Aku Menikah Karena Hutang

Aku Menikah Karena Hutang
Episode 67


__ADS_3

" Apa maksudmu Andrew?" tanya Sherly di sela tawanya.


Sherly merasa terkejut dengan reaksi Andrew karena ia tidak bertanya kenapa Helen menulis pesan di ponselnya. Dan Sherly juga tidak merasa cemburu ataupun curiga dengan isi pesan Helen untuk suaminya itu.


" Kenapa kau tak bertanya atau membuka pesan tersebut sayang. Apa kau tak curiga atau cemburu seseorang mengirim pesan pada suamimu apa lagi itu adalah Helen. ohhh... Tuhan jangan katakan rasa cintamu sudah berkurang padaku." kata Andrew dengan sedikit lebay.


" Ya Tuhan... kenapa kau terlalu berlebihan Andrew" jawab Sherly.


"Sayang... kalau seorang wanita cemburu melihat pesan wanita lain di ponsel suaminya. Itu artinya dia begitu mencintai suaminya. Tapi kau... ahhh... aku frustasi memikirkan itu." kata Andrew lagi.


" Suamiku... aku pernah bilang padamu. Sebuah hubungan akan bahagia dan berhasil karena sebuah kepercayaan. Aku percaya dengan apa yang kau katakan. Kalau kau hanya sekedar berbisnis dengan Helen tidak lebih. Kau sudah memberiku penjelasan tentang hal itu. Jadi buat apa aku harus bersikap yang tidak perlu. Sementara aku percaya kau suamiku. " Jawab Sherly.


" Tapi... setidaknya kau marah atau cemburu kek.." Rengek CEO itu.


" Andrew aku bukan anak kecil yang cemburu dengan hal nggak penting. Aku percaya dengan suamiku. Itu saja. dan aku hanya ingin kau tetap menjaga kepercayaan ku padamu. Itu saja cukup..." Kata Sherly dan kembali melanjutkan kegiatannya


Andrew menarik nafas dan menghempaskannya. Ia merasa sedikit lega namun ada rasa yang membuatnya tak puas. Ia berharap Sherly akan cemburu karena sebuah kecemburuan akan memperlihatkan betapa cintanya seseorang. Tapi Andrew kembali tersenyum karena ia benar-benar merasa bersyukur memiliki istri seperti Sherly. Andrew kembali memeluk tubuh itu dari belakang. Ia mencium dalam-dalam aroma wangi tubuh Sherly yang sudah jadi candu baginya.

__ADS_1


Hatinya selalu berdoa agar Tuhan selalu menjaga cinta. mereka selamanya.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Kini Andrew telah berada di ruang kerjanya. Ia tak berhenti tersenyum, terlihat jelas dari wajahnya yang begitu berseri dan penuh semangat. Kim sempat merasa heran dengan tingkah aneh sang boss. Sempat merasa takut kalau telah terjadi sesuatu sehingga boss nya itu bertingkah aneh baginya. Biasanya Andrew akan memasang wajah serius dan tanpa ekspresi sepanjang hari selama ia di kantor.


" Ada apa Kim?" Tanya Andrew yang sudah menatap nya dengan tatapan dingin.


"Tuh.. kan kembali lagi. Kayaknya si bos harus ke psikiater deh." Batin Kim yang sedikit terkejut saat melihat senyum Andrew menghilang begitu saja.


" Kenapa kau diam?" tanya Andrew lagi.


Kim menyerahkan laporan tersebut. Kemudian wajah Andrew mulai kembali berubah serius saat mulai memeriksa laporan keuangan yang di berikan Kim. Kemudian dengan tiba-tiba pintu ruangannya terbuka. Andrew melirik begitupun dengan Kim yang terkejut karena pintu itu di buka dengan sangat keras.


" Kemana Lo bawa Sherly apa kau menculiknya?" Kata Steven yang tiba-tiba saja masuk ke ruangan itu dengan wajah kalut.


Andrew menutup laporan yang ada di tangannya Ia menatap Steven yang merupakan mantan asisten dan temannya itu dengan tatapan membunuh

__ADS_1


" Maksud lo apa?" Jawab Andrew dengan tatapan dingin menusuk jiwa.


" Lo berani menculik Sherly dari gue." kata Steven yang membuat Andrew tersenyum miring.


" Mana ada suami yang culik istrinya sendiri. Sherly istri gue dan gue suaminya. Lo yang udah lancang menculik Sherly." kata Andrew dengan dingin.


Kim yang berada di sana hanya bisa diam membisu menyaksikan pertengkaran tersebut. Kim mulai paham kenapa Andrew sang bos bisa tersenyum hari ini ternyata sang istri ada di sini. Kim memang mengetahui kalau Andrew begitu mencintai Sherly terlihat jelas dari cara Andrew memperlakukan Sherly dan Andrew selalu menyimpan Foto Sherly di dompet miliknya dan memajang wajah cantik itu di atas meja kerjanya. Setiap kali Andrew merasa lelah dan stres ia selalu menatap foto itu dan kembali tersenyum..


Kim memilih undur diri setalah mendengar pertengkaran antara Steven dan Andrew yang tak jelas baginya. Kenapa mereka milih bertengkar ketimbang bicara dengan baik-baik pikir Kim dalam hati. Dan yang tidak habis pikir bagi Kim kenapa Steven tidak mencari wanita lain kenapa harus wanita yang telah menikah. Secara mereka adalah teman baik. Kenapa Steven tidak memilih Helen saja pikir Kim dan melangkah pergi meninggalkan ruangan itu. Kim memilih tidak ikut campur dari pada ia harus terlihat itu akan berakibat fatal baginya. Kim tidak memungkiri kalau Sherly wanita yang baik dan sangat cantik sebagai laki-laki kkm akui itu. Tapi secara status meski Sherly wanita cantik akan tetapi ia telah menikah dan berstatus sebagai istri orang. Kenapa harus dia yang di perebutkan. Kim tampak menarik nafas dalam-dalam ia menggelengkan kepalanya hatinya menggerutu tak jelas karena sifat tamak manusia yang alami.


Helen yang kini sudah berada di depan ruangan Andrew mendengar pertengkaran antara Steven dan Andrew yang masih saja berlanjut setelah sepeninggal Kim. Helen merasa kesal karena lagi-lagi dua pria yang pernah dekat dalam hidupnya itu memperebutkan wanita lain di depannya. Helen jelas merasa sangat iri karena dahulu ia yang berada di posisi itu namun kini dengan jelas telah tergantikan dengan wanita lain.


Helen dengan kesal masuk dan membuka pintu itu dengan sangat kasar sehingga menimbulkan suara yang keras. Mata dua pria itu pun teralihkan oleh suara keras tersebut.


Andrew menatap datar wanita yang dengan wajah kesal sudah berdiri di ambang pintu. Sementara Steven hanya menatapnya sekilas kemudian kembali menatap tajam kearah Andrew yang berdiri tepat di hadapannya itu. Helen tambah semakin marah dengan sikap mereka yang seolah-olah tidak peduli dan cuek dengan kehadiran dirinya saat itu.


" Sial." gerutu Helen dalam hatinya. Kemudian ia melangkah mendekati dua pria yang sedang asik bersitegang itu. Helen melangkah dengan anggun mendekati Andrew yang memang awalnya ia adalah targetnya berikutnya. Steven memasang mata untuk menyaksikan hal yang mungkin akan menguntungkan baginya. Akan tetapi Andrew dengan cepat mengangkat tangannya untuk menghentikan apa yang akan dilakukan wanita cantik itu. Andrew sadar akan sesuatu. Helen menghentakkan kakinya kesal karena apa yang jadi keinginannya tidak tercapai. Andrew meminta Helen untuk duduk di sofa saja ia berusaha memperlakukan wanita itu dengan sopan meskipun aslinya ia ingin segera menendang dan melempar wanita itu keluar dari jendela ruangannya itu agar segera lenyap sekalian dari muka bumi ini. Secara ruangan Andrew terletak di lantai 30 bangunan. tersebut.

__ADS_1


Kalau dipikir... ngeri...🤣🤣🤣


__ADS_2