
Sherly berjalan menyusuri sebuah rumah sakit namun tiba-tiba sebuah tangan menangkap mulutnya. Aroma aneh menyeruak di hidungnya. Mata Sherly berlahan terpejam. Ia tidak sadarkan diri sebelum ia melihat siapa yang melakukannya.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Andrew kembali ke apartemen mewah miliknya dengan kelelahan yang luar biasa ia kembali begitu larut. Ia ingin segera menemui Sherly dan segera mengembalikan daya untuk jiwanya yang kelelahan karena hanya Sherly yang mampir melakukan hal tersebut.
Andrew mencari Sherly di kamar mereka namun tidak menemukan sosok Itu. Andrew pikir Sherly
sedang berada di kamar mandi, ia mencari istri cantiknya itu Namaun tidak ada di kamar mandi tersebut.
Rasa panik dan takut mulai menyeruak di hati Andrew. Hal-hal buruk mulai menari-nari di pikirannya.
Andrew segera menghubungi Kim untuk memeriksa keberadaan Sherly. Kim segera datang dan ia memeriksa keberadaan Sherly melalui kamera pemantau yang ada di gedung tersebut.
Andrew melihat Sherly keluar dengan sangat tergesa-gesa. Andrew berfikir kemana Sherly pergi dengan tergesa-gesa seperti itu.
Kim menyarankan Andrew untuk memeriksa ponselnya untuk melacak keberadaan Sherly. Namun tiba-tiba tubuh Andrew ambruk kelantai dan ia tidak sadarkan diri.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
Andrew berlahan membuka matanya ia berusaha menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam matanya. Ia mengingat dimana ia berada saat ini. Sebuah kamar dengan cat putih dan aroma obat. Andrew berlahan berusaha bangkit dari tidurnya namun sebuah tangan menghentikannya.
" Sherly.." Nama itu yang meluncur dari mulutnya.
Andrew mengingat kalau terakhir kali ia sedang mencari keberadaan Sherly yang hilang tiba-tiba. Namun rasa kecewa menjalar ke hatinya saat matanya menangkap sosok Helen sedang duduk di sebelahnya dengan wajah yang khawatir.
" Helen sedang apa kau disini? Mana Sherly?". Tanya Andrew dengan nada dingin.
Helen menahan rasa kesalnya dengan tetap berusaha tersenyum di hadapan Andrew.
" Kau sedang sakit Andrew berhenti sementara memikirkan Sherly yang entah dimana dan sedang bersenang-senang dengan siapa kali ini " jawab Helen yang berhasil membuat Andrew murka.
__ADS_1
" Jaga ucapanmu Helen. Sherly bukan wanita seperti itu." kata Andrew dan mencengkram erat tanga Helen sehingga wanita itu pun meringis kesakitan..
" Itu benar Andrew kemana ia saat kau sakit." Kata Helen yang semakin membuat Andrew geram.
" Kim.. bawa wanita ini keluar sebelum. Aku berbuat yang berlebihan. " Pinta Andrew kepada Kim yang juga sedang berada di sana.
Kim melaksanakan perintah Andrew meski Helen menolak namun ia akhirnya menyetujui pergi dari tempat itu dengan senyum misteriusnya.
Andrew kembali mengingat Sherly. Ia memerintahkan Kim untuk mencari keberadaan Sherly. Dengan perasaan cemas Andrew duduk di ranjang rawatnya. Hatinya berdoa agar Sherly dalam keadaan yang baik-baik saja.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
" Selamat pagi tuan Bastian." sapa seorang dokter.
Andrew hanya diam. Ia benar-benar merasa gelisah karena sejak semalam ia belum mendapatkan berita tentang keberadaan Sherly.
" Maaf tuan muda saya datang kemari untuk menyampaikan laporan tentang kondisi anda saat ini. Ini adalah laporan lengkap keadaan anda saat ini." Kata sang dokter menyerahkan beberapa lembar kertas kehadapan Andrew.
" Tidak Tuan anda dalam keadaan sangat baik.. hanya saja..." Kata dokter terhenti. Ia merasa sedikit ragu mengatakan hal itu.
" Apa..?" bentak Andrew yang membuat sang dokter ikut terkejut.
" Maaf sebelumnya Tuan kalau saya terpaksa mengatakan hal ini. Anda.... Anda..." Kata sang dokter ragu..
" Katakan..!!!" Bentak Andrew lagi.
" A..anda mandul tuan. Anda tidak akan pernah bisa memiliki keturunan. " Jawab sang dokter.
Berita itu benar-benar membuat Andrew terkejut. Ia tidak menyangka kalau hal itu menjadi bumerang nanti nya dalam hubungan pernikahan ini. Sementara Andrew tahu kalau Sherly mendambakan seorang anak darinya. Karena seorang anak adalah kesempurnaan di dalam hubungan suami istri bagi Sherly. Anak akan semakin mengikat erat jalinan hubungan sebuah pernikahan.
"Maaf tuan. Saya terpaksa mengatakan hal ini. " Jawab sang dokter dengan penuh penyesalan.
__ADS_1
Andrew hanya diam. Ia bingung harus dengan cara apa ia menghadapi Sherly nantinya. Bagaimana ia mengatakan hal ini kepada Sherly. Andrew merasa bukan suami yang sempurna bagi Sherly. Hatinya benar-benar hancur dengan berita besar itu.
" Jangan katakan apapun kepada orang lain." Perintah Andrew kepada sang dokter.
Dokter tersebut mengangguk dan permisi untuk meninggalkan ruang rawat Andrew. Namun alangkah terkejutnya Andrew ternyata Helen ada di ruangan tersebut. Ia masuk tanpa sengaja dan mendengar semua apa yang dikatakan dokter padanya. Wajah sedih terpancar jelas, i hanya melangkah mendekati Andrew dan memeluk Andrew. Namun pria itu menepisnya. Ia tidak ingin ada orang lain yang melihat apa lagi Sherly yang tiba-tiba datang akan membuat nya salah paham.
" Kau dengar semuanya?" tanya Andrew dingin.
" Ya.. aku dengar semua apa yang dikatakan Dokter." Jawab Helen dengan sedih.
" Jangan katakan apapun dan jangan sampai orang lain tahu. Terutama istriku. Aku tidak ingin menghancurkan keinginannya menjadi seorang ibu." Jawab Andrew dengan nada sedih.
Mendengar hal itu Helen kembali geram. Ia kesal karena Andrew sangat memikirkan perasaan Sherly di situasi yang seharusnya ia tahu. Tapi Helen mempunyai cara itu memisahkan Helen. Mungkin Andrew tidak akan pernah mau meninggalkan Sherly tapi Helen bisa membuat Sherly meninggalkan Andrew. Helen tersenyum bahagia dalam hati. Ia tidak sabar menunggu saat itu.
Ting...
Sebuah notifikasi pesan .asuk di ponsel Andrew. Dengan cepat ia meraih ponsel yang terletak di sebelah ranjang rawatnya.
" Siapa?" Tanya Helen saat melihat wajah Andrew yang begitu sangat serius.
" Bukan urusanmu." jawab Andrew ketus.
Dengan cepat Andrew membuka infus yang menempel di lengannya. Ia harus segera pergi untuk hal yang sangat penting. Sebelumnya Andrew meminta Kim untuk menjemputnya.
Helen begitu terkejut ia berusaha melarang Andrew untuk pergi. Helen terus bertanya apa ada sesuatu yang membuat pria itu untuk segera pergi namun ia tidak mendapatkan jawaban apapun. Helen berusaha keras untuk menghentikan Andrew karena ia tahu Andrew masih belum sehat.
" Andrew... apa yang kau lakukan, kau belum pulih." Kata Helen.
" Aku harus pergi Helen. Aku tidak ingin sesuatu yang lebih parah terjadi." Kata Andrew yang melepas pakaiannya dan mengganti pakaian rumah sakit nya. Saat akan membuka celana. Andrew menghentikan aktifitasnya
" Apa kau akan melihatku ganti telanjang disini? apa kau tidak malu?" Jawab Andrew dingin.
__ADS_1
Helen yang mendengar ucapan Andrew sedikit tersentak, wajahnya berubah jadi merah. Ia tidak bisa membohongi dirinya kalau ia terpesona dengan tubuh indah milik Andrew. saat memikirkan apa yang dilakukan Andrew Helen membalikkan tubuhnya. Pikiran liarnya mulai berkelana memenuhi otak kotornya itu.