagia.


" Sial sudah punya pacar masih juga mau nikah sama gue dasar wanita matre" kesal Andrew dan membanting handphonenya.


Dalam sekejap mata mood pria itu berubah 360 Β° yang semula terlihat baik dan baik hati bagaikan malaikat kini berubah menjadi iblis yang sangat kejam.


Entah dari mana datangnya marah yang begitu besar sehingga kali ini ia tidak segan-segan untuk memecat karyawan yang melakukan kesalahan.


Steven kembali dibuat terkejut dengan sikap Andrew kali ini.

__ADS_1


" Dasarr... gue bener nggak ngerti sama ni satu manusia. baru aja baik banget kini udah kembali ke wujud aslinya." Umpat Steven dalam hati. Karena ia yang paling menderita dalam hal ini.


__ADS_2