
" Baik Tuan saya akan ambilkan."Jawab Kim dan berlalu pergi meninggalkan Andrew dan juga David.
" Kau pria gila. Kau tak pernah sadar kalau seseorang telah memanfaatkan mu. Apa jadinya hidupmu nanti Andrew.' Kata David kesal.
" Kalian semua hanya mempedulikan Sherly. Sampai-sampai kalian berfikir kalau anak itu keturunan keluarga kita. Aku berusaha menerima kehadiran bayi itu dan akan menganggap bayi itu seperti anak aku sendiri. Apa kurang cukup." jawab Andrew
David terdiam. Ia hanya bisa memandang pilu sikap Andrew yang terlalu berlebihan baginya. Mungkin tanpa tindakan darinya Andrew sudah hancur. Dan dengan kisah dikuasai Helen dan antek-anteknya yang berusaha merebut harta miliknya.
" Tapi baguslah kalau anak itu sudah tidak ada jadi aku tidak harus menahan diri untuk memperlakukan dia nantinya dengan baik." Kata Andrew yang membuat David naik pitam.
David hendak berdiri dan ingin menghajar putra nya itu. Namun Kim datang dengan map tebal di tangannya. Kemudian ia menyerahkan map tersebut.
David menarik nafas dalam-dalam sebelum menyerahkan map tersebut. Kemudian dengan keras ia melempar map tersebut di meja tepat dihadapan Andrew.
" Kau akan menyesal seumur hidup mengatakan hal keji seperti di itu Andrew.Itu adalah data kesehatanmu sejak kecil bahkan disana terdapat data kesehatan pribadi milikmu. " Jawab David kemudian pria itu berlalu pergi.
Andrew hanya menatap map yang tergeletak begitu saja di mejanya. Ia merasa ada sesuatu yang membuat David sangat kesal dan mengklaim bahwa anak yang dulu ada di perut istrinya itu adalah anaknya.
Andrew berlahan mengambil map tersebut dan membukanya. Andrew membuka satu persatu lembar kertas tersebut.
Alangkah terkejutnya ia saat membaca hasil yang tercetak di lebar kertas tersebut. Disana tertulis bahwa ia bukan pria mandul, ia peria normal seperti laki-laki lainnya.
__ADS_1
Bagaikan hantaman keras menerpa hatinya. Ia sampai tak bisa berdiri dengan baik dengan kedua kakinya.
Air mata bening membanjiri wajah tampannya. Ia benar-benar terkejut dengan data yang tertera. Andrew merasa dunia benar-benar runtuh saat itu juga.
" Apa yang sudah aku lakukan?" gumam Andrew pada dirinya.
" Aku telah membunuh anak ku sendiri." kata Andrew pelan.
Ia benar-benar menyesal kali ini. Keegoisannya membuat semuanya menjadi hancur. Ia ingin segera meminta maaf kepada Sherly, harusnya sejak awal ia mendengarkan apa kata Sherly bukan termakan ucapan Helen yang ia pikir mengerti dengan keadaanya. Andrew bersyukur memiliki David yang selalu dapat menyelesaikan masalahnya dengan tepat. Namun. Yang ia pikirkan kali ini bagaimana caranya ia akan meminta maaf kepada gadis itu. Sherly pasti akan sangat kecewa.
Benar yang orang katakan penyesalan tak akan pernah ada obatnya bahkan penyesalan akan jadi luka yang tak dapat di sembuhkan. Penyesalan akan jadi duri di hatinya yang akan terus menancap dan tidak bisa dibuang.
Bahkan waktu tak kan mampu mengobati hatinya kali ini, waktu tak bisa menghilangkan penyesalan tersebut.
Andrew meluapkan emosinya kepada isi ruangan tersebut yang ia hancurkan berkeping-keping. Ia benar-benar menjadi pria gila karena kebodohannya.
🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷
" Terima kasih ma, udah temenin Sherly pergi ke tempat ini." Kata Sherly dengan wajah pucat. Sherly masih terpuruk dengan kepergian bayi yang belum sempat ia lihat. Sherly sangat marah dengan tingkah Andrew buang terus menolak anaknya sendiri. Kini Sherly telah memutuskan untuk menjauh dari Andrew karena ia sudah terlanjur kecewa. Setelah perjuangan panjang yang sangat melelahkan merayu kedua ibunya itu. Akhirnya mereka setuju untuk memenuhi keinginan Sherly. Kini Anna dan Dina begitupun Johan dan David ingin Sherly tenang dulu. Maka dari itu mereka mengijinkan Sherly untuk pergi ke Jerman bersama dengan Anna untuk liburan.
Di tempat lain Andrew sudah berdiri di depan istana mewahnya ia menarik nafas panjang sebelum masuk. Andrew ingin menemui Sherly dan meminta maaf, sekaligus mengatakan kalau ia adalah pria normal. Ia sangat bahagia sekaligus sedih mengetahui kenyataan yang sebenarnya.
__ADS_1
Andrew melangkah masuk dengan pasti. Ia segera menuju kamar mereka. Harapannya disana ia bisa bertemu dengan Sherly karena sudah beberapa Minggu ini Sherly selalu menghindarinya termasuk kabur dari rumah dan meninggalkannya. Maka dari itu ia memilih tinggal di kantor agar Sherly bisa tenang sementara tanpanya.
Andrew mencari wanita tercintanya di setiap penjuru rumah namun tidak melihat batang hidungnya sama sekali. Andrew tak gentar ia tetap mencari keberadaan gadis itu hingga ke taman belakang yang biasanya jadi tempat favorit Sherly. Setelah mencarinya beberapa lama Andrew mulai berfikir mungkin Sherly sedang kuliah. Maka dari itu ia segera melangkah keluar rumah dan kembali memasuki mobilnya. Ia mulai melaju meninggalkan istana mewah milik ya menuju kampus Sherly. Andrew membiarkan Sherly kembali kuliah karena ia tidak ingin Sherly strees dan ia ingin membuat Sherly paham kalau Andrew sangat sayang kepadanya.
Beberapa detik kemudian Andrew sampai di sebuah kampus ternama tempat Sherly menuntut ilmu. Ia turun dan merapikan pakaian yang digunakannya. Senyumnya mengembang saat matanya menangkap sosok seorang perempuan yang ia kenal. Andrew melangkah dengan pasti mendekati gadis yang sedang tertawa ria di dekat parkiran itu.
" Permisi, apakah kau yang bernama Susi?" Tanya Andrew dengan ramah.
Gadis yang disebut namanya itu menoleh kearah suara yang menyebutkan namanya. Susi sangat terkejut saat melihat Andrew yang tampak sejuta umat itu berdiri tepat dihadapannya. Meski kumis dan jenggotnya sudah mulai tumbuh karena Andrew tidak pernah mau merawat penampilannya sejak ia memutuskan untuk tinggal di kantor karena rasa frustasinya akan penolakan Sherly.
" Iya saya sendiri. Ada apa ya?" Tanya Susi.
" Aku ingin menemui Sherly, dia istriku dimana dia sekarang? Apa sedang kuliah? Di ruangan mana ia berada?" Tanya Andrew dengan antusias.
Susi tampak mengerutkan keningnya. Secara kemarin Sherly sudah mengatakan akan pergi ke suatu tempat untuk berdua dengan Andrew. Susi kembali ingat bagaimana sahabatnya itu. Susi menggelengkan kepalanya.
" Kau tidak mengetahui dimana Sherly saat ini. Kau kan sahabat dekatnya. " Jawab Andrew
" Maaf Tuan aku memang sahabat Sherly tapi ada beberapa hal yang hanya bisa di ketahui olehnya sendiri. Sherly orang yang sangat tertutup kepada orang lain. maaf tuan saya tidak bisa membantu anda?" Jawab Susi dingin..
" Tunggu sebentar. Berarti Sherly sedang tidak berada di kampus ini. Dan kemana dia?" tanya Andrew lagi.
__ADS_1
" Tuan.. Saya hanya sebatas sahabat Sedangkan anda adalah suaminya seharusnya anda yang lebih tahu dimana istri anda saat ini." Jawab Susi lalu ia melenggang pergi meninggalkan Andrew yang berdiri dengan sejuta kebingungan.